
"Loh kak Reza mau ikut ke Bogor juga?" Tanya Aira heran.
"Iya mau beli asinan juga Ra, kakak ikut ngidam" jawab Reza sambil tertawa yang dibarengi dengan Haikal dan Aira yang langsung tertawa.
"Boleh ikut bumil kan?" Jawab Reza kemudian balik bertanya.
"Boleh aja sih, tapi Aira jadi ga enak sama kak Reza takut ngrepotin urusan kantor kak Reza." jawab Aira.
"Reza aja yang cari-cari kesibukan dek" sahut Haikal.
"Rio sama Vina ga kamu ajak dek?" Tanya Haikal.
"Nggak bang, takutnya nanti mobil kita ga muat. Karena kalau ajak Rio kan ga enak kalau ga ajak Anggi juga bang" jawab Aira.
"Sedangkan kalau Anggi juga diajak, takut kalau mobilnya ga muat" tambah Aira.
"Benar juga sih" kata Haikal.
"Bilang aja loe ngarep Vina ikutan kan?" Tanya Reza.
"Loh emang abang ga kasih kabar Vina?" Tanya Aira.
"Nggak, abang kira kamu akan ngajakin Vina" jawab Haikal.
"Kan kalau ajak Vina nanti kedengeran Rio juga ga enak bang kalau Aira yang ngajakin. Kalau abang yang ngajakin kan beda di mata Rio seandainya Rio tahu" kata Aira.
"Ya sudah tidak masalah Vina juga kelihatannya hari ini sibuk sih dek" kata Haikal.
"O iya dia siang ini mau ada janjian nemenin teman kosnya ke mall" kata Aira yang baru ingat bahwa kemarin Vina sempat cerita kalau hari ini Vina akan menemani teman kosnya nyariin kado.
Sampai di tempat asinan Bogor, Haikal melihat ke belakang dimana adeknya sedang tertidur.
"Dek bangun, sudah sampai tempat asinan sayang" kata Haikal yang membangunkan Aira.
Reza ikut menengok ke belakang melihat mantan kekasihnya tertidur.
"Capek kali Kal adek loe, nyenyak sekali tidurnya" kata Reza sambil tersenyum sendiri melihat wajah mantan kekasihnya tertidur dengan nyenyak.
Aira membuka matanya melihat ke Reza dan Haikal bergantian, kemudian melihat ke kaca kanan dan kirinya.
"Sudah sampai ya bang" tanya Aira.
"Sudah sayang, untung ada Reza. Abang ga tahu tempatnya lagi" jawab Haikal.
Aira tertawa kecil "Aira juga tidak tahu lokasinya bang".
"Terus kalau pada ga tahu lokasinya semua, tadi gimana bisa sampai tempatnya coba?" Tanya Reza, mereka semua tertawa bersama..
"Ya dicari lewat brossing aja dong kak" jawab Aira sambil keluar dari mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh Reza.
Reza memang terbiasa membukakan pintu mobil jika pergi rame-rame dengan teman atau keluarganya.
"Terima kasih kak" kata Aira.
"Sama-sama" jawab Reza santai.
"Ayo duduk sini dek" kata Haikal menunjuk bangku disebelahnya.
"Mau asinan buah apa asinan sayur bumil?" Tanya Haikal setelah pelayan asinannya datang.
"Aira asinan sayur aja bang, terus nanti Aira mau bungkus asinan buahnya 2 sama bang Evan" kata Aira.
"Saya asinan sayur juga deh" kata Haikal.
"Saya sama, asinan sayur" kata Reza ke pelayan asinannya.
__ADS_1
Aira mengeluarkan ponselnya, ternyata banyak pesan masuk dari suaminya. Aira membalas pesannya dan mengatakan bahwa dirinya baru sampai lokasi dan tadi diperjalanan Aira tertidur.
Aira mulai memainkan tombol huruf di keypad untuk mengirim pesan pada sang suami.
🗨 "Bang, mau dibelikan asinan sayur ga, ini Aira bungkus asinan buahnya 2 porsi" Aira
💭 "Boleh yank, abang dibungkusin asinan sayur juga ya sayang. Dan itu belinya asinan buah jangan hanya 2 bungkus, ntar kamu kurang yank. Lagian kan asinan buahnya itu bisa di makan besok-besok lagi yank" Evan.
🗨 "Iya nanti Aira nambah kalau abang kurang" Aira
💭 "Ya sudah jangan pulang terlalu malam ya sayang" kata Evan.
Aira tidak bercerita bahwa mereka pergi bertiga dengan Reza, begitupun dengan Evan yang juga tidak menanyakan dengan siapa saja istrinya pergi.
🗨"Tapi nanti Aira mau ke HR butik juga bang, apa kita ketemu disana kalau Aira langsung ke sana?" Aira.
