
💥 Sebulan berlalu....
Di kampus
Paginya Evandro bersiap untuk pergi ke kantor lebih awal karena ada rapat pagi di sebuah gedung serbaguna di lantai 4. Sesampainya Evandro di tempat pertemuan rapatnya, ternyata rapat diundur 2 jam lagi. Semua itu disebabkan ada salah satu investor yang masih dalam perjalanan dari luar negri yang mengalami kemunduran jadwal pesawat secara tiba-tiba. Evandro terpaksa menunggu di dalam mobil di sebuah parkiran kampus tempat mereka akan mengadakan rapat. Dan kampus tersebut adalah kampus dimana Aira kuliah.
"Aira, nanti papa tidak bisa jemput kamu siang ya" kata papa Raka setelah Aira sampai di parkiran kampusnya.
"Iya pah, nanti Aira pulang nebeng teman aja atau naik ojol aja" jawab Aira sambil mencium punggung tangan Raka untuk berpamitan.
"Belajar yang rajin ya nak" kata papa Raka
"Siap pah" jawab Aira sambil tersenyum menatap papa tercintanya.
Aira berjalan nenuju ke fakultasnya, tiba-tiba ada suara memanggil.
"Aira..."
"Aira menengok arah suara tersebut tetapi tidak melihat sosok orang memanggilnya. Setelah ada tangan melambai dari dalam sebuah mobil yang dibuka jendelanya baru Aira menyapa.
"Bang Evan..." sapa Aira kemudian mendekat dan bersalaman.
"Bang Evan nungguin Anggi?" Tanya Aira.
"Nggak abang mau ada rapat pagi ini, tapi ternyata rapatnya mundur 2 jam lagi." Jawab Evan
"Sini masuk duduk dulu Ra" ajak Evan untuk menyuruh Aira masuk ke dalam mobilnya agar dapat ngobrol dengan santai. Aira masuk ke dalam mobil Evandro.
"Kamu tadi diantar siapa?" Tanya Evandro
"Diantar papa, kan sejak bang Haris nikah itu Aira kalau ke kampus pagi ikut papa" jawab Aira.
"Loh Haikal belum pulang ke sini lagi?" Tanya Evandro.
"Sudah sih bang, cuma masih ada kesibukan disana minggu ini. Mungkin minggu depan bang Haikal sudah mulai kerja ikut papa, jadi Aira diantar bang Haikal" jawab Aira.
"Anggi bukannya bulan ini nanti sudah mulai masuk untuk pengenalan kampus ya bang?" Tanya Aira.
"Iya, kok kamu tahu?" Jawab Evandro.
"Tahu dong, kan Aira juga salah satu panityanya hehehe" kata Aira sambil terkekeh. Evandro tertawa kecil sambil mengacak acak ramput Aira.
__ADS_1
"Idih abang, rambut Aira sudah rapi, jangan di acak dong" protes Aira membuat Evandro tertawa.
"Masih rapi kok rambutnya, kenapa takut nanti cowoknya Aira marah ya dan cari cewek lain ya" goda Evandro.
"Kenapa kalau bang Evan ketemu Aira selalu membahas pacar sih" protes Aira tanpa sengaja Aira melihat Lukas melewati depan mobil Evandro.
Aira langsung pura-pura melihat ke bawah, arah sepatunya dan membenahi tali sepatunya yang sebenarnya tidak bermasalah untuk menyembunyikan wajahnya, karena kawatir jika Lukas tahu bahwa dia di dalam mobil Evandro.
"Kamu kenapa kok tiba-tiba membungkuk begitu Ra?" Tanya Evan.
"Maaf bang, ini tali sepatu Aira terlepas." Jawab Aira bohong.
"Kamu nanti pulang siang kan, bareng sama bang Evan aja" ajak Evandro.
"Aira pulang siang sih bang jam 11" jawab Aira. Kemudian mereka bertukar nomer ponsel agar dapat saling menghubungi.
"Maaf ya bang, Aira mau masuk dulu" pamit Aira kemudian mencium punggung tangan Evandro yang sudah seperti abangnya sendiri.
"Belajar yang benar ya biar dapat nilai yang terbaik" kata Evandro.
"Siap bang boss" jawab Aira sambil memberi jempol kanannya dan tersenyum. Kemudian Aira keluar dari mobil Evandro dan berjalan menuju ke kelasnya. Evandro tersenyum dengan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Aira.
