Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 63. Malam pertama


__ADS_3

Aira mengerutkan dahinya bingung.


"Bayaran apa bang?" Tanya Aira serius.


"Ya ada upahnya dong, kan abang juga pake tenaga dan waktu buat suapi Aira" kata Evan santai. Tapi Aira masih bingung maksud perkataan Evandro.


"Emang abang minta upah berapa buat suapi Aira, kalau begitu biarkan Aira makan sendiri saja" kata Aira sambil mengambil garpu yang dipegang Evan, namun tangan Aira ditahan Evan. Aira bingung melihat tangannya ditahan sang suami.


"Katanya ada upahnya, ya sini dong Aira mau makan sendiri aja biar bayarannya nanti ga kemahalan" kata Aira cuek membuat Evan makin gemas dibuatnya.


"No, tidak bisa yank. Ini sudah terlanjur abang suapi Aira. Jadi nanti Aira tinggal bayar ke abang" kata Evan masih menahan senyumnya.


"Tapi jangan mahal-mahal dong kasih harganya" kata Aira polos.


"Nggak mahal, hanya menikmati saja okey" kata Evandro sambil tersenyum jail.


"Terserah aja bang, Aira ga tahu maksud abang" kata Aira kemudian meraih ponselnya kembali.


"Nanti tinggal layani abang di ranjang" bisik Evandro membuat Aira langsung melotot menatap suaminya.


"Eit ga boleh protes, sekarang abang sudah jadi suami Aira" kata Evandro menatap Aira, kemudian mata Evan mengarah ke bibir mungil istrinya membuatnya ingin mencium.


Dan Evan langsung mengecup bibir mungil sang istri.


Cup


"Abang..." protes Aira.


Evandro tersenyum menang dengan menaikkan kedua alisnya.


"Mau lagi?" Tanya Evandro menggoda istrinya.


"Idih, abang ga malu apa didepan umum begitu" kata Aira.

__ADS_1


"Berarti nanti saja kita lanjut di kamar, kan ga ada orang lihat yank" kata Evan senang bisa membuat Aira tersipu malu hingga menunjukkan rona merah di pipinya.


Aira tidak melanjutkan menjawab Evandro agar perdebatannya ga panjang. Karena Aira sudah tahu maksud suaminya karena Aira menyadari bahwa malam ini merupakan malam pertama mereka.


Evandro menahan hasratnya ke Aira sudah lumayan lama, sejak Aira tidur di apartemennya. Evandro benar-benar dibuat pusing dengan hasratnya setiap kali melihat Aira yang makin menggemaskan saat digoda Evan.


Selesai makan malam, Evandro mengajak Aira kembali ke kamar hotelnya.


"Sudah selesai, yuk kita kembali ke kamar" ajak Evandro dan Aira mengganggukkan kepalanya tanda mengiyakan ajakan Evan.


"Apa ada yang mau dipesan lagi, buat nanti malam kalau Aira masih lapar?" Tanya Evandro


"Nggak bang, Aira udah kenyang sekarang" jawab Aira.


Evan dan Aira masuk kembali ke dalam kamarnya, Aira melepas baju hangatnya untuk kembali digantung di lemari. Kemudian mencuci muka dan menggunakan cream malamnya. Evan memperhatikan setiap gerakan Aira dari atas ranjangnya dengan duduk bersandar di kepala ranjang sambil memegang ponselnya.


Evan mendekati Aira di yang sudah berdiri di depan meja riasnya setelah menggunakan cream malamnya. Evan memeluk istrinya dari belakang dan menempelkan kepalanya di leher Aira, membuat bulu halus Aira merinding karena nafas Evan menyentuh leher Aira.


Evan pura-pura tidak mendengar bahkan memutar tubuh Aira sehingga berhadapan dengan Evandro. Evan menatap Aira dalam sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Aira.


Evan mencium lembut bibir istrinya, Aira pun membalas ciuman sang suami hingga ciumannya semakin panas. Bibir Evan mulai menelusuri daun telinga, kemudian turun ke leher membuat suara lenguhan mulai terdengar dari bibir Aira.


