Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 175. Anak kita main bersama


__ADS_3

💥 Restoran Serba Sop


Lukas, Aira dan Evandro sampai di restoran, ternyata Lusy dan mami Andriana sudah berada di restoran itu juga menunggu Lukas yang tadi sudah dihubungi oleh Lukas sendiri.


"Loh kalian sudah sampai lebih dulu ya" sapa Lukas sambil mencium kening sang istri.


"Sudah, kami juga baru aja sampai" jawab Lusy.


"Apa kabar tan?" Sapa Aira sambil mencium punggung tangan mami Andriana, kemudian bergantian dengan Evan yang juga mengulurkan tangannya.


"Kabar baik sayang, kamu sendiri apa kabar?" Jawab mami Andriana.


"Kami baik tan" jawab Aira.


"Tadi gimana latihan kalian Ra?" Tanya Lusy


"Nah itu dia, kita tadi bingung kak mau menampilkan lagu apa aja. Tapi akhirnya sudah menemukan lagunya" cerita Aira.


"Ya baguslah kalau sudah menemukannya. Tapi kalian itu aktif semua sih ya dengan kegiatan kampus" kata Lusy.


"Aira sejak hamil sudah banyak mengurangi kegiatan kampus sih kak, termasuk sudah ga aktif" jawab Aira.


"O gitu, kalau kak Lukas masih termasuk aktif dia" kata Lusy.


"Kalau kakak paling saat ini yang terakhir aktif sayang, setelah ini sudah pasti sibuk di kantor dan di rumah sama anak dan istri" jawab Lukas sambil tersenyum ke arah istrinya.


"Benar itu kak, sudah langsung jadi ayah siaga ya kak" kata Aira sambil memberikan jempolnya.


"Kamu lama ga pernah main Ra, ayo dong main ke rumah sama suamimu. Biar mami ga kesepian di rumah" kata mami Andriana.


"Iya tan kapan-kapan Aira mampir ke rumah tante, soalnya beberapa minggu ini Aira dan bang Evan juga sedang sibuk" jawab Aira.


"Iya Aira sibuk tan, sampai suaminya sendiri saja di cuekin" sahut Evan membuat Aira menoleh ke arahnya sambil cemberut.


"Eh nggak ya bang, Aira mah ga pernah cueki abang" protes Aira.


"Masa sih" kata Evan tersenyum.


"Ra kamu mau pesan apa ini?" Tanya Lusy


"Eh iya Aira iga bakar deh sama es jeruk, tapi nasinya sedikit aja" jawab Aira.


"Abang apa, sop kambing?" Tanya Aira.

__ADS_1


"Abang sop iga aja sama teh tawar panas" jawab Evan ke sang istri kemudian ke pelayan restoran.


Sambil menunggu pesanan, mereka saling berbincang dan bercanda seperti layaknya sebuah keluarga besar.


"Aku tuh suka membayangkan anak kita main bersama lucu kali ya Ra" kata Lusy sambil terkekeh.


"Iya lucu itu kak, terus kita para maminya makan deh berdua" lanjut Lusy membuat yang lain tertawa.


"Wah bagus juga itu kak" kata Aira semangat.


"Wah kalian para istri-istri senang ya main sambil makan" kata Lukas.


"Iyalah kak, katanya tugas istri menghabiskan uang suami" kata Lusy.


"Hati-hati kak Evan, nanti anak-anak kita jadi tertular mami-maminya tuh menghabiskan uang kita para suami" kata Lukas sambil tertawa, membuat yang lain ikut tertawa.


💥 Kediaman Hartadi


"Sayang gimana hubunganmu dengan Haikal?" Tanya Rina setelah keluarga Hartadi selesai makan malam.


"Baik ma" jawab Nayla.


"Kamu gimana bang, apakah sudah ada yang mau dikenalin ke papa atau mau dikenalin anak teman papa saja?" Tanya Hartadi.


"Memang sudah ada ya bang yang akan dikenalin ke kita semua?" Tanya Rina.


"Mama sabar dong, jangan buru-buru begitu. Yang ada nanti salah orang kalau buru-buru" kata Reza.


"Memang siapa yang abang kenalin ke kita?" Tanya Nayla ikut penasaran.


