Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 64. Ini pasti kerjaan mami


__ADS_3

Lukas membantu membuka risleting Lusy yang menampilkan punggung putih mulusnya. Namun karena pikirannya masih kalut, jadi Lukas tidak begitu memperhatikan ciptahan Tuhan yang indah didepan matanya. Lusy yang cantik dengan kulit yang bersih dan mulus belum membuat gairah Lukas naik.


Setelah gaunnya terbuka, Lusy kemudian menuju ke kamar mandi untuk mengganti pakaian dengan pakain tidur tipis kurang bahan yang sudah disiapkan oleh mama mertuanya.


Lukas yang duduk di sofa setelah melepaskan jas dan membuka kancing kemejanya melihat Lusy keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai baju tidur seksi menelan salivanya.


Namun segera pandangannya dialihkan ke ponsel yang telah dipegangnya.


"Ah sial, kenapa hasratku naik" batin Lukas merasakan ada yang mulai berdiri di bagian bawahnya.


"Kamu kenapa memakai pakaian begitu, memang ga ada piyamamu di koper?" Tanya Lukas datar mencoba menahan hasrat. Karena dia tidak ingin menyentuh istrinya karena rasa kecewanya.


"Entahlah tadinya aku sudah memasukkan piyamaku di koper itu. Tapi kenapa sekarang ga ada, justru yang ada baju tidur seperti ini yang banyak" jawab Lusy.


"Ini pasti kerjaan mami" batin Lukas.


"Ya sudah kamu selimutan saja biar ga kedinginan" kata Lukas kemudian memandang kembali ponselnya.


"Apakah aku harus mengucapkan selamat buat Aira" batin Lukas kembali teringat sang mantan.


"Ah tidak mungkin aku mengucapakan selamat buat Aira. Itu tandanya aku menyerahkan Aira ke Evandro. Aku masih belum ikhlas melepas Aira buat dia" batin Lukas.


"Kakak ga mandi?" Tanya Lusy membuyarkan lamunan Lukas.


"Iya, istirahatlah jika kamu capek" jawab Lukas.


Memudian Lukas berdiri dan melangkahkan kakinya  masuk ke kamar mandi untuk segera membersihkan badannya yang sudah lengket dengan berendam di bathup.


"Tok tok tok"


"Ceklek" Lukas membukakan pintu kamarnya setelah selesai mandi dan sudah berganti piyama tidurnya.


"Maaf tuan ini mangantarkan makan malamnya" kata pelayan hotel.


"Iya letakkan saja dimeja itu" jawab Lukas. Kemudian menutup kembali pintu kamar hotelnya setelah pelayan hotel keluar.


"Makanlah dulu itu makan malamnya" kata Lukas ke Lusy.


"Terima kasih kak" jawab Lusy kemudian beranjak dari ranjangnya.

__ADS_1


"Sayang, apakah kamu ga lapar, ayo kita makan bersama" ajak Lusy.


"Kamu makan saja, aku belum lapar" jawab Lukas dingin sambil memainkan ponselnya.


Lukas membuka sosial media Aira yang menampilkan foto Aira bersama seorang laki-laki yang sedang mencium pipinya.


"Siapa laki-laki ini, kenapa Aira memposting foto begini?" Tanyanya dalam hati Lukas.


"Apakah dia Evandro?" Batin Lukas membayangkan bahwa malam ini adalah malam.pertamanya Evan dan Aira.


"Ga akan mungkin Aira melakukan malam ini" kata Lukas dalam hati.


"Seharusnya kamu jadi milikku seutuhnya sayang, bukan milik Evandro" Lukas berperang batin sendiri dan merasakan sakit di dadanya. Lukas duduk di sofa bersandar dengan kepala disandarkan pada sandaran sofa menghadap ke atas sambil memejamkan matanya. Pikirannya tak bisa lepas dari bayangan Aira bermesraan dengan Evan.


"Tidak, aku ga akan ikhlas kamu jadi miliknya Aira" batin Lukas kalut sendiri.


"Sayang, kamu makan dulu sebelum tidur kalau memang sekarang sudah mengantuk" kata Lusy yang sudah duduk di sofa samping Lukas.


Lukas membuka matanya saat merasakan ada orang duduk disebelahnya. Lukas melirik Lusy yang dusuk disebelahnya hanya dengan menggunakan baju tidur kurang bahan.


"Tidurlah kalau kau mau tidur" kata Lukas sambil kembali memejamkan matanya.


