Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 82. Gadis kecil abang yang hilang


__ADS_3

"Saat keluarga kita bersilaturahmi itupun abang juga lupa bahwa wajah di foto yang setiap malam abang tatap itu ada di depan mata abang. Abang hanya merasa nyaman aja saat bisa ngerjain Aira waktu itu" kenang Evan tersenyum.


"Entah kenapa hati abang merasa nyaman aja waktu Aira mau menginap di rumah dengan Anggi" kata Evandro mengingat bagaimana rasanya saat pertemuannya dengan Aira dari awal dan bagaimana perasaannya pertama melihat Aira.


"Abang menyadarinya setelah Aira sudah pulang dari rumah papa Darwis dan kita jadi jarang bertemu. Makanya bang Evan selalu berusaha mengantar Anggi saat kuliah dan memintamu untuk dapat pulang bersama dengan Anggi agar abang bisa semakin mengenalmu setelah kamu beranjak dewasa" kata Evandro menatap istrinya penuh  cinta.


"Kenapa Aira lupa ya kalau dulu Aira sering digendong sama bang Evan" kata Aira.


"Iya karena Aira masih sangat kecil dan kemudian kita terpisah lama" kata Evandro kemudian mencium bibir sang istri yang membuatnya selalu tergoda untuk menikmati bibir sang istri yang menurut Evan manis rasanya.


"Tapi abang sempat kecewa dan patah semangat waktu abang dengar Aira sudah punya pacar" cerita Evan sambil memandang Aira serius.


"Abang tahu Aira punya pacar dari siapa?" Tanya Aira.


"Dari Haikal yang sering ngatain dan menggoda kamu saat kita sedang ngumpul itu" jawab Evandro.


"Dan saat abang tahu bahwa hubungan kalian harus berakhir karena sebuah perbedaan prinsip, baru abang mencoba untuk mencari tahu lebih lanjut yang sesungguhnya terjadi dengan hubungan kalian" kata Evan.


"Kan waktu Aira sering jalan sama abang itu, kita pernah ketemu dengan kak Lukas dan kak Lusy di mall" kata Aira mengingat kejadian dimana awal terjadinya sebuah keputusan besar yang harus Aira ambil saat itu.


"Iya dan sejak saat itu setelah abang tahu tentang bagaimana hubungan kalian, abang jadi semangat untuk mendapatkan gadis kecilnya abang yang pernah hilang" kata Evandro tersenyum bahagia. Aira ikut bahagia melihat senyum tulus dari sang suami.


"Kita makan malam dulu yuk sayang" ajak Evandro.


"Abang mau dimasakin Aira?" Tanya Aira.


"Kita makan diluar aja atau mau pesan saja, biar istri abang  istirahat hari ini untuk tidak masak dulu" kata Evandro.


"Ehmm kita pesan aja bang, Aira malas keluar lagi" jawab Aira.


Evan kemudian mengambil ponselnya dari saku celana pendeknya untuk meminta sang sopir membelikan makan malam.


"Kita masuk sayang, angin disini mulai dingin" ajak Evandro.


"Iya rasanya Aira masih betah menikmati senja yang sudah berubah menjadi malam" kata Aira.


"Ternyata menikmati senja di pinggir pantai dengan udara pantai yang semilir itu indah ya bang" kata Aira, Evan tersenyum melihat istrinya yang masih betah menikmati udara pantai di petang hari yang sudah berubah malam.

__ADS_1


"Iya, tapi kita menikmatinya besok lagi ya sayang" kata Evando kemudian menggendong sang istri dan membawanya kembali ke dalam villa mereka.


Aira mengalungkan kedua tangannya ke leher sang suami sambil tersenyum membuat Evandro yang juga menatap istrinya membawanya masuk ke kamar dan memagut bibir sang istri dengan lembut.


Evandro sudah merebahkan Aira di atas ranjang mereka. Evandro dengan posisi di atas sang istri, dengan lembut mencium dan ******* bibir istrinya yang selalu menggodanya.


Aira membalas ciuman sang suami dengan agresifnya membuat bagian bawah sang suami tak lagi tertidur, sedangkan tangan Evan juga sudah bergerilya dan meremas gunung kembar sang istri hingga menimbulkan suara ******* yang membuat hasrat Evan makin meningkat.


