
"Ehem" Nayla berdehem.
"Move on bang" bisik Nayla.
"Nay, tadi loe bikin puding kan. Bawa dong ke sini biar yang lain ikut mencicipi" kata Reza mengalihkan pandangannya ke Nayla.
Nayla langsung beranjak pergi untuk mengambil puding buatannya dan dihidangkan ke meja tamu.
"Enak Nay puding buatanmu" kata Aira sambil memberikan suapan pada sang suami. Aira makan pudingnya sepiring buat berdua dengan Evan.
"Iya enak loh, kemarin lusa di rumah juga ada yang buat puding coklat, tapi sayangnya saya ga sempat mencicipinya sudah habis tak tersisa" sindir Evan membuat Aira terkekeh sambil mencolek pipi sang suami.
"Habis salah sendiri pulang terlambat, ya aku habisinlah" jawab Aira membuat yang lain ikut tertawa.
"Van besok ke kantor om ya sama Haris" teriak Haryadi.
"Siap om" jawab Evan kemudian berpindah duduk ke tempat semula setelah mencium pucuk kepala sang istri.
Evan berpindah duduk di bangku dekat Haris dan Hartadi. Mereka membicarakan masalah pekerjaan dan bisnisnya.
💥 Apartemen
Selama perjalanan dari kediaman Hartadi sampai ke apartemen, Aira tertidur di dalam mobilnya. Baru Evan akan membuka pintu mobilnya, sang istri membuka mata dan melihat sekelilingnya.
"Sudah sampai ternyata, maaf ya bang Aira ketiduran" kata Aira.
"Iya, masih mau tidur lagi yank? Biar abang gendong kamu" kata Evan.
"Aira jalan sendiri aja bang, Aira sekarang berat bang" jawab Aira.
"Ya wajar dong, kan jadi berdua" kata Evandro.
"Iya tadi beratnya seperti bertiga pasti, soalnya kenaikan Aira banyak banget bang" kata Aira sambil jalan menuju unit apartemennya.
"Gapapa sekarang berat, nanti setelah melahirkan pasti akan kembali lagi sayang" kata Evan.
"Tapi kak Aini ga loh bang, masih terlihat agak gemukan" kata Aira.
"Ya tidak mengapa sayang yang penting sehat" kata Evan.
"Capek ya yank kakinya?" Tanya Evan melihat Aira memijit kakinya sendiri.
"Iya disini berasa pegal bang" jawab Aira.
"Sini biar abang pijit, kamu rebahan aja sayang" kata Evan langsung duduk di dekat kaki sang istri dan mulai memijat kaki istrinya pelan-pelan dengan menggunakan minyak zaitun.
__ADS_1
Aira memejamkan mata dan kembali tertidur dengan merasakan pijatan kaki dari suaminya.
Evan melihat sang istri sudah tertidur, ikut menyusul di sampingnya dan memeluk perut sang istri. Evan selalu mengusap dan mencium perut istrinya setiap mau tidur.
"Sayang anak ayah, tidur yang nyenyak ya nak dan jangan buat bundamu sakit" kata Evandro kemudian ikut tertidur di samping istrinya.
Pagi selesai sarapan, Aira sudah bersiap pergi ke kampus dengan diantar sang suami.
"Nanti mau langsung ke butik atau ke kantor abang yank?" Tanya Evan.
"Ke butik bang, soalnya kak Lukas dan istrinya akan mampir ke butik siang setelah Aira kuliah" jawab Aira.
"Oke jangan terlalu dekat dengan Lukas, ingat kamu sekarang punya suami dan akan melahirkan anak kita" kata Evan.
"Iya abang, lagian ada kak Lusy juga kok. Mungkin kak Reza dan Nayla juga akan ke sana. Jadi abang tenang aja ga perlu cemburu bang" kata Aira sambil berjalan menuju mobil suaminya.
💥 Kampus
"Nanti kalau abang selesai meeting, abang langsung ke butik" kata Evan setelah sampai di kampus istrinya.
"Jam berapa abang mau ke butik, soalnya Aira hari ini sibuk loh bang" kata Aira heran menatap suaminya.
"Iya abang tahu, sibuk janjian sama semua mantanmu kan" kata Evan datar.
"Bang Aira sudah ga mikir ketemu mantan, yang ada kak Lukas itu langganan butik Aira" kata Aira.
