
"Enak ga Ra rujaknya?" Tanya Reza.
"Enak, kakak beli dimana sih?" Tanya Aira santai.
"Di dekat perum" jawab Reza.
"O pantesan enak, ngantri dong kak tadi?" Tanya Aira.
"Kebetulan ga ngantri deh dan hanya nungguin seorang saja" jawab Reza, Evan semakin cemburu dibuatnya dengan keakraban keduanya.
"Kalian sepertinya udah langganan deh" kata Rio.
"Itu langganan mama gue sih Yo, Aira hanya sekali gue kok ajak mampir ya Ra karena pesanan mama aja saat itu" jawab Reza jujur.
"Ra bantu jawab dong" Reza meminta bantuan Aira.
"Biarkan saja Rio kepo kak, malas Aira jawab pertanyaan Rio" kata Aira santai membuat Evan berdehem.
"Ehem" Evan berdehem kemudian minum air mineral Aira sedikit. Aira menatap suaminya yang juga menatapnya.
"Makan dulu sayang jangan sambil bicara" kata Evan pelan dan tegas memberikan peringatan ke istrinya. Kemudian Evan mencium pucuk kepala istrinya.
Reza sadar Evan cemburu dengan dirinya.
Nasi goreng yang di pesan Evan datang bersaman dengan pesanan Reza yang memang pesannya lebih dulu walaupun berbeda menu. Reza pesan beef steak.
""Hmm enak sayang, coba deh" kata Evan kemudian menyendokkan nasi goreng dan menyuapkannya ke sang istri. Agar Aira kemasukan nasi siang ini.
"Hhm iya enak bang" kata Aira sambil melihat ke Evan.
Haikal membuka suaranya mengikuti lantunan lagu yang berputar. Begitupun dengan Anggi dan lainnya yang belum memulai makan siang mereka.
Akhirnya nasi gorengnya Evan makan berdua dengan bergantian menyuapi ke sang istri, kemudian menyuapkan dirinya sendiri yang membuatnya bahagia karena istrinya mau makan bersamanya walaupun tadi sempat marah.
Selesai Aira makan rujak dan nasi goreng yang disuapi sang suami, Aira sesekali ikut bersuara melantunkan lagu yang masih berputar.
"Asyik juga ya kita karaoke rame-rame begini" kata Aira tanpa sadar dia membuka cerita masa lalunya.
"Memang dulu kamu suka karaokean dengan siapa aja dek?" Tanya Haikal penasaran.
Aira melihat ke Reza seolah meminta bantuan jawaban karena bingung mau menjawabnya.
"Kadang berdua kadang rame-rame juga dengan teman gue" jawab Reza santai, Reza yang tahu bahwa Aira meminta bantuan menjawab karena kawatir akan salah paham dengan suaminya yang begitu cemburuan bahkan bertambah posesif sejak Aira pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Evan tahu jika sang istri bingung menjawab pertanyaan abangnya. Dan Reza yang peka akan hal itu langsung membantu menjawab.
"Begitu banyakkah kenangan kalian walaupun hanya setahun kalian dekat" batin Evan yang melihat keakraban Reza dan Aira.
Merka duduk di sofa panjang dengan urutan Evan, Aira, Rio, Anggi, Vina, Haikal dan Reza yang juga berada di ujung.
"Apa yang kamu sembunyikan dari abang sayang?" Tanya Evan ke sang istri dalam hatinya yang nantinya akan Evan cari tahu atau tanyakan langsung ke Aira.
💥 Apartemen Evan
Evan berhasil membujuk sang istri pulang ke apartemen setelah begitu banyak alasan Evan agar Aira mau kembali.
"Tadi vitamin dari dokter Digna belum kamu minum kan sayang, sekarang di minum dulu. Tapi obat mualnya diminum besok pagi saja ya" kata Evan kemudian menyiapkan vitamin untuk sang istri setelah mereka berdua makan malam.
"O iya tadi abang mau ajak kamu belanja susu ibu hamil jadi lupa" kata Evan.
"Ya sudah besok saja bang, biar Aira sendiri saja yang belanja." Kata Aira.
"Tidak sayang, besok kamu belanja dengan abang." Jawab Evan tegas.
"Memang besok abang ga ke kantor?" Tanya Aira
"Sepulang abang dari kantor, baru kita belanja" jawab Evan.
