Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 59. Pernikahan


__ADS_3

Paginya  Aira sudah siap untuk dirias oleh MUI yang sudah menunggu Aira mandi. Hari ini merupakan hari bersejarah buat Aira dan Evan.


Aini pun juga berdandan dengan mengenakan kebaya walaupun hamil masih yetap memakai kebaya.


"Sayang, nanti kalau perutmu ga enak dengan kebaya bilang abang ya" kata Haris ke sang istri.


"Iya bang, lagian ini kebaya juga longgar kok kan sudah sesuai dengan badan Aini yang sedang hamil saat ini" jawab Aini.


"Iya tapi kan kasihan anak kita yang didalam sayang, apa dia ga sesak nafas coba perutnya kamu kasih sabuk begitu" kata Haris.


"Nggak papa bang, ini sudah dibuat longgar, jadi anak kita ga akan terasa sesak.


Aira sudah selesai dirias dengan begitu cantiknya. Sedangkan Evan dengan keluarga sudah sampai di lokasi acara. Hati Evan dag dig dug menunggu calon istrinya yang masih diperjalanan menuju lokasi acara.


Penjagaan begitu ketat karena Evan kawatir dengan Lukas dan Rani sang mantan Evan jika mereka membuat kerusuhan hingga membatalkan acara akad nikahnya Evan dengan Aira.


Aira sampai di lokasi langsung dibawa ke sebuah ruangan sebelum Evan melihatnya. Sedangkan Evan sudah duduk bersama dengan penghulu dan siap berjabat tangan dengan calon mertuanya yang baru mendudukkan badannya di meja akad nikah Evan.


"Aku terima nikah dan kawinnya Aira Saputra binti Raka Saputra dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas murni seberat 10720 gram dibayar tunai." Kata Evan dengan satu tarikan nafas. Mas kawinnya Evan menyesuaikan tanggal pernikahannya.


"Bagaimana saksi?" Tanya penghulu.


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulilah" ucap Evan bahagia karena sudah sah menjadi suami Aira.


Aira digandeng Aini memasuki restoran Bukit menuju meja akad nikah dimana Evan menatap tanpa berkedip. Aira duduk di sebelah Evandro untuk menandatangani buku nikahnya.


Kemudian Evan memasangkan cincinnya dan bergantian Aira juga memasangkan cincin di jari manis Aira. Aira mencium punggung tangan suaminya dan Evan mencium kening Aira sambil berbisik.


"Kamu cantik sekali sayang" bisik Evan dengan mencium kening Aira lama. Aira mendengar bisikan Evan, membuatnya malu dan bahagia hingga memperlihatkan roma merah dipipinya.


Kemudian kedua mempelai sungkeman dengan Raka, Darwis Brahmana dan Diana Brahmana.

__ADS_1


Aira meneteskan airmata harunya saat kedua mertua dan papanya mendoakan kebahagian Aira dan Evan. Juga pesan dari beliau untuk dapat menjaga keutuhan rumah tangganya.


Raka pun tanpa sadar juga ikut meneteskan airmatanya teringat akan almarhumah istrinya melihat Aira yang sekarang sudah menjadi istri dari Evandro Brahmana.


"Semoga kamu bahagia istriku menyaksikan pernikahan anak gadis kita" batin Raka teringat akan istrinya yang sudah lebih dulu dipanggil Tuhan.


Sepasang pengantin baru yang terlihat begitu bahagia menghiasi wajahnya, terutama Evandro yang sudah sah menjadi suami Aira.


Sepasang pengantin ini menerima ucapan selamat dari para tamu yang hadir yaitu keluarga besar dari kedua mempelai dan juga sahabat mereka masing-masing. Serta rekan bisnis yang benar-benar dekat hubungannya dengan Raka, Darwis, Evandro dan Haris saja.


Vina melihat Aira ikut bahagia sekaligus ikut terharu karena suasana bahagia sahabatnya mendapatkan suami yang baik dan bertanggungjawab serta sangat mencintainya. Itulah harapan Vina untuk sahabatnya yaitu Aira.


"Selamat ya Ra, semoga kamu bahagia dan mendapatkan cinta yang luar biasa sampai maut memisahkan" kata Vina memberikan ucapannya.


"Terima kasih" jawab Aira tersenyum walaupun matanya meneteskan bening kristalnya.


"Selamat ya Ra semoga bahagia selalu dengan menemukan cinta sejati" kata  Rio.


