Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 48. Kalian maunya bagaimana


__ADS_3

"Om apa tante Diana tahu kalau kami akadnya dimajukan?" Tanya Aira ke Darwis.


"Belum nak, karena bang Evan baru tadi kasih kabar ke om Darwis" jawab Darwis.


"Kenapa harus dimajukan sih bang, kan kasihan tante Diana dan kak Aini yang ngurusin acaranya" kata Aira.


"Gapapa, nanti biar dibantu Suryo" jawab Evan sambil menahan senyum karena tahu kalau Aira memang ga mau akad nikahnya dmajukan.


"Sayang kalau papa setuju dimajukan saja, karena papa kawatir kalau Lukas akan nekat nantinya mau membuat kacau atau membatalkan acara akad nikah kalian" kata Raka.


"Sepertinya kak Lukas belum tahu kok pah kalau Aira akan nikah di tgl itu" kata Aira.


"Lagian kak Lukas juga udah mau nikah sih pah, jadi ga mungkin dia akan membuat kekacauan saat nikahnya Aira nanti" kata Aira.


"Papa setuju rencana Evan sayang" kata Raka.


"Iya om juga setuju kalian nikahnya dimajukan. Lebih cepat lebih bagus" kata Darwis. Evan mendengar Raka dan Darwis setuju sesuai rencana Evan, langsung tersenyum. Hal itu membuat Aira menatap tajam ke Evan.


"Kenapa marah ke abang?" Tanya Evan.


"Aira ga marah, cuma heran dengan rencananya abang saja" jawab Aira datar.


"Aira nanti masih mau menginap di apartemen Evan atau tidur di rumah?" Tanya Raka.


"Di rumah pah" jawab Aira


"Di apartemen om" jawab Evan bersamaan dengan Aira menjawab. Hanya jawaban mereka berbeda, membuat Darwis dan Raka tertawa.


"Kalian ini maunya bagaimana, kok jawabannya beda tapi menjawabnya bersamaan." Kata Raka sambil terkekeh.


"Aira tidur di rumah pah, itu maunya bang Evan Aira di suruh menginap lagi di apartemen" kata Aira


"Kan apartemen lebih dekat ke kampus sayang" kata Evan.


"Iya tapi kan kita belum halal bang, ga baik dipandang orang. Ya pah" kata Aira mencari pembelaan.


Darwis tertawa melihat Aira dan Evan berdebat. Namun hatinya senang melihat anak lelakinya mau membuka hatinya untuk Aira, bahkan terlihat kalau Evan sangat mencintai Aira.


"Evan biarkan Aira tinggal di rumah dulu sampai kalian akad nanti ya, baru boleh kalian tinggal bersama dimana pun terserah kalian" kata Raka


"Iya om, maaf Evan hanya suka mengganggu Aira saja om tadi" kata Evan jadi ga enak dengan Raka.


"Kalian itu memang sukanya bercanda" kata Raka sambil tersenyum melihat Aira yang cemberut.

__ADS_1


"Tuh kan pah, begitulah bang Evan hobby deh ngerjain Aira" kata Aira membuat Darwis dan Raka tertawa.


"Tuh abangmu Haris bilang kalau mau sini sekarang" kata Raka setelah membaca pesan dari ponselnya.


"Bang Haris mau kesini pah, asyik Aira kangen lama ga ketemu" kata Aira.


"Iya sebentar lagi sampai katanya" kata Raka. Dan benar saja tidak lama kemudian pintu ruangan Raka di ketuk dari luar. Aira membuka pintu kemudian langsung memeluk Haris.


"Ya ampun dek, bikin kaget abang aja. Kirain abang siapa, untung ga abang hindari kamu sayang" kata Haris menerima pelukan dari Aira.


"Hehehe maaf bang, habis Aira kangen sama abang" kata Aira sambil melepas pelukannya.


Kemudian Haris mencium punggung tangan papanya dan Darwis, kemudian berpelukan dengan Evan.


"Tumben ini ngumpul disini. Ada calon besan dan calon menantu" kata Haris terkekeh.


"Iya ini tadi Evan dan Aira dadakan datang ke kantor papa dan Evan berniat mau memajukan akadnya hari sabtu besok itu" kata Raka.


"Wah kamu udah ga tahan ya Van" goda Haris membuat Evan tertawa.


