Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 11.


__ADS_3

"Evan ke atas dulu ya pah, mah mau mandi gerah" kata Evandro untuk menghindari pembicaraan kedua orang tuanya. Evandro kemudian naik ke atas menuju kamarnya.


Selesai menonton drakor, Aira dengan Anggi menghabiskan obrolan di kamar Anggi. Yang berada di sebelah kamar Evandro.


"Kapan kamu daftar ke kampus tempatku kuliah Nggi?" Tanya Aira


"Sudah beberapa hari lalu kak" jawab Anggi.


"Sama bang Evan ya daftarnya?" Tanya Aira.


"Iya ditemani bang Evan waktu itu, tapi bang Evannya waktu Anggi lagi test nungguin di kantin." Jawab Anggi.


"O ya, kapan testnya kok kakak ga tahu ya. Tapi mungkin karena kakak lagi ada kelas kali" kata Aira.


"Bisa jadi kak, lagian kalau Anggi ketemu dengan kak Aira, Anggi juga ga akan nyapa. Kan kita juga baru kenal sekarang setelah sama-sama gede. Mana inget kita kalau ketemu kemarin di kampus kak" kata Anggi.


"Benar juga ya" kata Aira tertawa.


"Eh Anggi kakak pulang dulu ya, bang Evan lagi sibuk nggak ya sekarang?" Tanya Aira.


"Nggak sih kak, bang Evan itu kalau sudah janjian biasanya memang ditepati sih." Jawab Anggi.


"Tapi kalau lagi sibuk jangan digangguin, biar kakak di jemput bang Haikal atau naik ojol aja" kata Aira ga enak hati.


"Iya sebentar Anggi ke kamar bang Evan dulu, kamarnya di sebelah sih kak" kata Anggi. Kemudian menuju ke kamar Evandro.


Kemudian Evandro ke kamar Anggi.


"Ceklek" pintu kamar Anggi terbuka


Anggi membuka pintu kamarnya kemudian masuk yang dibelakangnya ada Evandro.


"Aira mau pulang sekarang, ga nanti aja sekalian makan malam dulu di sini, baru abang antar pulang" tawar Evandro.


"Nanti bang Evan kemalaman dong pulangnya lagi ke sini" kata Aira.


"Yah abang mah ga masalah Ra, kan kadang abang pulang kantor juga jam segitu bahkan kadang lebih malam lagi." Jawab Evandro.


"Iya bang Haris juga kadang pulang udah larut malam." Kata Aira.


"Jadi setelah makan malam aja ya sekalian" kata Evandro.


"Ya sudah gapapa bang. Maaf ya bang, Aira jadi merepotkan bang Evan" kata Aira.


"Abang ga merasa direpotkan kok, jadi kalau kapanpun mau main ke sini dan ga ada yang jemput pasti akan abang antar, asal abang pas lagi ga sibuk dan ga ada acara aja" kata Evandro panjang.


Evandro sebenarnya bukannya tipe orang yang banyak ngomong, tapi entah kenapa dia melihat Aira seolah seperti ke Anggi yang terkesan anak kecil di mata Evandro.


"Tok tok tok"

__ADS_1


"Ceklek"


"Ada apa bi?" Tanya Anggi yang membukakan pintu kamarnya karena di ketok bibinya.


"Nona sama anden dipanggil nyonya untuk makan malam" kata bibi


"Iya bi kami akan segera turun" jawab Evandro kemudian mengajak kedua gadis remaja itu untuk ikut turun.


"Ayo makan malam dulu semua, Aira mau nginap disini?" Tanya Diana sambil tersenyum setelah kedua gadis itu sampai di meja makan.


"Nggak tan, besok Aira masuk pagi soalnya dan masih ada rapat di kampus juga. Takut jika ada yang ketinggalan di rumah" jawab Aira sambil tersenyum.


Selesai makan malam Aira masih ngobrol sebentar dengan Anggi di meja makan.


"Jadi mau pulang sekarang?" Tawar Evandro ke Aira.


"Iya bang, tapi bener ga ngrepoti bang Evan ini? Aira jadi ga enak sama bang Evan" kata Aira. Evandro tertawa mendengar Aira bicara yang terkesan lucu dimata Evandro.


