
"Kenapa muka loe merah Ra, gue lama ga godain loe, jadi kangen deh rasanya buat ngeganggu loe lagi" kata Nayla terkekeh.
"Dulu loe banyak yang naksir loh waktu kita masih smp, inget Budi ga? Dia salah satu fans berat loe tuh" tanya Nayla.
"Sudah Nay, tak perlu membahas masa lalu" kata Nayla agar suaminya ga banyak bertanya.
"Siapa Budi?" Tanya Evan menatap sang istri dan Nayla secara bergantian mendengar nama pria lain yang asing di telinga Evan.
"Teman smp kami bang, dia fans berat Aira" jawab Nayla.
"Apakah sekarang dia sudah menikah?" Tanya Evan ke Nayla.
"Belum" jawab Nayla.
"Abang ga usah bahas Budi, kita makan dulu kemudian kita ke pabrik Nayla karena Nayla mau ada kuliah lagi nanti" kata Aira.
"Lagian Aira juga ga pernah bertemu eengannya sejak lulus sekolah dulu" lanjut Aira
"Gapapa Ra, nanti kalau waktunya gue harus kuliah masih ada abang Reza yang kebetulan juga sedang ada di pabrik sekarang, karena sedang ada janjian dengan kliennya" kata Nayla membuat Evan diam.
"Jangan melibatkan kak Reza, kan gue urusannya dengan loe Nay" kata Aira.
"Ehem" Evan berdehem kemudian mengambil air minumnya membuat Aira menatap Evan. Dan Evan hanya diam dan acuh seolah tidak mengetahui kalau sang istri menatapnya.
"Benar kata bang Reza kalau suami Aira itu cemburuan" batin Nayla.
"Emang sih ada enaknya jika pasangan kita itu cemburu, tanda kalau dia itu memang cinta sama kita" batin Nayla membayangkan jika dirinya mempunyai pasangan yang cemburuan.
"Kak Reza ga akan terganggu jika untuk urusan kerjaan Ra, dia sudah biasa sibuk dengan kerjaan sejak lulus kuliah" kata Nayla.
"Apakah masih mau ngobrol lama, katanya Nayla masih mau ada kuliah?" Tanya Evan mengakhiri obrolan sang istri dengan sahabatnya smp.
"Iya yuk Nay biar waktumu ga kelamaan" ajak Aira.
"Gue ga masalah kalau ngobrol panjang sama loe Ra, gue jadi keinget waktu kita dulu suka duduk di bangku dekat kantin sambil minum es teh. Kita juga suka lama ngobrolnya" kata Nayla sambil terkekeh kemudian ketiganya berdiri bersamaan.
"Sudah saya bayar, kita tinggal menuju ke tujuan kalian saja" kata Evan.
"Terima kasih bang" kata Nayla. Evan menganggukkan kepalanya.
"Suamimu orangnya dingin ya Ra?" Bisik Nayla.
__ADS_1
"Ga juga, biasa aja sih Nay. Tapi memang kalau sama orang lain begitu sikapnya" jawab Aira pelan. Nayla mengangguk anggukkan kepalanya.
💥 Pabrik Tekstil
Sampai di lokasi pabrik tekstil, Evan membukakan pintu mobil buat istrinya.
"Yuk Nay kita langsung ke ruangan sana aja" ajak Nayla yang langsung ke tempat bahan yang baru selesai digulung.
"Nih samplenya, tapi kalau loe mau langsung pegang bahannya ada tuh yang belum dipacking" kata Nayla sambil menunjuk ke arah kain yang belum di packing kedalam plastik gulungan.
Aira sibuk melihat bahan-bahan yang baru selesai di print, ada juga yang masih polos.
"Ini gue mau, ini juga, terus yang itu yang bermotif bunga kecil cantik deh, kalau brokat yang baru mana Nay?" Tanya Aira.
"Ada itu baru dikeluarkan" jawab Reza sambil jalan dengan anak buahnya.
"Abang" sapa Nayla setelah mendengar suara Reza.
"Kak Reza" kata Aira bersamaan dengan Naila sambil menengok ke arah suara.
"Apa kabar bang, selamat datang ke pabrik kami" Sapa Reza pada suami Aira sambil mengulurkan tangannya.
