Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 180. Dimana Aira


__ADS_3

"Memangnya kenapa Vin, loe mau ajak gue jalan ya" tebak Aira.


"Iya tadinya, kalau loe ga ke kantor" kata Vina.


"Besok aja kita jalan yuk, nanti gue minta ijin dulu ke abang" kata Aira.


"Nanti malam aja kita janjian lagi, gue juga mesti minta ijin dulu ke suami gue dulu" kata Vina.


Aira memberikan jempolnya pada Vina tanda bahwa Aira setuju.


"Gue pulang duluan ya Vin atau loe mau bareng gue? Tanya Aira.


"Terima kasih Ra, gue pulang sendiri saja" jawab Vina yang kemudian mencari ojol untuk mengantarnya pulang.


💥 Kantor


"Kita ada meeting lagi nanti jam berapa Sur?" Tanya Evan selesai meeting di kantor sang klien.


"Nanti siang jam 2 tuan di hotel Purnama" jawab Suryo.


Evan melihat jam di pergelangan tangannya dimana waktu menunjuk pada jam 11.06. Tanpa jika sebentar lagi sang istri akan menuju ke kantor untuk makan siang bersama.


Disaat Evan baru saja turun dari mobil dan berjalan ke arah lift, ada sebuah mobil yang baru berhenti di lobby kantor. Suryo sang asisten menengok ke arah mobil yang baru berhenti.


"Ada nyonya Aira baru saja sampai di lobby tuan" kata Suryo yang berjalan di belakang sang bos untuk memberitahukan bahwa nyonya bosnya datang.


Evan berhenti dan menengok ke belakang ke arah lobby kantor.


Evan berhenti untuk menunggu istrinya dan memandang sang istri yang sedang turun dari mobil dibukakan pintunya oleh Nuri. Aira jalan ke arah lift, namun matanya menatap ke meja resepsionis untuk menyapa para karyawan suaminya sebelum melihat adanya sang suami yang sedang berdiri menunggunya.


Evan merentangkan kedua tangannya menyambut sang istri yang sedang jalan ke arahnya setelah menyapa para karyawannya.


"Sayang baru sampai juga?" Tanya Evan sambil mencium kening sang istri dengan tangan memeluk erat istrinya setelah mendapatkan ciuman di punggung tangannya oleh sang istri.


Aira menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan jawabannya.

__ADS_1


"Dari meeting di luar ya sayang?" Tanya Aira yang juga memeluk lengan sang suami dengan mesra.


"Iya baru juga sampai sama sepertimu" jawab Evan menatap mesra istrinya.


Banyak karyawan yang memandang kemesraan mereka, bahkan ada juga yang ternyata mengagumi nyonya mudanya yang ramah ini.


Tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil nama suaminya dengan sangat mesra.


"Evan sayang" suara seorang wanita yang lama tak terdengar setengah berlari perempuan itu langsung memeluk Evan.


Evan dan Aira bersamaan menengok ke arah suara yang memanggil. Begitu juga dengan Suryo. Evan dan Suryo kaget melihat wanita yang memanggil Evan dan langsung memeluk Evan tanpa menghiraukan Aira yang ada disebelah Evan.


Aira kaget dan langsung melepaskan pelukannya pada sang suami melihat ada wanita lain memeluk suaminya dan mencium pipi sang suami.


"Sandra... kapan kamu datang?" Tanya Evan heran dengan kedatangan Sandra yang tiba-tiba.


"Baru pagi tadi, aku rindu sama kamu Van. Lama kita tidak bertemu" kata Sandra bergelut manja di lengan Evan.


Evan tidak menyadari bahwa sang istri sudah melepaskan pelukannya dan sekarang sudah menjauh darinya tanpa diketahui juga oleh sang suami dan asistennya Suryo. Karena keduanya ini sudah dikagetkan dengan kedatangan Sandra.


Suryo langsung mengedarkan pandangannya ke segala penjuru untuk mencari nyonyanya yang sudah menghilang dengan begitu cepatnya.


"Siapa Aira?" Tanya Sandra dengan masih bergelayut manja di lengan Evan.


"Tolong lepaskan tanganmu Sandra" kata Evan sambil menyingkiran tangan Sandra yang bergelayut di lengannya.


