Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 160. Akan kedatangan tamu


__ADS_3

"Bukan mam, Nayla lagi pengin makaroni dan nanti mau Nay bawa ke butiknya Aira" jawab Nayla.


"Aira yang pengin makan itu?" Tanya mama Rina penasaran.


"Bukan sih, cuma Nayla pengin ngasih bumil itu makaroni saja" jawab Nayla.


"O begitu, mama kira Aira ngidam ingin masakan anak mama" kata Rina.


"Nggak ma, Aira belum pernah merasakan masakannya Nayla mam" jawab Nayla sambil memasak daging bologneisnya.


"Ya sudah kita nanti sarapan bikinan anak gadis mama aja ya. Sekarang mama mau ke atas lagi buat bangunin papamu" kata Rina.


"Silahkan nyonya" kata Nayla sambil terkekeh melihat mamanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah semua anggota keluarga turun dan duduk di meja makan.


"Nay, nanti malam kamu ga mau pergi kan?" Tanya papa Hartadi.


"Nggak apa, memangnya ada apa?" Jawab Nayla balik bertanya.


"Nanti malam kita akan kedatangan tamu" kata papa Hartadi.


"Makan dulu saja pa, nanti baru bicara" kata mama Rina.


Nayla dan Reza saling memandang bingung dengan apa yang akan dibicarakan kedua orang tuanya.


Keluarga ini berpindah duduk di ruang tengah setelah selesai sarapan dan sebelum kedua lelaki berbeda usia itu berangkat ke kantor.


"Tadi papa mau bilang apa ke Nay?" Tanya Nayla membuka percakapan.


"O iya nanti malam kalian jangan pergi ya, karena kita akan kedatangan tamu istimewa" jawab papa Hartadi.


"Siapa pah tamunya?" Tanya Reza.


"Calon besan papa" jawab Hartadi.


Kedua anak Hartadi saling pandang dengan pikiran masing-masing saling menerka bingung.


"Siapa memangnya namanya?" Tanya Reza.


"Calon buat bang Reza ya pah?" Tanya Nayla menebak.


"Bukan sayang, calon bang Reza belum ketemu" jawab mama Rina.


"Berarti calon buat Nay dong" tebak Reza merasa lega.


"Lebih tepatnya begitu" jawab papa Hartadi.


"Hah calon Nay, ya ampun papa... kan bang Reza duluan seharusnya yang dicarikan" kata Nayla.


"Abang kan laki-laki Nay, jadi kamu duluan juga abang ga masalah kok" kata Reza senang merasa bukan dirinya yang akan dijodohkan.


"Ga ah, Nayla belum mau menikah pah. Tunggu abang menikah dulu aja" kata Nayla tidak ingin dijodohkan.

__ADS_1


"Kamu lihat Aira aja ga masalah kan dijodohkan. Bahkan sekarang sepertinya mereka juga sudah bahagia" kata mama Hartadi.


Reza hanya diam dan kembali teringat akan perdebatannya dengan Evan karena melihat orang yang dicintai mengeluarkan air mata kesedihannya.


"Iya Aira memang sudah terlihat bahagia, namun suaminya terlalu posesif dan cemburuan" kata Nayla.


"Kamu tahu dari mana sayang?" Tanya mama Rina.


"Ya tahulah ma, kak Reza juga pasti tahu banget itu. Orang Aira saja kalau kemana-mana selalu dikawal bodyguard jika ga bersama suaminya. Lagian siapa yang ga tahu dengan sikap seorang Evandro ke istrinya sih" kata Nayla.


"Iya Evandro terkenal suami yang posesif sama istrinya" sahut Reza.


"Apakah kamu juga suka bertemu dengan Aira bang?" Tanya mama Rina.


"Jarang sih ma" jawab Reza santai.


"Orang abang aja sekantor sama Aira mam kalau di karaoke" kata Nayla.


"Tapi sahabatmu itu sangat jarang ke sana dek, Aira lebih banyak menghabiskan waktu di kantor suaminya dan butiknya" kata Reza.


"Jangan terlalu dekat dengan perempuan yang sudah beristri Za" kata papa Hartadi.


"Iya pa, kami dekat karena ada urusan kerjaan aja kok" jawab Reza.


"Makanya segera move on bang, biar ga banyak dicurigai tuh" kata Nayla.


"Reza berangkat kantor dulu ya pa, ma" pamit Reza yang malas dengan membalas ucapan adeknya.


"Iya ma akan Reza usahakan pulang lebih cepat" kata Reza.


