Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 109. Apa abang yang ngidam...


__ADS_3

***


Maaf ya gaes kalau up nya lama, karena authornya lagi sibuk dan kurang enak badan.


Selamat melanjutkan membacanya ya gaes🙏😘


***


"Kami pulang dulu ya bang, kak" pamit Anggi.


"Iya sayang, hati-hati ya" kata Evan.


"Salam buat papa dan mama ya dek" kata Aira menambahkan.


"Iya kak" jawab Anggi


"Masih mau ada yang dipesan lagi ga sayang?" Tanya Evan ke Aira setelah sahabat istrinya pergi.


"Tidak bang, kita pulang aja kalau udah ga ada lagi yang dibutuhkan" jawab Aira.


"Kamu ga ingin jalan dulu disini?" Tanya Evan, Aira menggelangkan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu temani abang jalan disini ya, kita jalan-jalan sebentar" kata Evan yang merasa istrinya masih marah dengannya.


Memang Aira masih marah dan kecewa dengan sikap Evan, apalagi sampai membanting ponselnya hanya karena cemburu dengan Reza.


Padahal Aira janjian dengan Reza juga sudah meminta ijin Evan, bahkan ditemani Nuri, bukan Aira selingkuh atau membohongi suaminya.


"Sayang, kamu mau belanja apa?" Tanya Evan yang sudah berada di depan toko tas.


"Aira tidak tertarik belanja bang" jawab Aira


"Atau mau beli baju, sepatu atau apa sayang?" Tanya Evan.


"Aira belum butuh bang, nanti aja kalau Aira butuh Aira akan minta abang belanjain deh" jawab Aira.


"Kalau begitu abang aja yang mau beliin istri abang ya dan Aira tinggal milih mau model seperti apa. Yuk kita ke toko sepatu" ajak Evandro sambil memeluk pundak mungil sang istri.


Aira heran, tidak biasanya sang suami memaksanya untuk belanja barang jika istrinya memang belum ingin belanja atau tidak membutuhkannya. Tapi kali ini sang suami yang memaksanya untuk memilih model sepatu, dimana Aira sedang tidak punya keinginan belanja sepatu atau barang lainnya.


Akhirnya Aira memilih sepatu jalan dengan hills yang hanya 2 cm dengan warna pastel karena suaminya memaksa untuk belanja.


"Apa abang yang ngidam ya" batin Aira tersenyum sendiri.


"Kenapa senyum-senyum sendiri sayang?" Tanya Evandro.


"Gapapa bang, Aira hanya berpikir apa abang yang ngidam ingin belanja ya dengan kehamilannya Aira ini" jawab Aira.


"Iya gapapa kalau abang yang harus ngerasain ngidam, asal jangan ngidam yang merepotkan orang lain dan juga bundanya nanti" kata Evan ikut tersenyum.


"Abang sudah kan belanjanya, sekarang kita pulang ya" ajak Aira.

__ADS_1


"Apa istri abang sudah lelah, bagaimana kalau kita nanti malam ke roti bakar jagoan aja"  tawar Evandro.


"Boleh aja kalau abang ingin kesana, Aira mau beli susu segarnya" jawab Aira.


"Siap sayang" jawab Evan sambil memeluk sang istri dan mencium pucuk kepala Aira.


💥 Roti bakar jagoan


Aira dan Evan mencari bangku kosong di kedai roti bakar jagoan.


"Mau makan apa yank?" Tanya Evan.


"Aira susu segar hangat aja sama roti bakar kornet" jawab Aira.


"Susu segarnya mau rasa apa kak?" Tanya pelayannya.


"Yang putih aja mbak" jawab Aira.


"Saya susu segar juga yang putih samain aja dengan istri saya, tapi roti bakarnya saya yang komplit ya mbak" kata Evandro.


"Baik kak, saya ulang pesanannya ya kak. Susu segar putih hangat 2, roti bakar kornet dan roti bakar komplit ya kak" kata pelayan kedainya.


"Iya benar" jawab Aira.


"Baik kak, mohon di tunggu ya pesanannya. Terima kasih" kata pelayan kedai.


"Loh Aira, abang" sapa Haikal yang juga duduk di sebelah meja Aira.


"O iya kak Reza kenalin ini bang Evan suami Aira" kata Aira mengenalkan suaminya ke Reza.


"Bang, kenalin kak Reza ini kakak kelas Aira waktu sma" kata Aira.


