Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 32.


__ADS_3

"Adek tahu sih butiknya" kata Haris.


"O butik mama itu ya bang" kata Aira.


"Iya nanti ketemu sama Sibet ya dek atau abang anterin deh kalian berdua sekalian abang mau pamit pulang" kata Haris kemudian mengajak istrinya pamit pulang setelah mengantar Evan dan Aira.


Evan dan Aira pun juga pamit untuk pergi ke butik mengikuti mobil Haris.


"Bang, gimana kalau besok Aira ketemuan dengan kak Lukas di temani abang aja ya biar dia lebih percaya." Kata Aira di dalam mobil Evan.


"Iya nanti abang akan temani, memang Aira sudah janjian di mana?" Tanya Evan.


"Aira belum janjian sih bang sama kak Lukas" kak Aira.


"Ya sudah sekarang Aira janjian dulu aja okey?" Kata Evan. Aira mengirimkan pesan ke Lukas untuk mengajaknya bertemu karena ada hal yang mau Aira bahas dengan Lukas.


Merasa mendapat kiriman pesan dari Aira di ponselnya Lukas bergegas mengajaknya bertemu sore harinya. Walaupun hati Lukas masih belum terima dengan melihat kebersamaannya Aira dan Evan, tapi rasa rindu untuk bertemu dengan Aira sangat besar. Lukas memang sebenarnya masih mencintai Aira, tapi dia ga sadar dengan kelakuannya selama hampir setahun ini dengan selalu meluangkan waktu untuk Lusy sangat menyakiti hati Aira.


Sedangkan Lusy yang awalnya tidak mengetahui hubungan Lukas dengan Aira merasa nyaman-nyaman saja dekat dengan Lukas. Tapi setelah dia tahu Lukas pacaran dengan Aira ada rasa bersalah dihatinya pada Aira. Semua itu dimanfaatkan oleh mamanya Lukas untuk memisahkan Lukas dengan Aira dengan cara mendekatkan Lusy dengan Lukas kembali.


Merasa mendapat lampu hijau dari orang tua Lukas, Lusy menjadi semakin menempel dengan Lukas dan melupakan perasaan Aira. Bahkan Lusy berharap besar akan menjadikan Lukas miliknya dengan cara apapun. Bahkan pernah suatu kali Lusy meminta Lukas menginap di apartemennya dengan alasan menemani Lusy karena sedang kurang enak badan. Dan Lusy meminta mereka tidur dalam satu ranjang di kamarnya.


Malam itu Lusy memeluk erat Lukas dan membuat Lukas yang sebenarnya juga masih punya sedikit perasaan cinta ke Lusy dibuat setengah mabuk mengikuti permainan Lusy. Ya Lusy bersikap manja serta agresif hingga membangunkan hasrat Lukas yang akhirnya membuat mereka untuk berbuat layaknya hubungan suami istri. Lukas baru sadar atas perbuatan setelah semua terjadi.


Malam itu saat mereka sudah terlanjur melakukan sebuah keaalahan besar, Lukas sangat frustasi. Lukas bingung bagaimana mengatakan ke Aira apa yang sudah terjadi antara Lusy dan Lukas, sedangkan hatinya tidak ingin melepaskan Aira walaupun dia tahu jalan mereka berbeda. Apalagi orang tua mereka semua tidak merestui hubungan keduanya.


💥 Butik


Haris dan Aini sampai di butik bersama dengan Aira dan Evan. Haris memperkenalkan Evan dan Aira dengan pemilik butik yang bernama Sibet sebenarnya namanya Johan tapi banyak orang memanggilnya Sibet bahkan ada yang memanggilnya Pelet karena banyak orang yang sekali melihat karyanya langsung jatuh cinta dengan hasilnya.


"Hai mas bro, apa kabar?" Sapa Sibet ke Haris.


"Kenalin nih sahabat gue dan adik gue mau bikin kebaya buat minggu depan mereka tunangan" kata Haris.


Sibet suka sekali melihat pasangan ini, apalagi melihat Aira yang terlihat imut dan cantik.

__ADS_1


"Okey sayang Sibet akan buatin kalian yang terbaik, sini deh buat sicantik aku ukur dulu ya." Kata Sibet.