💥 Kantor


"Hari ini kita ga ada janjian dengan klien kan Sur?" Tanya Evandro.


"Tidak ada tuan, karena saya sudah cancel untuk besok pagi meetingnya dengan perusahaan Sampurna" jawab Suryo.


"Bagus, karena hari ini saya harus mengantar Aira ke dokter kandungan." Kata Evandro.


"Baiklah, sekarang saya mau menjemput istri saya dulu ke kampusnya" kata Evandro.


"O ya Sur, saya tidak akan datang untuk pemotretan iklan produk kita. Jadi tolong kamu urus saja semua dan ingat jangan pernah ada orang yang dapat sembarangan masuk ke ruangan saya tanpa seiijin saya kecuali istri saya" kata Evan tegas.


"Baik tuan, kami minta maaf atas kejadian kemarin. Karena saat itu saya sedang ke kantin untuk makan siang dan Lely juga sedang ke toilet katanya" kata Suryo.


"Mulai besok berikan sekuriti di lantai ini untuk bisa membantu mengatasi jika ada tamu tak diundang seperti kemarin yang tidak tahu diri" kata Evan masih sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh modelnya itu.


💥 Kampus


"Ra, loe hari ini ada acara ga?" Tanya Vina.


"Ada Vin, gue mau ke dokter kandungan sama bang Evan. Dan nanti malam kami diundang papi katanya mau mengenalkan calon bang Arya" jawab Aira.


"Memang calonnya bang Arya siapa Ra?" Tanya Vina.

__ADS_1


"Gue juga kurang tahu, karena mereka ga mengatakan abang mau dijodohkan dengan siapa sih" jawab Aira.


"Gimana hubungan loe dengan suami loe Vin?" Tanya Aira.


"Baik-baik aja" jawab Vina.


"Heh jangan ngobrol mulu, cepat dikerjakan dan dikumpulkan tugasnya nyonya-nyonya" kata Rio pada kedua sahabatnya.


"Siap tuan, kami akan segera mengumpulkan biar bisa segera pulang" jawab Aira sambil tertawa.


"Kalian ini bikin gue ga bisa konsentrasi mengerjakan saja" kata Vina.


"Nah gimana loe bisa konsentrasi kalau sejak tadi ngobrol mulu sama sebelah loe" kata Rio.


"Nih, gue sudah selesai" kata Aira.


"Ra, apa loe masih suka ketemuan dengan kak Lukas?" Tanya Rio.


"Hah kak Lukas, kok tiba-tiba nanyain kak Lukas sih. Ada gosip apa memangnya?" Tanya Aira balik dengan dahi berkerut.


"Nggak sih, cuma gue dengar katanya kak Lukas dan kak Leo nyariin loe tadi pagi" jawab Rio.


"Ada apa ya mereka nyari gue, apa kak Lusy sudah melahirkan" kata Aira pelan menerka-nerka.


"Sepertinya sih belum waktunya deh, bukannya usia kehamilannya sama kamu hanya terpaut beberapa bulan ya Ra?" Tanya Rio.


"Iya sepertinya, gue lupa hehehe" Jawab Aira.


"Memang sekarang usia kandungan loe berapa bulan Ra?" Tanya Vina.


"Masuk 6 bulan" jawab Aira.


"Ga terasa ya sudah mau meletus tuh drumband loe" kata Vina sambil terkekeh.


"Iya waktu memang ga terasa, tapi gue yang kemana-mana bawa perut ini sangat berasa Vin" kata Aira.


"Loe kapan menyusul Aira drumband Vin?" Canda Rio.


"Hehehe nanti saja kalau ponakan gue udah lahir aja" jawab Vina asal sambil mengelus perut Aira.


"Jangan bilang loe masih belum ngapa-ngapain masa suami loe Vin" tebak Aira.


"Ah kalian itu ngomongin apa sih. Jadi kak Lukas dan kak Leo tadi mau ngapain cari Aira?" Tanya Vina mengalihkan pembicaraan mereka.


"Entahlah, gue juga ga banyak nanya" jawab Rio.


"Tuh suami loe udah nungguin di parkiran" kata Vina sambil menunjuk Evandro dengan mukanya dan matanya.


"Ya sudah gue pulang duluan ya" kata Aira kemudian berjalan menuju ke parkiran dimana sang suami menunggunya.


"Aira tunggu" teriak Lukas melihat Aira berjalan seorang diri.


Aira berhenti dan menengok ke arah suara yang memanggilnya.

__ADS_1


__ADS_2