"Nggak ngrepotin, kan tadi bang Evan sendiri yang janjiin Aira untuk mengantar pulang" kata Evandro.


"Anggi mau ikut ga, abang mau anter kak Aira pulang" kata Evandro.


"Nggak bisa bang, ini ada teman Anggi yang mau kesini mau ngajak kerjain tugas" kata Anggi.


"Maaf ya kak Aira, Anggi ga ikut anterin kakak pulang" kata Anggi.


"Iya gapapa Anggi, santai aja kali" kata Aira.


"Jangan bosan main ke sini ya sayang, tante senang kalau Aira mau main ke sini" kata Diana sambil mengelus punggung Aira lembut.


"Iya terima kasih tante, kapan-kapan Aira usahakan akan main kesini lagi" kata Aira


"Hati-hati ya kalian" kata Diana dan Darwis bersamaan.


"Hati-hati bang bawa gadis cantik" kata Diana lagi ke Evandro.


"Iya ma tenang aja pasti akan sampai tujuan dengan baik" jawab Evandro sambil tersenyum melihat ke Aira dan mamanya secara bergantian.


"Besok ada kuliah dari jam berapa?" Tanya Evandro di dalam mobilnya ke Aira.


"Jam 7.30 pagi bang, makanya suka bareng sama bang Haris" jawab Aira.


"Terus pulang sama teman atau naik ojol?" tanya Evandro.


"Nebeng teman" jawab Aira.


"Eh udah ada kok ya yang siap anter pulang pergi, lupa abang" kata Evandro menggoda Aira.


"Ah bang Evan jangan seperti bang Haikal dong. Itu bang Haikal bohong" kata Aira.

__ADS_1


"Kebetulan aja sih saat itu Rio ada urusan, jadi terpaksa Aira terima tawarannya kak Lukas yang kebetulan searah pulangnya" kata Aira bercerita.


Evandro hanya mendengarkan Aira bercerita sambil tersenyum.


"Lucu juga ternyata dengerin anak usia remaja begini bercerita" batin Evandro.


"Abang kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Aira yang melihat Evandro tersenyum.


"Ga pa pa bang Evan cuma dengerin kamu cerita lucu aja" kata Evandro.


"Ih bang Evan sama aja kaya bang Haikal dan bang Haris deh, Aira itu sudah dewasa bang. Aira kan udah kuliah sekarang" kata Aira.


"Kuliah itu juga masih termasuk anak remaja kan" kata Evandro.


"Ya enggak dong, udah termasuk dewasa dong bang" kata Aira membela diri.


"Iya deh abang mengalah aja" kata Evandro.


"Ih terserah abang aja deh" kata Aira.


"Loh kok jadi marah ke abang sih" kata Evandro yang melihat Aira merajuk.


"Aira ga marah kok sama bang Evan" kata Aira.


"O iya bang, kapan Anggi pengumumannya masuk ke kampus?" tanya Aira mengalihkan pembicaraan.


"Sepertinya masih agak lama deh, abang lupa pastinya kapan" jawab Evandro.


💥 Kediaman Saputra


Sampailah Evandro mengantarkan Aira pulang. Evandro masuk ke dalam halaman rumah Raka dan ikut turun dari mobil.


"Abang ga langsung pulang?" Tanya Aira.


"Kamu ngusir abang?" Tanya Evandro balik.


"Hehehe maaf bang, bukan begitu maksud Aira" kata Aira.


"Ya abang harus ketemu salah satu dari keluarga Aira dong, kalau Aira sudah abang antar ke rumah dalam keadaan baik-baik" kata Evandro.


Aira menyuruh Evandro duduk dulu, kemudian Aira masuk mencari papanya yang ternyata sedang duduk ngobrol dengan kedua abangnya di ruang keluarga.


"Papah, di cari bang Evan" kata Aira.


"Suruh masuk aja sayang ke sini" jawab Haris.


"Maaf om mengganggu, ini Evan anterin Aira saja dan Evan mau langsung pamit pulang" kata Evandro setelah bertemu dengan Raka dan mencium punggung tangan Raka.


"O gitu, ya sudah terima kasih ya nak maaf kalau Aira merepotkanmu" kata Raka.

__ADS_1


"Iya om ga merepotkan kok, Angginya malah senang dapat teman perempuan yang seusia" kata Evandro.


__ADS_2