Evan dan Haris ngobrol seputar rencana Evan setelah menikah sambil menunggu Sibet dengan Aira. Aini yang menemani Aira diukur sambil melihat model kebaya yang ada di manekin Sibet.


"Bet ini bagus modelnya deh, cocok kali buat Aira" kata Aini.


"Sayang tahu aja sih mana yang bagus, okey nanti Sibet cobain buat si cantik" kata Sibet.


"Ah kalau gue belum punya istri sih akan gue rebut nih si cantik" kata Sibet.


"Hei jangan sembarang ngomong ya, loe berurusan sama gue dan calon suaminya nanti kalau bikin ulah" kata Haris.


"Hehehe jangan melotot gitu dong bang, gue cuma canda" kata Sibet yang takut melihat Evan melotot tajam ke Sibet. Evan memang bersikap layaknya dia dengan kliennya, sama seperti Haris. Sikap itulah yang membuat Sibet ga berani main-main.


Aira disuruh mencoba kebaya yang tadi ditunjuk Aini, tapi Aira ingin kebaya yang agak terbuka di bahunya agar lebih terlihat seksi.


"Ya sudah cantik coba ini dulu deh" kata Sibet memakaikan kebaya yang dipilah Aira.


Evan melihat Aira memakai kebaya pilihan Aira kurang suka, pasalnya bahunya terlalu terekspose. Ya Evan sudah mulai menunjukkan bahwa Aira adalah miliknya jadi hanya dia yang boleh melihat luar dalamnya Aira.


Selesai mereka memilih kebaya dan baju pengantin, Haris dan Aini langsung berpisah dengan Evan dan Aira.


"Kita makan siang dulu ya" ajak Evan.


"Mau makan dimana bang?" Tanyak Aira.


"Aira mau ke restoran bukit?" Tanya Evan.


"Dimana itu bang, di puncak ya jauh sekali" kata Aira.


"Bukan sayang, kamu belum pernah ya. Okey deh kita kesana, abang yakin kamu pasti suka kalau sudah melihat tempatnya." kata Evan.


Evan melajukan mobilnya menuju restoran bukit dimana restorannya memang ada diatas dengan pemandangan alam sekitar yang segar dengan bunga-bunga yang cantik serta pohan rindang di sekitarnya.


Aira terkesima melihat tempatnya.

__ADS_1


"Bagus sekali bang tempatnya" kata Aira.


"Kamu suka?" Tanya Evan sambil menggandenga tangan Aira unthk mengajaknya duduk.


"Bang bagaimana jika minggu depan acaranya diadakan disini saja, setuju ga" usul Aira dan disetujui oleh Evan.


"Nanti abang akan urus agar minggu depan acara kita disini" kata Evan.


Sambil menunggu pesanan datang, Evan menemui manajer restorannya untuk memesan tempat buat minggu depan di restoran ini. Dan kebetulan masih kosong. Evan meminta waktu seharian penuh untuk di kosongkan hanya untuk acaranya. Dengan konsekwensi berani membayar mahal untuk semua itu. Evan pun langsung memberikan uang muka saat itu juga.


"Bagaimana bang, apa minggu depan bisa disini?" Tanya Aira.


"Bisa sayang, kebetulan masih kosong belum ada yang memesannya" jawab Evan.


"Ayuk kita makan dulu keburu dingin" ajak Evan.


"Bang, kenapa abang langsung menyetujui keinginan orang tua kita untuk menjodohkan kita, sedangkan Aira saja masih belum selesai urusannya dengan kak Lukas" tanya Aira.


"Aira apakah kamu masih mencintai Lukas?" Tanya Evan menatap Aira tanpa menjawab pertanyaan Aira.


"Apakah abang takut jika Aira membatalkan untuk memutuskan hubungan dengan kak Lukas?" Tanya Aira menatap Evan serius.


"Terus terang iya Aira, kamu tahu alasannya?" Jawab Evan.


"Karena kami berbeda jalan" jawab Aira.


***


Silahkan baca juga karyaku "AWAL EKSKUL" dan juga karyaku yang lain


"BERMULA DARI CAFEMART"


jangan lupa tinggalkan Hadiah, like dan Vote


terima maksih telah meluangkan membaca karyaku😘🙏

__ADS_1


__ADS_2