Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 191. Anaknya atau ayahnya


__ADS_3

Ridwan merupakan seorang pengusaha yang termasuk sukses dan memiliki seorang putri cantik yang akan berulang tahun ke 2 th.


Pertama kali Ridwan bertemu Aira di sebuah mall besar, dimana Ridwan sedang mencari putri kecilnya saat selesai membayar belanjaan di kasir. Ternyata putri kecilnya sedang ngobrol dengan Aira di sebuah foodcourt dengan tertawa riang.


Putri kecilnya yang bernama Riska termasuk cepat dekat dengan Aira. Aira yang senang dengan anak kecil membuat beberapa anak kecil menempel dengannya. Sejak itu Ridwan jadi berkenalan dengan Aira.


"Apakah abang pernah bertemu dengan putrinya pak Ridwan? Dia lucu sekali loh bang, Aira  dibuat gemas sama putrinya yang bernama Riska" kata Aira.


"Sejak kapan kamu dekat dengan Ridwan?" Tanya Evan ingin tahu.


"Aira ga dekat dengan pak Ridwan, hanya sekedar kenal aja. Kebetulan juga dia salah satu costumer butik Aira" jawab Aira.


"Sejak kapan kamu kenal dia?" Tanya Evan ingin tahu.


"Sejak beberapa bulan lalu" jawab Aira.


"Minggu depan ulang tahunnya Riska. Anak itu memintaku untuk datang di pesta ulang tahunnya" kata Aira


"Anaknya atau ayahnya yang mengundangmu?" Tanya Evan ketus.


"Anaknya bang, ngapain pak Ritwan mengundangku. Aku mau masak buat makan malam" kata Aira keluar dari kamarnya dan berjalan ke dapur.


Evan menetap kepergian sang istri yang keluar dari kamarnya dengan memendam rasa cemburu karena kedekatannya dengan Ridwan.


💥 Kediaman Raka Saputra


Raka dan Haikal baru sampai di kediaman Raka Saputra setelah meeting hingga malam hari. Haikal langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan badannya dan istirahat.


Haikal menyempatkan menghubungi Nayla hanya untuk sekedar ngobrol sebentar melalui sambungan ponselnya agar komunikasi bisa selalu terjalin baik.


Raka pun juga langsung membersihkan badannya dan istirahat di kamarnya karena sudah lelah dengan kegiatan dikantornya dalam sehari ini yang banyak menyita waktunya. Seorang Raka Saputra walaupun usia sudah hampir masuk kepala enam, tapi masih terlihat gagah dan berkarisma.


Banyak perempuan yang masih berusaha mendekatinya bahkan menawarkan diri untuk menjadi pendampingnya. Namun ditolak oleh Raka yang sudah tidak menginginkan siapapun menggeser kedudukan almarhumah istrinya dari singgasana hatinya.


Tiba-tiba Raka teringat akan anak gadis semata wayangnya yang sudah diperistri Evandro.


"Papa bahagia melihatmu bersanding dengan Evandro. Papa percaya Evan bisa menjaga dan membahagiakanmu nak" gumam Raka di dalam kamarnya dengan merebahkan tubuhnya dan melihat langit-langit kamarnya.


💥 Apartemen


Paginya Aira terbangun lebih awal dari biasanya.


"Sayang mau kemana, tidur lagi yank masih terlalu pagi sekarang" kata Evandro melihat istrinya mau turun dari kasurnya.


"Abang sudah bangun?" Tanya Aira menengok ke arah sang suami yang sudah memandang istrinya.


"Iya abang juga baru membuka mata" jawab Evan.

__ADS_1


"Aira lapar, mau masak nasi goreng bang" kata Aira membuat sang suami melirik jam di dinding yang masih menunjukkan diangka 3 dini hari.


"Kamu tunggu disini aja sayang, biar abang yang buatkan ya" kata Evan.


"Aira ikut abang ke dapur ya mau lihat abang masak" kata Aira.


"Ya sudah ayo, tapi kamu tungguin di meja makan aja ya" kata Evan yang dianggukin oleh sang istri.


Evan langsung menuju dapur untuk memasak nasi goreng yang diinginkan istrinya.


"Nih nasi goreng siap untuk disantap" kata Evan sambil memberikan nasi gorengnya untuk sang istri yang diberikan campuran sayur, hati ayam dan telor mata sapi serta ikan teri.


"Terima kasih ayah" jawab Aira dengan wajah yang ceria kemudian langsung disuapkan pada dirinya.


