
"Jika kamu tahu hari ini aku menikah, kenapa kamu tidak memberikan ucapan selamat padaku sayang. Apakah itu artinya kamu kecewa aku menikah dengan Lusy dan kamu akan tetap menungguku menjemputmu" batin Lukas.
Banyak rekan bisnis Lukas yang memberikan ucapan selamat untuk Lukas dan Lusy. Bahkan ada yang tamu undangan baru saja datang karena sebelumnya mereka datang di undangan Raka Saputra.
"Maaf terlambat karena tadi harus menghadiri acara akad nikah juga" kata salah satu rekan bisnis Lukas dan Raka.
"Tidak mengapa tuan, memang siapa yang menikah bersamaan dengan tanggal kami. Kenapa saya tidak mendapatkan undangannya?" Tanya Lukas.
"Mungkin Tuan Lukas akan mendapat undangan di acara resepsi nanti yang akan datang." Jawab rekan bisnisnya yang bernama Salman.
"Memang siapa yang menikah tuan Salman?" Tanya Lukas lagi.
"Tuan Evandro Brahmana dengan putri tuan Raka Saputra" jawab Salman membuat Lukas diam dan mematung karena kaget.
Lukas tidak menyangka jika hari pernikahannya benar-benar bersamaan. Hatinya sakit saat mendengar bahwa benar-benar Aira menikah dengan Evandro.
"Sayang kenapa kamu tega dengan kakak, aku masih mencintaimu sayang" batin Lukas memanggil Aira. Ada rasa kecewa, sedih dan sakit di dadanya membayangkan Aira bersama Evandro.
Lusy yang mendengar tuan Salma bicara tidak tahu siapa itu Evandro Brahmana hanya diam dan melirik suaminya yang terlihat kecewa dan sedih.
"Kamu kenapa sayang, memang siapa itu Evandro Brahmana?" Tanya Lusy ke suaminya.
"Rekan bisnisku" jawab Lukas ketus.
"Rekan bisnismu menikah kenapa kamu kelihatan kecewa?" Tanya Lusy. Namun Lukas tidak menjawab apapun. Hatinya menangis tapi matanya berusaha untuk tidak menangis. Kenangan bersama Aira selama mereka menjalin hubungan asmara terbayang kembali dibenak Lukas. Kenangan dimana mereka pacaran dulu dengan berbagai cerita cintanya.
Lukas duduk sambil memejamkan matanya. Sedangkan dari jauh Leo melihat Lukas duduk terlihat lemas dengan mata terpejam.
Lukas melihat Leo sedang menikmati hidangannya kemudian Lukas mendekati Leo.
"Apakah kamu tahu jika hari ini juga acara akad nikah Aira?" Bisik Lukas ke telinga Leo agar tidak di dengar Lusy.
__ADS_1
"Kamu tahu dari mana Kas?" Tanya Leo kaget.
"Loe tahu Leo, tapi kenapa nggak bilang ke gue." Protes Lukas sambil menatap tajam ke Leo.
"Loe ngapain memikirkan dia lagi, ingat Kas bahwa sekarang loe sudah menjadi suami Lusy dan diapun juga sudah menjadi istri orang lain" kata Leo. Bisik Leo tak kalah tegas dengan Lukas.
Lukas meninggalkan istrinya yang sedang berbincang dengan sahabatnya. Dan Lukas berjalan ke arah minuman yang ada di ruangan itu kemudia mengambil softdrink dan meneguknya kemudian duduk dengan bersandar dan memejamkan matanya.
"Kenapa kamu tak memberiku kesempatan Aira, apakah ini jawaban dari kamu menghindariku selama ini?" Tanya batin Lukas. Hati Evan sangat sakit sekali.
"Apakah kamu masih marah atas perlakuanku sebelum kita putus dulu Aira, apakah karena aku sering jalan dengan Lusy dan jarang sekali menemanimu Aira saat itu?" Tanya batin Lukas, ada rasa kecewa atas perlakuannya ke Aira sejak kedekatannya kembali dengan Lusy.
"Ini semua karena mama dan Lusy yang membuat aku jauh dari Aira" kata hati Lukas emosi dan marah dengan mamanya yang merasa menjadi penghalang kisah cintanya Lukas dan Aira.
Mamanya Lukas memperhatikan sikap Lukas yang tidak baik-baik saja, kemudian mendekatinya.
"Sayang, kamu kenapa apakah ada masalah dengan pekerjaanmu? Fokuslah untuk hari pernikahanmu, jangan dulu memikirkan pekerjaan." Tanya mama Lukas yang bernama Andriana Sanjaya.
