
💥 Apartemen
Aira sampai di apartemen langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Sedangkan Evan makin penasaran dengan chat dari Reza dan membuka ponsel Aira yang diletakkan di meja rias kamarnya.
🗨 "Aira, kamu mau kan memaafkan kakak dan bisa kah kita mengulang masa dulu lagi?" Reza
🗨 "Sekarang kakak sudah selesai kuliah dan sudah kembali lagi ke sini hanya untuk kamu"
🗨"Jujur selama kita jauh, kakak berusaha untuk tetap menjaga hati ini buat kamu"
Evan membaca pesan dari Reza ada rasa cemburu dan marah, Evan tidak ingin siapapun mendekati Aira. Karena Aira hanya miliknya.
"Aira milik gue dan selamanya akan tetap milik gue. Apapun yang terjadi tidak akan pernah aku lepasin dia" tekat Evan semakin kuat untuk mencari bodyguard dan sopir buat Aira kemanapun Aira pergi harus selalu ada yang mengawasi dan mendampinginya.
"Abang ga mandi?" Tanya Aira setelah keluar dari kamar mandinya.
"Iya abang juga mau mandi sayang" jawab Evan sambil mencium kening istrinya kemudian masuk ke kamar mandi.
"Jadi benar Reza adalah masa lalu Aira. Jangan-jangan Reza adalah cinta pertama Aira" tebak Evan dalam hati.
"Apakah dengan membaca dan nanti bertemu Reza kamu ingin kembali padanya sayang?" Tanya Evan bicara sendiri di dalam kamar mandi.
"Tidak akan ku biarkan milikku lepas dari tanganku dan akan dimiliki orang lain" kata Evan menghubungi Suryo untuk mencarikan bodyguard perempuan untuk Aira.
"Saingan gue orang yang masih muda-muda dan pekerja keras juga rupanya. Maka gue harus menjaga milik gue dengan benar-benar. Gue sudah menunggu bertahun-tahun dan Aira cinta pertama sekaligus terakhir gue sampai maut memisahkan kami berdua kami akan tetap bersama"Â kata Evan bicara sendiri di dalam kamar mandi.
Kemudian Evan mandi walaupun hatinya masih memikirkan Aira yang ternyata mantan dari Reza.
Ceklek
Evan keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk kecil di pinggangnya.
Evan melihat piyama.yang sudah disiapkan istrinya diatas ranjang.
Aira membaca chat dari Reza saat Evan mandi. Dan kembali meletakkan ponselnya setelah suaminya keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang masih ada tugas kampus yang mau dikerjakan sekarang?" Tanya Evan.
"Besok aja deh bang di kantor abang" jawab Aira.
"Kamu kenapa sayang, apa kamu habis menangis? Siapa.yang membuatmu menangis?" Tanya Evan. Aira menggelengkan kepalanya.
"Benar tidak ada, atau kamu menangis karena tadi ucapan Haris tentang masa lalu abang?" Tanya Evan.
"Tidak bang, apa benar abang hanya iseng waktu pacaran dengan Rani?" Tanya Aira menatap mata suaminya.
"Iya benar sayang, kamu adalah cinta pertama dan terakhir abang sayang" kata Evan sambil menatap kedua bola.mata istrinya.
"Benarkah, apa abang ga bohong sama Aira?" Tanya Aira tidak percaya.
"Benar, kan tadi Haris saja bilang abang ga pernah pacaran sampai dia kira abang ga normal. Seandainya abang tidak pacaran dengan Rani pasti abang dikira tidak normal sama abangmu." Kata Evan.
"Tapi apakah abang marah jika tahu hubungan Aira dan Reza dulu?" Tanya Aira pelan.
"Memang dulu Aira pernah pacaran dengan Reza?" Tanya Evan pura-pura tidak tahu.
"Iya waktu kami masih di putih abu-abu bang" jawab Aira.
"Berapa lama kalian pacaran?" Tanya Evan hati-hati.
"Setahun kami pacaran, kemudian kak Reza pergi tanpa memberi kabar ke Aira" jawab Aira kemudian memandang ke yang lain mengingat masa dulu saat mereka berpisah dengan Reza setelah Reza lulus sma.
