
"Emm saya kurang tahu nyonya, tadi hanya begitu pesannya. Dan sekarang lebih baik nyonya segera merias saja dulu untuk acara nanti malam dan tuan akan menunggu nyonya di tempat acara" jawab Suryo.
Aira diam dan menerima paperbag itu kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk merias diri.
Selesai Aira merias dan menggunakan gaun yang diberikan Suryo, Aira pergi dengan diantar Suryo menuju tempat acara diselenggarakan.
💐 Hotel S&B
Suryo membawa Aira ke hotel S&B milik suami dan abangnya. Mobil berhenti tepat di depan lobby hotwl, Aira kaget saat akan keluar mobil. Karena suaminya yang membukakan pintunya mobil untuknya.
"Abang, sejak kapan sudah disini? Kenapa Aira hubungi ga diangkat?" Tanya Aira menatap suaminya.
"Ayo sayang kita masuk, hati-hati ya" kata Evan tanpa mau menjawab pertanyaan istrinya. Bahkan sikapnya Evan juga terlihat agak dingin dengan istrinya.
"Kita naik yuk, apakah perutmu tadi sakit?" Tanya Evan yang mengkawatirkan istrinya sakit. Aira menggelengkan kepalanya.
"Kamu cantik sekali sayang" kata Evan setelah di dalam lift.
Setelah Aira dan Evan keluar dari lift mereka berjalan menuju sebuah pintu, Evan baru saja akan membuka pintu itu tiba-tiba lampu padam.
"Abang kenapa lampunya padam?" Tanya Aira kawatir.
"Tunggu disini sebentar sayang, biar abang cari orang hotel untuk menanyakannya kenapa lampunya padam." Kata Evan dengan mengajak Aira melangkah maju agar tidak terlalu dekat dengan pintu lift.
"Tapi Aira takut bang sendirian" kata Aira sambil masih menggenggam jemari tangan suaminya.
"Lepaskan dulu tangan abang sayang, biar abang urus dulu lampunya kenapa padam dan kamu tunggu disini dulu ya" kata Evan.
Aira ditinggal sendirian oleh suaminya di tempat gelap. Hatinya terasa takut dan kawatir, karena Aira tidak hafal dengan lingkungan hotel ini jika ada sesuatu yang tidak baik.
"Abang, kamu dimana?" Panggil Aira karena takut sendirian pada saat lampu padam.
"Sayang, ini anak papakah?" Tanya papa Raka menyentuh tangan Aira.
"Papa, Aira takut pa" kata Aira yang langsung memeluk papanya.
"Tidak apa-apa sayang ada papa disini, ayuk kita masuk ke dalam sama papa" kata papa Raka dengan sabar menuntun Aira untuk masuk ke dalam.
"Tapi nanti bang Evan nyariin Aira pa, tadi abang menyuruh Aira menunggu di sini" kata Aira.
"Ya nanti suamimu pasti akan mencarimu di dalam. Kamu sama papa saja dulu masuk yuk" jawab papa Raka.
__ADS_1
Papa Raka membuka pintu besar menuju ruang ballroom dengan lampu mulai remang-remang dan terdengar aluran musik happy birthday dengan diiringi piano dimana diatas piano terdapat sebuah cake yang hanya terlihat lilin yang menyala dengan angka 21 tahun.
Aira berjalan menuju tempat lilin itu menyala dengan didampingi papa Raka di belakangnya.
"Happy birthday to you..."
Terdengar alunan serta nyanyian lagu happy birthday dan lampu langsung menyala.
Aira kaget melihat suaminya sudah berdiri didepannya dengan memegangi kue ulang tahunnya.
"Happy birthday my little wife" kata Evan.
"Tiup lilinnya... tiup lilinnya... " semua anggota keluarga yang hadir menyanyikN lagu agar Aira meniup lilinnya.
Setelah meniup lilinnya Evan memberikan kue tart ke adeknya dan Evan langsung memeluk istrinya yang seharian dia cuekkin.
Aira menangis memeluk sang suami.
"Abang tega sekali nyuekin Aira dari pagi-pagi" kata Aira masih dengan air mata menetes.
"Maafkan abang sayang, itu swmua idenya Haikal" kata Evan dengan menciumi kepala dan pipi istrinya penuh cinta.
