Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 186. Akan kucoba mendekatinya


__ADS_3

"Kakak tidak mencari pasangan anak orang berada Ra, apakah Rini belum punya pacar?" Tanya Reza.


"Kebetulan belum kak, dia mau fokus kuliah dulu baru nanti akan cari pacar setelah lulus kuliah. Rini dulu kerja di kantor bang Evan sebagai office girl, terus Aira meminta pada bang Evan untuk menjadikan asisten Aira karena anaknya cukup cerdas, cekatan juga dalam bekerja. Serta rajin dan juga jujur. Punya kepribadian yang baik menurut Aira" kata Aira.


"Kuliah semester berapa dia Ra?" Tanya Reza.


"Nanti kakak bisa bertanya langsung padanya, kalau tidak salah sih dia setahun dibawah Aira usianya kak" jawab Aira jujur.


"Akan kumencoba mendekatinya, sepertinya anaknya baik seperti yang dibilang Aira. Dan akan kukenalkan nanti sama mama dan papa jika waktunya tiba" batin Reza berencana menjadikan Rini sebagai kekasihnya menggantikan Aira dihatinya.


Entah kenapa dari awal bertemu dengan Rini, Reza merasa ada sesuatu yang membuatnya ingin mengenal lebih jauh sosok seorang Rini.


"Segar juga ya Ra makan rujak siang-siang begini" kata Reza.


"Jangan bilang kakak ikut ngidam ya" canda Aira.


"Sembarangan, mana ada laki-laki hamil" jawab Reza terkekeh.


"Siapa tahu ada gadis lain yang lagi hamil anak kakak dan kak Reza yang ngidam" kata Aira.


"Enak aja, kakak ga punya pasangan Ra. Kan kakak nungguun kamu mengenalkan ke kakak" kata Reza.


"Nah Aira sudah mengenalkan kakak untuk bisa dekat dengan Rini tadi, semua memang tergantung yang diatas sih kak. Jika kalian jodoh pasti akan jadian nantinya" kata Aira memancing Reza apakah Reza akan tertarik pada Rini.


"Doakan saja ya Ra, karena kakak dikasih waktu mama 3 bulan harus bisa mengenalkan seorang gadis pada papa dan mama. Kalau tidak kakak akan dijodohkan dengan pilihan mereka" kata Reza.


"Aira setuju kak dengan ide tante Rina. Karena kakak perlu pendamping hidup yang bisa membawa kakak meraih kebahagiaan" kata Aira membuat Reza melotit mendengar ucapan mantan kekasihnya ini.


"Kebahagian kakak ada pada kamu Ra" batin Reza menatap Aira.


"Tapi kan mereka tidak harus menjodohkan kakak hanya agar kakak punya pasangan" kata Reza


"Rini itu anaknya baik kak, Aira percaya kakak pasti akan cocok dengan Rini" kata Aira, Reza menganggukkan kepalanya dan mengakui apa yang dikatakan Aira. Karena Reza merasa bahwa Rini memang baik menurutnya.


"Ada sesuatu yang mirip denganmu di diri Rini" kata Reza saat mengenal Rini dari awal pertemuannya.


"Kakak jangan membandingkan Rini dengan Aira, kami jauh berbeda. Rini orangnya jauh lebih baik dari Aira kak. Aira mungkin terlalu manja dan kurang mandiri" kata Aira.


"Maaf Ra jika kakak membandingkan Rini denganmu. Dari awal bertemu Rini memang ada sesuatu yang membuat kakak ingin mengenalnya lebih. Cueknya dia mirip sepertimu saat kakak mengenalmu dulu" kata Reza mengingat masa remajanya bersama Aira.


"Terserah kakak saja deh, yang pasti semua pasangan tidak akan suka jika dibandingkan dengan masalalu pasangannya" kata Aira sengaja menyampaikan agar Reza sadar bahwa perempuan itu tidak suka dibandingkan dengan masalalu pasangannya.

__ADS_1


"Iya kakak paham itu" kata Reza menjeda ucapan berikutnya.


"Nanti kamu dijemput suamimu?" Tanya Reza mengalihkan pembicaraannya.


"Iya katanya sih bang Evan akan menjemput kesini setelah meetingnya selesai.


Aira kembali sibuk dengan laptopnya, begitu juga dengan Reza hingga tak terasa jam sudah menunjuk diangka 3 sore hari. Dimana suami Aira baru sampai di depan ruangan Aira dan melihat dari luar istrinya bersama patner kerjanya dalam ruangan yang sama.