Evan langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi sang istri.


"Sial, kenapa gue bisa ga sadar dengan perginya Aira" batin Evan.


"Halo Nuri, dimana nyonya?" Tanya Evan yang kemudian menghubungi ponsel Nuri, karena Aira tidak mau menerima panggilan dati sang suami.


"Nyonya tadi bukannya jalan bersama dengan tuan?" jawab Nuri dengan heran kenapa sang bos menanyakan istrinya.


"Cari dan hubungi nyonya, dia pergi tanpa saya tahu kemana perginya" perintah Evan tegas membuat Nuri langsung mencari mengitari kantor kemana nyonyanya menghilang.

__ADS_1


"Sur, apakah kamu tahu dimana perginya Aira?" Tanya Evan resah.


"Sepertinya pergi ke mall sebelah tuan" kata Suryo yang masih sibuk melihat ponselnya.


"Evan sayang, yuk kita makan siang berdua" ajak Sandra.


"Maaf Sandra, saya tidak bisa menerima ajakkanmu dan maaf juga karena saya harus segera pergi. Lebih baik pulanglah" kata Evan.


Sedangkan Aira pergi berjalan kaki dengan langkah cepat dan langsung keluar dari lobby kantor suaminya menuju mall yang berada di sebrang kantor sang suami tanpa menoleh lagi ke belakang.


"Apakah begini bang jika kamu bertemu dengan perempuan di luar sampai melupakan istrimu sendiri" batin Aira menahan sakit hati.


"Puaskan apa yang mau kamu lakukan saat ini bang, tapi jangan harap aku akan diam setelah anak ini lahir. Aku akan membawa anak ini pergi jauh darimu agar kamu tidak dapat lagi bertemu dengan kami" batin Aira sambil berjalan tak tahu arah masuk ke dalam mall besar itu dengan tujuan apa dan kemana.


Sedangkan Evan bersama Suryo langsung pergi ke mall untuk menyusul Aira dan meninggalkan Sandra begitu saja.


"Siapa yang tidak sakit hati jika ada wanita lain memeluk suaminya ya" bisikan dari beberapa para karyawan yang menyaksikan Evan dan Anggita yang sedang berpelukan tadi sempat di dengar Evan dan juga Suryo. Evan menyadari kesalahannya yang telah dengan lancang memeluk wanita lain di depan sang istri.


Evan membuang nafasnya kasar sambil menyebrang jalan besar di depan kantornya. Sedangkan Sandra adalah orang yang pernah mengejar Evan saat mereka kuliah di universitas yang sama. Dan Sandra jika Aira merupakan istri dari orang yang kejar-krjar cintanya olrh Sandra.


"Siapa Aira, kenapa Evan begitu kawatir?" Batin Sandra pada dirinya sendiri.


"Apakah adeknya, bukankah Evan memang memiliki seorang adek perempuan" batin Sandra sambil masuk ke dalam mobil.


Aira menuju ke sebuah restoran pizza tanpa sepengetahuan suaminya. Aira hanya diam melamun sambil mengusap perutnya dengan bergumam sendiri sambil menunggu pesanan datang.


Suryo mengecek keberadaan Aira lagi dengan mencari lokasi Aira melalui ponsel pintarnya.


"Nyonya ada di restoran pizza tuan" kata Suryo kemudian mengikuti langkah Evan yang langsung masuk ke dalam restoran pizza tersebit.


Evan melihat istrinya memejamkan matanya sambil bersandar disebuah bangku yang didudukinya dengan meja yang sudah terhidang pizza pesanan Aira.  Bahkan sudah tersedia beberapa menu pesanan Aira yang masih belum tersentuh sama sekali. Karena Aira tidka lagi tertarik makan.


"Sayang... maafkan abang ya yank, dia teman hanya kuliah abang" kata Evan langsung duduk disebelah Aira dan memeluk sang istri untuk membawanya ke dalam pelukan di dada bidangnya.


Aira hanya diam tanpa membuka matanya dan hanya tetesan airmatanya yang berbicara tanpa mengeluarkan suaranya sama sekali. Ada rasa sakit dihatinya saat ini karena kecewa dengan Evan.

__ADS_1


__ADS_2