Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 125. Masih ada sisa cinta


__ADS_3

"Ya sudah mama yang kenalan sama dia aja" jawab Reza ketus dan dingin.


"Maaf ma, Reza tinggal meeting dulu ya" kata Reza pamit ke mamanya.


"Ya sudah mama nungguin disini dulu aja ya" kata mama


"Ya silahkan saja ma" jawab Reza kemudian keluar dari ruangannya.


Mama Rina memandang foto yang ada di dinding ruangan Reza, kemudian menatap pigura duduk yang ada di meja kerja.


"Apa ini foto pacar Reza ya? Anaknya cantik sih, pantas dia tidak mau aku kenalin dengan gadis lain" gumam mama Rina.


Reza memang masih memajang foto kenangan saat masih bersama Aira dulu. Reza sebenarnya berusaha untuk move on dari Aira, tapi dia masih enggan untuk menanggalkan foto kenangannya bersama Aira.


Mama Rina membandingkan wajah foto gadis yang ada di meja dengan di dinding.


"Seperti ini gadis yang sama, apa jangan-jangan gadis ini dulu pernah pacaran dengan Reza" gumam mama Rani menebak-nebak sendiri.


"Untuk apa Reza masih menyimpan foto ini jika benar gadis ini sudah menikah" tanya mama Rina bicara sendiri pelan seperti orang bergumam.


💥 Kampus


Disaat jam makan siang, Vina menagih janji Aira untuk menceritakan apa yang terjadi antara Aira dengan suaminya yang sempat tadi pagi diobrolkan dengan Rio.


"Rio, loe harus ikut gue buat cerita ke Vina" kata Aira mengajak Rio.


"Loh kenapa gue harus ikut kalian?" Protes Rio.


"Harus dong, kan gara-gara loe semuanya ini" kata Aira yang lupa jika siang ini dia janjian dengan sang suami.


"Ya sudah kita di cafe depan situ aja" kata Rio mengalah sambil menunjuk ke cafe yang berada di sebelah kampusnya.


"Nanti Anggi kalau nyari loe gimana Yo?" Tanya Vina sambil jalan nenuju cafe.


"Gapapa gampang nanti" jawab Rio yang jalan dibelakang Vina dan Aira.


💥 Cafe


"Sekarang loe harua ceritakan semuanya ke gue Ra" kata Vina setelah mereka sampai di dalam cafe.


Akhirnya Aira menceritakan semua kejadian yang terjadi antara dirinya dengan sang suami.


"Jadi itu yang memvuat loe pergi dari bang Evan dan langsung menginap di hotel?" Tanya Rio.

__ADS_1


"Iya, entah kenapa gue kecewa sekali dengan bang Evan Yo, gue merasa selama ini gue berusaha untuk menerima dan mencintai bang Evan yang sudah jadi suami gue. Tiba-tiba saat gue udah mulai bisa menerima bang Evan, gue harus dihadapkan dengan kenyataan ini" kata Aira.


"Tapi sejujurnya ya Ra, gue melihat antara loe dengan kak Reza masih sama-sama menyimpan cinta kalian sampai sekarang" kata Rio.


"Gue lihat sih untuk Reza masih kelihatan kalau dia belum dapat mive on dari Aira. Memang berapa lama Ra dulu kamu pacaran dengan Reza?" Tanya Vina.


"Hanya setahun sih Vin" jawab Aira santai.


"Tapi apakah selama kak Reza jauh dari kamu itu dia dekat dengan cewek lain Ra?" Tanya Rio.


"Katanya sih nggak, kak Reza hanya mau nunggu Aira dan nenutup hati untuk gadis lain. Itu yang buat gue selalu merasa bersalah Yo telah ninggalin kak Reza dan menerima cinta kak Lukas" Kata Aira.


"Karena cinta loe digantung dengan kaka Reza kan dan loe sempat dekat dengan kak Lukas. Terus tiba-tiba loe ketemu dia lagi disaat loe udah nikah dan loe baru dengar semua ceritanya kak Reza. Itu yang buat loe sedih dan merasa bersalah sama kak Reza kan?" Tanya Rio.


"Iya begitulah kira-kira" jawab Aira sambil menyeruput capucinnonya.


"Artinya loe sendiri masih mencintai kak Reza Ra itu namanya" kata Rio.


"Itulah yang gue berusaha hilangkan Yo, tapi kenapa justru gue jadi sering ketemu kak Reza. Apalagi dengan masalah yang kemarin itu jadi membuat gue merasa lebih dekat lagi dengan kak Reza" kata Aira.


