Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 181. Teman masa kuliah


__ADS_3

"Sayang abang tidak ada hubungan apapun dengan Sandra sejak dulu hingga saat ini. Dia hanya teman masa kuliah abang dulu yank, percayalah. Maaf untuk abang yang menerima pelukanya" kata Evan menjelaskan panjang kali lebar untuk meyakinkan istrinya. Namun Aira hanya diam membisu tanpa membalas pelukan sang suami.


"Katanya tadi pagi kamu mau makan shushi sayang, tapi kenapa ini jadi masuk ke Pizza? Ayo dimakan dulu pizza yang sudah dipesan dan sudah tersedia di meja, kasihan anak kita yang ada di dalam kandunganmu kalau tidak kamu makan" kata Evan lembut tanpa melepas pelukkan tangannya di pinggang sang istri.


"Abang suapi ya sayang" tawar Evan dengan mengambil menggunakan tangan kanannya, yang tidak memeluk pinggang istrinya, namun Aira hanya menggelengkan kepalanya tanpa bersuara sambil menunggu pesanan suaminya datang.


"Yank, tadi kamu bawa bungkusan apa ke kantor?" Tanya Evan hati-hati mengingat istrinya datang ke kantor dengan membawa tentengan di tangannya.


"Sudah di tong sampah" jawab Aira ketus tanpa melihat ke suaminya.


Evan kaget mendengar jawaban istrinya yang sedang marah dan sampai membuang bungkusan yqng dibawanya dibuang ke tong sampah.


"Memangnya kamu bawa apa yank kok dibuang ke tong sampah?" Tanya Evan ingin tahu pura-pura tidak peka dengan kemarabaaan sang istri.


"Bawa es buahnya bang Ferry" jawab Aira ketus.


Evan membuang nafasnya bebas kemudian meminta maaf pada sang istri kembali.


"Maafkan abang sayang, jujur abang kaget tadi melihat kedatangan Sandra yang lama tak pernah abang temui, tiba-tiba dia datang dan langsung  memeluk abang" kata Evan.


"Mulai hari ini aku membebaskanmu untuk  pergi dan berpelukan dengan siapapun. Aku ga akan perdulikan lagi dengan apapun yang terjadi" kata Aira tanpa memandang suaminya yang kaget mendengar ucapan Aira padanya.


"Apa maksudmu sayang?" Tanya Evan yang langsung menghentikan makannya.


"Mulai sekarang kita bebas mau pergi dan bertemu dengan siapapun. Dan jangan lagi perdulikan aku juga jika aku jalan bersama dengan siapapun itu" kata Aira.


"Dengar sayang, kamu salah paham yank, Sandra itu hanya teman kuliah abang tidak lebih. Dan memang dia sejak dulu dia selalu mengejar cinta abang, namun abang sama sekali tidak tertarik padanya yank" jelas Evan agar istrinya tidak salah paham.


Ponsel Aira berdering tanda ada panggilan. Aira melihat siapa yang menghubunginya.


📞"Ya halo" kata Aira.


"Dimana Ra, bisa bertemu siang ini? Ada yang mau aku bicarakan" kata suara disebrang telponnya yaitu Reza.


"Bisa, mau bertemu dimana?" Jawab Aira santai.

__ADS_1


"....."


"Baiklah, setengah jam lagi aku akan sampai" jawab Aira kemudian mengakhiri makan pizzanya dan kemudian mengambil tasnya sambil berdiri untuk meninggalkan sang suami.


"Mau kemana sayang, siapa yang menghubungimu?" Tanya Evan menatap Aira tajam sambil memegang pergelangan tangan sang istri.


"Maaf bang, Aira ada ketemuan dengan orang. Selamat makan dan jangan hiraukan aku lagi mulai saat ini" jawab Aira tak kalah tajam manatap pada sang suami.


"Biar abang yang mengantarmu" kata Evan sambil menggenggam tangan Aira erat.


"Terima kasih, tapi aku akan naik ojol untuk mengejar waktu. Sekali lagi maaf dan tolong lepaskan tanganku" kata Aira menatap pergelangan tangannya yang digenggam erat sang suami dengan aura tampak dingin.


"Abang tunggu di apartemen untuk kita selesaikan salah paham ini" kata Evan melepaskan tangannya. Namun Aira tidak lagi menjawab dan langsung melangkah pergi.


Evan akhirnya mengikuti Aira dengan naik ojol yang disewa untuk menguntit sang istri tanpa Aira tahu. Sedangkan Suryo akan membawa mobilnya ke tempat dimana bosnya berada.


