
"Buat apa abang ke hotel? Buat Aira..." kata Aira belum selesai langsung diputus Evan.
"Buat membawamu kembali pulang dengan abang. Karena kamu milik abang sayang, kamu dan baby kita itu tanggung jawab abang yank" jawab Evan dengan menatap kedua mata Aira.
"Aira baru akan pulang lusa, abang tunggu saja Aira" jawab Aira dingin.
"Abang akan menunggumu disini dan nanti kamu pulang dengan abang" kata Evan berbisik. Kemudian Evandro mengedarkan matanya mencari Nuri yang berada tidak jauh darinya.
"Nuri jangan pernah tinggalkan nyonya sendiri barang sedetikpun" kata Evan memberi perintah Nuri tegas membuat Aira hanya bisa diam.
Aira hanya membuang nafasnya berat sambil menatap suaminya.
"Aira bisa pulang sendiri, tidak perlu ditungguin" kata Aira lagi.
"Sayang abang minta maaf dan toling kembalilah dengan abang. Abang akan lakukan apapun yang kamu mau asal tidak kamu tidak meninggalkan avang seperti ini" kata Evan memohon.
"Apakah bang Haikal tahu masalah ini?" Tanya Aira ke suaminya.
"Tidak, hanya Reza dan Rio yang tahu karena abang mencarimu ke tempat mereka" kata Evan menatap Aira dalam penuh kerinduan.
"Kamu harus ingat yank di dalam perutmu ada anak kita yang harus kita jaga" kata Evan.
"Tolong lepaskan tangan abang yang memeluk Aira bang, Aira masih harus ke panggung buat menutup acara dulu" kata Aira karena suaminya masih memeluk pinggang rampingnya erat.
Setelah Evan melepaskan pelukannya, Aira kembali jalan ke atas panggung untuk menutup acara karena hari sudah malam.
"Terima kasih untuk semua yang telah mendukung terlaksananya acara ini, terima kasih juga kami ucapkan buat semua panitya yang sudah bekerja keras hingga acara ini dapat berjalan dengan lancar" kata Aira dan Vina saling bersahutan di atas panggung untuk mengucapkan terima kasih pada semua yang sudah menikmati acaranya itu.
Aira dan Vina turun dari panggung kembali bergabung dengan beberapa panitya yang ada disana.
Reza dan Haikal pun jalan ke belakang panggung mendatangi Aira setelah semua penonton membubarkan diri. Begitu juga dengan Lukas dan istrinya yang juga kebetulan melewati Aira.
"Halo Aira apa kabar?" Sapa Lusy sambil cipika cipiki.
"Eh kak Lusy, kabar Aira seperti yang kakak lihat. Apa kabar juga dengan kak Lusy" jawab Aira.
"Kakak sehat Ra, kangen ya lama kita ga ketemu. Kamu kurusan ya Ra?" Tanya Lusy mengamati Aira.
"Ah masak sih, perasaan sama saja deh kak" jawab Aira.
"Halo Ra, kakak dengar kamu sudah menyusul Lusy ya. Selamat semoga sehat selalu ya" kata Lukas santai mengulurkan tangannya ke Aira.
"Aamiin. Terima kasih kak" ucap Aira sambil menyambut uluran tangan Lukas yang tak lepas dari pandangan Evan.
"Selamat ya tuan" kata Lukas sambil mengulurkan tangannya ke Evan.
"Terima kasih" jawab Evan santai dengan membalas uluran tangan Lukas.
__ADS_1
"Beneran Ra kabar ini? Ah ikut senang deh kakak semoga anak kita nanti bisa bersahabat dekat ya Ra walaupun mungkin tanpa ada kakak diantara kalian" kata Lusy sambil memeluk Aira yang tadinya tersenyum semangat, kemudian matanya sendu..
"Jangan bilang begitu kak, kakak akan selalu mendampingi anak-anak kakak hingga mereka dewasa nanti" kata Aira menatap Lusy dengan air mata menetes setelah mengurai pelukan Lusy.
"Kapanpun kakak butuh Aira, hubungi saja Aira kak. Dan jika ada hal yang kakak ingin bicarakan ke Aira, Aira akan dengan senang hati mendengarkannya" kata Aira sambil tersenyum.
"Terima kasih sayang, kamu terlalu baik untuk kami. Maafkan kakak yang pernah menyakitimu dulu" kata Lusy yang di dengar semua yang ada disitu.
"Aira sudah memaafkan kakak, kakak harus terus semangat dan jaga kesehatan. Itu yang terpenting saat ini buat kakak" kata Aira memberi semangat.
