Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 153. Maunya dibeliin papanya


__ADS_3

"Tadi udah beli?" Tanya Evan ga paham akan pembicaraannya Reza dan sang istri.


"Nggak, tadi Aira ditawarin kak Reza untuk beli rujak bang tapi Aira ga mau karena Aira lagi ga ingin rujak tapi inginnya makan es buah" jawab Aira.


"Terus sekarang baru ingin makan rujak ya setelah papanya datang?" Tanya Reza.


"Hehehe iya kak, setelah abang datang ditawarin beli es buah baru ingin sekalian beli rujak" jawab Aira sambil tertawa.


"Berarti anak loe maunya dibeliin papanya Ra, ga mau dibeliin omnya" sahut Vina. Evan hanya diam menatap istrinya dengan tersenyum. Hatinya bahagia mendengar Aira ga mau dibelikan rujak sama Reza dan memilih dengan dirinya.


"Iya kali ya Vin tahu kalau ayahnya akan datang, maaf ya kak" jawab Aira ke Vina kemudian meminta maaf pada Reza.


"Iya gapapa Ra, kakak hanya nawarin aja tadi barangkali bumil ingin rujak lagi" kata Reza tersenyum memandang Aira.


"Dulu tetangga sepupu kakak itu katanya setiap hari makan rujak buah Ra selama hamilnya" kata Reza.


"Memang lucu juga ya orang hamil itu sebenarnya" kata Aira membuat pernyataan atau pertanyaan.


"Iya lucu, sampai malam-malam aja abang diajak nyariin es buah. Untung masih buka itu es buah" ucap Evan sambil memandang istrinya dengan menaikturunkan alisnya dan bibir tersenyum.


"Hehehe kan itu dulu bang, emang lagi kebetulan pengin saat itu. Sepertinya ga iklas deh abang beliinnya" kata Aira protes.


"Abang ikhlas sayang, loh kok jadinya marah sih" kata Evan sambil menggenggam tangan istrinya dan menciumnya karena melihat istrinya langsung memasang muka cemberut.


"Ya kan abang seperti ga ikhlas sih nganterin Aira" kata Aira merajuk. Entah mengapa bumil lagi sedang sensitif, tiba-tiba saja marah dan tersinggung dengan ucapan sang suami yang menggodanya.


Reza tersenyum gemas melihat Aira merajuk ke suaminya.


"Eh Vin loe nanti pulang sama Nuri aja atau mau ngikut gue sekalian?" Tanya Aira tiba-tiba.


"Udah mau pulang sekarang yank?" Tanya Evan lembut sambil memandang wajah sang istri


"Iya" jawab Aira ketus.


"Sabar bang dengan bumil yang sedang sensitif" kata Vina.


"Gue mudah Ra pulangnya, kan deket ini sama kosan gue." Jawab Vina santai.


"Atau mau bareng sama kakak sekalian Vin?" Tawar Reza.


"Terima kasih kak, Vina deket kok nanti bisa naik gojek" jawab Vina.


"Udah loe bareng gue aja yuk" ajak Aira kemudian jalan menuju kasir.

__ADS_1


"Sudah kakak bayar semuanya Ra" kata Reza melihat Aira dan Vina yang sudah berdiri dari kursinya akan menuju ke kasir.


"Kapan kakak bayarnya?" Tanya Aira.


"Sudah dari tadi sebelum bang Evan datang" jawab Reza santai.


"Terima kasih ya kak" jawab Aira dan Vina bersamaan.


"Terima kasih Reza" kata Evan kemudian ketiganya pamit pulang duluan ke Reza yang masih duduk di bangkunya.


"Iya bang, sama-sama" jawab Reza.


"Seandainya kakak yang jadi suamimu, mungkin akan setiap hari kakak beliin kamu rujak dan es buah Aira" batin Reza menatap kepergian sang mantan. Reza membuang nafasnya berat kemudian berdiri dan keluar dari cafe untuk kembali ke kantor.


"Baru kali ini gue betah lama di cafe" batin Reza setelah berada di dalam mobilnya.


"Mau kemana lagi yank?" Tanya Evan pada istrinya setelah mengantar Vina ke kosannya.


"Abang ga mau kembali ke kantor?" Tanya balik Aira sebelum menjawab pertanyaan sang suami.


