
"Dia anak dari om Darwis teman papa dan teman kami semua saat kecil" jawab Aira.
"Kenapa loe ga sama dia sih dari pada kak Lukas" kata Rio tiba-tiba membuat Aira melotot.
"Hai kamu ngomong apa Yo, dia udah pacar" jawab Aira yang tidak mengetahui jika dibelakangnya sudah berdiri Lukas dan Leo.
"O jadi kalau belum pacar, kamu mau sama dia gitu" ketus Lukas membuat Aira dan Rio melotot kaget.
"Maksud kakak apa, memang Aira itu ga ada apa-apa sama bang Evan" kata Aira mencoba tenang.
"Ga apa-apa tapi mesra ya saat pacar kamu tidak melihat" kata Lukas dingin.
"Sudah masalah kalian selesaikan nanti saat kalian ada waktu, sekarang kalian sedang ada acara disini" kata Leo.
Evan melihat dari kantin saat Aira bertemu dengan Rio, kemudian datang Lukas yang membuat Aira dan Rio kaget. Semua tak luput dari pandangan Evan. Ada rasa tidak terima melihat Lukas menggenggam tangan Aira dan mgajaknya jalan menjauh dari para sahabatnya.
"Mau kemana mereka" batin Evandro.
"Bang, pagi-pagi jangan ngelamun." Haikal memanggil Evandro sambil menepuk pundaknya.
"Eh ya kenapa Kal" tanya Evan kaget.
"Abang ngelamunin siapa sih pagi-pagi gini" tanya Haikal.
"Ga ada" jawab Evandro kemudian mengambil ponselnya dan melihat apakah ada notifikasi masuk.
Di saat istirahat makan siang, Aira lebih memilih duduk di perpustakaan dari pada harus di kantin ketemu dengan Lukas yang masih cemburu. Aira sengaja menghabiskan waktunya dengan membaca buku di perpustakaan sambil makan roti yang tadi pagi dibawanya dari rumah.
Rio mencari Aira di kantin tapi tak menemukannya.
"Aira dimana Yo?" Teriak Lukas melihat Rio datang.
"Loh emang ga bareng sama kak Lukas ya, berarti dia ke toilet dulu kali kak" jawab Rio
Kemudian Rio duduk bergabung dengan teman yang lain agar tidak banyak ditanyain Lukas tentang Aira. Rio yang tahu sifat Aira, sudah dapat memperkirakan bahwa Aira pasti ada di perpustakaan. Kemudian Rio mencari Aira di perpustakaan.
Aira asyik membaca buku di perpustakaan.
"Hai Ra, loe sendirian?"sapa Rio tiba-tiba.
"Eh Rio, iyalah kan Vina pasti dah pulang ke kosan lagi" jawab Aira.
"Kalau gue temani ada yang cemburu ga?" Tanya Rio pelan kawatir seperti kejadian beberapa jam yang lalu yang ternyata ada Lukas dibelakangnya.
"Duduk aja Yo, gue pusing ngadepinnya" kata Aira.
__ADS_1
"Memang salah ya aku pulang dengan bang Evan, dimana dia udah seperti abang gue sendiri kaya gue ke bang Haris. Lagian adiknya bang Evan juga sekarang jadi maba di sini." Cerita Aira.
"Gue juga heran loh kak Lukas secemburu itu sama bang Evan." Kata Rio.
"Tapi memang gue ngakuin sih Ra, kalau bang Evan pantas untuk di cemburuin. Karena kak Evan itu terlihat sempurna sebagai cowok. Dan lagi bang Evan ke loe kelihatan sayang banget sih" kata Rio.
"O ya, tadi waktu di kantin gue ketemu kak Lukas. Dia nanyain loe ke gue dan gue jawab aja mungkin loe lagi di toilet" kata Rio sambil tertawa sendiri.
"Hehehe sok tahu loe ya pake bilang gue ke toilet segala" kata Aira ikut tertawa sambil mereka jalan keluar dari perpustakaan.
Selesai acara kegiatan kampus, Aira duduk di kantin dengan Anggi kemudian menghubungi Haikal, sedqngkan Anggi menghubungi Evandro.
