
Aira memberikan oleh-olehnya dari Lombok dan Bali untuk semua yang datang ke apartemennya.
Sisca heran mendapatkan oleh-oleh dari Aira karena mereka tergolong baru kenal.
"Serius ini buat kakak?" Tanya Sisca.
"Iya kak, itu Aira sendiri loh yang milih" kata Aira dan Sisca merasa Aira menganggapnya bukan hanya sekedar sekertaris suaminya dari cara Aira berbicara dengan Sisca.
"Kak Aira besok kuliah ga?" Tanya Anggi.
"Kuliah dong, kenapa dek?" Tanya Aira.
"Gapapa hanya nanya aja, kirain besok belum mau masuk kuliah. Soalnya udah ditungguin sih sama kak Vina dan kak Rio" kata Anggi.
"Ngapain Rio ikut nungguin Aira?" Tanya Evan.
"Ya ampun abang, ga usah cemburu kali bang, kak Rio kan memang sahabat terdekat kak Aira" jawab Anggi.
"Makanya jadi orang jangan mudah cemburu Van" kata Haris.
"Abang tenang aja, Rio kan udah ada pawangnya dan mereka memang dekat sejak dulu" kata Haikal menambahkan.
"Apa Aira bilang bang, bahwa Rio itu memeng sahabat sejati buat Aira apalagi mau jadi adik ipar Aira" kata Aira terkekeh.
"Diih kak Aira kaya apa aja, sok yakin ya" kata Anggi.
"Yah kalau kakak mah yakin dek, Rio itu kan sekarang udah mulai belajar kerja buat kumpulin uang biar nantinya bisa segera ngelamar kamu dek" kata Aira.
"Kamu tahu dari mana sayang?" Tanya Evan.
"Tahu dong bang, kan memang kami berdua sahabat sejati" jawab Aira sambil mengedip-ngedipkan matanya ke sang suami.
Waktu begitu cepat berjalan, mama Diana dan Anggi pamit pulang karena hari sudah mulai sore. Begitupun dengan Haris kerena istrinya yang sudah hamil tua juga sudah terlihat sangat capek. Dan Sisca, Suryo serta Haikal pamit pulang bersamaan setelah Sisca membantu Aira membereskan meja makan bekas mereka makan bersama.
Aira begitu bahagia dengan hari ini dimana semua berkumpul di apartemennya bercerita dan bersendau garau.
__ADS_1
"Sayang istirahat dulu yuk, besok kamu kan sudah mulai aktifitas lagi" kata Evan yang melihat sang istri masih berkutat di dapur.
"Iya sebentar bang, Aira mau masak buat nanti malam sekalian capeknya" jawab Aira.
"Tidak perlu masak sayang, nanti kita delivery aja atau makan di luar. Sekarang kamu istirahat dulu yuk temani abang tidur sebentar" ajak Evan agar Aira mau melepaskan pekerjaannya di dapur.
"Iya Aira nanti menyusul, abang ke kamar aja dulu" kata Aira yang kemudian menyusul suaminya ke kamar.
"Abang ga mandi dulu, gerahlah bang?" Tanya Aira.
"Nanti aja, sini dulu yank" kata Evan sambil menepuk kasur disebelahnya agar Aira ikut rebahan disebelahnya.
"Abang kangen peluk kamu sayang" bisik Evan ditelinga Aira sambil memeluk tubuh sang istri yang membuatnya jadi candu.
"Kalau besok abang ga bisa jemput kamu pulang kuliah, berarti sopir kantor yang akan menjemputmu" kata Evandro.
"Iya abangku" jawab Aira sambil mencubit pipi suaminya membuat Evan makin ga bisa menahan hasratnya melihat istrinya yang membuatnya makin candu.
Evan mencium bibir sang istri dan Aira pun membalasnya hingga lidah mereka sudah saling membelit. Tangan Evan sudah mulai menjalar ke mana-mana. Evan begitu lihai memainkan lidahnya hingga terdengar ******* dari mulut sang istri.
