Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 118. Pandai berekspresi


__ADS_3

"Kan mantannya Aira itu kak Lukas dan tadi kak Lukas sepertinya sengaja nyanyiin untuk Aira deh" kata salah satu teman Aira yang di dengar 4 pria tampan yaitu Evandro, Haikal, Reza dan juga Lukas yang tidak jauh duduknya dari Evan.


Evan menahan segala rasa selama berada di acara kampus sang istri. Rasa cemburu, rasa marah, juga rasa rindunya pada sang istri yang selama beberapa hari ini tidak berada disampingnya.


Reza terkekeh melihat Aira dikerjain Rio di atas panggung.


"Sampai sekarang masih dekat juga ya hubungan mereka berdua itu?" Tanya Reza ke Haikal yang juga di dengar Evan.


"Iya hubungan mereka dekat sekali." Jawab Haikal.


"Dulu Aira katanya sering ke karaoke ya, jangan bilang itu sama loe Za perginya adek gue?" Tanya Haikal.


"Iya Aira suka ke karaoke gue anter dulu, Aira cerita ya sama loe" jawab Reza.


"Iya cerita, tapi ga cerita sama siapa perginya. Gue aja tahunya Aira hanya dekat dengan Rio ga tahu kalau kenal dengan lue juga" kata Haikal yang di dengar Evandro. Reza hanya diam mendengar ucapan sahabatnya.


Reza menatap penampilan Aira yang membuatnya semakin mengagumi sosok wanita cantik ini.


Setelah Aira melantunkan lagu mantan terindahnya, kemudian kahitna baru mulai naik ke atas panggung.


"Maaf boleh ya kita minta Aira untuk tidak turun panggung dulu, buat jadi model kita di panggung. Apakah ada yang marah?" Tanya salah satu personel kahitna.


"Apakah justru mantannya yang marah?" Tanya personil yang lainnya.


Aira hanya tertawa kecil tanpa mau menjawab.


"Itu mantannya banyak kak" sahut Rio ikut menggoda Aira.


"Iya itu salah satunya mantan Aira" kata Aira sambil menunjuk ke Rio, membuat Rio tertawa.


"Maaf ya kami pinjam Aira dulu sebentar" kata personil Kahitna ke Rio.


"Silahkan kak, yang penting masih utuh aja saat kembali nanti" jawab Rio membuat Aira melotot dan personilnya kahitna tertawa semua.


"Tenang aja, ga akan kita apa-apain kok" jawab salah satu personil itu.


"Nih keringat dingin deh Airanya" teriak salah satu personil kahitna membuat Aira tersenyum dengan muka mulai merona karena malu.


"Ih kamu lucu banget Aira, mukanya jadi merona deh" kata personil yang lain.


"Kamu ngefans ke kita ga sih Ra?" Tanya sang personil.

__ADS_1


"Sangat, itu yang buat Aira tadi kaget bisa berdiri disini dengan kahitna" jawab Aira agak gemetar.


Reza ikut terkekeh melihat Aira di atas panggung dengan kahitna.


"Loe serius banget sih ngelihat adek gue" kata Haikal.


"Gue ingat dulu Aira sering nyeritain tentang kahitna selalu antusias. Lihat deh wajahnya sampai merona malu dia" kata Reza.


Evan menahan geram dalam hatinya dengan sikap Reza ke Aira yang begitu tetlihat kekagumannya pada sang istri.


Kemudian musik pun mengalun melantunkan  lagunya kahitna yang berjudul Cantik.


Aira di apit oleh ketiga laki-laki personil kahitna membuat Evan cemburu karena pandangan Aira bukan pada penonton, melainkan pada ketiga personil kahitna ini sambil tersenyum.


"Aira itu pandai berekspresi dalam membawakan sebuah lagunya walaupun suasana hatinya berbeda dengan keadaannya saat ini" kata Reza dengan matanya memperhatikan Aira sambil tersenyum melihat gaya Aira yang centil dan manja di atas panggung.


"Memangnya ada apa dengan Aira?" Tanya Haikal. Reza hanya menggelengkan kepalanya.


"Sepaham itukah kamu ke istri gue Za" batin Evandro yang mendengar ucapan Reza yang membicarakan tentang istrinya. Berbanding dengan Reza, Evan kurang suka melihat istrinya manja dan centil di atas panggung sambil tersenyum pada personilnya kahitna.


