
"Beneran itu nak?" Tanya Hartadi.
"Iya om, sejak Aira masih kecil dan masih suka saya gendong-gendong dulu. Tapi karena papa Raka pindah rumah, kami sempat terpisah dan saya baru ketemu lagi dengan Aira setelah Aira kuliah" jawab Evan melirik ke sang istri kemudian ke Reza.
"Tapi om lihat kalian sepertinya sekarang sudah bahagia ya" kata Hartadi.
"Mohon doanya om, semoga kami selalu diberikan kebahagiaan sampai maut memisahkan kami" kata Evan.
Reza hanya diam tanpa bersuara dan hanya memainkan ponselnya saja, tanpa tujuan yang jelas dengan telinga mendengarkan pembicaraan papanya dengan Evandro.
"Ayo kita makan malam dulu" kata Rina setelah melihat di ruang makan hidangannya sudah siap untuk dinikmati.
Semua menikmati hidangan yang disajikan oleh tuan rumah sambil bersendau gurau. Yang anak-anak berkumpul sendiri kecuali Haris dan Evandro yang ikut bergabung dengan para orang tua.
Sedangkan Aini dan nyonya Rina Hartadi ikut bergabung denganĀ yang muda-muda. Walaupun mereka membentuk 2 kelompok, namun duduknya pun juga tidak terpisah ruangan. Bahkan sofanya saja berdekatan jaraknya, jadi pembicaraan mereka juga kan terdengar oleh yang lain.
"Ra, usia kandungan loe udah berapa bulan sih udah kelihatan besar perutmu ya" tanya Nayla.
"Iya besar, lagian berat badan gue juga naik banyak Nay" jawab Aira.
"Dan ini masuk 6 bulan" lanjut Aira.
"Berarti kalau Haikal jadian dengan Nay 3 bulan lagi, jangan-jangan saat kamu sedang melahirkan Ra?" Tanya Reza yang di dengar Evandro.
Walaupun Evan duduknya tidak bersebelahan dengan sang istri, namun mata dan telinganya sering memperhatikan apa yang dilakukan dan diobrolkan oleh istrinya.
"Iya juga ya kak, tapi semoga saja sebelum Aira melahirkan tuh mereka menikahnya" jawab Aira sambil menghitung waktu.
"Iya Nay jangan saat gue lahiran ya waktu loe nikah sama bang Haikal" kata Aira.
"Ra, loe ngapain juga sih ikutan komentar" protes Nayla pelan.
"Loh kan tadi awalnya kak Reza, gue cuma menambahkan bumbunya saja" kata Aira membuat yang lain terkekeh
"Dek mau balas dendam sama bang Haikal ya, karena waktu itu abang ngerjain kamu dengan bang Evan" kata Haikal.
"Tenang bang, Aira baik kok ga suka balas dendam" jawab Aira sambil terkekeh.
Aini dan Rina Hartadi tertawa mendengar bercandaannya anak-anak yang sedang berkumpul itu.
"Wah nanti tinggal bang Reza dong yang masih sendiri" kata mama Rina.
"Reza masih muda ma, tidak perlu buru-buru" jawab Reza.
"Lagian Reza nungguin Aira mah, katanya Aira mau ngenalin temannya ke Reza" kata Reza membuat Evan langsung menolehkan kepalanya ke arah sang istri.
"Jadi beneran nih kak?" Tanya Aira dan Reza hanya tertawa tanpa memberikan jawaban.
"Abang beneran ga tuh" kata Nayla.
__ADS_1
"Memang mau loe kenalin siapa Ra?" Tanya Nayla.
"Nah itu dia yang gue juga bingung Nay" jawab Aira.
"Tuh Aira aja masih bingung, padahal dulu bilang mau ngrnalin ke temannya" sahut Reza.
"Emang loe serius udah mau nyari sekarang Za?" Tanya Haikal dan Reza hanya terkekeh.
Semuanya ini tidak lepas dari pandangan Evan. Evan pun juga mendengar obrolan dan bercandaan Reza dan istrinya. Evan sempat berpikir bahwa Reza memang masih menunggu Aira dari ucapan yang tadi sempat terlintar dengan kata nungguin Aira.
"Maaf Za, gua tidak akan melepas apa yang sudah menjadi milik gue. Dan Aira adalah milik gue untuk selamanya" batin Evandro.
Evan berdiri dan mendekati istrinya saat melihat sang istri beberapa kali mengusap perutnya.