"Besok setelah Aira pulang dari kuliah aja bang sekalian mampir sama Nuri." Kata Aira keukeuh.
"Ogah, Aira bisa belanja dengan Nuri terus langsung pulang" kata Aira.
"Kenapa sih maunya belanja sendiri, memang besok kamu mau ketenu sama siapa?" Tanya Evan ketus merasa curiga kalau istrinya janjian dengan Reza di tempt belanja.
"Ketemu sama penjualnya" jawab Aira asal kemudian tidur drngan posisi memunggungi sang suami.
Evan memeluk sang istri dari belakang.
"Yank kamu dulu sama Reza sesering apa jalan bersama dan karaokean?" Tanya Evandro ingin tahy.
"Dari mana abang tahu Aira sering karaokean dengan kak Reza?" Tanya Aira sambil mendongakkan kepalanya ke sang suami.
"Seberapa sering kalian jalan bareng?" Tanya Evan lagi dengan nada suara datar.
"Emm ga setiap hari sih, karena kita kan hampir setiap hari juga biasa berangkat dan pulang bersama" jawab Aira.
"Apakah abang dan papa tahu kalau kalian sering ke karaoke?" Tanya Evan.
__ADS_1
"Nggak" jawab Aira singkat.
"Kenapa ke karaoke hanya berdua?" Tanya Evan menyelidik.
"Ya karena kalau bertiga motornya ga muat" jawab Aira.
"Kalian boncengan naik motor?" Tanya Evan.
"I-iya" jawab Aira ragu. Evan diam saja dan suasana sejenak hening.
"Seberapa besar cintamu untuk dia dibanding ke Lukas?" Tanya Evandro.
"Aira ga pernah menimbang bang" jawab Aira mencoba bercanda sambil merubah posisi memutar menghadap sang suami.
"Yang jelas semua itu masa lalu Aira. Dan sekarang Aira sudah hidup dengan abang" kata Aira lagi sambil menatap kedua bola mata snag suami dengan kedua tangannya memegang kedua pipi sang suami dan Aira mencium bibirnya.
Evan tak menyiakan kesempatan itu, dengan cepat Evan menahan tengkuk istrinya dan mencium bibir mungil sang istri lembut yang makin lama semakin menuntut lebih. Sehingga terjadilah penyatuan yang membuat Evan tumbang dan menjatuhkan dirinya di sebelah Aira.
Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ada dibenak Evandro untuk sang istri, namun terhenti karena kegiatan panasnya. Namun setelah nafasnya kembali normal, Evan melanjutkan bertanya ke sang istri.
"Sayang apakah masih ada cinta dihatimu untuk Reza?" Tanya Evan hati-hati agar sang istri tidak tersinggung.
"Kenapa abang bertanya begitu?" Tanya balik Aira.
"Karena abang melihat dimata Reza masih banyak cinta untukmu." Jawab Evan.
"Ya itu haknya kak Reza, Aira pernah bilang ke kak Reza untuk membuka hatinya ke perempuan lain yang mungkin lebih segalanya dari Aira" kata Aira.
"Terus dia jawab apa?" Tanya Reza.
"Katanya sih nantinya juga akan membuka hati untuk yang lain, tapi belum sekarang" jawab Aira.
"Apakah abang pernah ketemu kak Reza waktu Aira pergi?" Tanya Aira.
"Reza cerita ke kamu?" Tanya balik Evan.
"Kak Reza tidak cerita, Rio yang cerita katanya abang datang ke kak Reza dan menuduhnya menyembunyikan Aira" jawab Aira.
"Ya wajar dong abang datang ke sana dan menuduhnya. Bukannya kalian masih berhubungan dekat dengannya? Siapa tahu kamu lari bersembunyi disana" kata Evandro meninggikan suaranya.
"Sebenarnya kalau Aira mau memang Aira bisa sementara menginap di apartemen kak Reza, tapi Aira tidak ingin melibatkan orang lain dalam urusan kita" jawab Aira.
"Terus kamu di hotel itu apakah Lukas yang membantumu?" Tanya Aira.
__ADS_1
"Tidak juga Aira melibatkan kak Lukas, dia sudah bahagia dengan istrinya" jawab Aira.
"Kalau dia sudah bahagia kenapa kemarin harus menyanyikan lagu itu?" Tanya Evan.