Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 120. Jangan tinggalkan abang


__ADS_3

💥 Hotel Sanjaya


Sampai di hotel, Aira langsung turun dari mobil Evandro.


"Tunggu sayang, biar abang bantu bawa barangmu" kata Evandro.


"Terima kasih bang, tapi Aira bisa bawa sendiri" jawab Aira.


Evan tetap berjalan disebelah Aira dengan menenteng tas Aira.


"Ceklek"


Aira membuka pintu kamarnya, kemudian Aira langsung masuk dan Evan ikut masuk ke dalamnya.


"Abang pulang saja biar bisa istirahat." Kata Aira.


"Abang akan lebih bisa istirahat disini sayang, karena ada istri abang yang selalu berada disamping abang" kata Evan.


Aira hanya diam dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Reza sudah menghubungi Suryo untuk mengantarkan bajunya besok pagi-pagi ke hotel.


Suryo sempat kaget waktu Evan meminta baju diantarkan ke hotel, Suryo bertanya dengan siapa Evan di hotel. Dan Evan menjawab bahwa dia bersama istrinya membuat Suryo lega jika bosnya sudah menemukan pujaan hatinya.


"Abang ga mandi?" Tanya Aira yang sudah keluar dari kamar mandi.


"Iya sayang abang akan mandi, gerah dan lengket" jawab Evan.


Aira masih di depan cermin memakai cream malamnya saat Evan selesai mandi. Krena melihat sikap istrinya yang cuek dan dingin pada Evan, maka Evan mendekati sang istri dan memeluknya dari belakang. Evan tahu jika istrinya masih kecewa dengan dirinya.


"Sayang maafkan abang ya" kata Evan memeluk Aira dari belakang setelah melihat Aira sudah berdiri dari kursi riasnya.


"Maaf bang, Aira mau tidur" kata Aira dingin berusaha melepaskan belitan tangan Evan yang berada di perutnya.


Evandro membuang nafasnya berat mendengar ucapan sang istri. Tatapan Aira ke sang suami masih terlihat dingin.


"Jangan tinggalkan abang lagi ya sayang, abang akan melakukan apapun yang kamu minta asal kamu akan tetap ada disamping abang, menemani abang sampai kita menua bersama" bisik Evan dengan menempelkan dagunya ke pundak Aira.


"Terus terang bang, Aira kecewa dengan abang" kata Aira menjeda ucapannya  sambil menatap sang suami dari pentulan cermin.


"Katakan sejujurnya ke Aira jika memang abang masih mencintai dia (Rani). Aira akan mengikhlaskan abang untuknya. Karena Aira tidak suka dengan kebohongan" kata Aira sambil menatap lekat suaminya melalui cermin di depannya.

__ADS_1


"Sayang abang ga bohongi kamu, abang sangat mencintaimu, abang sadar jika perbuatan abang itu salah. Abang terbuai dengan rayuannya saat itu." Kata Evan menyesal telah melukai hati sang istri.


"Abang menyesal yank telah membuatmu kecewa, percayalah" kata Evan menatap kedua bola mata istrinya setelah membalikkan badan Aira agar menghadapnya.


"Abang janji tidak akan pernah mengulanginya, abang tidak akan pernah meninggalkan kamu dengan anak kita. Abang sangat mencintai kalian" kata Evan mencium perut Aira dengan posisi berjongkok dan tanpa sadar air mata Evan menetes karena kawatir jika istrinya akan meninggalkannya karena rasa kecewanya pada Evan.


"Asal kamu tahu sayang, abang sudah putus asa waktu abang mencarimu kemana-mana dan abang tidak  menemukanmu. Abang hampir gila waktu mendengar anak buah abang tidak menemukanmu, bahkan jejakmu pun tak dapat terendus olehnya." Kata Evan memelas.


Evan menatap Aira penuh kerinduan, kemudian dengan lembut Evan mencium bibir mungil sang istri. Aira yang awalnya hanya diam, lama kelamaan membalas ciuman suaminya. Ada dorongan dari dalam yang membuatnya dia juga merasakan kerinduan dengan sang suami.


Tangan Evan mulai bergerilya kemana dia inginkan. Evan membaringkan tubuh sang istri di atas ranjang empuknya dengan pelan dan tanpa melepas pagutannya. Keduanya sudah polos tanpa sehelai benangpun. Terdengar suara ******* mulai menggema mengisi keheningan di dalam kamar hotel ini.