💭"Boleh nanti waktu perjalanan kabarin abang aja ya sayang, selamat makan semoga Evan juniornya senang" Evan
🗨 "Terima kasih bang" Aira.
Kemudian Evan keluar dari kantor untuk meeting dengan didampingi Suryo sang asisten.
"Kenapa senyum-senyum sendiri dek?" Tanya Haikal.
"Ini bang Evan, katanya jangan hanya beli 2 porsi asinan buahnya. Aira disuruh beli banyak buat stok kali di rumah" kata Aira terkekeh.
"Kamu masih sama dari dulu Ra, tidak banyak berubah" batin Reza melihat tingkah manja Aira.
"Dek kita bikin cafe karaoke yuk, mau ga?" ajak Haikal. Aira berpikir sejenak sebelum menjawab ajakan abangnya.
"Boleh juga tuh bang, tapi mau dimana lokasinya?" Tanya Aira.
"Tapi kamu boleh ga sama bang Evan kerja ya" Tanya Haikal lagi.
"Tapi bang Evan pasti akan menanyakan kegiatanmu setiap harinya dong" Kata Haikal.
"Iya sih, tapi nanti Aira pikir lagi deh" jawab Aira.
"Kalian mau bikin usaha keluarga atau cuma kalian berdua saja?" Tanya Reza
"Sementara kami berdua aja dulu" jawab Haikal.
"Boleh ga kalau gue ikutan gabung bro?" Tanya Reza ragu.
"Boleh aja" jawab Haikal.
"Silahkan kak, cuma kami belum membahas mau seperti apa cafe karaokenya itu nanti" kata Aira.
"Kalau begitu bisa kita bahas disini saja sekalian" usul Reza.
"Benar juga dek" kata Haikal.
Kemudian mereka bertiga makan asinan sayur sambil membahas bisnis baru mereka.
Selesai makan asinan dan Aira sudah membungkus asinan buahnya 5 porsi serta asiinan sayurnya seporsi untuk sang suami, mereka kembali masuk ke dalam mobil.
Diperjalanan Aira membuka ponselnya untuk mengirimkan pesan pada sang suami setelah melihat jam di pergelangan tangannya. Aira mengatakan bahwa Aira sekarang sudah perjalanan pulang menuju ke HR butik agar tidak terlambat. Karena Aira sudah mendapat pemberitahuan melalui pesan singkatnya langsung dari pemilik HR butik ini.
"Bang nanti Aira ga ke apartemen ya, Aira minta diturunin di butik saja. Karena Aira janji untuk kesana sore ini" kata Aira.
"Okey sayang, terus abang sudah tahu belum atau ada Nuri disana?" Tanya Haikal.
"Ada bang Haikal nanti pulang kantor mau langsung ke sana juga" jawab Aira.
"Butik apa sayang disana? Kamu mau beli pakaian?" Tanya Haikal.
__ADS_1
"Nggak mau ikut belajar jadi model hehehe diajak sama pemilik butiknya bang kemarin waktu Aira belanja kesana sama bang Evan." kata Aira.
"Kamu mau jadi model sayang, kamu harus ijin dulu sama suamimu loh, jangan main sembarang terima" kata Haikal kawatir.
"Abang kenapa kawatir sih, tadi pagi bang Evan juga nggak kasih ijin. Tapi Aira bilang kalau ini diajak langsung pemiliknya dan Aira hanya sekali ini aja ikutan cuma mau cari pengalaman aja" kata Aira.
"Ya sudah kalau bang Evan sudah tahu dan mengijinkan" kata Haikal.
"Memangnya di butik apa sih dek?" Tanya Haikal lagi, Reza hanya mendengarkan sambil menyalakan radio yang memutar alunan lagu.
...Sulit ku melangkah pergi...
...Bila kau masih di sini...
...Gagal diriku melupa...
...Tiap engkau menyapa ...
...Aku masih menyayangimu...
...Aku masih cinta padamu...
...Bila masih saja kita bertemu...
...Semakin susah hati ini untuk...
...Melupakanmu ...
...Telah kuhapus fotomu...
...Dari bingkai di kamarku...
...Tapi masih ada wajahmu...
...Singgahi mimpi-mimpi ...
...Aku masih menyayangimu...
...Dan aku masih cinta padamu...
...Bila masih saja kita bertemu...
...Semakin susah hati ini untuk...
...Tuk melupakanmu ...
...Selalu...
...Kau buatku...
...Luluh dengan kata-katamu...
...Semakin kuhindari...
...Semakin aku ingin bertemu...
***
Memang ternyata tidak mudah ya untuk melupakan masalalu itu....
Aduh lagunya Reza banget tuh yang nelum bisa move on...🙂
Jangan lupa berikan dukunganmu dengan memberikan LIKE, KOMEN, HADIAH & VOTE
Terima kasih 😉🙏
__ADS_1