"Nungguin siapa Ra?" Tanya Leo yang dibelakangnya ada Lukas.
"Nungguin abang jemput kak" jawab Aira santai tanpa mempersulikan Lukas.
"Abang yang mana?" Tanya Lukas ketus.
"Bang Haikal" jawab Aira singkat.
"Kak bang Haikal bisa dihubungi ga, ini bang Evan ga bisa Anggi dihubungi" tanya Anggi.
"Coba lagi aja Nggi, kelihatannya mereka masih di cafenya kak Aini deh sama bang Haris juga" kata Aira. Lukas mendengar percakapan Aira dan Anggi hanya diam saja tanpa bersuara.
Kemudian Aira menghubungi Evandro, karena menghubungi Haikal tidak ada jawaban.
"Derrt...derrt... " ponsel Evan bergetar
"Halo adik abang sayang" sapa Evandro
"Abang dimana, ini Anggi sama Aira sudah nungguin di kantin" kata Aira.
"Okey, abang sama bang Haikal di jalan sebentar lagi nyampe deh" kata Evandro. Kemudian Aira menutup ponselnya.
"Loh udah ditutup ya, wah nih anak ga sopan sama abangnya." Kata Evandro sambil geleng-geleng kepala.
"Aira ya bang yang telp, seperti dia lagi capek deh" kata Haikal.
"Iya nanti kita makan siang dulu aja ya Kal di resto dekat kampus Aira setelah kamu jemput Aira" ajak Evandro.
"Siap bang" jawab Haikal.
"Maaf kak, Aira nanti dijemput bang Haikal, jadi Aira ga pulang sama kak Lukas ya" kata Aira ke Lukas setelah menghubungi Evandro.
"Bang Haikal atau bang yang lain" kata Lukas ketus.
__ADS_1
"Bang Evan kesini karena jemput Anggi bukan Aira." Kata Aira.
"Itu modus aja, bilang aja kamu juga senang kan kalau dia kesini dengan alasan jemput yang lain." Kata Lukas.
"Kak tadi Aira sudah jelaskan semuanya bahwa kami tidak ada hubungan seperti yang kak Lukas katakan"kata Aira.
"O ya mungkin nanti malam aku juga ga bisa datang ada acara dari gereja" kata Lukas.
"Iya silahkan aja kak" jawab Aira santai.
"Hai sayang, sudah selesai?" Tanya Evandro ke Anggi setelah Evandro dan Haikal sampai di kampus kembali.
"Iya udah, tadi hp Anggi mati bang makanya Anggi minta kak Aira hubungi abang" kata Anggi sambil melirik ke Lukas.
"Iya tadi kak Aira udah telp ke abang" kata Evan.
"Anggi yang minta tolong ke kak Aira sih bang" kata Anggi.
"Terima kasih ya adek abang" kata Evandro ke Aira sambil mengusap pucuk rambut Aira.
"Iya bang sama-sama" jawab Aira bingung karena ada Lukas di depannya.
"Bang tadi buku Aira dari Vina ada di abang kan?" Tanya Aira ke Haikal.
"O iya masih di mobil bang Evan, ntar deh diambil" jawab Haikal.
"Loh kamu belum pulang Lukas" sapa Haikal yang duduk di depan Aira.
"Iya bang lagi nemeni Aira nungguin abang" jawab Lukas.
"Makasih ya sudah ditemani" kata Haikal.
"Iya bang, biar ga diambil sama yang lain" kata Lukas. Haikal hanya tersenyum. Sedangkan Aira hanya diam pura-pura ga dengar dengan memainkan ponselnya.
"Apaan yang di mobil abang Kal?" Tanya Evan tanpa memperdulikan omongan Lukas walaupun Evandro tahu maksud dari ucapannya itu untuk Evan.
"Bukunya Aira tadi bang" jawab Haikal.
"Ya nanti diambil aja sekalian kita ke parkuran, lagian mobil kita juga sebelahan" kata Evan.
"Ayo bang, Anggi udah lapar" bisik Anggi.
"Okey, siap sayang" kata Evan sambil mengacak rambut Anggi.

__ADS_1