
"Iya pah, Evan janji ga akan mainin perasaan Aira. Evan memang sengaja minta dimajukan itu sebenarnya Evan terlalu kawatir dengan mantannya yang akan merebut Aira dari Evan pah. Kalau Aira sudah menjadi istri Evan, maka Evan bisa sepenuhnya menjaga Aira dari mereka yang akan mengganggu hubungan kami" kata Evan panjang kali lebar.
"Ya sudah kalau memang itu tujuanmu, apakah kamu sudah siapkan semuanya untuk nanti akad nikah?" Tanya Diana
"Sebagian sudah ma, tadi kami sudah belenja beberapa kebutuhannya" kata Evan yang kemudian mengajak Anggi untuk mengambil barang belanjaannya tadi dengan Aira.
Diana melihat semua barang belanjaan dari Evan.
"Ini mukena kamu belum beli ya bang?" Tanya Diana.
"Iya belum ma, mama saja kali ya yang beli" kata Evan. Dan dianggukki oleh Diana.
"Tadi kamu sudah jadi ke rumah Haris bang?" Tanya Darwis.
"Iya sudah pah dan Evan juga sudah bilang ke istrinya Haris kalau acaranya dirubah" jawab Evan
"Ya paling besok mama akan menghubungi Aini dan mama akan belanjain apa yang kurang" kata Mama Diana.
"Iya terserah mama aja" jawab Evan.
💥 Kediaman Raka
Evan sengaja menjemput Aira pagi-pagi karena Evan kawatir Aira akan menghindarinya dengan berangkat ke kampus lebih pagi. Dan benar saja sampai di tumah Raka, Evan melihat Aira sudah bersiap, padahal ini baru jam 6 kurang.
"Sudah siap sayang, apa mau berangjat sekarang?" Tanya Evan sambil mencolek hidung mancung Aira.
"Abang ga sarapan dulu?" Aira balik bertanya, bukannya menjawab pertanyaan kekasihnya.
Tidak lama kemudian Raka turun dan menuju ke meja makan, Evan langsung mengulurkan tangannya untuk memberi salam dengan mencium punggung tangan Raka.
"Sarapan dulu kan kalian?" Tanya Raka.
"Iya pah" jawab Aira.
"Iya om" jawab Evan bersamaan dengan Aira.
"Fitting baju buat akad kalian bagaimana?" Tanya Raka
"Iya semalam Aini juga menanyakan itu dan katanya akan dibicarakan dengan mama" jaeab Evan.
"Sepertinya kalian pake kebaya yang untuk tunangan juga tidak apa-apa deh kalau menurut papa ya" kata Raka
__ADS_1
"Iya, semalam Evan juga udah usul ke Aini begitu om, biar tidak merubah designnya" kata Evan
"Iya om setuju begitu, jadi untuk gaunnya di pake saat resepsi saja" jawab Raka.
"Pah memangnya itu ga bisa dimundurin aja waktunya?" Tanya Aira manja.
"Nah ini Evan minta dimajukan, kamu minta mundur. Tapi papa lebih setuju kalau maju saja sayang. Papa agak kawatir dengan Lukas" jawab Raka yang sudah tidak dapat dibantah lagi.
"Benar om, itu juga yang saya kawatirkan. Melihat tekatnya yang sepertinya tidak akan lagi bisa berpikir normal" kata Evan.
"Kak Lukas ga akan senekat itu lah bang" kata Aira.
"Orang laki kadang kalau sudah cinta dengan sesuatu, dia akan nekat melakukan apa pun tanpa berpikir panjang nak" kata Raka.
"Ya sudah terserah papa saja" kata Aira. Selesai saraoan, Evan dan Aira pamit berangkat ke kampus dengan mencium punggung tangan Raka.
"Hati-hati di jalan" kata Raka.
"Iya om, terima kasih" jawab Evan dan Aira hanya menganggukkan kepalanya sambil mencium pipi Raka. Raka menatap punggung anaknya dan calon menantunya.
"Sayang seandainya kamu masih ada disini mendampingi anakmu, kamu pasti akan bahagia melihat gadis kecil kita sudah tumbuh dewasa dan akan menjadi seorang istri dari Evandro" gumam Raka tanpa disadari airnya menetes mengingat kebersamaannya dengan almarhumah sang istri.
