Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 49. Pintu hati


__ADS_3

💥 Restoran


Aira duduk disebelah Evan dan Haris, sedangkan Darwis bersebelahan dengan Raka di depan Evan. Aira aibuk sengan ponselnya. Evan melirik ponsel Aira untuk mengetahui apa yang dilakukan Aira dengan ponselnya.


Ternyata Aira sedang membalas pesan yang masuk ke ponselnya yang tertera nama Lukas disitu.


"Untuk apa lagi dia menghubungimu?" Bisik Evan datar.


Aira kaget kemudian secara otomatis tangannya langsung mematikan layar ponselnya dan menatap Evan bingung mau menjawab apa.


Aira langsung meletakkan ponselnya kembali di meja. Darwis melihat tatapan mata Evan ke Aira saat Evan berbisik ke Aira.


"Abang besok abang dan kak Aini menginap di rumah papa aja" bisik Aira ke Haris.


"Kenapa memangnya?" Tanya Haris mengernyitkan dahinya.


"Gapapa, Aira kangen aja sama kak Aini, tapi jangan bilang papa dan bang Evan" bisik Aira ke Haris


"Okey, tapi abang ga janji ya" kata Haris pelan. Dan Aira hanya memganggukkan kepalanya.


"Ada apa?" Tanya Evan ke Aira.


"Bukan apa-apa bang" jawab Aira santai tanpa menatap ke Evan.


Sambil menikmati makanannya Aira seolah ga peduli dengan Evan. Evan yang tahu perubahan sikap Aira sudah dapat memastikan bahwa Aira pasti marah karena teguran Evan tadi saat ada pesan masuk dari Lukas ke ponsel Aira. Evan sengaja mendiamkan Aira mau melakukan apapun yang dia mau.


"Pah tadi dikantor kok Aira ga lihat bang Haikal sih?" Tanya Aira.


"Abangmu lagi luar kota hari ini dan mungkin baru bisa pulang besok" jawab Raka.


"Yah kenapa ga ajak Aira sih, kan Aira mau juga ikutan kalau cuma sehari atau dua hari" kata Aira.


"Memang kamu ga kuliah apa dek?" Tanya Haris.


"Hehehe gapapa libur dulu lah bang" jawab Aira sambil terkekeh.


"Kamu liburnya nanti aja habis nikah sekalian bulan madu dek" kata Haris.


"O iya Van, rencana mau bulan madu kemana?" Tanya Haris.

__ADS_1


"Iya belum sempat kepikir Ris, karena beberapa hari ini sibuk urusan ada yang ngambek" jawab Evan membuat yang lain jadi tertawa mendengar jawaban Evan.


Aira langsung melotot ke Evan.


"Memang siapa yang ngambek bang, Aira cuma diam aja kok" kata Aira.


"Iya diam ga mau bicara" kata Evan.


"Kalau lagi marah sama Haikal ya begitu dari dulu diam ga mau bicara sama Haikal" kata Haris sambil terkekeh dengan tangannya mengusap puncak kepala Aira.


"Aira manja ya kalau di apartemen?" Tanya Haris.


"Ya kan memang Aira manja orangnya ya" jawab Evan sambil menaik turunkan alisnya ke Aira.


"Apa Aira juga mau masak buat kalian makan?" Tanya Raka.


"Iya om, rajin dia masak. Pagi-pagi sudah buat sarapan" jawab Evan senang mengingat setiap pagi selalu sarapan bersama.


Selesai makan dan ngobrol bersama, Raka dan Darwis kembali ke kantornya karena nanti akan ada pertemuan dengan kliennya di restoran dekat kantor. Haris langsung kembali ke rumah, sedangkan Aira akan diantar Evan untuk pulang ke rumah Raka.


"Tadi Lukas bilang apa ke kamu lewat kiriman pesannya?" Tanya Evan setelah mereka sudah di dalam mobil Evan.


"Lupa atau ga mau cerita" kata Evan menatap Aira yang masih belum menjalankan mobilnya.


"Abang tahu kan kalau Aira sudah ga ada apa-apa dengan kak Lukas" kata Aira.


"Itu menurut kamu, kalau ternyata Lukas masib menganggap kamu kekasih bagaimana?" Tanya Evan membiat Aira diam saja tanpa dapat menjawab pertanyaan Evan.