"Aku capek, jadi tidurlah dulu di ranjang, nanti aku akan menyusul jika sudah mengantuk" kata Lukas yang belum ingin bersentuhan dengan istrinya.


"Apakah kamu masih memikirkan perempuan itu?" Tanya Lusy membuat Lukas membuka matanya dan menatap Lusy.


"Kalau iya memangnya kenapa?" Tanya balik Lukas dengan nada mulai naik.


"Sayang ini adalah malam pertama kita, kenapa kamu justru memikirkan perempuan lain yang bukan milikmu" kata Lusy.


"Jika kamu tidak menjebakku, dia sudah pasti malam ini akan menjadi milikku" jawab Lukas dingin kemudian merebahkan badannya ke atas ranjang, kemudian memejamkan matanya agar segera tertidur dan besok pagi dia akan mulai bekerja.


Lusy melihat Lukas bersikap dinvin padanya ada rasa sesal dan kecewa. Lusy memang sangat mencintai Lukas, tapi dia juga bukan perempuan yang akan memberikan kehormatannya pada Lukas jika bukan karena paksaan maminya Lukas.


"Aku sudah memberikan semuanya padamu sayang dan aku sekarang hamil anakmu. Kenapa justru di malam bahagia kita, kamu memikirkan perempuan itu" batin Lusy hatinya sakit.


"Apakah dia begini sejak tadi siang itu karena mendengar Aira juga akan menikah. Tapi kapan dia akan menikah dengan kekasihnya yang selalu menjaganya itu" batin Lusy senang jika benar Aira akan menikah dengan Evan.


Lusy tidak mengetahui jika Aira sudah menikah dengan Evan bersamaan dengan Lusy menikah dengan Lukas. Hanya saja Aira menikahnya dengan di saksikan oleh keluarga besar dan rekan bisnis terdekatnya saja. Baru jika nanti acara resepsi, Raka akan mengadakan pesta meriah karena dia hanya memiliki seorang anak perempuan.

__ADS_1


Paginya Lukas terbangun lebih dulu dari sang istri. Lukas mandi dan sudah berganti pakaian dengan baju kerjanya. Saat Lusy membuka matanya, melihat Lukas sudah berpakaian rapi heran.


"Sayang, kamu kenapa bangunin aku sih" kata Lusy dengan suara khas orang bangun tidur.


"Sekarang mandilah dan kita akan sarapan dibawah" kata Lukas kemudian duduk di sofa memainkan ponselnya.


Selesai mandi dan sudah kembali rapi, Lusy mengajak suaminya untuk sarapan dibawah.


"Ayo sayang kita sarapan dibawah, katanya mau sarapan" ajak Lusy.


Lukas berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya menuju retoran hotel untuk sarapan dibawah bersama keluarga yang lain.


💥 Hotel SB


Di sebuah hotel lain, tepatnya di hotel SB ada sepasang pengantin yang berbahagia menikmati malam panjangnya.


Evan sudah meminta pihak Hotel mengantarkan sarapannya ke kamar karena melihat Aira yang kecapekan, Evan ga tega mengajaknya sarpan di luar kamar.


"Tok tok tok"


"Ceklek" Evan membukakan pintu pelayan rhitel untuk mengantarkan sarapannya.


Setelah pelayan hotel itu keluar dari kamarnya, baru pintu ditutup kembali sama Evan.


"Sayang kita sarapan dulu ya biar tenaganya kembali segar karena nanti kita akan menghabiskan waktu di dalam kamar" kata Evandro membuat Aira melotot.


"Abang, ini aja masih sakit" kata Aira protes.


"Iya sekarang masih sakit, makanya buat sarapan dulu. Nanti juga udah ga akan sakit lagi sayang yang ada hanya enaknya saja" kata Evandro sambil tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda sang istri.


Evandro dan Aira sudah duduk di sofa untuk menikmati sarapannya. Aira melihat di ponselnya ada notifikasi masuk.


Aira meraih ponselnya dan melihat siapa yang mengirimkan pesan untuknya di pagi hari.


🗨"Selamat pagi sayang, sedang apa kamu sekarang?" Tanya Lukas.


Aira melihat nama si pengirim heran dengan mengkerutkan dahinya.


"Bukannya dia kemarin juga menikah makanya kak Leo tidak datang di acara nikahku" batin Aira.

__ADS_1


"Siapa yank pagi-pagi sudah ada yang mengirim pesan. Ga mungkin kan itu teman kuliahmu yang mengingatkanmu untuk kuliah" kata Evandro penasaran.


__ADS_2