Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 144. Patah hati


__ADS_3

"Iya pah, Evan juga sudah bilang ke Nuri tadi" jawab Evan.


"Iya bagus itu, papa setuju" kata papa.


"Kenapa papa jadi seperti bang Evan sih, Aira bawa kendaraan sendiri kan agar tidak merepotkan yang lain pah" protes Aira.


"Tapi abang ga merasa direpotkan kok dan ada Nuri itu gunanya agar kamu ada teman ngobrol juga di jalan" kata Evan beralasan.


"Eh ada tamu jauh datang" sapa Haikal yang baru datang dari (joging) jalan paginya dengan Reza.


"Mana Reza, sana diajak makan pagi Kal" kata  papa Raka.


"Ini ada dibelakang Haikal" jawab Haikal.


"Pagi om, pagi bang Evan, Aira, apa kabar?" sapa Reza sambil mencium punggung tangan Raka.


"Pagi Za" jawab Evan santai.


"Pagi juga kak, alhamdulilah baik" jawab Aira sambil melirik suaminya.


"Makan pagi dulu sana kalau belum makan" kata Raka sambil menunjuk ke arah meja makan.


"Terima kasih om, kebetulan tadi kami sudah makan om" jawab Reza dengan mendudukkan badannya di salah satu sofa kosong yang berada di depan Aira dan papa Raka.


"Sebentar gue mandi dulu ya Za" kata Haikal yang diangguki oleh Reza.


"Aira naik dulu ya bang" pamit Aira kemudian mengikuti Haikal. Evan menganggukkan kepalanya tanda mengijinkan.


"Bang Haikal tunggu Aira dong" teriak Aira.


"Kenapa dek?" Tanya Haikal yang berdiri di anak tangga.


"Eh abang tahu kabarnya Vina ga saat ini?" Tanya Aira sambil ikut menaiki tangga dengan suara pelan.


"Iya abang baru dapat kabar hari sabtu dari Vina kalau dia sudah menikah dengan pilihan orang tuanya" jawab Haikal pelan tidak bersemangat.


"Hah, kok Aira ga dikabari sih bang. Kenapa tiba-tiba Vina begitu?" Tanya Aira kaget sambil berjalan mengikuti Haikal naik ke lantai atas.


"Yah sudahlah dek, mungkin memang dia bukan jodoh abang" jawab Haikal sendu tak ingin melanjutkan pembicaraan tentang Vina.


"Maafkan Aira ya bang, Aira tidak tahu kalau Vina sudah menikah secara tiba-tiba"  kata Aira.


"Iya, lagian semua itu tidak ada yang bisa disalahkan. Sama halnya kamu dan bang Evan yang tiba-tiba dijodohkan papa. Bagaimana perasaan Reza saat itu kan" kata Haikal mencoba menerima takdir.

__ADS_1


Aira diam mengingat dirinya yang juga dijodohkan dengan sang suami. Namun perbedaannya Aira tidak sedang menjalin hubungan dengan Reza ataupun Lukas pada saat dirinya dijodohkan denhan Evandro.


"Tapi bagaimana tiba-tiba Vina menikah dengan orang lain bang?" Tanya Aira.


"Vina harus menerima perjodohan oleh kedua orang tuanya itu" jawab Haikal.


Aira membuang nafasnya kasar kemudian masuk ke kamarnya. Dan Haikal pun juga langsung masuk ke kamarnya untuk mandi.


"Bagaimana untuk bisnis karaokenya Za?" Tanya Evan membuat Reza kaget.


"Aira sudah cerita?" Tanya Reza sebelum menjawab pertanyaan Evan.


"Iya, baru semalam dia cerita" jawab Evan santai.


"Maaf bang,  karena Aira meminta saya untuk tidak menceritakan ini semua pada abang dan juga keluarga yang lain" kata Reza merasa bersalah.


"Iya tidak mengapa, pada akhirnya Aira sendiri juga cerita kok. Apakah ada kendala?" Tanya Evan santai.


"Sejauh ini sih tidak bang, Aira yang justru  kelihatannya bersemangat. Cuma Aira jarang ke lokasi, dia hanya mengecek laporan lewat email saja. Karena Aira lebih fokus ke butik atau fashionnya dulu sih katanya" jawab Reza.


