
Lukas mengajak istrinya untuk kembali ke villa mengingat kondisi Lusy yang sedang hamil. Dan Lukas juga kawatir jika nantinya membuat sang istri dan calon anaknya sakit karena udara pantai pada malam hari yang dingin.
"Kita pulang sekarang ya, ini sudah malam dan udara juga mulai 0dingin. Tidak baik untuk kehamilanmu" kata Lukas yang kemudian berdiri.
Lusy juga ikut berdiri, kemudian mengikuti suaminya melangkah menuju ke tempat parkiran mobil yang sudah menunggunya bersama seorang sopir.
š„ Villa Regina
Lusy tertidur selama perjalanan dari pantai pulang ke villa. Lukas yang melihat istrinya tertidur tak tega untuk membangunkannya.
Akhirnya Lukas menggendong istrinya untuk membawanya masuk ke dalam kamar mereka.
Lukas sudah berjanji akan belajar membuka hatinya kembali untuk Lusy dan akan berusaha melepaskan Aira yang sudah melekat erat dihatinya.
Lukas membaringkan istrinya di ranjang dengan sangat hati-hati agar istrinya tidak terbangun. Kemudian Lukas mencium keming istrinya.
"Semoga mimpi indah istriku" gumam Lukas saat mencium kening istrinya.
Lukas membersihkan tubuhnya kemudian menyusul istrinya di atas ranjang. Lukas mengusap perut Lusy pelan, kemudian mencium perut Lusy.
Lukas merebahkan tubuhnya disamping sang istri, mencium serta memeluk sang istri, baru memejamkan matanya hingga tertidur.
Paginya Lusy bangun dan melihat ada tangan melingkar di perutnya. Lusy memandang suaminya yang masih memejamkanĀ matanya.
"Semoga cinta kita dapat abadi kak, maafkan aku yang pernah meninggalkanmu" gumam Lusy kemudian memindahkan tangan suaminya pelan agar Lukas tidak bangun. Lukas yang mendengarkan gumaman sang istri mencium pipi Lusy.
"Selamat pagi istriku" ucap Lukas.
Lusy kaget mendengar ucapan dari suaminya dengan mengakui Lusy sebagai istri terdengar tulus diiringi senyuman.
Ini adalah ucapan tulus dan lembut yang pertama kali Lukas ucapkan untuk istrinya sejak mereka menikah.
Lusy bahagia dengan apa yang terjadi pagi ini, suaminya menjadi pribadi yang seperti dulu yang pernah Lusy kenal. Pribadi yang hangat dan penyayang, walaupun dingin dimata orang.
"Selamat pagi suamiku" jawab Lusy yang kemudian membalas ciuman suaminya.
"Kamu mau ngapain bangun pagi-pagi begini?" Tanya Lukas.
"Mau minum kak, aku haus" jawab Lusy.
"Tunggulah disini, biar kakak yang akan buatkan susu untuk ibu hamil." Kata Lukas yang kemudian melangkah menuju dapur untuk membuatkan istrinya susu.
"Nih kamu minum dulu susunya sebelum dingin" kata Lukas sambil memberikan gelasnya pada sang istri.
"Terima kasih kak" kata Lusy sambil menerima gelas itu dan meminumnya.
š„ Hotel
Paginya Aira terbangun dengan masih saling berpelukan. Evan yang bangun lebih dulu dari Aira, mengecup bibir sang istri dengan mengucapkan selamat pagi.
__ADS_1
Cup
"Pagi sayangku" ucap Evan.
"Pagi juga bang" jawab Aira
"Mau mandi sekarang atau mau mengulang yang semalam?" Tanya Evan sambil tersenyum menggoda sang istri.
"Aira mau jalan-jalan ke pantai aja bang" jawab Aira.
"Mau ditemani abang ya sayang lihat matahari terbit" tawar Evan.
"Iya boleh juga kalau abang tak keberatan " jawab Aira.
Kemudian Evan menggandeng jemari tangan istrinya dan berjalan di pinggir pantai.
Aira duduk di pinggir pantai sambil matanya menatap jauh ke tengah pantai.
Evan yang melihat istrinya seperti memikirkan sesuatu.
"Lagi mikirin apa sayang?" Tanya Evan
Aira melihat suaminya kemudian menggelengkan kepalanya.
Evan duduk disebelah sang istri dengan memainkan jemari tangan Aira.