Reza kaget dan heran melihat kedekatan Aira dengan Lusy yang begitu tulus. Aira di mata Reza memang paling hebat.
"O iya Za, kenalkan ini Vina sahabatnya Aira yang pernah gue ceritain" kata Haikal.
"Sahabat Aira dan sekarang kekasih bang Haikal" sahut Rio sambil terkekeh.
"Reza"
"Vina"
"Eh jadi mantan terindah yang mana ini?" Tanya Rio sambil terkekeh menggoda Aira.
"Kan loe mantan terindah gue Yo. Maaf ya Anggi jangan tersinggung dengan ucapan kakak" kata Aira tertawa kecil.
"Ini baru mantan terindahnya kak Lukas" kata Aira sambil memeluk pinggang Lusy.
"O iya kenalkan kak, ini Rio dan ini Vina sahabat Aira semua, ini abangnya Aira" kata Aira ke Lusy.
"Haikal, abangnya Aira"
"Rio"
"Reza"
"Mantan juga" sahut Rio pelan tapi masih terdengar mereka semua.
"Kenalin ini suami saya" kata Lusy.
"Reza"
"Lukas"
"Mantan sama mantan sedang kenalan" gumam Rio di dekat Haikal tapi terdengar oleh yang lain. Haikal hanya tertawa kecil menertawakn ucapan Rio.
Aira melotot ke Rio sambil menutup mulut Rio dengan tangannya.
Membuat yang lain tertawa. Lukas menatap Reza. Sedangkan Evan sejak tadi memeluk pinggang Aira erat.
__ADS_1
"Maaf ya kakak ipar, Rio bercanda biar suasananya tidak mencekam" kata Rio sambil terkekeh.
"Loe jangan sembarangan bersuara ya Yo, ntar gue lakban loh" kata Aira.
"Maaf kami sudah harus pulang duluan" kata Lukas pamit pada semua.
"Iya hati-hati ya kak. Jaga kesehatan dan Aira tunggu kapan kita mau jalan bersama" kata Aira ke Lusy.
"Nitip kak Lusy ya kak, ingatkan untuk selalu menjaga kesehatan" kata Aira ke Lukas.
"Terima kasih Aira. Pasti akan selalu kakak jaga, kamu juga jaga kesehatan ya" kata Lukas sambil tersenyum dan Lusy juga tersenyum menatap sang suami kemudian ke Aira.
"Lama kamu ga ketemu mami kan, pasti mami kangen sama kamu Ra" kata Lusy
"Salam saja buat mami ya kak" jawab Aira.
"Terima kasih ya sayang" kata Lusy sambil cipika cipiki kemudian jalan menggandeng sang suami.
"Sekarang Aira juga mau pulang, udah malam" kata Aira.
"Iya udah malam, nanti loe kena marah abang loe" kata Rio sambil menepuk punggung Haikal.
"Maaf ya bang, itu yang selalu gue katakan ke Aira dulu sebelum Aira menikah setiap kita jalan bareng sampai malam" kata Rio. Haikal terkekeh dengan candaan Rio.
"Masih inget aja loe" kata Aira terkekeh.
"Iya ayuk kita pulang semua, eh iya sayang kamu ga ada teman yang bisa dikenalin ke Reza?" Tanya Haikal ke Aira.
"Serius kak Reza mau kenalan dengan teman Aira? Kapan-kapan deh Aira kenalin" tanya Aira menatap Reza.
"Jangan dengerin Haikal Ra. Abangmu itu asal bicara" kata Reza.
"Gapapa kak, Aira dengan senang hati akan membantu kakak buat nyariin gadis cantik deh" kata Aira.
"Besok kita karaokean yuk, siapa yang mau besok datang ya di mall XX yang ada karaokean" ajak Haikal.
"Serius ini bang, gue akan datang loh kalau serius" kata Rio.
"Iya serius datang ya semua, abang datang juga ya sama Aira" kata Haikal ke Rio kemudian ke Evan dan Aira.
"Loe juga harus datang" kata Haikal ke Reza.
"Okey deh yuk sekarang kita pulang sudah malam" kata Haikal ke Vina.
"Aira pulang dulu ya" kata Aira yang sudah menenteng tas slempangnya dan tas makeup.
"Eh baju loe masih di kosan gue Ra" kata Vina.
__ADS_1
"Iya titipin bang Haikal saja, biar dibawa pulang abang" jawab Aira.
Kemudian Evan membawa Aira ke dalam mobilnya. Dan Aira tidak bisa menolak ajakan sang suami lagi. Karena ada Haikal, Reza dan juga beberapa teman serta sahabat Aira.