Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 71. Berjanjilah


__ADS_3

Evan yang mendengar gumaman istrinya kemudian berjongkok disebelah sang istri dan menggenggam jemari Aira.


"Maafkan abang yang terlalu cemburu sayang" kata Evandro membuat Aira membuka mata kaget karena sentuhan tangan dan suara Evandro yang tiba-tiba ada di sampingnya.


Aira memandang Evan yang juga memandanginya dengan ibu jari Evan mengusap air mata Aira.


"Bukan abang mencurigai Aira, abang hanya cemburu dan kawatir kalau Aira akan kembali dengannya lagi" kata Evandro.


"Apakah abang ga percaya Aira?" Tanya Aira lembut menatap dalam Evandro.


"Maaf sayang, bukan abang ga percaya tapi abang tahu kalian masih saling mencintai. Itu yang membuat abang ragu" kata Evandro jujur sambil membawa Aira berdiri dan mereka saling berhadapan.


"Kalau abang ragu, kenapa abang dulu begitu bersemangat ingin segera kita menikah?" Tanya Aira menatap Evan.


"Karena abang sangat mencintai Aira. Abang mencintaimu sejak kamu masih kecil sayang" kata Evandro jujur


"Dan abang tidak ingin apa yang abang miliki akan dimiliki orang lain. Mungkin abang memang egois, tapi terus terang abang sangat cemburu jika ada orang yang menginginkan dan mencintai milik abang" jawab Evandro sambil mencium kening Aira.


Mendengar apa yang diucapkan Evandro, Aira percaya bahwa Evan memang sangat mencintainya. Bahkan di dalam kamar di apartemennya saja Aira pernah menemukan foto dimana Evan yang sedang bercanda juga tersenyum dengan seorang anak kecil. Foto itu   dibingkai kecil dan dipajang di nakas pinggir tempat tidur Evandro.


Orang yang tahu pasti akan mengira itu foto Evan dengan Anggi, padahal itu foto Evan dengan Aira dimasa kecil yang jelas tertulis nama lengkap Aira dibelakan lembaran foto itu. Dan hingga sekarang foto itu tak pernah berpindah dari tempatnya.


"I love you sayang" bisik Evan sambil mencium dan memeluk istrinya.


"Love you too bang" jawab Aira pelan membuat Evan bahagia mendengar jawaban Aira walaupun pelan.


"Apa sayang, abang ga dengar?" Tanya Evan sengaja.


"Love you too bang" jawab Aira lagi.


"Ulangi, abang ga dengar sayang" kata Evan lagi sambil mengangkat kedua alisnya dan mendekatkan telinganya menggoda Aira.


"Love you too bang Evan" kata Aira keras sambil berdiri.


Evan langsung mencium dan menggendong Aira untuk membawa masuk ke dalam villanya.

__ADS_1


"Terima kasih sayang sudah mau memafkan abang" kata Evan sambil menciumi kening istrinya dalam gendongannya.


"Abang, turunin Aira. Nanti Aira jatuh bang" kata Aira.


"Nggak papa jatuhnya di tubuh abang, jadi ga akan sakit. Yang ada akan enak" goda Evan membawa istrinya masuk ke kamar dan membaringkan tubuh sang istri di atas ranjang dengan pelan.


"Berjanjilah bahwa hanya ada nama bang Evan dihatimu sayang" kata Evan menatap istrinya sambil mengungkung snag istri di atas ranjangnya.


"Dan abang juga berjanji untuk  percaya dengan Aira dan tidak akan ada wanita lain juga di hati abang" kata Aira membuat Evan jadi teringat akan mantannya yang sempat dikawatirkan akan menggagalkan pernikahannya dengan Aira.


"Maksudnya tidak ada wanita lain?" Tanya Evan menyelidik.


"Hati abang juga hanya untuk Aira bukan untuk perempuan lain atau mantan abang. Jika abang ada perempuan lain, makan Aira yang akan pergi dari abang" kata Aira membuat Evan jadi curiga apakah Aira tahu mantan Evan yang sekarang sedang mendekati Evan lagi.