"Ya anggap saja begitu Ris, loe tahu aja. Jangan-jangan loe dulu juga begitu" balas Evan sambil tertawa.


"Gue mah dulu masih bisa nahan, cuma papa aja yang tiba-tiba ambil keputusan suruh kami segera menikah" kata Haris.


"Kenapa pertanyaan abang sama dengan papa sih" kata Aira.


"Ya wajar dong, karena setahu abang kan Lukas dulu kelihatannya ga mau diputusin dan dia masih mencintai Aira" kata Haris.


"Sempat kudengar dari Rio kalau Lukas bilang akan mencoba membatalkan pernikahan kami nanti" kata Evandro ke Haris.


"Memang Lukas tahu dek kapan kalian akan menikah?" Tanya Haris.


"Belum ada yang tahu bang, bahkan ke Rio aja Aira belum cerita kok. Tapi ya ga tahu kalau Rio tahunya dari Anggi atau bang Haikal" kata Aira.


Terus rencana papa dan om Darwis juga calon pengantinnya bagaimana?" Tanya Haris.


"Nah tadi Evan bilang kalau akadnya dimajukan di hari sabtu besok itu dan acara tunangan dihilangkan diganti acara akad langsung" kata Darwis.


"O berarti ga pake tunangan langsung akad ya om?" Tanya Haris.


"Iya Ris, menurutmu gimana" jawab Evandro.


"Ya ga masalah sih kalau buat Haris dari pada harus menahan lagi lebih lama" kata Haris sambil tertawa membuat Raka dan Darwis ikut tertawa.

__ADS_1


"Sialan loe ya Ris" kata Evandro sambil menepuk pundak Haris.


"Tapi ya bagus juga sih, gue setuju. Orang jarak tunangan sama akad juga cuma dua minggu kok. Mendingan langsung akad aja kalau kalian sudah siap" kata Haris.


"Ntar malam loe ke rumah gue aja Van, kita bisa obrolkan masalah ini sama istri gue juga" kata Haris.


"Okey setelah gue anter Aira pulang aja ya" kata Evandro.


"Yap" jawab Haris sambil menaikkan kedua alisnya.


"Aira ikut aja bang ke rumah bang Haris" kata Aira.


"Ga usah sayang, nanti kamu kemalaman dan besok ada kuliah pagi kan. Yang ada nanti Aira kecapekan" kata Evan.


"Berarti sudah pasti ya ini sabtu besok acara tunangan dibatalkan dan diganti acara akad nikah?" Tanya Raka


"Iya om pasti" kata Evan yakin tanpa menanyakan ke Aira.


"Kenapa papa nanyanya ke bang Evan, ga ke Aira juga?" Protes Aira.


"Ya kan ngapain nanya ke kamu dek, kan yang akan mengurus semua surat-suratnya nanti bang Evan buat Aira" kata Haris.


"Tapi kan itu acaranya Aira juga bang" kata Aira cemberut.


"Protesnya nanti aja ya setelah acaranya selesai, kasihan Evan udah ga nahan dek" ledek Haris.


"Terus aja Ris, gue masih sabar nih" kata Evan merasa dikerjain Haris. Darwis, Raka dan Haris tertawa. Raka sangat senang melihat Evandro begitu mencintai dan terlihat dapat menjaga Aira dengan baik dan tulus.


"Ga nyangka juga gue kalau loe akan jadi adik ipar gue Van" kata Haris.


"Sialan loe Ris" kata Evan pelan tapi didengar sama Haris.


Kemudian Evan hendak mengajak Aira untuk pamit pulang lebih dulu. Tetapi Raka mengajak mereka semua untuk makan bersama. Kemudian mereka berangkat ke restoran yang dimaksud Raka.


Evan dengan Aira, Raka bersama Darwis dan Haris menggunakan mobilnya sendiri karena mau langsung sekalian pulang.


""""


Berhubung ada yang minta diberikan judul setiap episode maka mulai sekarang saya akan coba berikan judulnya.


Baca juga karya saya di AWAL EKSKUL dan juga BERMULA DARI CAFEMART


Jangan lupa Like, Komen, Hadiah dan Vote

__ADS_1


Terima kasih atas waktunya untuk membacanya😘🙏


__ADS_2