
Evandro dan Aira menuju ke villa.
"Kita ke villa dulu ya sayang, baru nanti jalan lagi untuk makan malam, gimana setuju?" Tanya Evandro.
"Iya kita bersih-bersih badan dulu aja bang biar badan segar" jawab Aira.
"Okey sayang, kalau begitu nanti kita kita mandi bareng aja ya biar lebih cepet" kata Evandro dengan tersenyum jail.
"Maaf bang, Aira ga dengar" kata Aira menahan tawa.
"Ga dengar kok bilang ya, tapi kalau abang bilangnya nanti kita langsung jalan ya pasti langsung disambut antusias deh" kata Evandto.
"Iya dong, karena memang itu yang Aira mau bang hehehe" kata Aira sambil tertawa manja dengan menempelkan kepalanya di lengan sang suami. Evan sangat bahagia Aira mau bersandar ke lengannya dengan manja tanpa disuruh Evan.
š„ Villa Jasmin
Setelah sampai di villa, Evan membangunkan istrinya yang tertidur dengan bersandar di lengannya.
"Sayang bangun yank, kita udah sampai di villa loh" kata Evan mengelus pipi snag istri dengan pelan.
"Hmmm..." Aira mengerjapkan matanya perlahan, melihat sekelilingnya.
"Sampai dimana bang ini?" Tanya Aira melihat sekelilingnya.
"Sudah sampai di villa yank, kita turun yuk" jawab Evan kemudian mengajak Aira turun dari mobilnya.
"Ayo kita masuk ke dalam, kopernya juga sudah di dalam sayang" ajak Evandro.
Aira takjup melihat sekeliling villa yang luas dan asri setelah turun dari mobil.
"Tempatnya luas sekali bang, ayo kita masuk bang. Jadi penasaran didalamnya seperti apa" kata Aira.
Evan mengikuti sang istri yang berjalan masuk ke dalam villa kemudian menuju ke arah belakang yang terdapat hamparan pantai nan indah. Melihat pemandangan yang indah, mata Aira berbinar. Evan tersenyum melihat istrinya yang bersemangat hingha tanpa.disadari langsung menarik tangan suaminya untuk diajak ke pinggir pantai setelah melepas sepatunya.
"Sayang, katanya mau mandi dulu..." kata Evan mengingatkan istrinya.
"Iya sebentar bang kita menikmati suasana dipinggir pantai dulu bang" kata Aira yang berlari kecil di pantai dengan melebarkan kedua tangannya.
Evan memotret Aira dengan berbagai momen dan gerakan.
__ADS_1
"Sini yank duduk di sini kita menikmati matahari tenggelam" kata Evan menepuk tempat disebelahnya agar sang istri duduk di sebelahnya di pasir pinggir pantai.
"Suka nggak disini yank?" Tanya Evandro menatap sang istri setelah istrinya duduk di sebelahnya.
"Suka sekali bang, bener-bener berasa liburan deh buat Aira" jawab Aira dengan mata yang berbinar seperti anak yang tak pernah liburan.
Evandro mengacak rambut Aira dengan sayang. Merasa puas dengan pilihannya untuk bulan madu.
"Langitnya cantik sekali ya bang, seandainya suatu saat kita bisa kesini rame-rane asyik kali ya bang" kata Aira.
"Ya suatu saat kita liburan bersama ke sini deh." Kata Evan.
"Beneran ya bang" kata Aira sambil menatal suaminya.
"Iya beneran" kata Evan menatap balik sang istri, kemudian melihat bibir Aira yang ranum.
Evan mencium bibir sang istri yang membuatnya candu. Aira membalas ciuman sang suami hingga lidah saling membelit. Evandro melepas pagutannya untuk mengambil nafas.
""Sayang mau makan di luar atau atau disini saja?" Tanya Evandro.
"Di luar aja bang, tapi Aira ganti baju dulu ya bang" jawab Aira kemudian berdiri dari duduknya.
Evan mengikuti sang istri masuk ke kamar.
"Iya Aira juga mau mandi dulu aja bang biar badan juga segar" kata Aira kemudian masuk kamar mandi disusul suaminya.
