
"Saya mencintai Aira dengan apa adanya dia. Lepaskan sia jika anda tidak dapat membuatnya bahagia, karena saya siap membuatnya bahagia" kata Reza lagi membuat Evan semakin emosi mendengar kata cinta yang diucapkan Reza untuk Aira. Evandro menahan untuk tidak melakukan tonokan ke arah Reza, karena dia sadar semua ini terjadi karena kesalahannya pada sang istri yang telah terbuai dengan rayuan Rani.
"Jangan bermimpi, istri saya akan bahagia dengan saya hingga kita menua bersama" kata Evan tegas dengan menahan emosi.
"Itu adalah harapan saya untuk orang yang pernah dan masih saya cintai agar selalu bahagia dengan siapapun pilihannya" kata Reza. Evan langsung berjalan meninggalkan Reza.
๐ฅ Hotel Sanjaya
Evandro dengan gerakan cepat langsung melarikan mobilnya menuju ke hotel Sanjaya.
Evan menuju ke resepsionis untuk menanyakan nama Aira berada di kamar berapa, namun pihak resepsionis tidak mengatakan adanya nama Aira disana.
Memang Aira pada saat cek in tidak memakai namanya, melainkan memakai nama Lusy dan bilang bahwa dia masih saudara dengan Lusy agar lebih mudah identitasnya tertutupi.
Evan semakin frustrasi dibuatnya.
"Aira tolong maafkan abang, jika kamu mau menghukum abang silahkan sayang. Tapi jangan tinggalkan abang, abang tidak bisa hidup tanpa kamu sayang" gumam Evan lemas dengan duduk di lobby.
"Begitu pandai kamu membuat abang frustrasi yank, abang lebih senang kamu marah dengan meluapkan emosimu mengatakan apapun tentang abang akan abang terima sayang. Tapi jangan begini caranya dengan meninggalkan abang tanpa bisa dihubungi" batin Evan dengan memegang pelipisnya, matanya terpejam dan badannya disandarkan di sandaran sofa lobby hotel.
Evan menunggu di lobby hotel lama hingga jam sebelas malam berharap sang istri keluar dari kamarnya dan bertemu Evan. Tetapi tidak menemukan sosok yang ditunggunya. Akhirnya Evandro pulang ke apartemennya tanpa bisa membawa sang istri.
๐ฅ Apartemen
Evan masuk ke dalam kamarnya merasakan lelah dan kosong tanpa adanya istri yang selalu disampingnya.
"Sayang, kembalilah pada abang yank. Jangan tinggalkan abang begini" kata Evandro dengan wajah lelahnya dan langsung tertidur di atas ranjang tanpa mengganti baju dan membersihkan badannya.
Jam 3 dini hari Evan terbangun dan menengok sisi sebelahnya berharap istrinya ada disebelah sedang memeluknya.
"Kenapa kamu belum juga kembali sayang, ini sudah malam ke empat sejak kejadian itu" gumam Evandro sambil mengusap bantal yang biasa dipakai Aira.
"Aira kembalilah sayang, jangan buat abang gila yank tanpa kamu disamping abang. Hanya kamu yang membuat abang semangat menjalani kehidupan ini. Kalian berdua begitu berarti buat abang sayang" kata Evan memelas dengan meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Abang akan kabulkan apapun permintaanmu sayang, tapi jangan tinggalkan abang dan tetaplah menemani abang hingga akhir hidup abang sayang" kata Evan merasa sangat bersalah pada istrinya.
Evan teringat akan Rio, kemudian menghubungi Rio pagi-pagi sekali. Bahkan Rio masih baru bangun tidur.
๐"Maaf Rio jika mengganggu kamu pagi-pagi begini, saya hanya mau bertanya apakah nanti acara kampus itu Aira akan datang?" Tanya Evandro to the point.
"Memang Aira tidak cerita bang?" Tanya balik Rio.
"Aira sampai sekarang belum pulang dan abang tidak menemukan dimana dia selama ini" jawab Evandro frustrasi.
"Iya bang Aira nanti pasti datang, karena kemarin gladi resik dia datang ke kampus. Tapi dia meminta Rio untuk merahasiakan dari abang kedatangannya kemarin" kata Rio.
"Baiklah Yo, terima kasih" kata Evandro kemudian mengakhiri panggilannya.
