
"Eh kak Lukas, kak Leo ada apa?" Tanya Aira sambil mengkerutkan alisnya heran dengan kedatangannya Lukas.
"Apa kabarnya dengan kak Lusy kak?" Tanya Aira setelah Lukas dan Leo berhenti di depan Aira.
"Kabarnya baik, kamu sendiri mau kemana Ra?" Tanya balik Lukas.
"Mau ke dokter kandungan kak dengan bang Evan" jawab Aira.
"O hari ini waktunya cek kandungan ya? Kakak boleh minta tolong ga Ra sama kamu?" Tanya Lukas.
"Minta tolong apaan kak kelihatannya serius banget?" Tanya Aira.
"Kakak dengar kamu punya butik, nah kakak mau ada acara dan kakak ingin bajunya nanti yang membuat kamu untuk kakak Lukas dan kak Lusy" kata Lukas.
"O boleh banget kak, ajak aja kak Lusy dan kita bisa bertemu di butiknya Aira" kata Aira.
"Okey, nanti kakak hubungi kamu lagi ya buat kita janjian besok bertemu di butik" kata Lukas.
"Iya siap kak" kata Aira santai sambil tersenyum dengan memberikan jempol kanannya.
Dari parkiran mobil, Evan menatap sang istri yang sedang berbincang dengan mantannya.
"Ngapain Lukas deketin Aira lagi, bukannya istrinya sudah mau melahirkan..." pikir Evan yang hanya di batin, namun pandangannya tak lepas sang istri yang tersenyum dengan Lukas.
"Maaf ya Ra mengganggu, salam buat suamimu dan semoga lancar sampai melahirkan" kata Lukas sambil menepuk pundak Aira.
"Aamiin, terima kasih do'anya kak. Semoga kak Lusy selalu diberikan kesehatan dan lancar sampai melahirkan juga" jawab Aira, Lukas tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Aira menghampiri sang suami di parkiran.
"Ngapain tadi dengan Lukas senyum-senyum?" Tanya Evan menatap Aira dengan tatapan kurang suka sebelum menjalankan mobilnya.
"Kak Lukas hanya mau minta tolong dibuatin pakaian untuknya dan untuk kak Lusy bang" jawab Aira dengan melihat sang suami dengan wajah kurang bersahabat.
"Suruh aja ke butik dan biar diukur sama karyawanmu disana. Ngapain harus menemuimu sih" kata Evan cemburu.
"Ya nggak begitu dong bang, kan wajar kalau pelanggan kita mencari pemilik butiknya karena mereka butuh design pakaian untuk sebuah acara yang akan diadakan atau dihadirinya. Besok Aira janjian ketemu dengan kak Lukas serta istrinya di butik" kata Aira.
"Abang ga akan ijinkan kamu bertemu dengannya" kata Evan tegas sambil menjalankan mobilnya.
"O iya tadi kak Lukas titip salam buat abang" kata Aira.
"Tidak perlu mengalihkan pembicaraan yank" kata Evan datar.
__ADS_1
"Loh memang beneran bang, kak Lukas itu titip salam buat abang" kata Aira dengan menatap suaminya.
Evandro hanya diam melihat ke sang istri, kemudian mulai menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit tanpa menjawab apapun.
"Kita langsung ke dokter kandungan kan bang sekarang?" Tanya Aira masih menatap sang suami yang sedang cemburu.
"Memang kamu mau kemana kalau ga ke dokter kandungan?" Tanya balik Evan ketus.
"Ga mau kemana-mana, hanya mau ke dokter aja bang" jawab Aira santai.
Evan mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit untuk mengantarkan sang istri bertemu dokter kandungannya yang setiap bulan rutin dilakukannya sejak Aira hamil.
💥 Rumah sakit
"Bang kita ke kantin dulu sebentar ya, Aira mau beli kue ape disana" kata Aira.
"Kue ape, emang ada disana?" Tanya Evan sambil melihat sang istri yang juga melihatnya.
"Ada bang, Aira pernah lihat kok waktu bulan lalu kita kesini" jawab Aira.
Dan benar saja disana ternyata masih ada penjual kue apenya itu.
"Bang mau yang pandan ya 20 ribu" kata Aira.
"Mau buat siapa saja yank beli segitu banyak? Tanya Evan.
"Memang menghadapi orang ngidam harus ekstra sabar" batin Evan.