"Selamat ulang tahun anak papa, semoga kamu selalu mendapatkan cinta dan bahagia dari banyak orang dengan ketulusanmu. Serta diberikan kelancaran dalam kehamilanmu sampai melahirkan" kata papa Raka dengan memeluk dan mencium pucuk kepala anak perempuan semata wayangnya.
"Selamat ulang tahun Aira semoga kamu selalu bahagia" ucap Lukas yang didampingi istrinya Lusy.
"Terima kasih kak sudah mau hadir" jawab Aira menyambut uluran tanngan Lukas dan Aira berpelukan dengan Lusy.
"Selamat ulang tahun Aira Saputra, semoga kamu selalu dikelilingi dengan banyak cinta dan bahagia, juga jaga kesehatan, makan yang teratur okey" kata Reza menatap Aira dengan tersenyum.
"Terima kasih kak, udah tiga kali ini doanya" jawab Aira sambil terkekeh membuat Reza ikut tertawa. Keduanya terlihat dekat sekali hubungannya.
"Boleh peluk nggak nih kakak" tanya Reza bercanda.
"Tidaklah, nanti kekasihnya kak Reza bisa marah" jawab Aira sambil tertawa
Evan melihat kedekatan Aira dengan Reza hatinya panas, kemudian memeluk sang istri untuk menjauhkannya dari Reza. Haris melihat bagaimana kedekatan Aira dengan Reza dan sikap cemburu sahabatnya yang sudah menjadi adik iparnya hanya tersenyum dan dapat memaklumi kecemburuan Evan.
"Kal, apakah Aira dan Reza punya cerita di masa lalu?" Tanya Haris.
"Iya bang, mereka pernah pacaran waktu masih sama-sama sma. Dan Reza masih belum bisa move on dari Aira sampai sekarang. Mereka berdua sama-sama cinta pertamanya" jawab Haikal.
__ADS_1
Haris bisa mengerti bagaimana perasaan Reza saat ini dan bagaimana dengan keposesifan Evan pada sang istri. Evan memang tidak sekalipun melepas genggaman tangannya pada sang istri. Bahkan tangannya tidak lepas dari memeluk pinggang istrinya.
Reza memperhatikan bagaimana Evan memeperlakukan Aira, bahkan tak ada kesempatan Aira bisa lepas dari pelukan Evan.
"Jika kamu milikku, aku juga tidak akan melepaskanmu dari genggamanku, tapi sayang kamu milik orang lain" batin Reza
Acara makan malam di isi dengan sambil mengobrol dan ada juga yang memainkan piano serta tak lupa menyanyikan lagu buat siapa yang mau mengisi suaranya. Reza mengajak Haikal berduet untuk mengalihkan perasaannya pada Aira.
Evan menyuapi sang istri makan, dan Aira menerima suapan dari suami dengan raut muka bahagia.
Selesai acara pesta, Aira diajak menginap di hotel itu oleh sang suami. Sedangkan keluarga lain semua sudah pulang.
"Maafkan abang ya sayang sudah membuatmu menangis dan merasa diabaikan abang" kata Evan sambil memeluk sang istri setelah keduanya berada di dalam kamar hotelnya.
"Tadi kemana saja dengan Nuri?" Tanya Evan.
"Abang tahu Aira pergi sama Nuri?" Tanya Aira tanpa menjawab pertanyaan suaminya.
"Iya tahu dan kenapa tidak meminta makan dulu sebelum diajak Nuri makan?" Tanya Evan.
"Habisnya ga lapar" jawab Aira manja.
"Tapi kan yang didalam sini lapar sayang, kasihan kan baby kita harus menahan lapar karena bundanya protes" kata Evan sambil mengusap perut rata Aira.
Evan memandang istrinya yang begitu cantik malam ini dengan gaun pinknya yang dipilihkan sendiri oleh sang suami.
Evan mencium bibir mungil istrinya dan Aira pun membalas ciuman sang suami yang menuntut lebih.
****
Selamat membaca TERLANJUR MENCINTAI ini merupakan kelanjutan dari novelku yang berjudul AWAL EKSKUL.
Jangan lupa masukkan ke dalam favoritmu dan jangan lupa
LIKE
KOMEN
HADIAH
__ADS_1
VOTE
Terima kasih gaes 😘