
Evan membuang nafasnya kasar ke udara setelah sekian lama mencoba merayu sang istri namun tak ada hasilnya.
"Abang tahu sayang kalau Reza masih begitu mencintaimu, maka dari itu abang ga ingin kamu terlalu sering bertemu dengannya. Karena kamu milik abang walaupun hatimu mungkin belum 100% milik abang" gumam Evan yang masih di dengar Aira yang sudah setengah mengantuk.
"Abang akan selalu berjuang agar hati dan ragamu milik abang sepenuhnya sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa memisahkan kita" gumam Evan kemudian memeluk sang istri dari belakang dan akhirnya ikut memejamkan matanya.
Keesokan harinya Aira yang terbangun lebih dulu jalan menuju dapur untuk membuat sarapan setelah mencuci mukanya terlebih dulu.
Evan terbangun dari tidurnya dan melihat ke samping kasurnya kemudian melihat ke jam dinding yang sudah menunjuk di jam 6 pagi.
"Hmm baunya enak, masak apa sayang?" Tanya Evan sambil melingkarkan tangannya ke perut sang istri dari belakang.
"Bikin nasi goreng sosis bang. Abang mau dibuatin kopi?" Tanya Aira setelah menjawab pertanyaan sang suami sambil menengok ke sang suami.
"Boleh" jawab Evan kemudian mencium pipi istrinya dan mengecup bibir mungil Aira.
"Kalau begitu lepas dulu pelukannya abang biar Aira bisa gerak dang" pinta Aira.
"Okey sayang" jawab Evan sambil mengusap perut sang istri dan menciumnya.
"Baby kita sudah semakin besar yank di dalam, pasti dia merindukan ayahnya. Gimana kalau habis ini abang menengok baby kita duku sebelum kita sarapan" usul Evan merayu sang istri.
"Nanti abang kesiangan ke kantornya" jawab Aira asal.
"Abang ga ada rapat pagi ini sayang, jadi ga akan kesiangan" jawab Evan sambil tangannya bergerilya.
"Abang lepasin dulu tangannya, Aira mau bikin kopi buat abang" kata Aira
"Bikinnya nanti dulu aja, sekarang abang mau menengok baby kita dulu sayang. Kasihan kan kalau baby kita kangen sama ayahnya" kata Evan sambil kembali mencium bibir mungil sang istri yang sudah menghadap ke arahnya.
"Emhh" ******* Aira mulai terdengar dan tangan Evanpun juga sudah tak terkontrol lagi.
Evan membawa sang istri ke dalam kamarnya dan meletakannya dengan sangat hati-hati diatas ranjang tanpa melepas tautan bibirnya.
Aira sudah tanpa sehelai benangpun, begitu juga dengan Evan yang sudah tak bisa menahan hasratnya pada sang istri. Keduanya menikmati pergulatannya di pagi hari dengan saling berbagi peluh.
Setelah mencapai puncaknya, Evan menggendong sang istri dengan membawanya ke dalam kamar mandi untuk mandi bersama.
"Lusa jadwal kita ke dokter kandungan kan yank?" Tanya Evan sambil menggosok punggung sang istri.
"Iya, tapi Aira ada kuliah pagi dulu bang" jawab Aira.
"Abang akan jemput kamu di kampus baru kita ke dokter" kata Evan.
"Iya serah abang aja" jawab Aira.
__ADS_1
Keduanya sarapan bersama setelah mandi dan berpakaian rapi.
"Hari ini biar Aira diantar Nuri aja bang ke rumah papa, jadi abang bisa langsung ke kantor" kata Aira selesai sarapan.
"Hari ini ga ada kuliah?" Tanya Evan.
"Nggak bang, hari ini kebetulan kosong jadwalnya" jawab Aira.
"Abang antar aja kamu ke rumah papa Raka baru abang ke kantor" jawab Evan sambil memandang sang istri.
"Ga usah bang, nanti abang terlambat ke kantor, ini sudah jam 8 bang" kata Aira.
"Sudah ayo kita berangkat" kata Evan tanpa mau ada bantahan dari istrinya.
Aira mengikutin suaminya untuk berangkat bersama. Nuri pun juga mengikuti Aira dari belakang mobil Evan menuju rumah papa Raka.
💥 Kediaman Raka
"Papa udah jalan ternyata sama bang Arya" kata Aira melihat rumah sang papa sudah sepi.
