
"Tenang yank, kan anak kita sangat bahagia jika ayahnya rajin menjenguknya" kata Evan sambil tersenyum.
"Siapa bilang, dia protes bang sama ayahnya dan bilang ke bundanya kalau besok ayahnya harus libur dulu hingga bundanya melahirkannya" kata Aira membuat Evan protes dengan melotot.
"Sayang, ayah pasti akan selalu menengokmu hingga kamu lahir nanti. Jadi selalu tunggu ayah ya dan jangan nakal didalam ya anak ayah" kata Evan sambil mengusap perut buncit sang istri dan menciuminya.
Aira terkekeh melihat sikap sang suami. Kemudian Evan menyelimuti sang istri lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dari keringat yang menempel.
Paginya Aira membuka mata dan merasakan pelukan sang suami yang begitu erat di pinggangnya.
Aira memindahkan tangan sang suami dengan pelan agar tidak terbangun.
"Selamat pagi sayangnya abang" sapa Evan yang melihat sang istri sudah membyka matanya setelah merasakan sentuhan iatrinya pada tangannya.
"Abang sudah bangun?" Tanya Aira kaget.
"Sudah dari sebelum kamu bangun sayang" jawab Evan sambil tersenyum.
"Selamat pagi sayangnya abang" sapa Evan mengulang sapaannya pada sang istri.
"Pagi abang sayang" jawab Aira sambil tersenyum malu pada sang suami.
Evan mengecup bibir sang istri karena gemas. Kemudian melangkah masuk ke kamar mandi.
"Abang mau kemana?" Tanya Aira.
"Mandi sayang, kamu mau ikut mandi bareng abang" jawab Evandro.
"Ini masih terlalu pagi, kenapa abang udah mau langsung mandi?" Tanya Aira.
"Abang ada meeting pagi ini yank, lagian ini udah jam 6 lewat" jawab Evan.
"Hah beneran bang, ya ampun Aira kesiangan dong bang. Kirain Aira masih jam 4 pagi" kata Aira.yang memikirkan sarapan buat sang suami.
"Abang sudah pesan sarapan buat kita sayang, sekarang kita mandi dulu yuk" ajak Evan.
"Abang mandi duluan aja" kata Aira.
__ADS_1
"Kan kamu juga mau ke kampus pagi bukan?" Tanya Evan mengingatkan sang istri agar mau diajak mandi bersama.
Aira yang lupa bahwa dirinya juga harus ke kampus pagi ini karena ada kuliah, jadi terpaksa ikut sang suami mandi dengan menggumam tidak jelas.
"Tapi Aira maunya hanya mandi aja, karena Aira bener-benar lelah bang" kata Aira menatap sang suami.
"Iya mandi aja sayang" kata Evan sambil tersenyum melihat sang istri yang menggemaskan menurutnya.
💥 Kampus
Aira turun dari mobil suaminya yang sudah mengantarkannya sampai di kampus. Tapi sebelumnya harus berdebat dulu dimana sang suami maunya istrinya pulang kuliah langsung ke kantor suaminya. Sedangkan Aira maunya ke butik dan tak akan mau lagi ke berkunjung ke kantor suaminya.
"Sayang kalau kamu ga mau ke kantor abang, nanti abang ga pulang loh. Abang akan tidur di kantor" ancam Evandro.
"Ya abang nginap aja disana kalau abang sudah ga mau lagi pulang ke rumah kita" kata Aira santai.
Evandro membuang nafasnya kasar menghadapi istrinya yang keras kepala. Mana mungkin Evan bisa tidur jika harus berjauhan dengan istrinya.
"Kenapa kamu ga mau ke kantor abang?" Tanya Evandro. Aira hanya menggelengkan kepalanya saja tanpa mau menjawab dengan suaranya.
"Padahal abang sangat bahagia setiap kamu ke kantor abang" kata Evandro menjeda ucapannya.
"Aira ga mau kejadian itu terulang untuk krdua kalinya. Karena jika sampai terulang lagi Aira bukan hanya tidak lagi ke kantor abang, tetapi Aira juga tidak akan pernah lagi mau pulang ke apartemen abang" kata Aira mengeluarkan isi hatinya. Membuat Evan yang mendengarnya ikut kawatir kalau istrinya tidak mau lagi pulang ke apartemen.