"Iya gue lihat perhatian kak Reza ke loe, apalagi sampai bawain loe rujak lagi kan. Gue aja kaget dibuatnya, apalagi bang Evan suami loe yang cemburuan dan posesif" kata Rio.


"Loe dengar ga kalau selama loe pergi itu, bang Evan pernah datang ke kantor kak Reza?" Tanya Rio.


"Memang kak Reza ga cerita ya, bukannya loe sempat ketemuan dengan kak Reza makan sate?" Tanya Rio.


"Abang yang cerita ya?" Tanya balik Aira.


"Bukan. Bang Evan ga akan cerita ke gue masalh itu" jawab Rio.


"Ra, maaf ya kalau gue nanya hal pribadi loe." Kata Vina.


"Kenapa Vin?" Tanya Aira.


"Apa loe masih ada cinta untuk Reza?" Tanya Vina.


Aira menghela nafas dan membuangnya perlahan.


"Kenapa tebakan loe sama dengan tebakan gue sih Vin" kata Rio. Aira menatap kedua sahabatnya secara bergantian.


"Gue bingung harus bilang apa" jawab Aira.


"Kalau cinta loe ke kak Lukas apa masih ada Ra?" Tanya Rio.

__ADS_1


"Tidak Yo, mungkin karena kak Lukas sudah punya istri dan gue dekat juga dengan istrinya" jawab Aira. Rio mengangguk anggukkan kepalanya.


"Ra seandainya loe ketemu dengan kak Reza pada saat loe sebelum menikah dengan bang Evan, apakah loe akan putusin bang Evan dan kembali dengan kak Reza?" Tanya Rio ingin tahu.


Aira bingung harus menjawab apa karena memang hati kecilnya yang paling dalam masih ada sisa cintanya dengan Reza, apalagi setelah kekecewaannya Aira pada sang suami dan perhatiannya Reza ke Aira, membuat Aira semakin dekat dengan Reza walahpun itu tidak ada niatan kesengajaan dihati Aira untuk membalas suaminya.


"Entahlah Yo, gue ga bisa jawab" jawab Aira.


"Ra, loe sekarang istri dari seorang Evandro. Loe harus bisa jaga perasaan suami loe yang begitu besar cinta dan harapannya ke loe. Jadi seberapa besar perasaan loe ke kak Reza, tolong hilangkan itu demi keluarga kecil loe" kata Rio.


"Itu saran gue sebagai sahabat loe Ra" kata Rio.


Aira menangis tanpa bisa membendung air matanya lagi yang sebenarnya sejak tadi sudah ditahan tahan.


"Maafkan gue, jika kata-kata gue menyinggung perasaan loe Ra" kata Rio.


"Gue tahu itu semua Yo, tapi setelah apa yang gue lihat kemarin itu, ada rasa kecewa yang dalam ke bang Evan. Tapi gue ga bisa berbuat apa-apa. Makanya gue pergi untuk semntara waktu" jawab Aira dengan mengisap air matanya yang terus menetes.


"Percayalah Ra, bang Evan hanya milik loe dan hanya mencintai loe ga akan ada perempuan lain selain istrinya" kata Rio yakin.


"Iya semoga saja dan gue juga sudah mencintai bang Evan, tapi kenapa kekecewaan gue menjadikan kepercayaan gue kadi menurun ke abang" kata Aira mengungkapkan perasaannya yang selama ini mengganjal hatinya.


"Percayalah pada apa yang loe rasakan, gue bisa melihat kedalaman cinta bang Evan ke loe Ra." Kata Rio.


Derrt...derrt


Ponsel Aira bergetar.


"Bang Evan kali yang menghubungimu" kata Rio.


"Iya, gue lupa kalau gue mesti nyusul abang ke kantor" kata Aira kemudian menerima panggilan telponnya sambil mengembalikan suaranya agar tidak terdengar habis menangis.


****


Terima kasih gaes atas dukungan kalian.


Ternyata Aira masih menyimpan rasa cinta pada sang mantan yang pernah ngegantung cintanya.


Tapi ya memang tidak mudah ya gaes untuk melupakan cinta masa lalu, apalagi hubungannya baik-baik saja.


Lalu apakah Evandro tahu jika Aira masih menyimpan rasa pada sang mantan?


Ikuti kelanjutan ceritanya esok hari ya gaes 😉

__ADS_1


__ADS_2