"Aira memang pandai menyembunyikan perasaannya dan orangnya juga agak tertutup. Memangnya Aira ada masalah apa Za?" Tanya Haikal.


"Gue ga tahu sih Aira tidak cerita. Cuma sepertinya tadi waktu acara belum mulai, gue lihat sepertinya ada masalah dengan Aira" jawab Reza.


"Semoga saja" jawab Reza singkat.


"Kapan loe move on Za?" Tanya Haikal menatap Reza.


"Jika orang yang pernah gue cintai benar-benar sudah bahagia" jawab Reza santai dengan membalas tatapan Haikal.


"Anggap Aira sudah bahagia saat ini" kata Haikal.


"Entahlah gue ga janji saat ini, kalau belum melihatnya sendiri Aira benar-benar bahagia" jawab Reza.


"Jangan begitu, jika dia melihat kamu dapat move on pasti Aira juga akan bahagia" kata Haikal.


"Iya itu juga yang pernah dia ucapkan ke gue beberapa hari lalu" kata Reza sambil membuang nafasnya berat. Evandro mendengar semua ucapan Reza dengan Haikal.


"Apakah mantan Aira dulu itu Lukas yang tadi membawakan lagunya Marcell?" Tanya Reza.


"Iya dia, itu yang duduk di sebelahnya adalah istrinya Lukas" jawab Haikal.

__ADS_1


"Dia masih dekat hubungannya dengan Aira?" Tanya Haikal.


"Iya dekat, bahkan Aira dekat juga dengan istrinya." Jawab Haikal.


"Itu Aira pasti senang sekali bisa tampil bersama kahitna, karena dari dulu dia ngefans berat dengan kahitna dan sering karaokean lagunya kahitna" kata Reza.


"Segitunya ya loe paham adek gue" kata Haikal menoleh ke Reza, begitu juga dengan Evan.


"Ups maaf ga sadar gue ngomong" kata Reza menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil memandang ke Haikal dan Evan bergantian.


"Seberapa sering kalian dulu jalan bersama?" Tanya Evan dingin.


"Ya memang lumayan sering kami dulu jalan bersama, setiap hari kami berangkat dan pulang sekolah bersama" jawab Reza seakan kembali mengenang masa sma dulu bersama Aira.


"Tolong bahagiakan dia, jangan buat hatinya kecewa" kata Reza ke Evan.


Evan membuang nafasnya berat, karena saat ini saja dia tahu istrinya kecewa dan marah padanya.


"Pasti saya akan berusaha untuk selalu membahagiakan istri saya" jawab Evan menekan pada kata istri.


"Kok anak ini ga kesini sih, gue tunggu dati tadi  Aira ga datangi kita ya" kata Haikal mengalihkan pembicaraan antara adik iparnya dan sahabatnya yang mulai terlihat ada ketegangan.


"Mungkin dia bosan sama loe Kal" kata Reza asal.


"Sembarangan" jawab Haikal.


Aira sedang ngobrol di belakang panggung dengan Rio dan beberapa teman yang lain setelah acara selesai. Tiba-tiba datang Evan dari belakang Aira  memeluk sang istri dari belakang dengan mengusap perut Aira membuat Aira kaget dengan tangan yang tiba-tiba melingkar di perutnya.


"Sayang, maafkan abang" bisik Evan.


"Nanti pulang dengan abang ya yank, abang ga bisa hidup tanpa kamu" bisik Evan lagi.


Aira hanya diam, mau marah ga enak dengan beberapa  temannya yang berada disitu.


"Ehem" Teman Aira berdehem.


"Jangan iri dong" kata Rio sambil terkekeh.


"Aira bisa pulang sendiri jika Aira mau" jawab Aira pelan.


"Sayang maafkan abang, apapun yang kamu mau abang akan lakukan asal jangan tinggalkan abang seperti ini yank" kata Evan pelan setengah berbisik.

__ADS_1


"Maaf bang, ini di kampus. Aira ga ingin membahas hal itu" kata Aira berusaha mengurai pelukan Evan.


"Abang rindu kamu sayang, abang ga pernah bisa tidur selama ini, semalam abang menunggumu di lobby hotel sanjaya hingga tengah malam" kata Evan setelah membalikkan badan Aira agar menghadap Evan.


__ADS_2