Evan semakin bersemangat mendengar lenguhan yang keluar dari bibir Aira. Bibir dan lidah Evan sudah bergerilya menyapu leher istrinya dan meninggalkan jejak merah disana dengan tangan mulai membuka satu persatu kancing piyama Aira hingga hanya tersisa selembar kain yang menutupi kedua gunung kembarnya dan selembar kain berenda segitiga di bagian bawahnya.


Hasrat Evan sudah tidak dapat lagi dibendung dan Evan meminta ijin ke sang istri untuk melekukannya malam ini.


"Sayang, boleh abang lakukan sekarang?" Tanya Evan dengan mata sayunya dan suara yang sudah serak karena hasratnya sudah meningkat. Aira mengangguk pasrah karena dia paham bahwa posisinya sekarang dia seorang istri.


Evan tersenyum setelah mendapat ijin sang pemilik goa, membuat Evan semakin bersemangat melanjutkan dengan membuka kain tipis yang menutup goa yang akan dia masuki. Hingga membuat desahan bergema dalam kamar hotel ini. Hingga terdengar teriakan tanda lahar panas sudah menyembur di dalam goa.


Evan tumbang di atas tubuh sang istri. Evan merubah posisi mereka menjadi miring dengan masih berpelukan.


"Terima kasih sayang" bisik Evan sambil mencium puncak kepala Aira yang ada di dada sang suami.

__ADS_1


Evan sangat bahagia bahwa Aira sudah menjadi miliknya seutuhnya. Dan Evan akan selalu menjaga dan membahagiakan permata hatinya.


Tak lama kemudian Evan mengulang lagi penyatuannya bersama permata hatinya hingga membuat ruangan yang suhunya dingin menjadi panas. Kerena olahraga ranjangnya yang sudah berkali-kali. Setelah Aira sudah terlihat lemas dan capek, baru Evan tidak lagi mengulang dan hanya memeluknya dengan memejamkan mata hingg pagi menyapa.


Aira mengerjapkan matanya dan melihat suaminya masih memejamkan matanya dengan tangan masih melingkar di atas perutnya. Aira berniat bangun untuk ke kamar mandi mau buang air.


"Auuww" Aira meringis merasakan perih di bagian bawahnya dengan badan pegal semua.


Evan terbangun mendengar rintihan Aira. Dan Evan melihat Aira yang kesakitan baru Evan sadar akan apa yang dilakukannya semalam.


Evan langsung menggendong Aira dan membawanya ke kamar mandi.


"Terima kasih bang" kata Aira setelah diturunkan di kamar mandi.


"Sama-sama sayang" balas Evandro.


"Apa sakit sekali yank? Maaf ya abang membuatmu kesakitan. Tapi nanti lama-lama ga akan sakit lagi kok, akan enak rasanya dan bikin nagih" kata Evan sebenarnya kasihan Aira namun dia sendiri juga ga bisa menahan hasratnya ke Aira.


"Tapi sekarang abang keluar dulu, Aira mau pipis dan mandi" kata Aira.


"Ya sudah kita mandi bersama biar abang siapkan dulu air mandinya ya" kata Evan sambil menyalakan air di bathup agar terisi.


"Idih, abang kan malu" protes Aira.


"Nggak perlu malu sayangku, abang udah lihat semuanya dari semalam dan sekarang kita juga masih belum apa-apa" kata Evan. Dan memang benar adanya. Karena Evan melihat Aira yang kesakitan, jadi Evan langsung main gendong tanpa melihat dirinya yang juga polos sama seperti sang istri.


💥 Hotel Sanjaya


Di tempat lain di sebuah kamar hotel yang ditempati pasangan pengantin baru juga, yaitu Lukas dan Lusy. Suasana agak bertolak belakang dengan suasana di sebuah kamar di hotel SB.


Di kamar pengantin baru ini suasana dingin karena ac dan dingin karena sikap sang pengantinnya yang tak ingin menyentuh pasangannya. Ya Lukas sama sekali tak menyentuh Lusy karena pikirannya masih membayangkan sang mantan kekasih yang pasti akan melewati malam panjangnya bersama pasangannya.


"Kak tolong dong lepaskan risleting gaunku belakang. Karena tanganku ga nyampe" kata Lusy meminta bantuan ke suaminya.

__ADS_1


__ADS_2