Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 96. Bodyguard


__ADS_3

Paginya Aira bangun lebih awal dan langsung mandi baru menuju ke dapur untuk memasak setelah melaksanakan kewajibannya menghadap sang Khalik.


"Bang bangun sudah pagi, nanti terlambat ke kantor dan Aira juga kuliah pagi hqri ini" kata Aira.


Evan bangun dan melihat sang istri yang sudah rapi tersenyum padanya.


"Selamat pagi istri abang yang cantik" kata Evan yang sudah duduk berhadapan dengan sang istri sambil mencium kening istrinya dengan suara khas orang bangun tidur.


"Pagi bang, abang mandi dulu dan sholat ini sudah jam 5.15 wib bang"Β  kata Aira.


"Iya sayang" kata Evan kemudian masuk kamar mandi di mana air sudah disiapkan sang istri.


Evan melihat ponselnya setelah selesai mengenakan pakaiannya dengan rapi. Ada kiriman pesan dari orang kepercayaannya mengenai bodyguard untuk sang istri.


πŸ—¨"pagi ini bodyguart siap di apartemen" kiriman pesan dari Suryo sang asisten.


"Yank nanti kamu pulangnya dijemput orang kantor abang ya, nanti abang tunggu di kantor dan kita makan siang bersama" kata Evan. Aira mengkerutkan keningnya bingung, karena selesai makan tiba-tiba suaminya mengatakan hal yang dia tidak pikirkan.


"Siapa bang, Aira kenal ga?" Tanya Aira.


"Nanti di bawah abang kenalin kamu sama dia" jawab Evan.


Kemudian suami istri ini turun berdua sambil bergandengan tangan.


"Ini orangnya sayang, biar abang kenalkan ke kamu" jawab Evan sambil menunjuk Nuri calon bodyguard Aira.


"Perkenalkan nyonya, saya Nuri yang akan selalu menjadi sopir dan bodyguard nyonya kemanapun nyonya pergi" kata Nuri.


"Aira"Β  jawab Aira dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Maksud abang bagaimana sih?" Tanya Aira yang masih bingung dengan maksud suaminya.


"Mulai sekarang, Nuri yang akan mengantarkan kamu kemanapun jika abang ga bisa mengantarmu sayang" kata Evan.


"O iya nantiΒ  Nuri juga akan menunggumu di kampus saat kamu kuliah, tetapi abang yang akan tetap mengantarkanmu setiap pagi ke kampus" kata Evan.


"Hah, jadi Aira kuliah ditungguin Nuri gitu? Kok seperti anak tk saja?" Protes Aira ga percaya jika suaminya sampai memberikan bodyguard untuknya dari pagi sampai malam.


"Iya" jawab Evan.


"Kenapa harus ditungguin sih bang, lagian di kampus selama ini Aira juga tidak masalah dan ada bang Arya dan Rio juga di kampus." Kata Aira.


"Iya tapi itu sudah keputusan abang sayang" kata Evan yang tak mau lagi dibantah. Akhirnya Aira hanya diam dan mengikuti maunya sang suami.


"Bang, nanti boleh ya pulang kuliah Aira makan siang dengan kak Reza?" Tanya Aira meminta ijin suaminya dengan hati-hati.


"Tidak sayang, hari ini kamu harus ke kantor abang dan mulai mengerjakan tugas kuliahmu. Lagian makan siang nanti kamu harus temani abang makan" kata Evan tidak memberikan ijin istrinya bertemu Reza Hartadi.


Aira hanya membuang nafasnya berat mendengar jawaban suaminya yang tak terbantahkan itu.

__ADS_1


"O ya Nuri jadi tugasmu nanti menunggu nyonya sampai selesai kuliah dan antar ke kantor saya sampai ke ruangan saya." kata Evan.


"Baik tuan" jawab Nuri kemudian undur diri menunggu kedua bosnya di dalam mobilnya sendiri.


"Kita berangkat sekarang bang?" Tanya Aira setelah memberikan jawaban ke Reza kalau dirinya siang ini tidak bisa bertemu.


"Iya sayang, kan abang antar istri abang dulu ke kampus baru abang ke kantor" jawab Evan.


πŸ’₯ Kampus


Sesampainya Aira melihat Lukas yang juga baru sampai di kampus.


"Nanti pulangnya akan akan diantar Nuri ke kantor ya yank, jangan mampir-mampir karena abang menunggumu untuk makan siang bersama" kata Evan mengingatkan.


"Iya abangku, lagian Aira juga mau mampir kemana coba" kata Aira.


