
"Ingat, abang ga akan ijinkan istri abang bertemu pria lain tanpa ada abang" Evan memperingatkan.
"Bang kalau namanya di kampus pasti Aira juga akan bertemu dengan banyak orang baik itu perempuan maupun laki-laki." Kata Aira.
"Nanti setelah kamu masuk kuliah lagi, akan ada yang selalu mengantar dan menjemputmu sayang" kata Evandro.
"Maksud abang?" Tanya Aira bingung.
"Nanti akan abang kenalin kamu sama teman kuliah sekaligus sopir kamu yang akan menemanimu kemana saja kalau tidak ada bang Evan." Jawab Evandro.
"Abang, Aira kan bisa diantar sama bang Haikal jika bang Evan sibuk. Jadi abang tidak perlu mencarikan Aira sopir atau teman" kata Aira.
"Kita akan menjadi teman kak dimana pun baik itu di kampus ataupun di luar kampus" jawaban pesan Aira ke Lukas 💬
🗨 "Terima kasih Aira, selamat malam dan selamat istirahat" Lukas.
"Malam juga kak"💬
"Sudah sekarang tutup ponselmu sayang dan kita akan istirahat" kata Evan mematikan televisinya kemudian menggendong Aira dan membawanya kembali ke kamarnya.
Ada rasa cemburu yang sangat membuncah di hati Evan melihat Lukas memberikan ucapan selamat malam dan selamat istirahat. Seolah-olah Aira masih milik Lukas seorang.
"Aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekati istriku apapun alasannya" batin Evandro geram.
"Karena Aira hanya milikku seutuhnya sekarang dan selamanya" batin Evan lagi yang seolah menunjukkan pada Lukas.
Evan memeluk erat istrinya yang tidur membelakanginya. Dan Aira menggenggam tangan suaminya yang berada di atas perutnya sambil memejamkan matanya karena sudah mulai mengantuk.
"Selamat malam dan selamat tidur sayang" bisik Evan dari tengkuk Aira membuat Aira geli dan merinding.
"Selamat tidur juga bang" balas Aira sambil tangannya meraba pipi sang suami. Yang menempel di ditengkuknya.
"Abang... Aira geli ihh" kata Aira pelan sambil memejamkan matanya yang terdengar seksi di telinga Evan, membuat hasrat Evan kembali naik.
Evan menciumi tengguk Aira dengan tangan mulai tak terkondisi membuat Aira jadi terjaga karena sentuhan-sentuhan suaminya bahkan tangan Evan sudah membuka kancing baju Aira.
Aira mendesah karena sentuhan tangan suaminya yang sudah meremas kedua gunung kembarnya dengan bibir dan lidahnya yang sudah berada di leher Aira.
Evan merubah posisi Aira menjadi terlentang dan Evan sudah berada diatas tubuh istrinya dengan kain sudah terlepas dari tubuh keduanya.
Evan kembali mengadakan penyatuan dan membuat peluh keringat di dalam ruangan ber-ac menjadi seperti tanpa ac yang menyala, karena hawa panas dari keduanya atas permainan panasnya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang, kamu milik abang sampai kapanpun" bisik Evan setelah erangan panjang terjadi.
"Iya abang sayang" kata Aira sambil memejamkan matanya yang masih berusaha mengatur nafasnya agar kembali normal.
Keduanya tertidur setelah melakukan olahraga malamnya. Evan memeluk erat istrinya seolah takut ditinggal sang istri pergi. Mereka saling berpelukan.
Paginya Aira bangun lebih dulu dari Evan dan dengan pelan Aira menyingkirkan tangan suaminya yang memeluknya erat.
Aira mengamati wajah suaminya yang masih terpejam matanya kemudian bergerak mencium pipi sang suami. Namun Evan menggerakkan kepalanya, sehingga Aira bukan mencium pipinya, melainkan mencium bibir Evan dan itu membuat Evan bahagia dan tangan Evan menahan tengguk Aira.
"Abang... sudah pagi ayo bangun" kata Aira yang kaget dengan apa yang baru saja suaminya lakukan.
"Sekali lagi ya yank kita ulang olahraganya semalam" kata Evan meminta ijin istrinya dengan suara serak karena mendapat ciuman dari Aira tadi.
"Abang... udah siang" kata Aira.
Evan memandang bibir istrinya dan langsung kembali menciumnya hingga suasananya kembali panas.