💥 Kampus
"Nanti pulangnya tunggu abang jemput" kata Evan.
"Tapi kalau nanti Aira mau kerja kelompok dengan vina dan Rio gimana dong bang" kata Aira menawar.
"Ya nanti kerja kelompoknya di apartemen abang aja kan dekat dari sini" jawab Evan
"Aira biasanya ngerjain di perpustakaan arau di kost Vina bang" kata Aira lagi.
"Nanti Aira nanya dulu dengan Vina atau Rio dan jangan lupa kabari abang secepatnya" kata Evan.
"Okey deh" kata Aira kemudian turun dari mobil Evandro.
"Aira..." panggil seseorang dari belakang Aira saat Aira sudah menutup pintu mobil Evan. Evan melihat dari kaca spion pintu Aira saat orang itu memanggil Aira sambil jalan mendekati Aira.
Aira menengok arah suara yang memanggilnya membuatnya kaget setelah tahu siapa yang memanggil.
"Kak Lukas" kata Aira.
__ADS_1
"Aduh gimana ini, ada bang Evan lagi disini" batin Aira ga enak hati.
Lukas tersenyum mendekati Aira.
"Maaf ada apa kak?" Tanya Aira ragu.
"Ga ada apa-apa, kakak hanya ingin menyapamu saja karena lama kita tidak bertemu. Apa kabarmu Aira?" Kata Lukas sambil mengajak Aira jalan menuju kelas.
Aira melirik ke dalam mobil Evan dimana Evan menatap tajam ke Aira.
"Mati aku, pasti nanti akan dapat pertanyaan banyak ini gue" batin Aira melihat sang kekasih menatap tajam ke arahnya.
"Maaf kakak duluan saja, Aira masih menunggu teman dan ada barang yang ketinggalan di mobil" kata Aira.
"Gapapa, kakak tungguin aja kamu disini" kata Lukas membuat Aira tambah bingung. Untung saja tak jauh dari situ Aira melihat Rio dan Anggi datang.
"Hai kak, baru nyampe ya" sapa Anggi.
"Iya, tuh abang masih disana" tunjuk Aira dengan kepalanya. Rio melihat Evan diam menatap tajam ke arah mereka.
"Wah sepertinya ada yang lagi kebakar nih pagi-pagi" batin Rio.
"Loe ngapain ga kelas Ra?" Tanya Rio.
"Ada barang gue yang ketinggalan, tuk Anggi temani kakak ambil ke mobil. Dan kak Lukas silahkan jalan duluan dengan Rio" kata Aira kemudian menarik tangan Anggi untuk diajak ke mobil Evan.
"Memang apa kak yang ketinggalan?" Tanya Anggi.
"Ga ada, cuma kakak ga enak aja jalan bareng sama kak Lukas, kamu lihat abangmu melotot begitu" kata Aira sambil melihat ke arah Anggi.
"Halo bang" sapa Anggi setelah Aira membuka pintu mobil Evan.
"Hai sayang" sapa Evan sambil melihat ke Aira yang seperti mencari sesuatu.
"Cari apa, diaini ga ada barang yang ketinggalan" kata Evan datar.
Aira menatap Evan. Kemudian melihat lagi ke dalam tasnya yang bunyi tanda ada notifikasi masuk.
"O ini dia ternyata sudah di dalam tas" gumam Aira sambil mengambil ponselnya yang di dengar Evandro.
"Pura-pura mengambil barang atau sengaja biar ada yang menunggu" sindir Evan.
__ADS_1
"Maaf jika Aira mengganggu bang Evan, sekarang Aira mau ke kelas dulu" kata Aira langsung menutup kembali pintu mobilnya jan berjalan tanpa melihat lagi ke arah Evan.
"Nanti setelah kita menikah ga akan pernah aku biarkan kamu untuk bertemu dan bicara dengan mantanmu sayang:" kata Evan di dalam mobilnya yang sudah terbakar api cemburu. Karena dari cara Lukas menyapa Aira tadi terlihat bagaimana Lukas memandang Aira bahwa cintanya masih begitu besar untuk Aira.