Tok tok tok


Ketukan pintu membuat Aira dan Reza sama- sama mendongakkan ke arah pintu.


"Ceklek" Aira membuka pintu ruangannya.


"Abang sudah sampai?" Tanya Aira.


"Hmm" jawab Evan sambil mencium kening sang istri yang dilirik Reza.


"Abang sudah makan siang?" Tanya Aira pada suaminya.


"Sudah, apakah baby kita juga sudah makan siang?" Jawab Evan kemudian kembali bertanya.


"Sudah tadi siang makan sama Rini disini sambil ngobrol untuk memberikan pengarahan padanya" kata Aira.


"Sepertinya cocok bang" jawab Aira.


"Dia anaknya baik dan rajin selama bekerja di kantor abang" kata Evan.


"Iya Aira juga melihatnya begitu bang" jawab Aira.


"Dulu ada orang kantor yang sepertinya berusaha mendekati Rini" kata Evan.


"Siapa bang?" Tanya Aira membuat Reza langsung mendongak menatap Evan.


"Abang kurang begitu peduli yank, karena merasa bukan urusan abang kan. Itu semua urusan priibadi Rini, jadi abang tidak begitu perhatian pada yang lain" jawab Evan.


"Apakah mereka sering jalan bersama?" Tanya Reza penasaran.


"Sepertinya pernah deh Rini jalan bersama seorang laki-laki, tapi siapa kurang tahu juga ya waktu itu" jawab Evan.


"Sepertinya ada yang mulai penasaran nih" sindir Aira.

__ADS_1


"Ya kan hanya ingin tahu saja Ra" kata Reza sambil tersenyum.


"Iya hanya ingin tahu saja, itu selangkah lebih majulah kak" canda Aira membuat Evan dan Reza terkekeh.


"Jangan banyak cerita dulu ke Nayla ya Ra tentang Rini" pesan Reza.


"Tenang kak, akan aman kok sama Aira yang tidak akan banyak cerita ke siapapun" kata Aira.


"Janji loh ya biar buat kejutan nanti" kata Reza pada Aira.


"Janji kak" jawab Aira sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


"Sepertinya kami juga akan terkejut deh jika tiba-tiba akan ada undangan datang ke rumah kami" sindir Evan.


"Kan ini Aira bang yang ngenalin. Dan Reza percaya Aira tidak akan sembarangan mengenalkan sesorang pada Reza" jawab Reza.


"Duh jadi takut nih Aira, tapi Aira memang yakin dan percaya jika Rini memang gadis yang baik kak bukanlah gadis sembarangan yang dengan mudah  menerima cinta lawan jenisnya" kata Aira.


"Menurut Suryo ada sesuatu yang hampir mirip dengan Aira, mungkin dari segi sifatnya yang terlihat cuek dan agak tidak perduli dengan perkataan orang lain. Juga hatinya sangat tulus jika membantu orang" kata Evan ke Reza.


"Memangnya Aira juga punya sifat begitu bang?" Tanya Aira.


"Abang rasa Reza juga tahu bagaimana sifatmu" jawab Evan sambil melirik ke arah Reza walaupun wajahnya menghadap istrinya.


"Iya Ra benar kata bang Evan, kamu punya sifat yang seperti dibilang bang Evan" kata Reza sambil membuang nafasnya berat.


"Tapi jangan karena sifat kami ada kemiripan, kemudian kakak mau mendekati Rini hanya untuk pelampiasan" kata Aira.


"Tidak dong, kakak kan sudah janji untuk membuka hati buat gadis lain" kata Reza membuat Evan yang mendengarnya lega.


"Good, terima kasih kakakku, semoga Tuhan memberikan pasangan yang terbaik buat kak Reza" kata Aira senang.


"Aamiin, terima kasih adekku semoga kamu juga akan mendapat kebahagian bersama keluarga kecil kalian" jawab Reza jujur dan ikhlas.


"Aamiin" jawab Evan mengaminkan doa keduanya.


💥 Apartemen


Setelah sampai di apartemennya, Evan membukakan pintu mobil untuk Aira dan membantu sang istri untuk keluar dari mobilnya dengan mengulurkan tangannya agar Aira dapat berpegangan dengannya saat berdiri.


"Terima kasih pangeranku sayang" kata Aira menatap mesra sang suami dengan tangan saling menggenggam.

__ADS_1


"Sama-sama permaisuriku sayang" jawab Evan membalas tatapan mesra sang istri dengan penuh cinta.


__ADS_2