"Sayang, abang janji kejadian itu tidak akan terulang lagi. Jadi nanti kamu akan diantar Nuri untuk ke kantor abang. Dan abang tidak menerima penolakan" tegas Evandro tak ingin dibantah
Aira membuang nafasnya berat tanpa menjawab, kemudian Aira mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangan sang suami. Karena Aira sudah mau keluar dari mobil dan segera masuk ke ruang kuliahnya.
"Belajar yang rajin ya sayangnya abang, nanti abang tunggu di kantor dan kita makan siang bersama" kata Evan sambil mencium kening sang istri.
"Hmm" jawab Aira sambil berlalu kemudian menutup pintu mobilnya.
"Tidak akan pernah abang biarkan kamu lebih memilih ke kantor karaokemu bersama Reza dari pada sama suamimu sayang" gumam Evandro sambil kembali menjalankan mobilnya menuju kantor.
"Hai Ra, tumben baru sampai?" Sapa Rio
"Iya habis abang ngajak ngobrol mulu tadi ga bisa diputus" alansan Aira.
__ADS_1
"Ngajak ngobrol atau ajak yang lain?" Canda Vina.
"Ngobrol Vin, tapi ya agak-agak berdebat juga sih hehehe" kata Aira.
"Loe pasti disuruh ke kantor bang Evan ya hari ini" tebak Vina yang dianggukin Aira sambil duduk di bangku kelasnya karena dosen sudah masuk ke kelasnya.
Selesai kuliah Aira keluar kelas dan langsung menuju ke tempat parkir dimana Nuri sudah menunggunya.
"Silahkan nyonya" kata Nuri sambil membuka pintu mobil untuk Aira.
"Terima kasih Nuri" jawab Aira kemudian duduk di bangku penumpang.
"Kita ke kantor tuan Evan" kata Aira kepada Nuri.
"Baik nyonya" jawab Nuri sambil melihat Aira dari kaca spion tengahnya.
"Sebenarnya aku ga mau ke sana Nur, tapi karena bosmu memaksa dan tidak bisa dibantah, jadi terpaksa ke kantor lagi" kata Aira mengeluarkan ganjalan di hatinya.
"Memangnya kenapa nyonya tidak mau ke kantor tuan, apa nyonya ada janjian di tempat lain?" Tanya Nuri.
"Tidak, hanya saja aku malas kejadian dulu terulang lagi saat ada perempuan lain datang dan memeluk abang di depanku. Sedangkan abang sendiri seperti tidak menganggap aku ada, bahkan juga seperti tidak menolak saat dipeluk perempuan itu" kata Aira membuat Nuri diam karena bingung mau bicara apa.
Karena Nuri tahu jika banyak perempuan yang mengejar tuannya bahkan sampai mau melakukan apapun yang dibutuhkan tuannya. Namun Nuri juga tahu jika tuannya tidak akan mudah tergoda oleh bujuk rayu perempuan-perempuan itu.
"Apakah kamu pernah melihat bang Evan pergi dengan perempuan-perempuan itu?" Tanya Aira ke Nuri.
"Maaf nyonya, saya rasa tuan tidak akan tertarik dengan wanita manapun kecuali anda sebagai istrinya.
"Laki-laki mana yang tidak akan tergoda jjika sering mendapat perlakuan menggoda dari banyak wanita diluar sana Nur" kata Aira.
"Tapi tuan berbeda nyonya, tuan itu tipe laki-laki yang sangat setia pada pasangannya. Dan terlihat kalau tuan itu sangat mencintai nyonya" kata Nuri.
Aira diam tidak ingin menjawab dan melanjutkan ucapan Nuri, Aira tidak ingin terbawa emosi karena mengingat kejadian dulu yang membuatnya kecewa pada sang suami.
💥 Kantor Evd
"Silahkan nyonya, saya akan mengantar anda sampai ke lift" kata Nuri.
__ADS_1
"Terima kasih Nuri, tinggalkan saja aku disini. Kamu bisa pulang karena nanti aku akan pulang dengan tuan" kata Aira.
"Baik nyonya, kalau begitu saya pamit dulu. Nyonya hati-hati" kata Nuri masih tetap berdiri di lobby sampai Aira masuk dan menutup pintu liftnya.