"Nggak sayang" jawab Evan.


"Kalau begitu mampir ke butik dulu ya bang sebentar" ajak Aira.


"Abang kangen deh rasanya sama kamu yank" kata Evan gemas melihat istrinya.


"Idih kaya lama ga ketemu aja bang" ucap Aira.


"Bener sayang, abang gemes deh libat kamu penginnya peluk istri abang terus" kata Evan.


"Bilang aja abang kangen sama mantan kan" kata Aira.


"Loh kok jadi kesana sih, abang aja udah lupa yank. Jujur aja, dihati dan pikiran abang ga pernah ada perempuan lain kecuali kamu sayang" kata Evan.


Aira hanya diam memandang lurus kedepan.


"Kenapa.sih, kok tiba-tiba marah sama abang. Abang salah apa sayang?" Tanya Evan bingung.


Aira diam saja, pasalnya Aira sendiri juga ga tahu kenapa tiba-tiba dirinya ingin marah melihat sang suami.


"Hmm abang salah apa sih sama kamu yank? Atau istri abang yang cantik ini masih marah sama abang karena tadi ya, waktu abang bilang beli es buah malam-malam itu?" Tanya Evan memandang istrinya sekilas kemudian fokus lagi menatap jalanan.


Aira menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aira juga ga tahu bang, kenapa tiba-tiba Aira pengin marah sama abang" jawab Aira sambil meneteskan air matanya.


Evan mendengar suara sang istri yang sedang menangis langsung menepikan mobilnya.


"Loh kok nangis sih sayang, kenapa sayang?" Tanya Evan sambil membuka seatbeltnya dan seatbelt Aira kemudian memeluk sang istri.


"Aira juga ga tahu kenapa tiba-tiba Aira sedih bang" jawab Aira sambil menangis didalam pelukan sang suami.


"Ya sudah menangislah jika masih ingin menangis sayang." Kata Evan.


"Apakah masih ada yang kamu inginkan?" Tanya Evan setelah Aira mengurai pelukannya sang suami dan setelah tangisnya reda.


"Nggak, kita pulang aja deh bang ga usah mampir ke butik dulu" kata Aira.


"Siap tuan putri" jawab Evan tanpa protes, karena ini sudah dekat dengan butiknya Aira. Akhirnya Evan memutar balik mobilnya menuju ke apartemennya.


"Sabar Evan, istri loe lagi hamil dan lagi sensitif" batin Evan menenangkan pikirannya agar bisa menahan amarah.


"Sayang kalau capek tidur aja dulu, nanti abang bangunin kalau sudah sampai" kata Evan sambil mengusap punggung tangan sang istri.


"Ga kok bang, Aira belum ngantuk" jawab Aira dengan mata yang sudah mulai terlihat lelah namun Evan  tidak memberikan komentar apapun. Karena tahu sang isgri lagi kondisi sensitif, jadi kawatir jika nantilah tersinggung dan marah jika diberikan banyak komentar.


"Aira tidur sebentar ya bang, nanti jangan lupa bangunin Aira" kata Aira.


"Iya sayangku" jawab Evan menahan tertawa.


"Katanya tadi belum ngantuk yank, sekarang aja  mata sudah terpejam" batin Evan dengan tersenyjm sendiri melihat sekilas isyrinya yang sudah memejamkan matanya dengan terdengar dengkuran lembut karena terlalu lelah.


Evan mengusap perut sang istri lembut sambil berkata "sayang jangan bikin bunda sakit dan susah ya,  ayah sayang sama kamu dan bunda."


💐 Apartemen


Sesampainya di parkiran apartemen, Evan melihat sang istri yang masih tertidur dengan nyenyak tak tega membangunkannya. Akhirnya Evan menggendong Aira untuk dibawa ke apartemennya.


Aira terbangun saat keduanya sudah sampai di depan pintu lift saat sudah keluar dari lift.


"Abang turunin Aira bang, Aira bisa jalan sendiri" kata Aira.


"Tanggung yank, ini juga udah sampai kok" jawab Evan.


"Aira jalan sendiri aja bang" kata Aira lagi.


"Sayang kamu masih lelah jadi biar aja sekalian sampai ke dalam okey" kata Evan.

__ADS_1


__ADS_2