"Hemm enak bang nasi gorengnya, coba deh" kata Aira sambik memberikan suapannya pada sang suami.


"Alhamdulilah kalau enak, artinya baby ayah dan bundanya senang makan nasi gorengnya" kata Evan sambil menerima suapan dari sang istri.


"Enak kan nasi gorengnya bang" tanya Aira.


"He'em, habisin ya sayang biar kalian kenyang" jawab Evandro sambil memandang sang istri yang terlihat lahap makannya.


"Abang mau lagi?" Tanya Aira.


"Abang sudah sayang, abang belum lapar" jawab Evandro.


💥 Kampus


Seperti biasa Evandro mengantarkan istrinya ke kampus dulu sebelum menuju ke kantornya.


"Nanti abang jemput sebelum makan siang ya sayang" kata Evandro.


"Loh katanya abang ada meeting, soalnya Aira juga ada janjian dengan pak Ridwan di butik bang" jawab Aira.


"Ya sudah nanti abang jemput untuk makan siang baru akan abang antar kamu ke butik" kata Evan yang sebenarnya tidak ingin istrinya bertemu dengan Ridwan Gunawan.


"Terserah abang saja, jika abang ga repot" jawab Aira kemudian mencium punggung tangan sang suami baru turun dari mobilnya.


"Hai Ra, baru nyampai?" Sapa Vina.


"He'em, loe juga baru nyampe ya" balas Aira.


"Iya, gua kesiangan tadi" kata Vina.


"Semalam begadang?" Tanya Aira sambil tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Begitulah Ra, loe pasti merasakan juga" jawab Vina santai sambil terkekeh.

__ADS_1


Keduanya berjalan menuju kelas untuk segera mengikuti mata kuliah pagi ini bersama temannya yang lain.


Selesai kuliah siang, Aira melihat mobil suaminya sudah terparkir di tempat parkir kampusnya.


"Gua pulang duluan ya Vin itu bang Evan udah jemput" kata Aira.


"Iya gua juga langsung mau pulang, tuh suami gue udah jemput" kata Vina. Keduanya berjalan menuju ke mobil suaminya masing-masing.


"Mau makan dimana sayang?" Tanya Evan setelah Aira duduk di dalam mobilnya.


"Dimana aja, Aira lagi ga pengin milih makanan" jawab Aira.


"Kita makan di resto dekat mall BX aja mau sayang?" Tanya Evan.


"Boleh dimana aja bang" jawab Aira.


💥 Butik


Selesai makan siang bersama sang suami, Aira diantarkan ke butik oleh sang suami. Evan duduk di sofa ruangan Aira sambil melihat istrinya bekerja.


"Abang nanti meeting jam berapa, ini udah jam 13.30 bang" tanya Aira mengingat suaminya ada meeting jam 14.00.


"Kamu janjian dengan Ridwan sampai jam berapa yank? Memang ga bisa urusan baju anaknya Ridwan cukup dengan Lisa?" Tanya Evan.


"Ga bisa bang, karena Aira janjiannya dengan Riska bukan dengan pak Ridwan. Dan sampai berapanya Aira juga kurang tahu" jawab Aira.


"Sama saja janjian dengan anaknya pasti ayahnya juga akan ada kan" kata Evan menahan cemburu.


"Ya belum tentulah bang, bisa aja kan Riska datang dengan diantar sopirnya atau baby sitternya" kata Aira.


"Abang nanti berangkatnya meeting dari sini saja yank" kata Evan.


"Tumben, memang berkasnya sudah abang bawa?" Tanya Aira.


"Nanti dibawa Suryo semua berkasnya" jawab Evan dengan malas-malasan.


"Abang sakit, kok seperti lemes gitu mau meeting?" Tanya Aira.


"Kalau meetingnya bisa diwakilkan Suryo sih abang maunya disini dulu yank" jawab Evan.


"Tapi abang ga sakit kan, atau mau dibuatkan teh panas dulu?" Tanya Aira kawatir jika suaminya sakit.


"Sakitnya di dalam yank" jawab Evan membuat Aira mengerutkan dahinya heran.


Evan menunjuk hatinya yang merasa resah karena cemburu.


"Memang abang habis jatuh atau kenapa?" Tanya Aira kawatir sambil melihat dadanya yang tadi ditunjuk oleh Evan.

__ADS_1


"Abang ga ingin kamu terlalu dekat dengan Ridwan yank" kata Evan.


__ADS_2