Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 179. Bukan jodohnya


__ADS_3

"Tapi dari cerita bang Haikal sih katanya bang Evan itu sudah mencintai Aira sejak Aira masih kecil pah. Dimana bang Evan yang sering menggendong Aira jika menangis, nyuapin makan jika Aira sedang susah makan" cerita Nayla panjang pada kedua orangtuanya yang juga ada Reza disitu membuat Reza hanya diam dan mendengarkan cerita adeknya.


"Kenapa aku merasa ga suka mendengar cerita ini, mungkinkah aku masih punya rasa cemburu pada bang Evan?" Tanya batinnya Reza kemudian Reza membuang nafasnya berat yang mendapat lirikan dari sang papa.


"Tapi mama suka lihat hubungan mereka itu, kelihatannya Aira sudah bahagia ya hidupnya dengan suaminya" kata mama Rina.


"Ehemm, kelihatan ada yang masih cemburu deh dengan bang Evan" sindir Nayla dengan berdehem.


"Siapa, abang ikut senang kok melihat Aira sudah bahagia dengan suaminya" kata Reza santai.


"Mungkin memang kamu bukan jodohnya Aira bang" kata mama Rina.


"Iya ma, abang tahu itu" kata Reza walaupun hatinya masih dipenuhi dengan nama Aira.


"Apa bisnismu dengan Aira juga lancar bang?" Tanya papa Hartadi mengalihkan pembicaraan.


"Alhamdulilah lancar pah, ini Aira juga lagi mengembangkan butiknya ke daerah Surabaya" jawab Haikal.


"Jangan bilang abang kemarin ke Surabaya itu untuk mengurus cabang butiknya Aira" tebak Nayla.


"Iya dan ada kerjaan lain juga yang kerjasama dengan Haikal disana" kata Reza.


"Ingat bang, Aira itu ada yang memiliki. Kamu harus belajar mencintai gadis lain" kata mama Rina kawatir jika anak laki-lakinya masih belum dapat move on dari Aira..


"Iya ma, Reza tahu kok. Mama tenang saja" kata Reza.


"Abang minggu depan mama kenalin dengan anak teman papa aja yah, dia ga kalah cantik loh dari Aira" kata mama Rina.


"Abang masih mau fokus ke bisnis dulu ma, agar nanti tidak terpecah belah pemikirannya" tolak halus Reza.


"Kenapa sih selalu menolak setiap mau mama  dikenalkan anak teman papa atau mama bang" protes mama Rina.


"Sebaiknya mama konsentrasi pada acara Nayla saja ma. Reza juga kemungkinan mau ambil S2 dulu, belum memikirkan yang lain." Kata Reza agar mamanya tidak lagi mengejarnya untuk dicarikan jodoh.


"Sudahlah ma, anak kita juga masih muda usianya" kata papa Hartadi agar istrinya tidak selalu membahas masalah Aira.


"Itu buktinya Haikal juga mau dijodohkan dengan Nayla" kata mama Rina.

__ADS_1


Reza bangun dari duduknya dan pamit untuk istirahat ke kamarnya.


Reza masuk di kamar dan berdiri di balkon kamarnya untuk melihat langit malam yang penuh dengan bintang bertebaran menghiasi indahnya langit malam.


"Seandainya dulu kamu belum dimilikinya, mungkin aku akan siap menikah muda hanya untuk menjadikanmu ratu di hatiku" gumam Reza mengingat saat-saat masih bersama dengan Aira dulu.


Reza membuang nafasnya berat mengingat masa remajanya dulu saat masih sering pergi bersama Aira berdua berboncengan dengan motornya.


"Semuanya sudah menjadi masa lalu kita Aira, semoga kamu selalu bahagia bersama orang yang mencintaimu sekarang" kata Reza kemudian berjalan masuk ke dalam kamar dan membuka laptopnya untuk melihat email dari asistennya.


💥 Kediaman Raka Saputra


"Bagaimana hubunganmu dengan Nayla nak?" Tanya Raka selesai makan malam.


"Baik pah, rencana besok Haikal baru mau beli cincin buat acara tunangan" jawab Haikal.


"Papa sudah memesankannya, lusa kamu ambil saja di toko langganan kita" kata Raka pada anak lelakinya.


"Baik pah, terima kasih" kata Haikal.


"Apakah Reza masih belum punya pacar pengganti Aira sampai sekarang?" Tanya Raka lagi pada Haikal.