Aira hanya bisa pasrah dengan apa yang suaminya inginkan. Aira menikmati setiap sentuhan suaminya. Evan melakukannya dengan lembut dan pelan, tapi lama kelamaan gerakannya semakin cepat hingga membuat suara-suara aneh kembali menggema di dalam kamar itu. Dan akan berakhir setelah ada bunyi erangan panjang dari Evan.
"Bang Aira mau mandi dulu, katanya nanti abang mau ajak Aira jalan-jalan ke Bali" kata Aira.
"Okey sayang nanti kita jalan-jalan ke Bali" jawab Evan mengekor Aira masuk kamar mandi.
Pagi-pagi sekali Lusy dan Lukas sudah bersiap menunggu Leo menjemput untuk mengantarkannya ke bandara. Hari ini Lukas dan Lusy terbang pagi untuk bulan madu ke Bali.
"Tok tok tok"
"Ceklek"
"Sudah siap?" Tanya Leo
"Iya ambil saja kopernya" jawab Lukas kemudian mengajak istrinya jalan.
Leo diajak Lukas untuk kerja di perusahaannya sebagai sekertaris asistennya. Karena asisten Lukas usianya sudah sama dengan usia Andriana sang mama tercinta.
💥 Bandara
Sampai di bandara Lukas dan Lusy turun dari mobil, disana sudah berdiri Andriana dan asisten Lukas.
"Selamat berlibur ya sayang, semoga kalian bisa menikmati bulan madu berdua dengan penuh kebahagiaan" kata Andriana ke menantunya Lusy.
__ADS_1
"Terima kasih mi" kata Lusy.
"Lukas, mama titip jaga istri dan calon anakmu dengan baik" kata Andriana.
"Iya mi, kami pergi dulu" kata Lukas.
"Iya sayang, hati-hati" kata Andriana.
"Selamat bulan madu semoga kalian bahagia menemukan cinta sejati kalian" kata Leo pada Lukas.
Lukas hanya menganggukkan kepalanya tanpa ekspresi, seolah pasrah dengan keadaan.
"Semangat bro... jangan lupa oleh-olehnya gue tunggu ya" kata Leo sambil menepuk bahu Lukas. Andriana tertawa mendengar gurauannya Leo.
"Gila aja, loe bukannya doain gue pulang dengan selamat dan sehat malah nungguin oleh-oleh" kata Lukas. Leo sengaja membuat suasana bercanda agar Lukas tidak selalu larut dalam kecewanya menikahi Lusy.
Biar bagaimana Lusy juga tidak dapat disalahkan. Dan Lusy adalah perempuan yang baik dan setia, bukan perempuan yang mudah bergonta ganti pasangan. Walaupun profesinya Lusy sebagai model.
Pesawat yang ditumpangi Lukas dan Lusy mulai terbang. Hening, tak ada dari mereka yang mau mulai membuka pembicaraan. Lukas memjamkan matanya selama diperjalanan, sedangkan Lusy menikmati pemandangan di luar pesawat melalui jendela disebalahnya.
Sesekali Lusy memfoto awan yang terlihat dari dalam pesawat. Lusy menikmati pemandangan dengan berusaha untuk berpikir positif dan tak mau ambil pusing dengan sikap suaminya yang masih enggan untuk bicara dengannya.
Siang Hari setelah sampai di Bali, Lukas di jemput oleh sopir yang sudah ditugaskan untuk mengantarkan pasangan ini kemanapun selama bulan madu.
💥 Villa Regina
Memasuki halaman di Villa Regina Bali, mata Lusy berbinar indah.
"Indah sekali villanya" gumam Lusy yang didengar Lukas.
"Silahkan masuk tuan, nyonya" kata petugas villanya yang membukakan pintu villa untuk pasangan ini.
"Terima kasih" jawab Lusy sambil tersenyum ramah.
"Disana pantainya untuk umum ya?" Tanya Lusy pada penjaga villanya.
"Iya nyonya, kalau kolam renang pribadi villa ini ada disebelah sana" penjaga villa itu menjelaskan dengan menunjuk tempat kolam renangnya.
*****
Jangan lupa masukkan nnovel ini dalam Favoritmu
__ADS_1
Jangan lupa lupa Komen, like, hadiah dan vote kamu yang selalu di tunggu author sebagai dukunganmu untuk semangat kami semua para author.
Terima kasih sudah membaca karyaku😘