"Sudah ga usah nambah lagi, buat kamu semua saja" jawab Evan sambil mengeluarkan uang dan membayarnya kemudian keduanya kembali ke ruang tunggu untuk menunggu antrian konsultasi ke dokter kandungan Aira.
Setelah namanya Aira dipanggil, kini giliran Aira dan Evan yang masuk ke dalam ruangan dokter kandungannya itu untuk cek rutin sebulan sekali.
"Bagaimana keadaan janinnya dok?" Tanya Evan saat Aira sedang di usg.
"Janinnya sehat tuan, posisinya juga bagus" jawab dokter kandungan perempuan itu sambil menunjukannya melalui layar monitornya.
"Dok jenis kelaminnya apakah bisa diketahui?" Tanya Aira.
"Belum jelas nyonya kalau sekarang, sebaiknya nanti saat usia kandungannya sudah memasuki ke 7 bulan baru bisa terlihat lebih jelas" jawab dokter kandungan itu.
"Inginnya apa nyonya, laki-laki atau perempuan?" Tanya dokter kandungannya.
"Apa saja dok, yang penting sehat semua" jawab Evan dan dokter itu tersenyum.
__ADS_1
"Saya sih kalau bisa inginnya laki-laki sih dok" jawab Aira. Evan menatap sang istri heran, karena selama ini Aira tidak pernah menceritakan keinginannya itu.
"Sayang, laki-laki atau perempuan itu sama saja asal semuanya sehat. Lagian ini kan anak pertama kita" kata Evan.
"Iya Aira ga masalah bang nantinya apapun jenis kelaminnya anak ini pasti Aira terima dengan senang hati" jawab Aira. Dokter kandungan itu hanya tersenyum melihat ke Aira tanpa memberikan komentar.
Dokter tersebut memberikan sebuah resep yang harus ditebus kepada Evan yang berisi vitamin.
"Yang penting menjaga jangan terlalu kecapekan dan berpikir terlalu berat serta mengkonsumsi makanan yang sehat ya nyonya" pesan dokter perempuan itu dengan tersenyum ramah.
"Terima kasih dok" kata Aira setelah selesai pemeriksaan kandungannya.
"Sama-sama nyonya, semoga sehat selalu" jawab dokter kandungan itu.
Kemudian keduanya keluar dari rumah sakit itu dan berjalan menuju ke parkiran mobil Evan.
"Mau makan siang apa yank?" Tanya Evan.
"Apa ya, Aira masih kenyang makan kue ape tadi bang" jawab Aira.
"Kita makan ketoprak aja deh bang ada yang enak di dekat butik" kata Aira, tapi Aira juga ingin es buah.
"Ya sudah kita ke butik aja sambil beli ketoprak dan biar Nuri saja yang beli es buahnya" jawab Evan kemudian menghubungi Nuri untuk membeli es buah keinginan sang istri.
💥 Butik
"Selamat siang nyonya, tuan" sapa salah satu karyawan butik Aira.
"Tadi pagi ada tamu yang kesini nyonya untuk mencari nyonya" kata karyawan butik itu.
"Siapa?" Tanya Aira.
"Tuan Lukas kalau tidak salah, tapi katanya beliau akan kembali lagi besok" jawabnya.
"Terima kasih, o iya tolong belikan ketoprak 2 porsi dan nanti letakan di meja ruangan saya" kata Aira.
"Baik nyonya" jawab karyawan itu.
"Besok kamu janjian dengan Lukas jam berapa yank?" Tanya Evan.
"Belum tahu sih, kak Lukas belum bilang mau jam berapa akan ke sini. Tapi kemungkinan kalau ga pagi ya siang paling bang" jawab Aira.
"Pagi bukannya kamu ada jadwal kuliah?" Tanya Evan menatap sang istri.
__ADS_1
"Iya, tapi kalau memang ada janjian dengan pelanggan butik dan mereka hanya bisa waktunya di pagi itu ya Aira terpaksa ga kuliah dulu bang" jawab Aira sambil memikirkan hal lain.
"Oh Aira ke rumahnya aja kali ya bang, nanti sore atau nanti malam. Sebentar deh Aira janjian dulu sama kak Lukas deh" kata Aira merasa menemukan solusinya sambil mengambil ponselnya untuk mengirimkan pesan ke Lukas.