"Evandro"


"Reza"


Evandro mengulurkan tangannya dan disambit uluran tangan Reza. Ada rasa cemburu di hati keduanya.


"Bang, tadi Aira ketemu Vina di mall sama Rio dan Anggi loh" kata Aira.


"Iya Vina juga tadi chat ke abang katanya ketemu Aira" jawab Haikal.


"Memang Rio pacaran sama siapa Ra, lama kakak ga ketemu Rio?" tanya Reza.


"Sama Anggi adiknya bang Evan kak, tadi Rio juga minta kontak kakak ke Aira. Mungkin Rio mau ada perlu dengan kak Reza" kata Aira.


Evan hanya diam mendengarkan obrolan sang istri dengan mantannya yang selalu membuatnya cemburu.


"Tuh Za, tinggal loe yang belum ada pacar. Atau nanti waktu acara kantor loe jangan-jangan sekalian loe mau pengumuman tunangan atau nikah Za?" Tebak Haikal sambil terkekeh menggoda.


"Nggak Kal, gue belum tertarik pacaran lagi" jawab Reza santai. Aira hanya diam, sedangkan Evan menggenggam jemari tangan Aira di depan Reza dan Haikal.

__ADS_1


Haikal sangat tahu maksud dari perkataan Reza dan juga sikap Evan sebagai suami Aira di depan Reza.


"Ra, sejak kemarin kita ketemuan kamu terlihat pucat apa kamu sedang sakit?" Tanya Reza.


"Nggak kok kak" jawab Aira.


"Ini kak pesanannya" kata pelayan kedai itu dengan memberikan pesanan Haikal dan Reza. Tak lama kemudian  datang pesanan Evan dan Aira juga. Mereka makan bersama dalam satu meja karena Haikal mengajak Evan bergabung dalam satu meja.


"Kak Reza mau tunangan? Jangan lupa kenalin ke Aira dan bang Haikal ya kak calonnya" kata Aira.


"Jangan dengerin abangmu ini Ra, Haikal ga pernah jelas ngomongnya"  kata Reza sambil menepuk punggung Haikal.


Haikal terkekeh melihat Reza dikerjain Aira.


"Kapan bang acaranya kak Reza?" Tanya Aira ke Haikal.


"Masih dua mingguan lagi, datang ya Ra, nanti undangannya pasti aku kirim." Kata Reza ke Aira.


"Bang Evan datang ya nanti acara hut kantor Reza, biar undangannya  Reza kirim ke kantor bang Evan." Kata Reza yang tahu Evan cemburu dengan kedekatannya Aira dengan Reza.


"Kami usahakan ya, silahkan kirim aja undangannya ke kantor." Jawab Evandro santai. Aira hanya memperhatikan sikap suaminya dengan Reza.


"Ra serius kamu ga sakit?" Tanya Reza terlihat kawatir.


"Aira lagi ngidam ingin makan disini" kata Evan.


"Serius dek? Selamat ya sayang" kata Haikal.


Reza kaget mendengar Aira ngidam antara percaya dan tidak.


"Papa pasti senang sekali kalau mendengar berita ini" kata Haikal.


"Iya Aira belum kasih kabar ke papa, papa Darwis juga mama Diana karena baru besok Aira ke dokter kandungan bang" kata Aira.


"Selamat ya, jaga kesehatan dan makan yang banyak" kata Reza.


"Terima kasih kak" jawab Aira.


"Tapi Aira baru besok kok ke dokter kandungannya. Tadi itu baru perkiraan dokter Calvin aja" cerita Aira ke Haikal.


"Dokter Calvin itu juga dokter kandungan yank" kata Evan memandang Aira.


"O begitu, pantesan besok kita di suruh ketemu dokter Calvin lagi untuk pemerikasaan usg bang" kata  Aira.


"Namun besok kamu bukan konsultasi dengan dokter Calvin yank, melainkan dengan dokter Dinar." Kata Evan.


"Kenapa memangnya bang?" Tanya Aira.


"Ga kenapa-kenapa, pokoknya sama dokter Dinar aja jangan sama Calvin" jawab Evandro kemudian mencium puncak kepala sang istri.


"Dokter Calvin kan baik juga bang, kalau Aira sih mau dokternya nanti siapapun sepertinya ga ngaruh deh." Kata Aira.

__ADS_1


"Dek karena dokter Calvin itu seorang laki-laki, sedangkan bang Evan maunya adek itu sama dokter perempuan" Haikal menjelaskan.


__ADS_2