"Ternyata dia bilang kalau kepergiannya karena dia melanjutkan studynya ke luar negri dan ponselnya hilang sebelum keberangkatannya waktu itu. Jadi tak sempat memberikan kabar ke Aira" cerita Aira kembali menatap mata sang suami.
"Berarti kalian belum putus?" Tanya Evan serius.
"Iya saat itu" jawab Aira membuat Evan mengkerutkan keningnya.
"Karena baru saja Aira memutuskan hubungan kami dan Aira bilang bahwa sekarang Aira sudah menikah" kata Aira membuat sedikit kelegaan dihati Evan.
"Apakah Aira kecewa menikah dengan abang setelah tahu Reza sudah kembali?" Tanya Evan.
Aira menatap Evan kemudian menggelengkan kepalanya membuat Evan bahagia.
__ADS_1
"Maafkan Aira ya bang yang dari kemarin tidak ingin mengatakan keberadaan Reza yang pernah singgah dihati Aira" kata Aira meminta maaf ke.suaminya.
"Iya sayang, mungkin kemarin kamu punya alasan sendiri kenapa tidak mau cerita ke abang" kata Evan sambil menangkupkan kedua jemari tangannya ke pipi sang istri dan menatap kedua bola mata sang istri.
"Iya karena Aira masih merasa sakit hati dengan apa yang dilakukan kak Reza yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar" jawab Aira tanpa sadar air matanya menetes.
Evan membawa kepala istrinya didadanya dan memeluk sang istri erat sambil mencium pucuk kepalanya.
"Sekarang sudah ada abang yang akan selalu melindungimu dan mencintaimu sayang" kata Evan.
"Abang mencintaimu sayang dan semoga cinta kita akan tetap ada selamanya dan kita akan tetap bersama sampai maut memisahkan" bisik Evan sambil memeluk sang istri erat.
"Aira juga sayang sama abang dan jangan pernah tinggalin Aira ya bang" kata Aira membuat Evan bahagia.
"Apa sayang, katakan sekali lagi" kata Evan ingin lebih jelas lagi sambil mengurai pelukannya.
"Aira sayang sama abang" kata Aira menatap Evan sambil malu-malu.
"Terima kasih sayang, abang juga sangat menyayangimu bahkan sangat mencintaimu" kata Evan kembali memeluk istrinya.
"Ajarin Aira untuk selalu mencintai abang, tapi Aira takut jika tiba-tiba Rani datang dan merebut abang dari Aira" kata Aira menatap suaminya dengan mendongakkan kepalanya.
"Tidak akan pernah ada yang bisa memisahkan kita kecuali Dia yang Maha Kuasa dan hanya maut yang akan memisahkan kita" kata Evan kemudian mencium bibir mungil istrinya.
Aira membalas ciuman dari sang suami dan ciuman yang awalnya lembut menjadi lebih menuntut. Tangan Evan sudah meremas kedua gunung kembar istrinya.
Evan membawa istrinya dengan menggendong dan tanpa melepas pagutannya ke atas ranjang.
Dengan sangat hati-hati Evan membaringkan sang istri di atas ranjang dengan tanpa melepas pagutan. Tangan Evan pun melepas kancing piayamanya sendiri dan membuangnya asal.
******* Aira sudah memenuhi ruangan kamar. Mereka berdua sudah polos tanpa sehelai benangpun.
Evan mulai memasukkan senjatanya kedalam gua milik sang istri yang membuatnya selalu ingin mengulang dan mengulangnya lagi.
"Ahh a bang" suara serak Aira membuat gairah Evan makin besar.
"Iya sayang" kata Evan sambil terus mengayun pinggulnya semakin cepat sampai akhirnya erangan panjang terdengar dari keduanya dan laharpun memancarkan semburannya.
__ADS_1
Evan pun tumbang dan merebahkan badannya disisi sang istri sambil menetralkan nafasnya yang masih naik turun. Evan membenarkan posisi selimutnya agar istrinya yang sudah tertidur tidak kedinginan.
Evan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, baru kembali keluar untuk memunguti pakaian yang tadi sempat dibuang sembarangan oleh Evan.