Hasrat Evan pun semakin meningkat mendengar suara ******* sang istri.


Gairah Aira pun juga sudah memuncak minta dilepaskan kerinduannya yang selama ini dengan sang suami.


Kedua mata sayu pasangan ini sudah sama-sama diliputi gairah hingga penyatuan pun terjadi.


"Sayang, abang sangat mencintaimu" bisik Evan dengan suara seraknya. Erangan keduanya keluar secara bersamaan. Evandro menjatuhkan badannya di samping badan sang istri dengan nafas yang masih tersengal.


"Terima kasih sayang" bisik Evandro sambil memiringkan badan nghadap sang istri.


"I love you to" kata Aira.


"Maafin abang ya sayang dan berjanjilah apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan abang. Sekalipun kamu marah jangan pergi meninggal abang seperti ini" kata Evandro.


"Abang juga harus berjanji apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan Aira dan berjanjilah untuk selalu terbuka dengan Aira." Kata Aira.


"Iya sayang, untuk terbuka dan abang tidak akan pernah meninggalkanmu" jawab Evan.


"Terima kasih bang" kata Aira.


Mereka tidur malam ini dengan saling berpelukan dalam indahnya malam.


Pagi hari Evan terbangun lebih dulu karena adanya dering  telpon dari Suryo untuk mengantarkan baju Evan yang dimintanya semalam.


"Kalau sudah bertemu pawangnya sampai lupa dengan baju ganti" kata Suryo meledek sambil memberikan paper bagnya.


"Loe aja belum tahu rasanya, giliran ngrasain bisa ketagihan" kata Evan membalas candaan asistennya itu.


Aira mengerjabkan matanya dan melihat Evan sedang duduk dipinggir ranjang Aira dengan memandang sang istri.

__ADS_1


"Selamat pagi sayang" sapa Evandro sambil tersenyum, kemudian mengecup bibir sang istri.


"Pagi" jawab Aira.


"Apakah badanmu masih lelah?" Tanya Evan.


"Abang sudah mandi atau mau mandi?" Tanya Aira melihat suaminya memakai kimono handuk.


"Baru mau mandi, apakah istri abang mau ikutan mandi abang?" Tanya Evandro dengan menaikkan kedua alisnya dan bibirnya senyum-senyum.


"Nggak, Aira mau malas-malasan" jawab Aira sambil mengubah posisi tidur memunggungi suaminya hingga selimutnya tersingkap.


Evan melihat sebagian tubuh sang istri yang masih polos, melepaskan kimono handuknya dan kembali memeluk sang istri dari belakang.


Evan mengusap perut rata Aira sambil berkata


"Baik-baik di dalam ya sayang, masih kangen papa ya. Mau ditengokin papa lagi nak?" Tanya Evan membuat Aira yang mendengar jadi melotot walaupun posisinya membelakangi sang suami.


"Itu sih maunya abang" kata Aira masih memunggungi suaminya.


"Loh anak kita kan lama ga ditengokin papanya yank, pasti kangen deh" kata Evandro.


Kemudian mencium tengkuk sang istri. Aira berusaha menahan rasa geli yang dibuat oleh sang suami. Namun karena Evan terus menciumi tengkuk dan kemudian berpindah ke daun telinga, lama kelamaan terdengar juga suara ******* pelan sang istri yang membuat senyum Evan mengembang. Dan terjadilah penyatuan di pagi hari.


Setelah nafas keduanya kembali normal, Evan mengajak istrinya untuk ke dokter buat memastikan kondisi kehamilan sang istri yang sempat tertunda.


"Yank nanti kita ke dokter, abang sudah buat janji dengan dokter Calvin  pagi ini" kata Evan.


"Kan ini hari minggu bang, dokter Calvin pasti libur dong ga praktek" jawab Aira.


"Iya memang ga praktek kalau hari minggu, tapi khusus buat kita aja dia pasti akan meluangkan waktunya." Kata Evandro.


"Tapi kita nanti kan janjian dengan bang Haikal mau ke karaoke bang" kata Aira lagi.


"Iya janjian dengan Haikal kan setelah kita dari dokter Calvin yank" jawab Evandro


****


Halo gaes...


Terima kasih banyak atas atas dukungan kalian 👍🧡

__ADS_1


__ADS_2