"Terima kasih Yo" jawab Aira sambil menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan tanpa disadari Aira ada kristal bening menetes dari celah mata indahnya.


"Aamiin... terima kasih Rio" jawab Evandro tulus.


"Sayang kalau capek duduk saja, biar abang temani kamu duduk dari pada kakimu pegal" bisik Evandro.


"Iya bang" jawab Aira kemudian duduk dipelaminan bersebelahan dengan sang suami yang selalu menggandengnya.


"Selamat ya bro dan nitip Aira yang sekarang sudah menjadi tanggung jawabmu, maafkan dia jika ada salah dengannya dan semoga kalian bahagia hingga maut memisahkan" ucapan selamat Haris untuk sahabatnya sekaligus rekan kerjanya yang sekarang sudah menjadi adik iparnya.


"Terima kasih, aku akan selalu membahagiakan istriku hingga maut memisahkan kami" jawab Evan kemudian mereka berpelukan.


"Sayang selamat ya, semoga Aira bisa menjadi istri yang baik untuk bang Evan dan kalian bisa saling mencintai hingga maut memisahkan" kata Haris kemudian mencium kening adeknya.


"Terima kasih bang" jawab Aira sambil memeluk Haris dengan meneteskan airmatanya. Haris menatap wajah Aira dan mengusap airmata yang jatuh dipipinya.


Setelah acara akad nikah selesai, Aira dan Evan disuruh mama Diana untuk makan dulu sebelum meninggalkan restoran Bukit dan menuju hotel.

__ADS_1


"Makan yang banyak ya sayang biar nanti malam ga kelaparan" bisik Evandro sambil tersenyum.


Aira yang tahu maksud Evan hanya tersenyum malu hingga membuat pipinya jadi memerah.


"Aku ga kelaparan bang, hanya capek." Jawab Aira berusa mengalihkan pikiran Evan.


"Nanti abang pijit kalau kecapekan." Kata Evan berbisik takut ada yang mendengar.


"Sekarang abang makan dulu, buar ga kebanyakan ngobrol" kata Aira agar Evan berhenti berpikir yang ga jelas menurut Aira.


"Sudah tinggal nunggu Haikal ini kapan rencana mau lamarannya" kata Darwis sambil mendekati Haikal yang duduk dengan keluarga.


"Ah om bisa aja, Haikal baru saja mulai kerja om. Nantilah setelah Haikal sudah siap dong om" jawab Haikal membuat yang lain tertawa melihat Haikal terbata menjawabnya.


"Ya kan Haikal laki-laki om, jadi harus mandiri dulu dong" kata Haikal membela dirinya sendiri.


"Iya bagus itu, harus punya bekal dulu baru berani melamar anak orang" kata Raka membuat saudara yang berkumpul disitu ikut mengacungkan jempolnya. Haikal tertawa melihat keluarga besarnya mendukungnya.


💥 Hotel


Sedangkan di lain lokasi yang juga tak kalah sakralnya sedang mengadakan acara pemberkatan nikah dengan pasangannya yang sudah menjadi pilihan kedua orang tuanya.


Setelah kedua mempelai mengucapkan janji sucinya, Lukas memasangkan cincin ke jari manis Lusy dan begitu sebaliknya. Lukas mencium kening sang istri yang sah dinikahinya.


Betapa bahagianya hati kedua orang tua mempelai dan juga Lusy. Namun tidak dengan Lukas yang masih berharap untuk meraih kebahagiaan bersama Aira sang kekasih hati yang tanpa Lukas tahu jika hari pernikahannya Aira digelar juga dengan hari yang bersamaan.


"Selamat ya bro, semoga bahagia selalu hingga maut memisahkan" kata Leo mengucapkan selamat ke sahabatnya.


"Terima kasih" jawab Lukas singkat.


"Apakah Aira tahu kalau hari ini aku nikah?" Bisik Lukas menanyakan ke Leo.


Dan Leo hanya menganggukkan kepalanya. Tanpa Leo  memberitahu bahwa Aira pun hari ini juga melakukan pernikahannya dengan Evan agar Lukas bisa menerima istrinya dan mengikhlaskan Aira untuk suaminya.


Setelah acara pemberkatan selesai, tinggal acara santai dengan menikmati hidangan yang ada. Lukas membuka ponselnya berharap Aira mengirimkan pesan untuknya.

__ADS_1


__ADS_2