Leo yang berada di sebelah Lukas langsung tegang menatap Lukas.
"Tunggu dulu sayang, acara masih sampai nanti jam 3 sore" jawab Andriana asal karena biar Lukas tidak meninggalkan acaranya untuk pekerjaannya.
Mama Andriana tidak tahu tujuan Lukas menanyakan acara pernikahannya usai pada jam berapa itu untuk apa. Yang mama Andriana tahu Lukas hanya mikir pekerjaan, karena akhir-akhir ini dia terlalu disibukkan dengan urusan pekerjaannya.
"Lukas hanya capek ma, ingin istirahat" jawab Lukas berbohong.
"Tunggu sebentar lagi, kalau kamu capek duduklah dulu disana disebelah istrimu" jawab Andriana kemudian pergi meninggalkan Lukas dan Leo.
"Loe mau ngapain kalau acara disini sudah usai, apakah loe mau batalkan acara Aira? Mereka sudah sah jadi suami istri sekarang, sama seperti loe dengan Lusy" kata Leo tegas yang tidak setuju dengan apa yang dipikirkan Lukas.
"Ingat Kas, bahwa perbedaan diantara kalian tidak akan pernah bisa menyatukan kalian. Lebih baik jalinlah persahabatan diantara kamu dan Aira dengan baik" Leo mencoba menyadarkan Lukas.
__ADS_1
Lukas diam dan mencerna semua perkataan Leo. Dan membenarkan jika mungkin saat ini memang Aira sudah sah jadi istri dari Evandro Brahmana.
"Kenapa hatiku masih sulit untuk menerima jika Aira sudah menjadi istri Evandro" batin Lukas merasakan sakit dan sesak nafas.
"Aira apakah ini pertanda bahwa kita memang harus terpisah. Tuhan apakah aku ga pantas untuk memiliki Aira yang selama ini aku cintai?" Lukas menangis dalam hatinya kemudian mendudukkan dirinya di sebuah kursi tamu dengan memejamkan matanya sambil membawa wajahnya menghadap ke atas.
"Apakah ini jalan yang Kau berikan untuk kami berdua Tuhan, tapi kenapa aku masih belum bisa melepaskan Aira untuk Evan." Batin Lukas.
"Percayakan semua sama yang di atas Kas, Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik buat kalian semua" kata Leo membesarkan hati Lukas.
"Entahlah Leo, kenapa hatiku sakit saat mendengar Aira menikah dengan Evan" kata Lukas.
"Karena loe belum ikhlas melepas Aira, seharusnya loe ingat bagaimana sikap loe saat loe mulai lagi dekat dengan Lusy. Hubungan loe dengan Aira sudah mulai jauh. Bahkan Aira sempat mau memutuskan hubungan kalian, begitupun denganmu" kata Leo mengingatkan.
"Kalau saranku, lepaskan Aira dari hati loe dan fokuslah untuk kembali mencintai Lusy yang sekarang sudah menjadi istri loe. Dan ada anak loe di dalam kandungannya" kata Loe menasehati.
Lukas diam tak berkata-kata lagi mengingat ada nyawa di dalam kandungan istrinya.
"Sekarang makanlah dulu ini" kata Leo sambil memberikan semangkuk sup asparagus.
Lukas memandang mangkuk yang diberikan Leo, kemudian menerimanya dan mencoba untuk memakannya walaupun perutnya merasa tidak lapar.
Lusy nelihat suaminya yang duduk di sebelah Leo terlihat seperti orang tak bersemangat langsung mendekatinya.
"Sayang, kamu aku ambilin makan apa biar ga lemas badanmu. Aku bawa jus strowberry, apakah kamu mau sayang?" Tanya Lusy sambil menyodorkan jus stroberrynya ke Lukas.
Lukas langsung menerima gelas yang diberikan Lusy dan menenggak habis jus tersebut. Tanpa dapat merasakan enaknya jus strowberry.
"Lukas, kamu ga mau mengeluarkan suaramu di depan buat memberikan kenangan sebuah lagu untuk istrimu?" Tanya Tante Maria adik dari Andriana.
"Tidak tante, Lukas ga punya lagu" jawab Lukas datar membuat hati Lusy sakit.
__ADS_1
"Apakah kamu masih memikirkan kekasihmu?" Batin Lusy bertanya tapi tidak berani mengeluarkan suaranya ke Lukas yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.