Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 189. Sate pak Dul


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuk"


"Ceklek" pintu dibuka Aira dan disambut senyuman indah dari sang suami.


"Sayang kamu udah sampai?" Tanya Evandro sambil berjalan mendekati sang istri dan mencium kening serta bibir istrinya.


Evan membawa istrinya duduk dipangkuannya. Sedangkan Evan sendiri melanjutkan lagi urusannya yang belum selesai di depan layar laptop.


"Abang masih ada kerjaan?" Tanya Aira melihat suaminya masih sibuk di depan layar laptopnya.


"Sebentar lagi selesai sayangku" jawab Evan sambil mencium puncak kepala sang istri.


"Kamu mau makan apa sayang?" Tanya Evan menatap sang istri penuh sayang.


"Emm apa ya..." jawab Aira sambil berpikir sejenak.


"Makan sate ayam aja di sate pak Dul yuk bang" ajak Aira.


Evan menatap sang istri yang terlihat begitu menginginkan sate itu.


"Okey, kita makan disana ya" kata Evandro kemudian mematikan laptopnya setelah mengirimkan emailnya ke sang asisten.


Evan menggenggam jemari tangan sang istri dan membawanya keluar dari ruangannya menuju tempat parkir mobilnya. Banyak mata memangdang ke arah mereka dan berbisik, namun Aira tak memperdulikannya apapun yang mereka bicarakan.


💥 Sate pak Dul


Kedua sudah sampai di sate pak Dul yang menjadi tujuam bumil makan siangnya. Evan membuka pintu mobil untuk istrinya. Aira melihat mobil yang terparkir disebelahnya sambil mengkerutkan dahinya merasa tidak asing.


"Seperti mobilnya kak Lukas" gumam Aira pelan namun masih terdengar oleh telinga Evan.


"Apa dulu kalian sering kesini?" Tanya Evan ingin tahu.


"Emm kadang makan siang disini" jawab Aira pelan sambil berjalan masuk ke dalam.


Aira mengambil tempat duduk di bangku yang masih kosong tanpa mencari sosok yang baru saja membuat hati suaminya cemburu.


"Aira... kamu baru datang?" Sapa Lukas yang duduk di bangku sebelah Aira, membuat Aira langsung menoleh ke arah suara.


"Eh kak Lukas, maaf tidak melihat. Iya kami baru saja datang" jawab Aira.


"Bergabung saja dimeja sini, kosong kok bangkunya karena saya hanya sendiri" tawar Lukas dengan menatap Aira dan Evandro bergantian.


"Kita duduk bergabung aja ya bang" tanya Aira sambil menujuk bangku kosong di depan Lukas.

__ADS_1


"Terserah kamu aja" jawab Evan datar.


"Apa kabar tuan?" Sapa Lukas sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Baik" jawab Evan singkat dengan membalar jabatan tangan Lukas.


"Kamu apa kabar Ra?" Tanya Lukas sambil menjabat tangan Aira.


"Baik kak, apa kabarnya dengan kak Lusy?" Jawab Aira kemudian balik menanyakan kondisi istrinya sang mantan.


"Lusy kondisinya agak kurang baik, beberapa hari ini kesehatannya mulai menurun" jawab Lukas terlihat sendu namun berusaha tegar.


"Semoga kak Lusy lekas sehat kembali ya kak" kata Aira sambil menunggu pesanannya datang.


"Apa kak Lusy ga dibawa ke Singapore untuk berobat saja kak?" Tanya Aira.


"Lusy tidak mau dibawa ke sana. Dulu memang pernah saya bawa ke sana dan dokter sudah menyerah Ra" jawab Lukas.


"Kakak yang sabar ya, semoga kak Lusy bisa mendapatkan keajaiban dari Tuhan" kata Aira membesarkan hati Lukas.


"Terima kasih Aira atas doamu, kamu ga pernah berubah sejak dulu selalu memandang orang lain dengan kebaikan" kata Lukas tersenyum sambil memandang Aira.


"Ehem, sayang itu satenya dimakan dulu" dehem Evan kemudian meminta istrinya untuk makan sate yang baru saja diantarkan pelayannya.


Lukas yang menyadari karena terlalu dalam memandang Aira langsung menunduk mengambil gelas yang ada didepannya dan meminumnya.


"Dia sehat Ra, kapan kalian main ke rumah buat menengoknya. Pasti nanti Lusy juga akan senang dengan hadirnya kalian ke rumah kami" kata Lukas sambil memandang Evan dan Aira bergantian.