"Loh abang kok ikutan masuk sih" protes Aira melihat suaminya mengekor di belakangnya.
"Kan abang juga mau mandi yank. Sudah yuk kita mandi bareng aja biar cepet dan segera makan malam" jawab Evandro tersenyum jail.
Aira menyalakan air untuk mengisi bathup.
Evan melepas pakaiannya hingga polos kemudian memeluk sang istri dari belakangnya sambil membuka kancingĀ baju istrinya satu persatu.
"Abang...kita mau mandi aja, ingat biar cepat" kata Aira memperingatkan suaminya.
"Iya sayang, biar cepat maka abang bantu bukain kancingnya" kata Evan sambil mengendus leher dan daun telinga Aira membuat Aira merinding karena geli.
Tanpa sadar Aira mengeluarkan suara yang membuat Evan semakin bergairah. Kemudian memutar tubuh istrinya agar berhadapan dengannya.
__ADS_1
Evan mendekatkan bibirnya ke bibir sang istri dan memagutnya dengan lembut. Lidah mereka saling membelit. Lidah Evan bermain di leher Aira dan semakin lama semakin turun dengan tangan yang sudah tak terkondisikan.
"Bang..." suara Aira sudah mulai meracu.
"Iya sayang..." jawab Evan dengan suara serak dan mata yang sayu.
******* demi ******* sudah memenuhi ruangan kamar mandi. Hingga suara lengkuhan keduanya pun terdengar tanda lahar panas sudah menyembur.
"Aghh" suara keduanya bersamaan. Tanda akhir dari penyatuannya saat ini.
Evan mencium kening istrinya kemudian mereka melanjutkan mandinya. Evan memberikan usapanĀ sabun di punggung istrinya. Begitu sebaliknya Aira pun bergantian menyabun punggung suaminya.
Selesai mandi Aira dan Evan keluar dari villa untuk mencari makan dengan berjalan kaki karena memang lokasi tempat makannya sangat dekat sekali. Hanya beberapa rumah dari villa jasmin.
"Mau makan apa sayang, ikan bakar atau cumi atau apa?" Tanya Evan agar istrinya memilih sendiri.
"Aira mau udang, sepertinya enak deh bang" jawab Aira melihat ada pelayan rumah makannya yang sedang membawa nampan isi udang bakar.
"Okey, kalau begitu pesan udang bakar saos padang sama ikan bakar pedas dan jeruk hangat manisnya 2" kata Evandro ke pelayan rumah makan di dekat villanya.
"Baik, mau pake nasi tidak pak?" Tanya pelayan rumah makannya.
"Pake Aira nasi putihnya setengah aja mbak" jawab Aira.
"Abang mau nasi putih juga kan satu porsi?" Tanya Aira ke Evan.
"Nasinya nanti seporsi aja mbak biar kita makan berdua ya sayang" kata Evan kemudian meminta pendapat ke istrinya. Dan Aira hanya mengiyakan suaminya saja.
"Baik saya ulang pesanannya ya pak, udang bakar saos padang, ikan bakar pedas, nasi putih dan jeruk manis hangat 2 gelas" kata si pelayan rumah makannya.
"Iya mbak" jawab Aira
"Baik mohon ditunggu sebentar ya kak" kata pelayan rumah makannya itu. Kemudian pergi dari sisi meja Aira.
Sambil menunggu pesanan datang, Aira sibuk membuka ponselnya untuk melihat sosial medianya.
Aira melihat postingan dari Leo foto pernikahan Lukas dimana banyak orang memberikan ucapan selamat pada Lukas.
Aira ragu untuk ikut mengucapkan di postingan Leo. Tapi Aira berpikir jika dirinya ikut memberikan ucapan selamat untuk Lukas lebih bagus, dapat menunjukkan pada Lusy bahwa Aira dan Lukas tidak lagi ada hubungan.
__ADS_1
Akhirnya Aira ikut menuliskan ucapan selamat menempuh hidup baru semoga bahagia selalu.
"Sibuk ngapain yank, kok serius amat?" Tanya Evandro melihat raut muka istrinya serius membaca.