"Iya tapi ga tahu jam berapa, kak Reza itu rekan kerja dan Aira juga ga tahu dia mau datang kapan ke butiknya" jawab Aira.
"Enak ya pagi begini sama suami, siang sama mantan, setelah itu sama mantan yang lain lagi" kata Evan sambil memberikan punggung tangannya yang akan dicium oleh sang istri.
Aira menatap suaminya sambil mengkerutkan dahi.
"Jadi ceritanya hari ini abang cemburu ya, kan abang di kantor juga banyak wanita yang mendekati abang dan memeluk abang. Bahkan bisa tanpa sepengetahuan istri abang kapan saja kan main peluk-peluk perempuan lain" kata Aira.
"Loh kok jadi bahas kesitu sih" gumam Evan.
"Yank, abang ga pernah janjian dengan perempuan mana pun di kantor, abang kerja di kantor dan nanti hanya akan meeting pagi terus ke kantor pak Hartadi. Itupun juga dengan Haris ketemuannya" kata Evan.
"Iya terserah abang aja, Aira mau masuk kuliah dulu" kata Aira langsung keluar dari mobilnya.
"Kok jadi istriku yang marah sih, gue yang cemburu kok jadi gue yang kena marah" gumam Evan sambil geleng-geleng kepala.
"Yah beginilah punya istri yang sedang hamil, sebentar baik, sebentar imut, sebentar lucu, tiba-tiba berubah jadi marah, badmood. Hah sabar-sabar... yang penting kalian berdua bahagia sayangku" kata Evan bicara sendiri di dalam mobilnya sambil mengelus dadanya.
"Hai Ra, loe kenapa kaya orang lagi badmood aja sih" sapa Vina.
__ADS_1
"Iya gue emang lagi kesel sama bang Evan" jawab Aira.
"Kenapa memangnya?" Tanya Vina.
"Ya begitulah Vin, malas gue cerita. Rio mana tumben ga kelihatan" kata Aira.
"Tuh baru juga nyampe, dia kan mesti jemput Anggi dulu" kata Vina.
"Iya, tapi biasanya dia udah datang jam segini" kata Aira.
"Selamat pagi para istri tercinta" sapa Rio.
"Idih Rio, kaya nyapa istri-istrinya aja sih" kata Aira sambil terkekeh.
"Iya juga ya, bisa gawat nih kalau ada yang dengar. Dikira kalian berdua istri gue nanti" kata Rio.
"Gue ogah Yo jadi istri loe juga" kata Aira sambil menepuk pundak sahabatnya.
"Gue bisa kena amukan nanti sama bang Evan" kata Rio sambil terkekeh, kemudian ketiganya masuk ke dalam kelas untuk mengikuti kuliah paginya.
💥 Butik
Dari pagi butik Aira rame, banyak orang yang masuk untuk belanja hari ini. Stock gaun yang baru dipajang pun juga sudah laku terjual.
"Selamat pagi menjelang siang semua" sapa Aira pada karyawannya. Aira tadi melihat ada yang jualan martabak mini di dekat butiknya langsung meminta Nuri untuk membelikannya.
"Tok tok tok"
"Iya masuk"
"Ini nyonya martabak mininya" kata Nuri
"Iya terima kasih Nur" jawab Aira yang sudah sibuk dengan penanya untuk menyelesaikan design terbarunya.
Para karyawan butik sibuk dengan pelanggannya masing-masing. Aira jalan keluar dari ruangannya yang berada di lantai 2, melihat beberapa gantungan yang kosong yang di letakkan di meja dekat kasir lalu mendekatinya.
"Hari ini rame ya Lis?" Tanya Aira ke salah satu karyawannya.
"Iya bu, hari ini rame sejak pagi. Stock yang terbaru yang kemarin baru saja di pajang juga sudah laku" jawab Lisa.
"Itu ada lagi yang sudah siap untuk dipajang, ambil saja di ruangan saya" kata Aira.
"Siap bu" jawab Lisa kemudian mengambil barang yang dimaksudkan Aira.
"Iya itu sebagian untuk di lantai bawah" kata Aira.
__ADS_1
"Iya bu, nanti Lisa bawa ke bawah" jawab Lisa.
"Nuri pun sampai membantu Lisa membawakan beberapa baju yang akan di pajang di bawah.