Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 138. Habis dapat Vitamin


__ADS_3

💐 Kediaman Haris


"Bi yang punya rumah kemana, kok sepi?" Tanya Aira ke bibi.


"Tuan dan nyonya di taman belakang semua non" jawab bibi.


"Terima kasih bi, yuk bang ke belakang aja" ajak Aira ke sang suami.


"Eh ada tamu jauh" teriak Aini melihat Aira jalan dengan Evan.


"Tumben nongol" kata Haris.


"Hehehe kangen sama baby Herman bang" jawab Aira.


"Wah seger hari ini, habis dapat vitamin loe Van?" Tanya Haris meledek Evan.


"Wajib dong" jawab Evan sambil terkekeh.


"Semalam aja ga ada senyumnya" ledek Haris dengan masih tertawa.


"Sialan loe" kata Evan.


"Dari mana tadi dek?" Tanya Aini ke Aira.


"Dari rumah kak, bosen aja kalau di rumah melulu" jawab Aira.


"Abangmu juga katanya mau kesini" kata Aini.


"Bang Haikal mau ke sini, sama siapa kak? Sama Vina ya?" Tanya Aira.


"Entahlah, sepertinya sendiri deh" jawab Aini.


"Kakak hari ini ga ke cafe ya?" Tanya Aira.


"Kakak ke cafe hanya hari kerja saja, karena kalau weekend  begini suka banyak acara. Jadi biar buat ngumpul aja sama abang dan baby Herman.


"Kuliahnya gimana sayang, ada kendala ga?" Tanya Aini.


"Kuliah lancar sih kak" jawab Aira.


"Tuh abangmu udah datang" kata Aini.


"Hei bang Haikal ngapain ikutan kesini?" Teriak Aira dari taman belakang.


"Loh kamu disini juga ternyata, kirain mobil itu hanya bang Evan aja" kata Haikal sambil memberi salam Aini.


"Eh ada tamu ternyata, kirain Haikal sendirian" kata Aini yang melihat Reza di belakang Haikal.


"Iya, selamat pagi kak" sapa Reza.


"Loh kak Reza, dari mana sama bang Haikal pagi-pagi begini?" Tanya Aira.


"Biasa Ra, kita suka jalan pagi kalau libur begini." Jawab Reza santai.


"Terus oleh-oleh jalan paginya mana dong?" Tanya Aira.


"Oleh-oleh apaan ini?" Tanya Reza sambil terkekeh.

__ADS_1


Aira dan Haris juga ikut tertawa. Evan menatap istrinya kurang suka melihat Aira bercanda dengan Reza walaupun ada Haikal.


"Sayang katanya kangen sama baby Herman, tuh sana bantuin kak Aini gendong baby biar bisa buat latihan kamu nanti" kata Evan agar istrinya menjauh dari Reza.


Aira mendekati Aini dan baby Herman.


"Kelihatannya sekarang semakin dekat aja dengan Reza?" Tanya Aini.


"Siapa kak yang makin dekat dengan kak Reza?" Tanya balik Aira yang tidak tahu maksud ucapan Aini.


"Kamu lah dek, kalau Haikal kan memang sahabatnya" jawab Aini.


"Aira biasa aja sih sama kak Reza, kan dulu kak Reza itu kakak kelas Aira waktu di sma dan adeknya kak Reza itu sahabat Aira waktu smp" jawab Aira.


"Kakak kelas atau mantan?" Goda Aini.


"Keduanya, tapi sekarang kita sudah sepakat untuk tidak membahas masa lalu" kata Aira tertawa bersama Aini.


"Kamu jangan terlalu dekat dengan Reza, nanti suamimu bisa salah paham dek" kata Aini.


"Iya kak, kami juga hanya rekan kerja aja kok sekarang" kata Aira.


"Kalian ada kerjasama bisnis?" Tanya Aini sambil mengkerutkan keningnya menatap Aira.


"Emm rencana, tapi Aira ga mau terlalu terlibat. Karena Aira tetap mau fokus dengan kuliah dulu" jawab Aira.


"Suamimu tahu nggak?" Tanya Aini.


"Belum tahu kak, tapi jangan bilang dulu. Karena Aira maunya nanti setelah bisnis itu berjalan, baru Aira mau cerita ke bang Evan. Lagian bisnis itu kami bertiga dengan bang Haikal juga kak" jawab Aira.


"Abang bikin kaget Aira aja" kata Aira.


"Kenapa kaget, memang lagi ngomongin apa?" Tanya Evan. Aini mengangkat baby Herman untuk di bawa masuk ke kamarnya karena baby Herman sudah tertidur.


"Ngrobrolin kak Aini aja kenapa nggak ke cafe" jawab Aira bingung beralasan.


"Kamu ga nanya ke kak Aini kalau perihal yang kamu ingin buka butik?" Tanya Evan.


