Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 23.


__ADS_3

"Aira pacaran dengan Lukas berbeda kepercayaan, sedangkan Lukas sepertinya sedang cemburu kalau Aira dekat dengan cowok" kata Haikal. Evandro hanya mendengarkan apa yang Haikal ceritakan tanpa memberikan komentar.


"Haris apa kabar ini, mendingan nanti kita janjian sama abangmu di cafe istrinya aja" ajak Evandro.


"O iya bener deh bang, sekarang Haikal hubungi aja deh bang Haris" kata Haikal kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Haris.


"Kata bang Haris nanti cafenya buka jam 10 bang" kata Haikal ke Evandro.


"Okey, kalau begitu kita sarapan di sini dulu aja" ajak Evandro.


Vina datang ke kampus karena ada janjian dengan Aira. Vina menunggu Aira di kantin setelah mengirimkan chat ke Aira.


Aira mendengar ada notifikasi masuk ke ponselnya yang di masukkan ke saku celana langsung membukanya dan menuju ke kantin tempat di mana janjian dengan Vina.


"Hai Vin, maaf ya lama nunggu gue?" Sapa Aira kemudian duduk di dekat Vina.


"Dek kamu sarapan dulu, nanti pingsan loh" teriak Haikal.


Aira menengok ke arah suara yang tidak asing ditelinganya.


"Loh abang masih di sini?" Tanya Aira mendekat sambil.mengajak Vina.


"Kamu belum sarapan dek, sarapan dulu dong" Evandro menyuruh Aira untuk sarapan.


"Hehehe belum kan tadi berangkatnya pagi-pagi bang. Aira duduk tepat di depan Evandro, sedang Vina duduk di depan Haikal.


"Kamu ikut sarapan sekalian Vin" tawar Haikal.


"Makasih bang" jawab Vina.


"Sudah sana pesan ikut Aira, ga usah malu" kata Haikal. Kemudian Vina beranjak mengikutin Aira untuk pesan bubur.


"Abang mau kemana jadinya nanti?" Tanya Aira melihat Evandro.


"Ke cafe kak Aini" jawab Haikal.


"Ahh seandainya Aira ga jadi panitya ikut tuh, kangen deh Aira sama kak Aini" kata Aira.


"Bang Evan ada kakak tingkat Aira yang cantik, abang mau ga aku kenalin?" Tawar Aira pelan sambil mencondongkan mukanya ke arah Evandro.


"Nggak, abang udah ada" jawab Evandro asal.

__ADS_1


"Kalau begitu Aira dikenalin dong" kata Aira.


"Kamu sarapan dulu dan tidak banyak bicara" kata Evandro sambil mengacak rambut Aira.


Dari jauh Lukas melihat semua yang dilakukan Aira, hatinya panas melihat kedekatan Aira dengan Evandro. Sedangkan Leo melihat Lukas dengan muka menahan emosi langsung mendekati.


"Loe kenapa pagi-pagi udah be-te, belim sarapan ya" kata Leo.


"Gimana ga be-te kalau pagi-pagi pandangannya seperti itu" kata Lukas sambil matanya menunjuk ke arah Aira dengan Evandro dan Haikal.


"Memangnya siapa yang duduk di depan Aira, bukannya itu abangnya?" Tanya Leo.


"Yang didepannya itu yang dia bilang abangnya tapi bukan abang kandungnya" jawab Lukas ketus.


"Wouw ga salah dong Aira milihnya" tanpa sadar Leo berucap.


"Apa loe bilang" tanya Lukas menahan emosi yang makin memuncak.


"Maksud gue, ga salah Aira memilih dia jadi abangnya" kata Leo meralat, tapi tetap saja membuat Lukas makin cemburu.


"Dek, abang nitip Anggi ya nanti kalau sudah selesai dan abang belum sampai suruh hubungi abang" kata Evandro.


"Siap abangku" jawab Aira.


"Eh iya bang Evan kenalin ini Vina sahabat Aira selain Rio. Dan Vin, kenalin ini abangnya Aira sedang anterin adiknya anak maba disini" kata Aira. Mereka saling berjabat tangan.


"Evan"


"Vina"


"Nih buku loe nanti kebawa gue lagi repot mesti anter ke rumah loe" kata Vina.