"Papa lihat sepertinya memang Reza masih memiliki cinta untuk Aira begitu besar" kata Raka mengingat cara pandang Reza ke Aira saat beberapa bulan lalu mereka bertemu di rumah papa Raka.


"Seandainya dulu papa tahu Aira menjalin hubungan dengan Reza, apakah papa akan tetap menjodohkan Aira dengan Reza?" Tanya Haikal ingin tahu.


"Papa menjodohkan Aira dengan Evan itu karena Evan bisa mengerti kondisi Aira pada saat itu. Dimana Aira sedang ada masalah dengan Lukas dan papa juga memang ingin mereka putus sebab suatu perbedaan prinsip keduanya" jawab Raka menjeda ucapannya.


"Dan papa juga tahu siapa Evandro Brahmana itu dan bagaimana dia mampu mengatasi setiap emosi dari Aira saat adekmu sedang tidak stabil. Terlebih papa lihat dari sorot matanya Evan setiap menatap Aira ada cinta yang besar disana.  Maka papa berani membuat keputusan untuk menjodohkan keduanya" kata Raka mengingat sata Aira sedang terpuruk dan shock saat mengetahui hubungan Lukas yang saat itu statusnya masih kekasihnya sedang menjalin hubungan juga dengan Lusy alias selingkuh.


"Apalagi bang Haris juga sangat menyetujuinya jika Aira dijodohkan dengan bang Evan" kata Haikal. Dan Raka hanya menganggukkan kepalanya.


"Iya ternyata bang Evan memang mencintai Aira sejak mereka selalu bersama dulu sewaktu Aira masih kecil" kata Haikal.


"Iya memang kedekatan Aira kecil dengan Evan pada saat itu melebihi Haris ke Aira. Bahkan Evan dengan sabarnya bisa membujuk adekmu untuk makan" kata Raka tersenyum sendiri mengingat anak gadisnya semata wayang saat masih kecil dulu.


"Mamamu saja kalah sabar untuk bisa membujuk Aira makan" lanjut Raka.

__ADS_1


"Memang jodoh bang Evan dan Aira kali ya pah" kata Haikal.


"Benar, mungkin memang mereka sudah ditakdirkan berjodoh" kata Raka kemudian bangkit dari duduknya dan measuk ke kamar untuk istirahat.


"Papa mau istirahat dulu, kamu juga harus istirahat untuk besok" kata Raka.


"Iya pah, selamat istirahat" kata Haikal yang diangguki papa Raka.


Haikal masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan  kesua tangannya sebagai bantalan.


"Jika memang kamu takdir jodohku, semoga kita dapat mengarungi kehidupan ini dengan saling memahami dan percaya Nay" gumam Haikal.


Haikal berusaha memejamkan matanya agar segera dapat tertidur karena besok harus kembali kerja.


💥 Kampus


Paginya Aira seperti biasa diantar sang suami ke kampus baru ke kantornya.


"Nanti abang tunggu makan siang di kantor ya sayang" kata Evan setelah sang istri mencium punggung tangannya dan Evan mencium kening serta mengecup sekilas bibir manisnya.


"Iya kalau Aira ga ingin kemana-mana ya" jawab Aira.


"Tidak boleh mampir ke trmpat lain. Selesaj kuliah langsung ke kantor" kata Evan dengan menaikkan kedua alisnya.


"Iya, nanti Aira makan siaangnya shushi ya sayang. Tapi kita makannya langsung ditempatnya bukan di kantor" kata Aira.


Evan tersenyum dengan menganggukkan kepalanya untuk menjawab ajakan sang istri.


Aira terkekeh namun terlihat ceria dari raut wajahnya.


Evan langsung melajukan mobilnya ke kantor setelah sang istri berjalan ke koridor kampusnya.


"Kamu membuatku semangat yank, makin hari makin membuat abang tidak bisa jauh darimu" gumam Evan sambil senyum-senyum sendiri jika mengingat tingkah istrinya yang menggemaskan.


Aira mengirimkan pesan pada Nuri untuk dibelikan rujak serut dan berikan serutan es batu juga agar lebih segar jika dingin.


Aira masuk ke kelas bersama para sahaabatnya untuk mengikuti kuliah pagi hingga siang hari.

__ADS_1


"Ra loe setelah ini mau langsung ke kantor?" Tanya Vina selesai kuliah.


"Iya karena bang Evan menunggu di kantor buat makan siang" jawab Aira.


__ADS_2