"Bi papa sudah pergi ke kantor sama bang Arya ya?" Tanya Aira.
"Iya non, tapi den Arya bawa mobil sendiri" jawab bibi.
"Kamu ikut abang aja ke kantor yuk yank dari pada di sini sendirian" ajak Evan.
"Ya sudah kalau begitu abang ke kantor dulu ya, ini Suryo sudah menghubungi abang" kata Evan kemudian mencium kening dan perut sang istri.
"Iya hati-hati ya bang, nanti kalau Aira ga capek, Aira akan mampir ke kantor" kata Aira
"Iya sayang abang tunggu kita makan siang bersama ya" kata Evan.
💥 Kantor
Evan sibuk dengan banyak berkas yang menumpuk di meja kerjanya.
"Kita kapan akan memulai pemotretan dengan bintang iklannya?" Tanya Evan pada Suryo.
"Lusa tuan, namun model yang satunya baru bisa datang keesokannya karena masih dalam perjalanan ke dari luar negri" jawab Suryo.
"Kalau begitu jadwal diundur aja agar bisa bersamaan dan saya juga lusa ada jadwal mau cek ke dokter kandungan mengantarkan istri saya" kata Evan.
"Baik tuan kalau begitu akan saya ubah jadwalnya sesuai perintah tuan" jawab Suryo.
Tok tok tok
__ADS_1
"Masuk" kata Evan.
"Sayang" sapa seorang model yang langsung berjalan menuju ke kursi Evan tanpa mempedulikan adanya Suryo.
"Kamu, ngapain kesini tanpa janjian" tanya Evan langsung berdiri dari kursi kebesarannya dan Suryo langsung keluar dari ruangan bosnya melihat model itu masuk dan langsung memeluk Evan.
"Kan aku kangen kamu sayang, lama kita ga bertemu loh" kata sang model itu dengan manja dan bergelayut di lengan Evan.
"Tolong lepaskan tanganmu, kita ga ada hubungan apapun dan ini di kantor" kata Evan.
Nanun sang model itu tidak mau melepas tangannya, bahkan hampir seluruh tubuhnya menempel ke tubuh Evan.
Tiba-tiba Aira masuk ke dalam ruangan Evan tanpa sepengetahuan Suryo dan sekertaris Evan. Aira kaget melihat adegan dimana seorang wanita begitu intim memeluk sang suami dan seolah Evan hanya diam dan membalas pelukannya.
"Ehem, maaf mengganggu" Aira berdehem dan meletakkan bungkusan makanan ke meja sang suami kemudian langsung berjalan keluar tanpa menatap sang suami.
"Sayang" panggil Evan kaget dan langsung mendorong sang model untuk menjauhinya.
Aira berjalan keluar tanpa menghiraukan panggilan sang suami.
Aira langsung berlari menuju ke lift pribadi suaminya untuk turun dan masuk ke dalam mobil yang dikendarai Nuri.
"Kita jalan Nuri, kita ke trio karaoke dan jangan memberitahu abang kemana kita pergi" kata Aira.
Evan kehilangan jejak istrinya yang sudah masuk ke dalam mobil karena lift yang biasa dia pakai di pakai oleh istrinya, jadi terpaksa Evan menggunakan lift karyawan dan menunggu beberapa saat.
Evan langsung menghubungi sang istri namun tidak diterima oleh istrinya
"Sial, kemana dia perginya. Pasti Aira salah paham dengan semua ini" gumam Evan menahan amarah.
Suryo yang melihat Evan di luar dengan wajah penuh amarah kaget.
"Suryo antar saya keluar sekarang" panggil Evan.
"Antar ke butiknya Aira" kata Evan setelah di dalam mobilnya.
"Kemana kamu tadi saat Aira datang?" Tanya Evan emosi.
"Maaf tuan tadi saya sedang membeli makan siang" jawab Suryo.
"Mulai hari ini siapapun tidak ada yang boleh masuk ke ruangan saya tanpa seijin saya, kecuali istri saya" kata Evan tegas.
"Baik tuan" jawab Suryo
Sesampainya di butik, Evan tidak melihat mobil Aira dan juga Nuri.
__ADS_1
"Dimana dia, kenapa mobilnya tidak ada di butik" tanya Evan bicara sendiri.