"Aira..." sapa Lusy yang melihat Aira duduk di pinggir pantai
"Boleh aku duduk disini?" Kata Lusy lagi.
"Eh kak Lusy, silahkan kak" jawab Aira.
"Kamu disini sampai kapan Ra?" Tanya Lusy setelah duduk disamping Aira.
"Nanti kami sudah kembali ke Lombok kak" jawab Aira.
"Kembali ke Jakarta lagi kapan Ra?" Tanya Lusy lagi.
"Tadinya Aira mau hari ini kak, tapi entahlah" jawab Aira.
"Kamu baik-baik aja kan Ra?" Tanya Lukas menanyakan kabar Aira karena ingat kejadian semalam yang salah paham dengan Evandro.
"Baik kak, Aira hanya kangen mama aja sih" jawab Aira kemudian kembali melihat jauh ke tengah pantai.
"Tuh yank matahari udah mulai menampakkan dirinya, mau abang fotoin ya" tawar Evan kemudian memfoto Aira dengan latar belakang laut yang memperlihatkan sang matahari sedang nongol sedikit.
"Aira bolehkah aku minta kita foto berdua?" Tanya Lusy ragu.
"Boleh kak" jawab Aira.
__ADS_1
Kemudian Lukas yang mengambil gambar mereka berdua.
"Terima kasih, ini aku kirim ke kamu ya foto kita buat kenang-kenangan" kata Lusy.
"Iya kak terima kasih" kata Aira.
"Di Lombok sampai kapan Ra?" Tanya Lusy.
"Sabtu kami pulang" jawab Evan.
"O begitu, semoga kita di Lombok dapat bertemu lagi ya Ra" kata Lusy.
"Iya kak, semoga saja" jawab Aira
"Kenapa aku nyaman ya Ra berteman denganmu padahal aku pernah marah sama kamu dan cemburu saat kalian dulu masih jadian?" tanya Lusy.
Aira hanya tersenyum menanggapi ucapan Lusy.
"Ra semoga kamu cepat hamil dan suatu saat anak kita bisa berteman baik" kata Lusy.
Aira menatap Lusy heran, kemapa Lusy meminta anaknya untuk berteman baik dengan anaknya Aira. Sedangkan Aira kan mantan dari suaminya dan suami mereka saja juga tidak bisa baikan entah sampai kapan.
"Iya semoga saja kak anak kita nantinya dapat berteman dengan baik" kata Aira.
"Kakak jaga kesehatan ya semoga nanti pada saat lahiran lancar dan babynya juga sehat" kata Aira.
"Iya doain ya Ra, kakak selalu sehat agar dapat membesarkan anak kakak" kata Lusy.
"Maksudnya kenapa?" Tanya Lukas bingung mendengar ucapan istrinya.
"Maksud kakak bagaimana, kak Lusy baik-baik aja kan?" Tanya Aira.
"Iya Aira, kakak hanya kawatir jika suatu saat setelah melahirkan ada sesuatu dengan kakak dan membuat kakak dipanggil Tuhan, kakak nitip anak kakak ya Ra?" Tanya Lusy.
"Maksudnya apa nitip anakmu ke istriku, kan anakmu juga ada bapaknya." Kata Evan tidak terima.
"Maaf bang,Ā maksud Lusy hanya memanggil Aira sebagai bundanya dan kalau abang mengijinkan biar memanggil abang sbg ayahnya. Walaupun masih ada kak Lukas sebagai papanya." Kata Lusy tanpa sadar meneteskan air matanya.
"Kak Lusy, bicaralah jujur pada kami. Apakah kakak benar baik-baik?" Tanya Aira menatap dalam Lusy. Lukas juga menatap istrinya dalam.
"Ra, aku pernah ke dokter saat perilsa kehamilan yang pertama, dokter mengatakan kalau aku ternyata kena cancer otak" jawab Lusy sambil menahan tangis. Aira, Lukas dan Evan kaget mendengar cerita Lusy.
"Siapa yang bilang, kenapa kamu nggak cerita ke kakak. Apakah mama juga tahu?" Tanya Lukas.
"Iya mama dan Lusy baru tahu saat itu" jawab Lusy.
Lukas memeluk Lusy, Lusy menangis sesenggukkan dipelukan suaminya.
"Kamu pasti akan sembuh dan kita akan merawat anak kita bersama-sama" bisik Lukas.
__ADS_1