"Baik, terima kasih Za" jawab Evan sambil menerima uluran tangan Reza.
"Baik kak" jawab Aira.
"Ini kain brokat yang baru, kalau mau biar diambilkan lagi. Karena itu sudah pesanan orang" kata Reza.
"Iya Aira mau kak yang warna dusty pink itu ya" kata Aira.
"Kamu lihat dulu aja samplenya mau yang mana baru besok akan dikirim ke butikmu" kata Reza.
"Maaf Ra, gue tinggal dulu ke kampus ya. Loe ditemani bang Reza ga masalah kan?" Tanya Nayla.
"Iya gapapa Nay, gue sama bang Evan dan kak Reza" jawab Aira.
"Abang ga buru-buru kan, tolong temani Aira dan bang Evan dulu ya bang" kata Nayla.
"Iya, tapi suatu saat kalau kamu ada keperluan lain jangan begini lagi, meninggalkan klien semaumu. Untung ada abang, kalau abang tadi pas ga ada acara ke sini bagaimana coba?" Tanya Reza menegur Nayla.
"Iya bang, maaf habis tadi Nayla asyik ngobrol sama Aira waktu makan siang" jawab Nayla.
__ADS_1
"Maaf ya Ra, bang Evan kalau Nayla tidak dapat menemani kalian sampai selesai" kata Nayla ga enak dengan Evandro.
"Iya ga papa Nay, loe santai aja" jawab Aira sambil menepuk punggung sahabatnya.
"Maaf ya bang, Nayla jadi terpaksa harus ninggalin Aira dan bang Evan" kata Nayla pada Evan yang sudah memasang muka yang kurang bersahabat.
"Iya gapapa Nay" kata Evan datar sambil tangannya merangkul pundak sang istri.
Reza sibuk dengan mengecek sample bahan yang terbaru.
"Ini Ra sample yang terbarunya kalau masih mau dilihat lagi" kata Reza sambil memberikan sample kain terbarunya.
"Iya kak" jawab Aira sambil melihat kearah kain yang baru saja dibawa oleh karyawan pabrik Reza.
Evan hanya diam melihat beberapa sample kain yang dipegang Aira.
"Sayang kamu mau ambil berapa?" Tanya Evan.
"Sedikit dulu aja bang, Aira nyari warna yang cocok untuk anak remaja" jawab Aira.
"Itu yang hijau pastel mau juga dong kak" kata Aira.
"Yang ini?" Tanya Reza menatap Aira sambil menunjukkan bahan yang ditunjuk Aira.
"Iya itu, bagus deh sepertinya" jawab Aira.
"Ini warna milo mau juga ga, karena produksinya ga banyak loh" tanya Reza.
"Boleh juga bagus deh, itu bahan juga adem ya" kata Aira.
"Iya itu pesanan khusus dari toko tekstil, tapi masih ada beberapa lagi yang tersisa. Makanya kakak tawarkan ke Aira" kata Reza.
"Mama juga ambil warna ini, tadi waktu asistennya ke sini." Kata Reza menjelaskan.
"Memang tante Rina ga pernah kesini sendiri kak?" Tanya Aira.
"Kadang iya kesini sendiri, kebetulan tadi ga bisa karena mama harus berangkat ke luar kota ada undangan disana. Jika tahu kamu kesini pasti mama akan usahakan untuk datang kesini juga" jawab Reza lupa jika ada suami Aira yang ikut mendengarkan.
Evan berdehem mendengar penjelasan Reza ke Aira, membuat Reza sadar jika ada Evan di dekat Aira yang sedang memasang muka tak bersahabat. Namun Reza hanya diam seolah hanya menganggap Aira sebagai sahabat baiknya yang juga drkat dengan mamanya.
Reza tahu jika mamanya sangat menyukai Aira dan sempat kecewa setelah tahu kalau ternyata Aira mantan kekasih Reza. Mamanya meminta Reza mencari istri yang seperti Aira, udah cantik, baik dan ramah.
__ADS_1
"Masih ada yang mau dipilih lagi sayang?" Tanya Evan sambil memeluk pinggang sang istri.
"Iya sebentar lagi ya bang" jawab Aira kemudian berjalan menuju ke bahan kain yang lain setelah melepaskan tangan suaminya yang memeluk pinggangnya.