"Kenapa yank dengan perutnya?" Tanya Evan yang sudah duduk di sebelah Aira sambil ikut mengusap perut sang istri.
"Agak kencang rasanya bang" jawab Aira.
"Kecapekan kali Ra, coba buat sandaran deh" kata Aini.
"Iya dipake sandaran aja sayang, sini biar abang yang suapin kamu" kata Evan dengan meminta piring yang dibawa Aira.
Mama Rina melihat bagaimana Evan memperlakukan istrinya itu.
"Aira itu nurut sama suami, seandainya dulu dia jadi menantuku betapa bahagianya aku" batin Rina kemudian melihat sang anak lelakinya yang sesekali mencuri pandang ke Aira dan Evan.
"Besok loe ke kantor sana ga Za?" Tanya Haikal sengaja mengalihkan perhatian Haikal dari Aira dan Evan.
"Tapi sepertinya sore deh bisanya" lanjut Reza mengingat jadwalnya besok penuh.
"Bagaimana perkembangan butiknya nak Aira?" Tanya Rina
"Alhamdulilah bagus tan" jawab Aira sambil menerima suapan dati sang suami.
"Eh maaf ya Aira masih sambil makan" kata Aira.
"Gua ga maafin Ra" kata Nayla.
"Kalau loe yang ga maafin mah gue ga masalah sih Nay" kata Aira.
"Awas aja ya nanti, anak loe bisa gue culik Ra" kata Nayla.
"Jangan begitu dong, gue laporin sama tante Rina" kata Aira.
"Mama pasti belain anaknya" jawab Nayla.
"Kalau anaknya salah, ya mama ga akan belain kamu dong" kata mama Rina.
"Idih mama ikutan aja" kata Nayla, Aina tertawa mendengar bercandaan kedua anak yang baru dianggap dewasa ini.
__ADS_1
"Kita jadi mau melebarkan sayap keluar kota Kal?" Tanya Reza yang duduknya berdekatan dengan Haikal.
"Kenapa nggak, apalagi daerah jawa belum ada loh trio karaoke Za" kata Haikal.
"Iya sih, tapi Aira setuju ga?" Tanya Reza pelan.
"Besok aja kita meeting di butiknya Aira, nanti gue atur waktunya deh" kata Haikal.
"Kenapa bang?" Tanya Aira.
"Besok loe longgar nggak waktunya, seandainya kita meeting di butik loe" kata Haikal.
"Boleh siang menjelang sore aja kali bang, kalau kalian berdua bisa waktunya" kata Aira.
"Okey kalau agak sore bisa sih, soalnya selesai meeting jam 2" jawab Reza.
"Besok ada kuliah pagi Ra?" Tanya Reza.
"Ada sih kak, cuma mungkin sampai jam 10 terus langsung ke butik" jawab Aira.
"Loh besok bukannya jadwal abang ke butik Aira?" Tanya Nayla.
"O besok kak Reza dan Nayla mau ke butik Aira? Mau kapan, yang pasti jangan di bawah jam 10 ya" kata Aira.
"Iya gue besok ga tahu bisa atau ga sih Ra, soalnya gue ada janjian juga" kata Nayla.
"Okey kapan ke butiknya, Aira tunggu ya besok" kata Aira.
"Siap" jawab Reza.
"Si kecil Herman ga nangis ya Na kalau ditinggal dirumah?" Tanya Evan ke Aini.
"Nggak, udah biasa kan sama yang mengasuhnya" jawab Aini.
"Nggak rewel ya ditinggal.tanpa ada mama dan papanya?" Tanya Evan.
"Nggak, mungkin karena dia terbiasa papanya pulang malam dan mamanya pulang sore" jawab Aini.
"Tuh yank, besok kamu jangan ninggalin kelamaan ya. Pulang kuliah di rumah aja, kasihan anak kita sendirian" kata Evan.
"Masih lama bang, dipikir nanti aja" ucap Aira.
"Ya harus dipikirin dari sekarang dong" kata Evandro sambil mengusap perut istrinya.
"Seandainya dulu gua ga kuliah di luar negri, mungkin sekarang yang ada di perutmu itu anakku Ra" batin Reza.
"Ehem" Nayla berdehem.
"Move on bang" bisik Nayla.
__ADS_1
"Nay, tadi loe bikin puding kan. Bawa dong ke sini biar yang lain ikut mencicipi" kata Reza mengalihkan pandangannya ke Nayla.