Siangnya selesai kuliah, Aira baru keluar dari kelasnya.
"Kak Lukas, ada apa?" Tanya Aira.
"Kok ada apa sih?" Tanya balik Lukas sambil melihat Aira yang sibuk mencari ponselnya di dalam tas.
"Maaf kak, ini Aira lagi ga konsen hehehe" jawab Aira sambil nyengir.
"Kamu udah mau pulang, ayo kakak antar?" Ajak Lukas.
"Bukannya kak Lukas masih ada kuliah, kakak kuliah aja dulu. Aira pulang sama abang sih, kebetulan dia ada urusan di sini" kata Aira.
"Kamu ga mau pulang bareng kakak ya Ra apa kamu mau pulang sama Rio?" Tanya Lukas ada nada curiga Aira menghindari Lukas.
"Nggak kak, kalau Aira pulang bareng sama Rio pasti Aira akan bilang ke kak Lukas deh" jawab Aira. Lukas diam tanpa memberi pertanyaan lagi sama Aira, tapi tatapannya seolah masih belum percaya dengan apa yang Aira bilang.
"Kak, pernahkah Aira bohong sama kak Lukas hingga membuat kak Lukas seperti curiga sama Aira?" Tanya Aira.
Lukas mengajak Aira duduk di bangku dekat kelas Aira tadi.
__ADS_1
"Ra boleh kakak tanya dan tolong jawab dengan jujur" kata Lukas serius sambil menatap Aira dengan mendudukkan Aira di bangku dekat kelasnya.
"Boleh kak, silahkan" jawab Aira.
"Apakah kamu menyukai Rio?" Tanya Lukas membuat Aira mengkerutkan dahinya.
"Maksud kak Lukas, Aira selingkuh sama Rio gitu" jawab Aira juga ikut menatap Lukas.
"Bukan kakak menuduhmu selingkuh, apakah kamu dan Rio pernah ada hubungan sebelum kita jadian?" Tanya Lukas.
"Aku dan Rio itu sahabat dekat sejak kita masih sekolah kak. Dan Rio pun juga termasuk dekat dengan abangnya Aira" jawab Aira.
"Tapi aku lihat kamu masih aja dekat dengan Rio ya sampai sekarang dan kadang pulang lebih sering sama Rio dari pada sama kakak" kata Lukas cemburu.
"Kakak cemburu sama Rio, Aira pulang bareng sama Rio karena Aira ga mau ganggu kuliah kak Lukas" jawab Aira.
"Okey kalau begitu, mulai besok kita pulang bersama. Kalau perlu berangkat juga bersama kakak, jadi kamu tidak perlu ngrepotin papamu" kata Lukas.
Aira hanya diam sambil berpikir bagaimana harus menjawabnya.
"Kak Lukas, Aira itu berangkat di antar papa karena papa yang menyuruhnya dan bukan maunya Aira. Karena Aira memang tidak diijinkan untuk membawa kendara sendiri ke kampus" jawab Aira.
Derrt...derrt...derrt...
Ponsel Aira berbunyi, kemudian Aira melihat siapa yang menghubunginya. Lukas melirik nama yang tertera di ponsel Aira tertulis Evandro.
"Siapa Evandro?" Batin Lukas yang seingetnya abangnya Aira tidak ada yang bernama Evandro.
"Maaf ya kak, Aira sudah di telp abang Aira. Aira pulang duluan" kata Aira kemudian menerima panggilan dari Evan.
"Iya bang, Aira baru mau turun" jawab Aira setelah ada percakapan dari Evandro yang menanyakan dimana Aira sekarang.
"Kak sekali lagi Aira minta maaf dan Aira pulang duluan ya, kakak lanjut kuliah lagi saja" kata Aira.
Lukas hanya menganggukkan kepalanya kemudian berkata "besok kamu harus pulang sama kakak."
Aira menganggukkan kepalanya sambil jalan berdua menuruni tangga, Lukas menuju ke kantin sedang Aira menuju ke parkiran dimana mobil Evandro parkir.
Jangan Lupa ya berikan Like, komen, hadiah dan vote
__ADS_1
Baca juga karya author AWAL EKSKUL yang menceritakan kisah cintanya sejak masih remaja yang belajar mandiri setelah menikah tanpa meminta bantuan orang tuanya.