Yang berakhir dengan penyatuan kedua hingga menimbulkan tumpahnya lahar hangat ke dalam goa milik sang istri.


Nafas keduanya masih naik turun. Evan berada di sebelah sang istri.


"Aira udah lapar bang" kata Aira sambil mengatur nafasnya agar kembali teratur.


"Iya sayang, yuk kita makan malam dulu terus nanti kita lanjut lagi ya" kata Evandro membuat istrinya melotot. Evan langsung terkekeh melihat istrinya melotot.


Kedua nya sudah berada di meja makan dengan sudah tersedianya makanan yang tadi dipesan Evandro.


"Abang, berarti tadi sopir yang abang suruh beli itu tahu dong kita di kamar?" Tanya Aira.


"Mestinya dan mungkin dia juga tahu apa yang kita lakukan sayang, makanya qpintu kamar kita tidak di ketok dan semua ini sudah di hidangkan di meja" kata Evandro membuat Aira jadi malu sendiri membayang sopir itu tahu akan apa yang mereka berdua habis lakukan.


"Semoga saja kita pulang membawa hasil ya sayang biar ga kalah dengan Haris" kata Evandro setelah mereka selesai makan.


"Maksudnya ga kalah sama bang Haris apanya bang?" Tanya Aira bingung.


"Hasil dari apa yang sudah kita kerjakan selama disini" jawab Haris sambil menahan tertawa.


"Memang apa yang sudah kita kerjakan selama disini bang?" Tanya Aira lagi.


"Bikin Evandro junior sayang" jawab Evandro.


"Abang... kirain Aira kerjaan beneran" kata Aira memukul paha suaminya.


Evandro tertawa melihat muka istrinya memerah karena malu dan marah merasa dikerjain Evan.


"Ntar ada yang berdiri lagi loh yank kalau dipukul disitu" kata Evan sambil mengerlingkan matanya.

__ADS_1


"Idih genit deh bang Evan" kata Aira.


"Soalnya abang ga bisa ga berdiri kalau melihat istri abang yang menggemaskan." Kata Evan.


"Terus kalau lihat wanita lain apa juga begitu?" Tanya Aira.


"Abang akan begitu hanya kalau melihat istri abang aja" jawab Evandro.


"Kalau perempuan seksi masak sih ga ada yang bereaksi" kata Aira.


"Beneran sayang, abang ga mudah begitu ke perempuan lain" kata Evandro.


"Bang kita kan udah nau pulang tuh hari sabtu, nanti seninnya Aura langsung ke kampus ya?" Tanya Aira meminta ijin sang suami.


"Memang kamu udah kangen siapa?" Tanya Evan


"Kangen sama Rio dan Vina" jawab Aira.


"Kan kalian sering ngobtol lewat chat atau telp bukan?" Tanya Evan.


"Iya tapi kan nggak pernah ketemu langsung bang" jawab Aira.


"Kalau sama abang kangen nggak?" Tanya Evan.


"Abang kan sekarang aja udah ketemu, tiap hari bahkan selama 24 jam penuh" jawab Aira


"Tapi abang selalu kangen sama istri abang walaupun setiap hari ketemu" kata Evandro.


"Pasti kangen dimarahin sama Aira ya bang" tebang Aira sambil terkekeh.


"Kangen dipeluk sama Aira di ranjang" kata Evandro.


"Idih abang kenapa selalu kesitu mulu sih" kata Aira membuat Evandro terkekeh sambil mengusap kepala sang istri.


"Enak soalnya yank, bikin nagih abang" bisik Evandro yang sengaja menggoda sang istri.


"Makanya nanti kita akan lanjutkan lagi ya biar kamu segera menyusul istrinya Haris" kata Evandro.

__ADS_1


Aira membuang nafasnya membuat Evan terkekeh melihat istrinya tak mampu lagi mengatakan apapun.


Aira ke teras belakang vila untuk menikmati malam indahnya. Evan mengikuti istrinya yang duduk bersantai di teras belakang villa.


__ADS_2