"Semoga nanti kamu mau abang ajak pulang kembali ke tempat kita ini sayang. Abang merindukan kalian, bagaimana dengan anak kita di dalam perutmu sayang tanpa kamu meminum vitamin yang diberikan dokter" gumam Evan.
๐ฅ Hotel Sanjaya
Aira bangun pagi kemudian mengambil air putih yang disediakan di meja yang sudah tersedia dari pihak hotelnya. Karena Aira selalu minta disediakan air mineral di meja setiap hari 4-5 botol air mineral yang 600 ml.
๐ฅ Kampus
Sejak pagi hari banyak mahasiswa yang datang ke kampus untuk mendekorasi panggung yang akan dijadikan acara besar kampus. Para panitya acara ada yang datang di pagi hari hanya untuk mengecek kesiapan panggung dan peralatan. Setelah hari mulai siang hampir semua panitya datang mempersiapkan acara untuk menyambut hari ulang tahun kampus mereka.
Aira sengaja datang siang hari setelah jam makan siang hanya untuk melihat kesiapan panggung dan lain sebagainya termasuk acara yang akan dia pandu nanti. Aira membawa baju ganti untuk acara nanti dengan menitipkannya di kos Vina sabahat terdekatnya selain Rio.
"Nanti loe ngisi acara juga loh Ra, jangan lupa itu" kata Vina mengingatkan.
"Kenapa harus gue sih yang ikutan menfisi acara?" Tanya Aira heran.
"Setahu gue sih itu permintaan beberapa teman kita" jawab Vina.
"Gue ga ngerti deh maunya mereka apa, kenapa ga milih ya yang lain. Toh ini hiburanย waktunya panjang. Berarti sudah banyak yang akan mengisi acara hiburan" kata Aira.
__ADS_1
"Gue tidak tahu menahu soal itu Ra, yang pasti loe persiapin aja untuk nanti. Lagian loe kan sudah biasa mengisi hiburan seperti karaokean" kata Vina. Aira hanya menghela nafasnya tanpa menjawab lagi ucapan sahabatnya.
"Ra nanti suami loe datang kan?" Tanya Vina saat diatas panggung setelah mengecek kesiapan panggungnya.
"Mungkin kalau tidak ada acara kantor" jawab Aira asal.
"Halo Ra apa kabar, lama tidak bertemu" sapa Lukas.
"Kabar baik kak, apa kabar juga denfan kakak dan kak Lusy?" Tanya Aira.
"Kami baik juga" jawab Lukas.
"Kamu lama tidak bertemu Lusy ya, kapan itu Lusy menanyakanmu. Mungkin nanti dia akan datang jika tidak ada halangan" kata Lukas.
"Salam buat kak Lusy ya kak" kata Aira kemudian pamit untuk pulang karena harus mempersiapkan makeup dan ganti baju.
Setelah jam menunjuk di angka 15.00, banyak penonton yang sudah mulai berdatangan. Sedangkan semua panitya sudah di wajibkan untuk hadir maksimal setengah jam sebelumnya.
Acara dimulai tepat pukul 15.30 wib.
Banyak dari kalangan mahasiswa yang hadir untuk menyaksikan acara besar kampus ini. Haikal duduk dengan sebelah kanannya Evandro dan sebelah kirinya ada Reza.
Evandro memandang sang istri yang berada di atas panggung tanpa berkedip. Ada rasa bahagia dapat kembali memandang wajah orang yang selama ini membuat hidupnya sempat tidak bergairah karena tidak ada sosok disisinya.
Acara yang sudah di mulai dengan sambutan dari rektor dan beberapa pejabat universitas terkait, sekarang akan memasuki acara hiburan yang banyak ditunggu para mahasiswanya.
"Acara hiburan kali ini akan menampilkan sebuah lagu dengan judul PERI CINTAKU yang akan dibawakan oleh Lukas Sanjaya" kata Vina sebagai mc-nya.
Banyak tepuk tangan dari para mahasiswa dan dosen yang hadir di acara tersebut. Lukas naik ke atas panggung dan Aira memberikan microfonenya ke Lukas.
"Terima kasih Ra" ucap Lukas pelan dengan menatap Aira, namun terdengar oleh semua penontin karena microfonenya belum mati.
"Sama-sama" jawab Aira kemudian turun dari atas panggung.
__ADS_1
***
Terima kasih ya gaes atas kesetiaan kalian dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberikan Like, komen dan juga Vote buat kemajuan karya para author. ๐