"Yang pasti buat Aira saat ini bahwa Aira ga ada hubungan apapun dengan kak Lukas." Jawab Aira.


"Boleh abang meminjam ponselmu?" Tanya Evan.


"Buat apa bang?" Tanya Aira.


"Abang mau pinjam sebentar aja" jawab Evan.


Dan dengan berat hati Aira memberikan ponselnya ke Evan. Aira memandang ponselnya yang sudah ditangan Evan.


Evan membuka pesan yang dikirimkan Lukas ke Aira yang mengatakan bahwa Lukas masih sangat mencintai Aira dan meminta Aira percaya bahwa Lukas akan segera menceraikan Lusy dan akan kembali merebut hati Aira dari Evandro.

__ADS_1


"Aira bagaimana perasaan kamu yang sebenarnya ke Lukas?" Tanya Evan.


"Bang sudah berapa kali Aira bilang, kalau Aira ga ada perasaan apa-apa lagi sama dia." Jawab Aira.


"Kalau memang kamu sudah tidak ada hubungan lagi dengannya kenapa nomernya ga kamu blok" kata Evan menatap Aira menahan kesal karena pesan yang dikirimkan Lukas ke Aira.


"Aira bukan orang yang seperti itu bang" kata Aira.


"Hatimu belum kamu buka buat abang, tapi untuk dia kamu juga belum menutupnya" kata Evan dingin.


"Maaf bang, Aira pulang naik ojol aja kalau abang mau ke rumah bang Haris biar ga kemalaman" kata Aira mengalihkan pembicaraan.


Evan langsung mulai menjalankan mobilnya agar Aira ga keluar dari mobil Evan.


"Kamu marah sama abang saat abang ga cerita tentang Rani, tapi bagaimana dengan abang jika tahu mantan kekasih calon istrinya masih dicintai pria lain" kata Evan . Aira tidak berucap sepatah katapun.


"Maksud abang apakah abang akan melalukan hal yang sama ke Rani dengan mengatakan bahwa abang akan kembali padanya" kata Aira mulai terbawa emosi Evan.


Evan mengerem mobilnya dan meminggirkannya. Kemudian menatap Aira dalam.


"Apakah kamu berharap aku mendekati Rani lagi, baik akan aku lalukan jika itu membuatmu puas" kata Evan memancing cemburu Aira.


"Terserah abang saja, kalau memang abang ingin kembali lagi padanya. Kita batalkan pernikahan kita nanti. Dan mulai esok hari jangan pernah temui Aira lagi" jawab Aira.


Aira langsung keluar dari mobil Evan dan masuk ke dalam taksir yang sedang berhenti tak jauh dari mobil Evan.


Evan langsung lari keluar untuk memanggil Aira saat Aira keluar dari mobilnya dan berlari menuju taksi di depannya. Namun Aira sama sekali tidak menengok ke Evan melainkan meminta sopir taksinya untuk segera menjalankan mobilnya ke rumah.


💥 Kediaman Raka


Sesampainya Aira di rumah, Aira langsung langsung masuk ke kamarnya dan menguncinya tanpa mau mendengarka panngilan Evan yang selalu mengikutinya dari belakang.


"Aira tolong buka pintunya, abang mau bicara" kata Evan sambil mengetuk pintu kamar Aira. Namun Aira tak menjawab panggilan Evan, bahkan dirinya langsung berganti pakaian dan mandi ke kamar mandi tanpa menghiraukan gedoran pintu dari Evan.


"Maafkan aku bang, mungkin benar apa yang abang bilang bahwa pintu hati ini belum terbuka buat abang dan belum juga tertutup sempurna buat kak Lukas. Tapi Aira juga punya perasaan bang, bagaimana bisa Aira mau menikah dengan tapi hati Aira masih untuk orang lain" gumam Aira di dalam kamar mandinya.


"Aira masih berusaha menghapus nama kak Lukas dari hati ini bang. Aira bukan orang yang bisa mendua bang" kata Aira bicara sendiri dengan merendamkan badannya di bathup.


"Jika benar abang masih mencintai Rani dan akan kembali padanya silahkan saja, tapi batalkan dulu perjodohan diantara kita sekarang" kata Aira lirih di dalam bathupnya sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2