
💥 Bandara Soekarno Hatta
Di bandara Leo sang asisten pribadi sudah siap menunggu bosnya berdiri di ruang tunggu bersama mami Andriana.
Terlihat Lukas sedang sibuk menunggu koper yang keluar dari pesawat, Lusy duduk manis melihat sang suami yang sibuk menunggu koper.
Lukas melarang istrinya ikut menunggu koper keluar.
"Ayo sayang, kita keluar, tuh mami sudah menunggu kedatangan kita" ajak Lukas sambil mendorong 2 kopernya yang kemudian diambil alih oleh Leo dan sopir pribadi maminya.
"Halo sayang, apa kabar?" Sapa mami Andriana.
"Kabar kami baik mi, mami sendiri bagaimana?" jawab Lusy.
"Mami juga baik sayang, mami senang melihat kalian bahagia" kata Mami Andriana.
"Mi kita mampir dulu ya untuk makan" ajak Lukas.
"Iya kita makan siang sekalian, mami sudah memesan tempat di restoran pasta kesukaan Lusy." Kata mami Andriana.
"Mami tahu kalau Lusy suka pasta?" Tanya Lusy.
"Iya dulu Lukas sering cerita sayang" jawab mami Andriana.
"Terima kasih mi, tapi kak Lukas mau ga?" Tanya Lusy.
"Aku mau apa aja ga masuk sayang yang penting kita makan siang" jawab Lukas.
Andriana mendengar anaknya memanggil sang istri dengan kata sayang, hatinya senang. Itu tandanya Lukas sudah muali mau menerima Lusy kembali dalam hidupnya.
"Bagaimana bulan madunya, apa kamu bahagia sayang?" Tanya mami Andriana.
"Iya mi, Lusy sangat bahagia." Jawab Lusy.
"Bahkan Lusy sekarang sudah berteman baik dengan Aira" kata Lusy.
"Maksudnya apa sayang?" Tanya mami Andriana.
"Kami bertemu dengan Aira dan suaminya mi di Bali. Kami foto dan makan bersama" kata Lusy.
"Benarkah, apakah Aira juga bahagia dengan suaminya?" Tanya mami Andriana sambil sesekali melirik ke Lukas yang hanya diam tanpa ikut berkomentar.
"Iya Aira tetlihat bahagia dengan suaminya yang begitu mencintainya, bahkan suaminya begitu posesif dan cemburuan mi" kata Lusy.
"Ini mi foto saat kami bersama dengan Aira dan suaminya" kata Lusy sambil menunjukkan foto saat bersama dengan Aira dan Evan.
"Itu suaminya Aira sayang?" Tanya Andriana.
"Iya, apa mami kenal?" Tanya Lusy.
"Bukannya itu Evandro Brahmana?" Tanya mami Andriana.
__ADS_1
"Benar mi, dia Evandro Brahmana" jawab Lukas datar.
"Evandro orangnya dingin dan terkenal keras" kata Andriana.
"Tapi waktu Lusy lihat dia begitu mencintai istrinya mi, ga terlihat dingin jika dengan istrinya cuma begitu mudah cemburu dan sangat posesif mi" kata Lusy sambil tersenyum.
"Syukurlah, mami senang melihat kalian semua bahagia sayang" kata Andriana.
"O iya mami dapat salam dari Aira" kata Lusy.
"Terima kasih sayang semoga kalian bisa bersahabat dengan baik" kata Andriana.
"Ayo kita keluar makan dulu sayang, ceritanya dilanjut nanti lagi" kata Lukas.
"O sudah sampai ya kak ternyata" kata Lusy melihat keluar jendela yang ternyata mobilnya sudah berhenti di parkiran restoran.
💥 Restoran
Sambil menunggu pesanan mereka melanjutkan cerita.
"Kamu capek ya sayang?" Tanya Andriana.
"Iya sedikit sih mi, mungkin karena lapar hehehe" jawab Lusy.
Mereka banyak ngobrol hingga pesanan pun datang dan makan bersama dengan sang asisten juga yaitu Leo.
💥 Apartemen
"Besok loe udah langsung ke kantor dong Van?" Tanya Haris.
"Iyalah mau ngapain di rumah kalau Aira juga maunya kuliah" jawab Evan.
"Lah emangnya kalau Aira ga ada kuliah terus loe mau di rumah juga?" Tanya Haris.
"Iyalah lanjutin bulan madunya di rumah" jawab Evan sambil tertawa, Haris tertawa mendengar sahabat yang sekaligus adik iparnya tidak bisa jauh dari sang istri.