"Kan abang bilang sabar dek, nanti kalau waktunya tiba pasti kalian semua juga akan kenal kok" jawab Reza membuat keluarganya penasaran.


"Ya aku sebagai adeknya mah ikut senang bang, yang penting abangku sayang sudah bisa move on" kata Nayla sambil tersenyum.


Reza hanya terkekeh menanggapi ucapan adeknya.


"Katanya abang disuruh move on" kata Reza


"Gimana bang untuk pengembangannya karaoke, apa jadi mau memperluar ke daerah jawa?" Tanya Hartadi.


"Iya jadi pah, kita buka cabang di Surabaya. Besok Reza berangkat ke sana sama Haikal" jawab Reza.


"Baguslah, papa senang mendengarnya. Cuma jangan lupa juga dengan pekerjaan utamamu. Karena abang itu penerus papa loh untuk urusan kantor" kata papa Hartadi.

__ADS_1


"Iya pah, insyaallah Reza tetap mengutamakan perusahaan papa" jawab Reza membuat Hartadi bangga pada anak laki-lakinya.


💥 Apartemen


"Hah lelahnya hari ini" gumam Aira sambil meletakkan tas slempangnya di sofa.


"Kalau lelah biar abang siapin kamu air hangat ya sayang untuk berendam agar berkurang capeknya" kata Evandro yang mendengar gumaman sang istri.


"Ga perlu bang, biar Aira sendiri saja yang menyiapkan" jawab Aira.


Evan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya sekaligus menyiapkan air hangat untuk sang istri berendam.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka setelah Evan selesai mandi.


"Yank mandilah biar hilang capekmu, nanti selesai mandi abang pijat" kata Rvan lembut.


"Hemm" jawab Aira malas, tapi akhirnya berdiri juga san langsung masuk ke kamar mandi tanpa berpikir membawa baju gantinya.


"Waduh gue lupa lagi tafi ga bawa baju ganti waktu masuk ke sini" gerutu Aira, kemudian melilitkan dandukkan ke tubuh polos itu dan keluar dengan santai menuju lemari.


Evan menatap sang istri yang debgan santainya keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut lilitan handuk di tubuhnya, membuat Evan harus menelan ludahnya dengan mata tak berkedip.


"Sayang kenapa ga pake baju?" Tanya Evan yang sudah berdiri dibelakang Aira sambil memeluk istrinya dari belakang.


Aira yang sedang membuka lemari untuk mengambil daster tidur dibuat kaget dengan pelukan sang suami dengan sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana.


"Abang belum tidur?" Tanya Aira sambil melepaskan tangan Evan yang memeluknya.


"Belum, abang menunggu kamu yank" bisik Evan sambil mengencangkan pelukannya dan mencium pipi sang istri.


"Aira masih harus pake baju dulu bang, tolong lepasin tangan abang dulu" kata Aira menahan geli dengan nafas suaminya yang mengenai lehernya dan membuatnya merinding.


"Ga usah pake baju justru lebih cantik sayang" bisik Evan dengan membalikkan tubuh istrinya agar menghadapnya kemudian mencium bibir manis sang istri. Aira awalnya hanya diam, tapi lama kelamaan membalas ciuman bibir sang suami yang membuatnya menikmati setiap sentuhan sang suami.


Terdengar ******* dari sang istri, Evan tak tinggal diam. Evan langsung membuka lilitan handuk sang istri yang tak disadari oleh Aira dan menggendongnya untuk diletakkan di atas ranjang dengan sangat hati-hati sekali tanpa melepas bibir mereka yang sedang bermain.


Aira sudah hanyut dengan setiap sentuhan sang suami yang begitu lembut dan pandai mencari titik sensitif sang istri. Keduanya sudah polos tanpa Aira sadari, Evan memang pandai membuat istrinya menikmqati setiap sentuhannya.


"Abang sangat mencintamu sayang" kata Evan ditengah pergulatan panasnya. Sang istri hanya bisa mengeluaran suara *******.


"Sayang..." suara Evan serak dengan mata sayu.

__ADS_1


"Ya bang...." balas Aira dengan suara yang tertahan sambil mendesah. Kedua sama-sama merasakan surga dunia hingga mencapai kenikmatan yang diharapkan.


__ADS_2