
💥 Kediaman Raka
"Selamat sore pah, apakah bang Haris sudah datang pah?" Tanya Aira sambil mencium punggung tangan papa Raka.
"Abangmu masih di jalan" jawab papa Raka.
"Bang Haikal masih di atas ya pah?" Tanya Aira.
"Abang ada disini" jawab Haikal sambil menuruni anak tangga.
"Eh calon pengantin kita sudah siap rupanya" canda Aira.
"Kamu itu beraninya karena ada bang Evan aja disini, coba sendirian ga akan berani kan mengganggu abang" kata Haikal.
"Dek, kamu sama Nayla itu deket sejak kapan sih?" Tanya Haikal.
"Kami mah sahabatan sejak smp bang dan Nayla itu anaknya baik kok, setia lagi bang" jawab Aira yang di dengar Evan.
"Kalau abangnya?" Tanya Evan sambil tersenyum menggoda istrinya.
"Abangnya siapa bang, bang Haikal maksudnya?" Tanya Aira balik sengaja bercanda.
"Abangnya Naila gimana?" Tanya Evan santai membuat Haikal terkekeh.
"Baik juga sih menurut Aira, tuh tanya bang Haikal yang sering jalan bareng sama abangnya Nayla" jawab Aira.
"Kenapa tertawa bang, eh kak Reza mau jadi kakak ipar abang loh" kata Aira.
"Memang abang belum pernah ngobrol dengan Nayla?" Tanya Aira. Haikal menggelengkan kepalanya.
"Loh kok bisa sih, bukannya abang sering main ke rumah kak Reza?" Tanya Aira.
"Iya, tapi ga pernah abang ngobrol dengan Nayla, hanya menyapa saja. Itupun jika kebetulan bertemu" jawab Haikal.
"Hehehe ga usah tegang bang, Aira aja dulu kenal dengan bang Evan ga tegang kok" kata Aira menggoda abangnya.
"Heh dosa menertawakan orang yang lebih tua dek" protes Haikal, papa Raka ikut terkekeh melihat kedua anaknya saling bercanda.
"Bedalah dek suasananya. Dulu karena kedekatan kalian, baru papa ingin menjodohkan kalian" jawab Haikal.
"Baru juga ada kalian aja sudah rame di rumah ini, apalagi nanti kalau papa tambah cucu banyak ya pasti makin rame lagi" kata papa Raka.
"Iya pah, semoga saja nanti anak kami juga banyak ya sayang" kata Evandro. Aira melotot mendengar ucapan suaminya.
"Hah memang abang mau punya anak berapa? Ini satu aja belum lahir, sudah mikir anak banyak" protes Aira.
"Rame ya bang kalau anaknya banyak" tambah Haikal tertawa puas melihat adeknya cemberut.
"Siapa yang mau anaknya banyak?" Tanya Haris yang baru saja tiba.
"Eh bang Haris sudah sampai" sapa Aira.
"Ini bang Evan mau punya anak banyak katanya bang" jawab Haikal.
__ADS_1
Haris tertawa sambil berjabatan tangan dengan sahabat sekaligus adek iparnya.
"Iya tiap tahun loe cetak anak ya karena rajinnya" kata Haris masih tertawa.
"Gue mah okey aja, tapi pasti nanti ada yang protes" sindir Evan.
"Iyalah, emang gampang apa hamil itu. Tanya tuh sama kak Aini" kata Aira sambil menunjuk kakak iparnya dengan dagunya.
"Kak Aini aja juga udah siap kok kalau nanti hamil lagi ya kan sayang" kata Haris sambil melihat ke istrinya.
"Abang, tunggulah tahun depan jangan seperti mesin pencetak begitu dong" protes Aini membuat yang lain tertawa bersama.
"Udah ayo kita berangkat" ajak papa Raka.
"Kita satu mobil aja pah, biar cukuo pake 2 mobil" usul Haris.
"Iya gue bawa mobil sendiri saja Ris" kata Evan.
"Iya boleh juga. Kamu bawa mobil papa saja kalau begitu Ris, terus Haikal mau ke mobil papa atau Evan terserah" kata papa Raka.
"Haikal pegang mobil bang Evan aja ya bang?" Tanya Haikal.
"Iya boleh Kal, kamu yang pegang kemudi ya" jawab Evan.
"Siap bang" kata Haikal.
"Iya biar mengurangi ketegangan bang kalau mengemudi" sahut Aira. Aini langsung tertawa sambil geleng-geleng kepala.