Setelah keduanya puas, Aira tertidur dalam pelukan sang suami. Aira terbangun pukul 5 sore dan melihat sang suami masih memejamkan matanya dengan tangan melingkar diperut sang istri.
Evan membuka matanya dan melihat sang istri dengan perlahan memindahkan tangannya. Evan mencium pipi sang istri yang begitu dekat dengan wajah Evan disaat Evan membuka matanya.
"Abang udah bangun?" Tanya Aira yang kaget dengan apa yang suaminya lakukan.
"Mau ngapain sayang?" Tanya Evan.
"Mau mandi bang ini sudah kesorean dan Aira juga mau masak buat makan malam." Jawab Evan.
Evan bangun kemudian membawa istrinya ke kamar mandi dengan menggendongnya.
"Abang, turunin Aira" kata Aira.
"Mau mandi kan, ayo kita mandi bareng terus kita makan di luar saja okey" ajak Evan.
__ADS_1
Dan benar dugaan Aira kalau suaminya ngajak mandi bersama pasti mandinya jadi lama karena pake tambahan wik wiknya. Tapi Aira juga tidak bisa menolak keinginan sang suami takut dosa.
Selesai mandi Aira dibantu sang suami mengeringkan rambutnya, baru mereka pergi bersama untuk makan malam.
💥 Restoran
Evan dan Aira sedang asyik menikmati makan malamnya, tiba-tiba ada seseorang datang mendekati Evan dengan perut yang terlihat membuncit.
"Sayang, kamu kemana aja aku rindu kamu" kata Rani tanpa menghiraukan Aira yang kaget dengan apa yang Rani lakukan. Rani langsung mencium dan memeluk Evandro, padahal ada sang istri duduk disebelah Evan.
Evan langsung melepaskan pelukan Rani.
"Kamu apaan sih, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa" kata Evandro menahan emosi.
Dari kejauhan ada beberapa mata yang menyaksikan perbuatan Rani yang sengaja memeluk Evan didepan istrinya.
"Sayang, anak kita merindukanmu" kata Rani manja dengan suara yang dibuat-buat sambil melirik Aira. Aira hanya diam tanpa bisa berbuat apa-apa. Antara percaya dan tidak dengan apa yang Rani ucapkan.
"Rani kita sudah putus lebih dari setahun dan saat itu juga kita tidak pernah lagi bertemu dan berhubungan. Dan ingat selama kita jalan bersama, aku tidak pernah sama sekali melakukannya denganmu" kata Evandro tegas di depan sang istri agar Aira mendengar langsung dan percaya akan apa yang pernah diceritakan Evan ke sang istri.
Rani terlihat bingung saat Evan mengatakan semua itu dan memang Rani juga membenarkan, tapi Rani ingin menjalin hubungan kembali dengan Evan.
"Pergilah kamu sebelum aku mengusirmu dengan kasar. Dan jangan pernah katakan hal yang tidak pernah aku lakukan lagi terlebih di depan istriku" kata Evan dengan mata yang menatap tajam menahan amarah.
"Kita pindah saja ya sayang" ajak Evan ke Aira dengan lembut.
"Sayang, aku masih mencintaimu dan aku ingin kita kembali lagi" kata Rani sambil bergelayut di lengan kanan Evandro.
"Maaf kita sudah tidak pernah ada hubungan apa-apa lagi dan saya sudah memiliki istri yang sangat saya cintai" kata Evan sambil melepaskan dengan kasar tangan Rani.
"Jadi tolong kamu cari orang yang telah membuatmu seperti ini dan jangan pernah libatkan saya yang tidak ada hubungannya denganmu lagi" kata Evan.
"Hai kamu, cewek yang telah merebut kekasihku" kata Rani sambil tangannya mendorong pundak Aira secara tiba-tiba.
"Maaf saya tidak mengenal anda dan saya tidak pernah merebut kekasih dari siapapun" jawab Aira tegas.
__ADS_1
"Aku adalah kekasih dari suamimu" kata Rani tak mau kalah.
"Itu dulu, tapi sekarang suamiku sudah menikah dan kalian sudah tidak mempunyai hubungan apapun dari sebelum kami bertemu dan menikah" kata Aira.