"Abang ga pernah ada perempuan lain dihati abang selain Aira saat ini dan sampai selamanya kecuali mama dan Anggi" kata Evan kemudian mencium bibir Aira yang membuatnya selalu ingin menikmati bibir manis milik istrinya.


Evan kawatir jika nanti Aira mengetahui siapa Rani dan sampai sekarang pun Rani masih selalu datang ke kantor Evan mencari dirinya. Tapi Suryo mengatakan bahwa Evandro sedang keluar kota dalam waktu lama.


Evan hanya kawatir jika nantinya Rani akan nekat merebutnya dari Aira dengan berbagai cara dan membuat Aira marah hingga meninggalkan Evan.


"Abang minggir dulu, Aira mau ganti baju tidur" kata Aira.


"Kenapa harus ganti baju, nanti juga akan dilepas kok. Sini biar abang bantu lepas sayang" kata Evan sambil mengangkat kedua alisnya.


"Idih maunya abang kalau itu mah" kata Aira kemudian berusaha duduk. Dan Evan terkekeh melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu kemudian rebahan diatas ranjang..


Setelah Aira berganti piyama, kemudian keluar kamar dan menuju ruang tamu duduk di sofa sambil menyalakan televisi.


Aira teringat akan pesan Lukas yang belum dibalasnya kemudian membuka ponselnya.


Aira membaca lagi pesan yang dikirim Lukas pada dirinya.


🗨"Apa kabar Aira? Maafkan kakak yang pernah menyakitimu saat-saat terakhir hubungan kita dulu" Lukas.


"Maaf baru balas kak" 💬

__ADS_1


"Kabar Aira baik, semoga kabar kakak dan istri juga baik. Dan Aira sudah memaafkan semuanya"  Aira 💬


Evan keluar dari kamar dan ikut duduk di sofa sebelah Aira. Evan melirik Aira yang sedang mengetik membalas chat dari Lukas yang tertulis nama Lukas di layar ponsel atas Aira.


"Ehem" Evan berdehem melihat Aira masih sibuk membalas pesan saat Evandro sudah duduk disebelahnya.


"Abang, katanya mau istirahat?" Tanya Aira.


"Gimana mau istirahat kalau istri abang meninggalkan abang di kamar sendiri?" Tanya Evandro.


"Maaf bang, soalnya Aira belum mengantuk dan tadi ingin nonton televisi." Jawab Aira


"Benarkah hanya mau nonton acara tv, bukan karena mau menyibukkan dengan membalas chatingan di ponsel?" Tanya Evan menatap Aira yang juga langsung menatap Evan mendengar ucapan Evan.


"Abang, Aira hanya membalas pesan saja. Kalau abang ga percaya dengan Aira ya sudah terserah abang saja. Padahal baru saja abang berjanji akan percaya dengan Aira" jawab Aira.


"Dan Aira juga baru saja berjanji pada abang bahwa hanya ada nama abang saja di hati Aira" kata Evan.


"Aira kan hanya membalas pesan bang dan di hati Aira juga tidak akan ada nama lain selain suami Aira dan papa" kata Aira.


"Terus itu kenapa harus menjauhin abang hanya untuk membalas pesan dari pria lain?" Tanya Aira.


"Aira tidak berniat menjauh dari abang. Ya sudah nih Aira membalas pesan dari kak Lukas yang menanyakan kabar kita" kata Aira sambil menunjukkan pesan yang Lukas kirim.


"Dia hanya menanyakan kabarmu bukan kabar kita" kata Evandro setelah membaca.


"Dan kenapa dia meminta maaf, memang apa yang pernah dia perbuat ke istri abang?" Tanya Evan.


Aira membuang nafasnya kasar mendengar setiap pertanyaan suaminya yang curiga karena cemburu.


Tingg...


Masuk notifikasi balasan dari Lukas ke Aira.


🗨 "Apakah kita masih bisa bertemu suatu saat nanti di kampus Aira?" Lukas.

__ADS_1


"Ingat, abang ga akan ijinkan istri abang bertemu pria lain tanpa ada abang" Evan memperingatkan.


__ADS_2