"Loe ga kasih Aira mobil Van buat kuliah atau pergi-pergi?" Tanya Suryo.
"No, gue ga mau dia pergi sendiri" jawab Evandto.
"Kenapa?" Tanya Suryo.
"Tuh Haris aja yang abangnya ga kasih ijin adik perempuannya jalan sendiri apalagi gue yang suaminya" jawab Evan.
"Ya gue ga kasih ijin karena terlalu menganggap Aira itu masih anak kecil mulu" kata Haris.
"Kalau gue sih bukan merasa Aira anak kecil, tapi gue lebih..." kata Evan diputus oleh Haris.
"Lebih takut karena loe cemburu dan posesif" kata Haris melanjutkan. Suryo tertawa mendengar apa yang diucapkan Haris.
"Ya gue nunggu Aira dari dia masih segini" kata Evan sambil mempraktekkan tangannya mengukur tingginya Aira yang masih anak-anak dulu.
__ADS_1
"Masak sekarang gue harus begitu aja bebasin dia pergi sendiri, tidak akan pernah." Kata Evan.
"Kemarin juga sempat Aira minta untuk ke kampus bawa mobil sendiri atau naik ojol aja, tapi gue bilang kalau gue ga bisa anter ya dia akan diantar sopir atau tidak pergi sama sekali" kata Evandro. Haris dan Suryo terkekeh mendengar cerita Evan.
"Teris Aira milih naik ojol pasti kan?" Canda Suryo.
"Sembarangan loe ya, ya dia pasti ngikuti gue dong" jawab Evan.
"Tapi jujur gue dulu kaget loe ajak Aira pertama kali ke kantor, gue pikir Anggi waktu gue lihat sekilas" kata Suryo.
"Memang ga ada apa cewek yang suka diajak ke kantor Evan?" Tanya Haris.
"Kalau cewek yang datang sendiri ke kantor banyak Ris, tapi kalau sampai diajak dan digandenga Evan di kantor ya baru Aira aja" jawab Suryo. Haris hanya terkekeh mendengar asistennya menceritakan ke kakak iparnya.
"Tapi loe hati-hati sama mantan loe, kalau Aira tahu dia bisa ngejauhin loe Van" kata Haris
"Aira itu banyak cerita ke Aini, katanya Rani hamil dan minta kamu menikahinya" kata Haris.
"Iya tuh udah diselesaikan Suryo sih dan gue memang yakin kalau dia pasti akan datang lagi ke gue suatu saat nanti" kata Evan.
"Iya yang pasti hati-hati kalau sampai Aira salah paham akan sulit loe ngebujuk Aira." Kata Haris.
"Apalagi kalau mantannya tahu Ris bisa diambil lagi tuh hatinya Aira" kata Suryo membuat Evan melotot.
"Ga akan pernah bisa dia deketin Aira lagi, apalagi Aira sudah deket dengan istrinya" kata Evan.
"Tuh baru begitu aja udah kelihatan taringnya, gimana ga dibilang cemburu" kata Suryo.
"Gue ga mudah untuk bisa dapetin Aira apalagi hatinya" kata Evan mengingat sampai sekarang saja Evan masih ragu apakah Aira sudah membuka hatinya untuk Evan.
Ya perjuangan Evan untuk mendaoatkan hati Aira memang tidak mudah walaupun Aira mengalah dan nurut dengan Evan, belum tentu juga hatinya Aira sudah diberikan sepenubnya untuk Evan.
"Bang Ayo makan dulu, ngobrolnya nanti lagi" kata Evan memanggil suaminya dan para sahabat suaminya.
Sisca sang sekertaris pun juga datang ke apartemen Evan bersama Suryo. Mama Diana yang sudah mengenal Suryo dan juga Sisca dapat lebih mendekatkan Sisca ke Aira, agar Aira tidak salah paham dengan Sisca.
Sisca suka dengan Aira yang walaupun usianya masih muda tapi bisa diajak berpikir mandiri dan dewasa.
****
AWAL EKSKUL
Menceritakan tentang pernikahan yang dijodohkan pada saat usia masih remaja alias pernikahan dini. Dimana sang gadis yang bernama Fio Mahendra masih ingin merasakan bebasnya bersama para sahabatnya dan mencari jati diri. Akan tetapi kenyataan mengatakan lain, bahwa dirinya harus bisa mengutamakan suaminya dahulu baru dan meminja ijinnya.
Lalu bagaimanakah mereka menghadapi segala permasalahan di rumah tangganya?
Jangan lupa masukkan ke dalam favoritmu
LIKE, KOMEN dan VOTE
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan dari kalian semua readerku yang selalu setia 😘🙏