"Kamu bisa lebih tahu kegiatan istriku sampai sejauh ini, tapi bagaimana aku yang posisinya sebagai suaminya tidak mengetahui apapun tentang semua ini" batin Evan ada rasa cemburu.


"Tapi untuk urusan kain Aira akan saya alihkan lewat Naila, karena Reza juga sedang sibuk dengan urusan yang lain sih" kata Reza memang sengaja untuk menjauhi Aira agar suaminya tidak cemburu.


"Belum bang karena saya lihat Aira juga masih harus pemulihan dulu untuk mengembalikan kesehatannya. Dan Reza juga baru tadi pagi bilang ke Naila sih. Karena sebelumnya Naila tidak pernah mau berkecimpung di dunia bisnis"  jawab Reza.


"Aira itu anaknya manja Van, jadi kamu memang harus sangat sabar seperti waktu Aira ada masalah dengan Lukas dulu" kata Raka.


"Iya pah, cuma Evan itu kawatir dengan kebiasaannya Aira kalau sudah sibuk bisa lupa makan. Dan kalau marah juga malas makan" kata Evan membuat papa Raka tertawa.


"Iya kalau sibuk Aira akan lupa dengan makannya" sahut Reza tanpa sadar membuat Evan diam menatap Reza.


"Iya dulu kalau marah dengan papa juga mogok makan dia, ternyata sampai sekarang masih dibawa juga ya" kata Raka sambil tertawa.


"Kenapa pa, ngomongin Aira ya" kata Aira yang sudah turun dari lantai atas.


"Iya kamu ternyata sampai sekarang kalau marah masih mogok makan ya?" Tanya papa Raka sambil terkekeh.


"Pasti bang Evan yang ngadu deh"  kata Aira manja kemudian duduk sambil memeluk papanya.


"Abang ga pernah ngadu sayang" jawab Evan sambil tersenyum melihat ke istrinya.


Aira bersandar pada lengan sang papa sambil mendengarkan obrolan para laki-laki itu. Tiba-tiba kepala Aira tertunduk ke bawah, membuat papa Raka kaget.

__ADS_1


"Ini Aira ngantuk ya?" tanya Raka yang kaget karena kepala Aira tiba-tiba tertunduk. Evan langsung mendekati sang istri dan menengok ke Aira, ternyata Aira sudah tertidur.


"Iya pah, sudah tidur dia" jawab Evan terkekeh.


"Bawa saja ke kamarnya Van" kata papa Raka sambil menahan kepala Aira.


"Iya pah, mungkin ini reaksi dari obatnya tadi pagi" Evan langsung menggendong sang istri untuk di bawa ke kamarnya.


Haikal yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya melihat Evan menggendong Aira kaget.


"Ada apa bang?" Tanya Haikal.


"Tolong bukain pintu kamar Aira, dia tidur soalnya" jawab Evan kemudian meletakkan istrinya diatas kasur di dalam kamar Aira dengan sangat pelan.


"Kirain Haikal tadi Aira kenapa lagi bang" kata Haikal.


"Dia ngantuk, mungkin pengaruh obat tadi pagi" jawab Evan.


"O iya disuruh istirahat kali bang sama dokternya. Ya sudah Haikal keluar dulu ya bang mau pergi dulu sama Reza" kata Haikal.


"Iya hati-hati" jawab Evan.


Setelah Haikal keluar, Evan kembali menatap wajah sang istri yang tertidur dengan pulas.


"Kamu kecapekan semalam ya yank, maaf abang terlalu merindukanmu" gumam Evan sambil merapikan rambut sang istri dan mencium keningnya.


Kemudian Evan keluar dari kamar itu dan kembali duduk menemani papa Raka. Mereka membicarakan tentang bisnis.


💥 Trio Karaoke


Reza dan Haikal pergi ke apartemen Reza sebentar untuk Reza mandi dan mengganti pakaiannya. Kemudian kedua pemuda ini pergi ke tempat karaoke mereka yang diberi nama trio karaoke.


"Loe kenapa lesu Kal, seperti orang patah hati saja" kata Reza.


"Iya, emang gue lagi patah hati" jawab Haikal.


****


Apakah Haikal akan cepat bisa move on atau akan sama seperti Reza yang lama belum mampu move on ya kira-kira?


Terima kasih ya gaes atas kesetiaan kalian masih membaca karya author


Maaf jika author terlambat up nya, karena sibukan author. 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2