"Oh iya, belum sih. Ntar aja kalau Aira udah survey. Lagian Aira kan juga mau ke pabrik kainnya kak Reza, hanya belum janjian aja" jawab Aira.


"Kenapa harus ke pabriknya Reza? Bisa kan ke yang lain?" Tanya Evan mulai cemburu.


"Kenapa setiap kegiatan kamu harus ada dia sih? Abang ga setuju sayang, apapun alasannya" kata Evan menatap kedua mata Aira.


"Besok pulang kuliah ke kantor dan makan di kantor" kata Evan.


"Aira ngapain harus ke kantor abang setiap hari? Yang ada bosan juga bang" kata Aira.


"Dari pada pulang kuliah di apartemen juga mau ngapain coba?" Tanya Evan.


"Jangan bilang kalau besok kamu janjian dengan Reza" tebak Evan.


"Janjian ngapain, Aira ga ada janji besok" jawab Aira.


"Gimana caranya gue bisa jalanin bisnis kalau waktu gue udah di atur sama bang Evan dan harus setiap hari ke kantor" batin Aira sambil berpikir agar rencananya bisa jalan.


"Dipikir nanti ajalah" gumam Aira

__ADS_1


"Apanya yang dipikir nanti?" Tanya Evan yang mendengar gumaman sang istri.


"Hah ga ada yang dipikir kok" jawab Aira bingung.


"Apa yang kamu sembunyikan dari abang?" Tanya Evan.


"Tidak ada bang" jawab Aira.


"Sayang abang tidak suka jika kamu main dibelakang abang" kata Evan serius.


"Maksud abang main belakang itu apa? Selingkuh, memang Aira punya tampang selingkuh ya" kata Aira kemudian masuk ke ruang tengah meninggalkan Evan yang bengong melihat sikap Aira yang tersinggung dengan ucapan Evan.


Aira membuka piano Haris, kemudian Aira memainkannya tanpa mau ambil pusing dengan suaminya. Evan mendekati Aira, berdiri di dekat piano dimana Aira sedang memainkannya.


"Kita jalan saja yuk bang kemana gitu" ajak Haikal ke Haris.


"Mau kemana memangnya?" Tanya Haris.


"Tanya bumil saja tuh yang kadang suka punya banyak ide" jawab Haikal.


"Bang, Aira tadi kemana?" Tanya Haikal.


"Tuh lagi di dalam lagi main piano" jawab Evan yang sedang berjalan keluar dari ruang tempat istrinya main piano.


"Dulu waktu Aira masih sma kalau lagi bosan ga ada kegiatan, Aira suka main piano untuk  menghilangkan rasa bosannya" kata Haris.


Reza hanya diam menjadi pendengar saja.


"Apakah itu sering terjadi?" Tanya Evan ke Haris.


"Nggak sering sih, karena Aira kadang jalan juga sama Rio" jawab Haris.


"Jalan kemana sama Rio?" Tanya Evan ingin tahu.


"Jalan ke mall sepertinya" jawab Haris.


"Aira itu banyak menghabiskan waktunya dengan Rio dari pada dengan gue. Itu kalau Haikal ga di rumah." Jawab Haris kemudian melihat ke Reza.


"Bukannya dulu kalian berdua dekat ya, Aira sering pergi kemana saja sih sama kamu?" Tanya Haris. Evan menatap Reza ingin tahu jawaban Reza.


"Dulu kami sering ke mall sih bang, kadang ke karaoke juga, tapi saat itu Aira masih berada di kelas sepuluh. Yah Reza sih hanya ngikuti maunya Aira saja" jawab Reza.


"Aira itu dulu dari pada jalan ke mall, dia lebih suka ke karaoke karena dia bebas mau berekspresi sesuai maunya" lanjut Reza.


"Kadang tertawa, kadang sedih ya begitulah Aira mengikuti lagunya. Dan kalau sudah puas disana, baru dia mau untuk diajak pulang" kata Reza mengenang masa kebersamaannya dengan Aira dulu.


"Memang kalian ke karaoke cuma berdua saja?" Tanya Evan.


"Iya, kadang Aira sendirian kalau ga ada yang bisa diajaknya. Makanya dulu Reza sering menemani Aira karaoke. Kan hanya itu kesukaannya" jawab Reza berusaha santai, walau hatinya ragu untuk menjawab.


"Sebenarnya apa sih yang disukai dari karaoke itu?" Tanya Evan.


"Tanyanya langsung ke Aira saja bang dari pada nanti saya salah menjawab" jawab Reza.


"Ya hanya untuk mengisi waktu dan untuk hiburan saja" jawab Aira tiba-tiba.


"Sayang kamu udah selesai main pianonya?" Tanya Evan yang kaget mendengar suara istrinya. Tapi Aira tidak menjawab pertanyaan sang suami.

__ADS_1


__ADS_2