"Eh ingat ya Kal, kamu numpang abang loh" kata Evan.
"Nah loe Kal, kena kan" kata Haris sambil tertawa. Yang lain ikut tertawa, papa Raka saja tahu jika menantu laki-lakinya cemburu dengan Reza.
💥 Kediaman Hartadi
Sejak sore hari keluarga Hartadi sudah bersiap menyambut tamu istimewa yang akan berkunjung ke kediamannya.
Mama Rina sudah siap menyambut kedatangan tamu istimewanya.
"Bi, nanti makan malam ditata aja ya di meja makan sini." Kata mama Rina.
"Siap nyonya, ini sudah siap kok nya" jawab bibi.
"Assalamu'alaikum..." papa Raka dan rombongan.
"Wa'alaikumsalam" jawab mama Rina dan papa Hartadi.
"Apa kabar Ka, lama kita tidak jumpa ya" sapa Hartadi.
"Iya terakhir meeting sebulan lalu itu kalau tidak salah" jawab papa Raka.
Kedua keluarga ini saling bersalaman dan menanyakan kabar mereka.
"Rencana kapan Ris anak keduamu di program?" Tanya Hartadi.
__ADS_1
"Kapan saja siap om kalau memang dikasih lagi" jawab Haris sambil tersenyum.
"Iya om belum ada cucu, papamu udah mau 2 cucunya" kata Hartadi.
Reza turun bersamaan dengan Nayla.
"Sini sayang ada om Raka" panggil mama Rina.
"Om Raka, apa maksud mama itu Nayla mau dijodohkan dengan Haikal?" Batin Reza.
"Bukannya itu papanya Aira bang?" Bisik Nayla.
Reza menganggukkan kepalanya kemudian mengulurkan tangannya pada semua tamunya.
"Apa kabar Za, lama ga ke rumah om" sapa Raka.
"Iya om baru dari luar kota" jawab Reza.
"Sibuk ya kamu sekarang" kata Raka, Reza tersenyum kemudian memberikan salam pada Haris dan yang lainnya. Begitupun Nayla.
"Jadi kedatangan kami ke sini sesuai dengan yang kita bicara melalui telpon kemarin Har. Bahwa kita akan memperkenalkan anak kita dan semoga saja mereka bisa berjodoh untuk menambah keeratan persaudaraan kita" kata Raka.
"Iya semoga saja, kami sih setuju saja Ka. Semua kami kembalikan nanti ke anaknya yang menjalani yaitu Nayla dan Haikal" kata Haris.
"Nah sekarang Nayla, Haikal kami keluarga besar ingin menjodohkan kalian berdua. Kalian sudah saling kenal kan?" Tanya papa Hartadi.
"Emm kami sih sudah saling kenal om, cuma mungkin belum saling mengenal secara pribadi" kata Haikal.
"Iya kami sebagai orang tua juga akan memberikan waktu untuk kalian saling mengenal secara pribadi, begitu ya Ka" kata Hartadi ke Raka.
"Iya nak, papa akan memberikan kalian waktu 3 bulan untuk saling mengenal lebih dekat. Bagaimana apa semua setuju?" Tanya Raka.
"Haris sih setuju saja, tinggal bagaimana yang menjalaninya" kata Haris.
"Reza juga setuju sih pah" kata Reza dengan melihat ke papanya.
"Kenapa harus 3 bulan, lebih baik 2 bulan saja. Kalau kalian memang sudah saling dekat biar segera menikah" kata Hartadi.
"Hah menikah, secepat itu pah. Nay baru umur berapa pah" protes Nayla.
"Tuh lihat sahabatmu, bahkan Aira saja sudah mau melahirkan" jawab Hartadi.
"Tidak masalah kan nak kalau menikah muda?" Tanya Hartadi ke Aira. Aira hanya tersenyum memandang suaminya kemudian ke papa Raka.
"Dulu mereka hanya sebulan sih Har langsung tunangan, kemudian seminggu berikutnya mereka menikah" kata Raka.
"O begitu, cepat juga ya" kata Rina.
"Iya Rin, soalnya mereka dekat memang sejak Aira masih balita. Dan kembali dipertemukan setelah keduanya dewasa. Ya akhirnya kami memutuskan untuk menjodohkan keduanya" kata Raka.
"Loh bukan kamu jodohkan mereka sejak kecil?" Tanya Hartadi.
"Kami tidak menjodohkannya sejak kecil, tapi ternyata Evan mencintai Aira itu sejak Airanya masih kecil dulu" kata Raka.
__ADS_1