"Hehehe iya titipin ke bang Haikal dulu aja deh, tas Aira disana malas mau ambil" kata Aira.


"Kamu ga ikut jadi panitya Vin?" Tanya Haikal.


"Nggak bang, Vina males ikutan BEM" jawab Vina.


"Kenapa malas, enak loh banyak teman dan pengalaman" kata Haikal.


"Iya tuh dulu aku ajak ikutan ga mau, akhirnya Aira hanya sama Rio aja yang ikutan" kata Aira menimpalin.

__ADS_1


"Dek, kamu disini lama nanti ga ada yang nyari atau cemburu tuh" Goda Haikal.


"Abang jangan bahas itu dong" kata Aira kemudian melihat ke Evandro.


"Kenapa ngelihatnya ke bang Evan, memang ada yang cemburu sama abang?" Tanya Evan


"Hehehe...." jawaban Aira hanya terkekeh tanpa mengeluarkan kata-kata.


"Loh kok malah tertawa, kalau begitu kenalin ke abang aja biar ga cemburu" kata Evan lagi. Aira tanpa sengaja melihat Lukas dari jauh dengan Leo yang sedang menatap ke Aira.


"Hadeuh kak Lukas jangan-jangan dari tadi tih lihat gue sama bang Evan, mati gue" batin Aira kemudian segera menghabiskan buburnya tanpa menjawab pertanyaan Evan tadi.


"Kok abang ga dijawab sih" protes Evandro.


"Bentar bang Aira buru-buru takut ada yang nyari Aira nanti" jawab Aira pura-pura melihat ke arah temannya sesama panitya yang sedang berkumpul.


"Ra itu bukannya kak Lukas ya yang duduk disana sama kak Leo." Kata Vina


"Iya kali, bentar Vin, gue takut nanti keburu acara berikutnya gie dicari panitya" alasan Aira agar tidak melihat ke arah Lukas.


"Bang maaf ya Aira kesana dulu, nanti salam sayang dan kangen buat kak Aini sama bang Haris" kata Aira.


"Buat abang salam juga ga?" Goda Evan sambil terkekeh dan mengacak-acak pucuk rambut Aira. Haikal tertawa mendengar adiknya digoda Evan.


"Tuh lihat, abangnya sendiri aja ga tangannya ga begitu, sedangkan abang gadungannya justru mesra begitu" kata Lukas masih sambil memperhatikan Aira dan Evan.


"Apa Aira sedang ada masalah dengan Lukas?" Tanya Haikal ke Vina.


"Vina kurang tahu sih bang, tapi kemarin lusa aja mereka masih pulang bareng kok dan kemarin juga Aira masih ngobrol sama kak Lukas sebelum bang Haikal jemput Aira" jawab Vina.


"Tapi entah kenapa kok sepertinya akan ada perang dingin kalau lihat raut wajah yang disana itu bang, dari tadi memperhatikan Aira. Kelihatannya sih cemburunya sedang naik tuh" kata Vina.


Evan tahu yang dimaksudkan Vina karena Evan tadi sempat lihat arah mata Aira saat sebelum Aira terlihat tergesa-gesa menghabiskan makanannya.


Entah kenapa ada perasaan kurang suka muncul di hati Evandro melihat Aira seperti kawatir jika Lukas cemburu.


"Lukas yang cemburu sama gue, Aira kawatir, kenapa gue ga terima melihat kekawatiran Aira... apakah Aira memang sangat mencintai Lukas?" Batin Evandro


"Gue selama ini menganggap Aira hanya sebagai adek kecil yang dulu suka ku gendong-gendong saja, tapi kenapa sekarang ada sesuatu yang gue ga ngerti kenapa" Kata hati Evandro berperang sendiri menepis bahwa apakah dia punya perasaan suka dengan Aira.


"Ra dari mana tadi, gue cariin" tanya Rio melihat Aira datang ke aula.

__ADS_1


"Hehehe gue ikut abang sarapan sekalian ketemuan dengan Vina mau ambil buku gue" jawab Aira.


"Eh tadi siapa cowok yang sama bang Haikal, sepertinya loe deket banget sama dia" tanya Rio.


__ADS_2