Aira menuju kantor trio karaoke untuk bertemu dengan Reza, karena ada hal yang mau dibicarakan.


💥 Trio karaoke


Reza sudah menunggu Aira di ruang kantornya di trio karaoke. Aira turun dari ojol dan langsung melangkah masuk ke dalam untuk menemui Reza.


"Diruangannya" jawab salah satu karyawannya.


"Tolong hubungi beliau dan katakan saya tunggu di ruangan 2 ya dan tolong pesankan saya es  capucinno" kata Aira.


"Baik bu, akan saya hubungi pak Reza" jawab karyawan itu.


Aira masuk ke sebuah ruang karaoke di ruang no.2. Aira sengaja mau menghilangkan sakit hatinya dengan berkaoke sepuasnya.


Aira melampiaskan sakit hatinya dengan melantunkan lagu yang sedang diputarnya.


Ceklek


Reza masuk dan melihat Aira melantunkan lagu sambil mengeluarkan air matanya, Evan melihat bagaimana kondisi istrinya saat ini pada saat pintu itu dibuka oleh Reza.

__ADS_1


"Maaf saya mau bicara sebentar denganmu Reza mengenai kondisi Aira sekarang" kata Evan pelan sambil berdiri di dekat pintu yang dibuka Evan agar Aira tidak melihatnya.


Reza mengkerutkan dahinya heran.


"Apakah kalian sedang ada masalah?" Tanya Reza yang kemudian menutup pintu ruangan no.2 dan membawa Evan ke ruangan kantornya.


"Baru saja ada salah paham antara abang dan Aira. Dan saya sudah berusaha menjelaskan, namun dia tidak mau mendengarkannya dan lebih memilih pergi untuk bertemu denganmu saat ini yang mungkin akan ada yang mau kalian bicarakan tentang pekerjaan kalian" kata Evan.


"Maaf bang, Reza tidak tahu jika kalian sedang ada masalah. Memang ada yang mau Reza bicarakan dengan Aira tentang pekerjaan kami" jawab Reza.


"Abang nitip Aira sementara dia belum mau bicara dengan abang. Terus terang saya kawatir dengan Aira dan anak kami" kata Aira.


"Baik bang Evan tenang saja, nanti akan Reza coba bicara pelan-pelan dengan Aira dan akan Reza beri kabar ke abang" kata Reza.


"Terima kasih Reza, abang nitip Aira dulu dan biar Nuri nanti yang menjemputnya. Karena abang masih mau ada meeting penting jam 2 nanti" kata Evan sambil menepuk pundak Reza.


Reza menganggukkan kepalanya sambil memberikan jempolnya.


"Nanti akan Reza kabari secepatnya ke abang jika kami sudah selesai bicara kerjaan" kata Reza.


"Terima kasih" kata Evan kemudian keluar bersama dengan Reza dari ruangan Reza yang juga termasuk ruangan Haikal dan Aira. Hanya berbeda meja saja.


Reza masuk ke ruangan no.2 dimana Aira sedang melampiaskan emosinya dengan melantunkan lagu yang sedang diputarnya.


Reza meminta kentang goreng yang dibalut dengan saos keju kesukaan Aira pada karyawannya untuk dibawakan keruangan no.2.


"Ceklek" Reza masuk ke ruangan dimana Aira sedang melampiaskan emosinya.


Reza duduk di sofa sebelah Aira dengan santai sambil tersenyum menatap mantannya yang sekarang jadi rekan bisnisnya.


Aira tak dapat membendung airmatanya lagi saat melihat Reza masuk.


"Ada apa Aira, kenapa kamu menangis?" Tanya Reza menatap Aira.


Aira memeluk Reza sambil menangis membuat Reza kaget dengan apa yang sedang diperbuat Aira saat ini. Reza awalnya ragu untuk membalas pelukan Aira, tapi kemudian dengan melihat kondisi Aira saat ini Reza pun membalas pelukan Aira.

__ADS_1


"Tumpahkan semua yang mengganggumu dengan menangis Aira. Kalau kamu mau cerita akan kakak dengarkan" kata Reza sambil memeluk dan mengusap kepala Aira.


"Sakit kak hati Aira melihat abang dipeluk dan dicium perempuan lain didepan mataku. Bahkan dia sendiri lupa akan adanya Aira disitu" kata Aira sambil mengurai pelukannya.


__ADS_2