"Ya siapa tahu masih mau ngobrol dulu sama mantan di kantin atau di mana" kata Evan sambil menatap Lukas dari kejauhan.


"Ya ampun abang, kak Lukas kan kesini untuk kuliah bukan untuk ngobrol sama Aira." Kata Aira setelah melihat arah pandang suaminya.


"Hari ini tidak juga bertemu Reza okey, semua mantan tidak perlu lagi untuk ditemui"Β  kata Evan.


"Abang cemburu sama kak Reza atau kak Lukas?" Tanya Aira.


"Sama keduanya. Lagian suami mana yang ga cemburu jika ada pria lain masih menginginkan istrinya untuk mereka miliki " kata Evan.


"Ya sudah bang Aira masuk dulu ya dan nanti Aira ke kantor abang setelah dari kampus." Kata Aira yang ga ingin jadi panjang masalahnya nanti dengan sang suami.


Derrt...derrt ...


Ponsel Aira bergetar ada panggilan masuk sepagi ini.


"Siapa yang menghubungimu sepagi ini?" Tanya Evan sambil melihat layar ponsel Aira.


"Kak Reza" jawab Aira setelah melihat di layar ponselnya.


"Ngapain dia hubungi kamu pagi-pagi? Bilang kalau mau ada kuliah" kata Evan.


"Iya bang, nanti Aira chat aja ke kak Reza" kata Aira.


"Nggak sayang, kamu jawab sekarang dan nyalakan speakernya ya karena abang mau dengar" kata Evan.


Aira membuang nafasnya kasar sambil mengangkat kedua alisnya.


πŸ“ž"Halo kak" sapa Aira.


"Halo Aira maaf ya mengganggu, kamu kuliah dimana biar nanti kakak jemput ya" kata Reza lembut.


"Maaf kak tapi hari ini Aira ga bisa karena Aira masih banyak tugas yang harus segera Aira selesaikan" jawab Aira.

__ADS_1


"Kamu nggak kangen kakak, padahal kakak udah lama nunggu untuk bisa ketemu kamu. Atau biar kakak jemput kamu dan kita minum di cafe dekat kampus deh ya" kata Reza


"Maaf kak tapi Aira beneran ga bisa ketemu hari ini, mungkin lain waktu saja" kata Aira.


"Oke Aira kalau begitu, beneran ya janji loh itu. O ya memang kamu kuliah dimana? Tanya Reza.


"Di UNB kak" jawab Aira.


"Suaramu ga berubah Ra, kakak makin kangen ketemu kamu" kata Reza. Evan menahan emosi mendengar Reza kangen dengan istrinya.


"Maaf kak, Aira mau masuk kelas dulu karena ada kuliah pagi" kata Aira setelah melihat jam di tangannya.


"Okey Aira selamat belajar ya, semoga kita bisa bertemu kembali" kata Reza.


"Terima kasih kak" jawab Aira langsung mematikan ponselnya.


"Ingat ya nanti kamu pulang dengan Nuri, abang tidak mengijinkanmu bertemu dengan Reza atau Lukas" kata Evan tegas.


"Baik bos" jawab Aira.


πŸ’₯ Kediaman Hartadi


"Aira, masih marahkan kamu sama kakak sampai kamu ga mau kakak ajak ketemuan." Kata Reza di dalam mobilnya bicara sendiri.


"Aku makin rindu kamu Ra, tapi apakah benar kamu sudah menikah. Lalu dengan siapa kamu menikah" gumam Reza.


Reza memang masih mencintai Aira, sekalipun dia hidup di negri orang tapi hati Reza selalu berharap untuk bisa kembali bertemu dengan Aira dan mengharap Aira pun juga sama dengannya.


Tapi ternyata yang dia dengar dari Aira sendiri yang mengatakan bahwa Aira sudah menikah. Semua itu membuat Reza seperti kehilangan semangatnya.


***



Pertemuan tak sengaja dari kedua orangtua remaja ini membuatnya harus menerima perjodohan yang tidak lagi bisa dihindari


Pernikahan dini ini apakah akan membawa dampak buruk bagi kedua?


Ikuti dan Baca kisah dari Aldo Wijaya dengan Fio Mahendra di AWAL EKSKUL


Dan kelanjutan ceritanya ada di TERLANJUR MENCINTAI


Jangan lupa masukan ke dalam daftar rak buku favoritmu 🧑


dan berikanlah dukungan dengan


LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE


Tetima kasih atas dukungan kalian 😘 πŸ‘ πŸ™

__ADS_1


__ADS_2