"Kapan-kapan kalau kami ada waktu, kami akan usahakan main" jawab Evan santai sebelum istrinya menjawab.


"Kok punya abang ada irisan cabenya sih, sedangkan punya Aira ga ada" kata Aira melihat di piring sang suami ada irisan cabenya.


"Kamu kalau mau ambil aja cabenya abang biar abang minta lagi" kata Evan.


"Kamu masih suka makan cabe iris ya Ra, memang perutmu ga masalah nanti?" Tanya Lukas.


"Hehehe ini kemauan babynya sih kak" jawab Aira sambil terkekeh.


"Jangan-jangan anakmu nanti juga senang makan pedas seperti kamu Ra" kata Lukas.


"Itu ayahnya baby juga suka pedas kok kak" kata Aira.


"O begitu... " ucap Lukas sambil menganggukkan kepalanya.


"Maaf saya pamit pulang duluan ya" kata Lukas pada Evan dan Aira setelah melihat notifikasi masuk ke ponselnya bahwa ada tamu di kantornya.

__ADS_1


"Silahkan" jawab Evan datar.


"Iya kak silahkan, salam ya buat baby Tius dan kak Lusy" kata Aira.


Setelah Lukas pergi, suasana di meja ini hening.


Evan dan Aira sama-sama diam. Aira diam karena sedang makan, sedang Evan diam karena dalam masa cemburu dengan sang iatri yang lebih banyak ngobrol sama mantannya. Bahkan sang mantan seolah mengungkit kenangannya dulu saat mereka masih bersama Aira.


"Seberapa sering kamu dulu makn bersama dia?" Tanya Evan dingin.


"Sama kak Lukas maksudnya abang, ya kami kan sekampus jadi sering makan siang di kantin kampus bareng" jawab Aira.


"Apakah kamu sering makan pedas kalau sama dia?" Tanya Evan lagi.


"Ya Aira kan memang senang peds bang, cuma pernah suatu saat habis makan pedas maag Aira sakit. Sejak itu kak Lukas memang selalu ingetin Aira untuk tidak mekan pedas berlebihan.


"Apakah kamu masih mencintainya?" Tanya Evan menatap istrinya.


"Abang kok pertanyaannya aneh sih, dia sudah beristri dan Aira juga sudah ada abang" jawab Aira kurang suka dengan pertanyaan sang suami.


"Sepertinya cinta kalian masih ada, sampai-sampai dia masih menghafal kesukaanmu" kata Evan menahan cemburu.


"Jika dulu Lukas berpindah keyakinan apakah kalian akan tetap bersama?" Tanya Evan ingin tahu.


"Mungkin memang inilah jalan yang harus kami lalui, apakah abang kecewa dengan Aira?" Jawab Aira membalik menjadi pertanyaan buat Evan.


"Abang hanua ingin tahu saja, karena sepertinya Lukas masih menyimpan cintanya untukmu" jawab Evandro.


Aira membuang nafasnya ke udara tanpa mau melanjutkan ucapan sang suami yang dirasa sedang cemburu.


Selesai keduanya makan dan sudah duduk di dalam mobil, Aira sibuk membuka chat dan membalasnya.


"Gimana rasanya mengingat kenangan dulu bersama mantan lagi dengan makan sate bersama?" Tanya Evan memecah keheningan di dalam mobilnya.


Aira menengok ke suaminya heran mendengar pertanyaan dari sang suami.


"Maksud abang?" Tanya balik Aira tak berdosa.


"Kan tadi barusan kamu nostalgia dengan mantanmu dengan makan siang di sate pak Dul bersama. Bahkan mantanmu saja masih ingat kalau kamu sangat suka makan yang pedas" kata Evan membuat Aira terdiam sesaat.


"Kebetulan saja kita bertemu kak Lukas disana bang, lagian memang kebetulan juga kan Aira ingin makan pake cabe. Biasanya juga Aira jarang kan minta pake cabe kalau makan disitu" kata Aira jujur.


"Dan suatu kebetulan juga ya dia masih ingat kalau kamu suka makan pedas" kata Evan dingin dan ketus.


"Kenapa abang masih cemburu sih, kami kan sama-sama sudah punya keluarga" kata Aira.

__ADS_1


"Ya dan istrinya sedang sakit, terus anaknya akan membutuhkan seorang ibu nantinya" kata Evandro.


"Abang tidak akan mengijinkanmu untuk datang ke rumah Lukas apapun alasannya tanpa ada abang disana" kata Evandro.


__ADS_2