Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 103. Ga akan berhenti berjuang


__ADS_3

"Apakah Aira pacarannya lama dengan Lukas?" Tanya Reza.


"Kurang lebih 2 tahun kalau gue tidak salah" jawab Haikal.


"Eh bro, maaf ya gue mau ada meeting sore ini. Nanti kalau loe ada waktu bolehlah kita ke cafe malam ini" kata Reza pamit dengan Haikal.


"Okey bro" kata Haikal sambil memandang kepergian Reza.


"Tumben bang Evan mengijinkan Aira bertemu Reza" batin Haikal tidak percaya, karena melihat Evan yang begitu posesifnya ke sang istri.


"Tapi kalau Aira ga pamit lebih ga mungkin lagi deh, bisa kena marah Aira karena ada Nuri yang pasti laporan sama bosnya." Batin Haikal sambil menyeruput kopi yang ada di depannya.


Haikal memang hanya memesan kopi saja untuk teman ngobrol tadi dengan Reza.


💥 Apartemen


Aira  meminta ijin Evan untuk langsung pulang ke apartemennya setelah janjian dengan Reza. Dan Evan pun mengijinkan istrinya untuk langsung pulang ke apartemen.


Aira merebahkan badannya di atas ranjangnya karena badannya terasa capek. Aira memandang beberapa foto kenangan bersama Reza dulu yang tadi dikirim Reza melalui pesan singkatnya.


Ada rasa sedih mengingat mata sendu Reza pada saat tadi Reza bercerita tentang bagaimana dia berusaha untuk tetap setia pada Aira yang sekarang sudah menjadi istri dari laki-laki lain.


"Maafkan Aira kak, tapi mungkin semuanya memang harus begini jalannya. Aira istri bang Evan sekarang" gumam Aira.


"Semoga kakak segera dapat membuka hati untuk gadis lain yang jauh lebih sempurna dari Aira" kata Aira lirih sambil memandang foto kebersamaan mereka dulu.


Aira memejamkan matanya karena rasa lelah yang ada dalam dirinya hingga akhirnya Aira tertidur dengan nyenyaknya.


Evan pulang dari kantor mendapati sang istri yang tertidur nyenyak di kamar. Evan mencium kening istrinya pelan agar tidak terbangun. Kemudian Evan mengambil ponsel Aira yang berada di dekat tangan kanan Aira.


Evan membuka ponsel istrinya, ingin tahu apa yang Aira buka sebelum tertidur. Evan melihat foto-foto Aira bersama Reza di masa sma dulu membuat kecemburuan Evan meningkat.


"Rupanya kalian benar masih saling mencintai" gumam Evan kemudian memandang Aira yang masih tertidur.


"Apakah sebagian hatimu masih untuk Reza?" Tanya Evan dalam hati.

__ADS_1


"Tapi abang ga akan pernah berhenti berjuang untuk mendapatkan hatimu seutuhnya sayang. Sampai kapanpun kamu milik abang" batin Evandro.


Evan meletakkan ponsel sang istri di atas nakas dekat ranjang Aira. Kemudian Evan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket dengan keringat.


Aira mengerjapkan matanya dan mencari ponselnya di ranjang dengan tangan meraba di sekitarnya. Karena Aira ingatnya dia sebelum tertidur masih memegang ponsel. Aira melihat jam di dinding kamarnya yang sudah menunjukkan waktunya sang suami pulang kantor.


"Ceklek" suara pintu kamar mandi terbuka membuat Aira menoleh dan kaget suaminya muncul dari dalam kamar mandi.


"Abang sudah pulang, kok Aira ga dibangunkan?" Tanya Aira.


"Sudah bangun sayang, apakah abang membangunkanmu ya karena membuka pintu kamar mandi terlalu kencang?" Tanya Evandro kemudian duduk di pinggiran ranjang dekat Aira.


"Nggak sih bang. Abang pulangnya sudah dari tadi ya, maaf Aira ketiduran bang" kata Aira.


"Kamu lelah ya seharian tanpa istirahat?" Tanya Evan sambil menyingkirkan rambut Aira ke belakang telinga sambil tersenyum menatap wajah istrinya yang tangannya masih sambil meraba mencari hp Aira.


"Kamu nyari ini?" Tanya Evan sambil mengambilkan ponsel Aira dari nakas.


"Kok abang tahu, abang ya yang memindahkan ponsel Aira?" Tanya Aira ke Evan.


"Aira hanya lihat pesan masuk aja sih bang, habis itu ketiduran. Mungkin karena kelelahan kali ya" kata Aira santai.


"Beneran hanya melihat pesan atau melamun mengenang masa lalu?" Tanya Evan memancing istrinya agar cerita.


"Maksud abang apaan sih?" Tanya Aira sambil bangun dari tidurnya.


Aira membuka ponselnya dan melihat layar di ponselnya yang terdapat foto berduanya dengan Reza. Kemudian Aira menatap Evan yang juga menatap sang istri meminta penjelasan melalui sorot matanya tanpa bersuara.


"Ini foto Aira waktu sma dulu bang dengan kak Reza" kata Aira.


"Kamu masih berharap untuk kembali padanya?" Tanya Evan.


"Memang bang Evan sudah bosan dengan Aira ya dan akan membuang Aira?" Tanya Aira balik menatap sang suami karena tersinggung dengan pertanyaan dari sang suami.


"Jangan kamu putar pertanyaan abang dong" kata Evan dengan nada agak ketus karena menahan cemburu.

__ADS_1


Aira tak menjawab pertanyaan Evan, melainkan Aira justru diam dan masuk ke kamar mandi.


Aira menangis di dalam kamar mandi tanpa sepengetahuan sang suami. Aira berendam di dalam bathup dengan hanya diam sambil meneteskan air matanya karena sakit hati dengan perkataan dari suaminya tadi. Merasa suaminya masih tidak bisa percaya dengan Aira.


Evan menunggu sang istri yang mandi dengan  duduk diam di sofa kamarnya.


"Lama amat sih mandinya, mandi saja pake chatingan dulu dengan mantan" kata Evan di dalam kamar yang menahan rasa cemburu pada sang istri.


Evan kemudian berniat mengetuk pintu kamar mandi. Setelah mendekati pintu kamar mandi, Evan mendengar suara isak tangis sang istri. Evan menempelkan telinganya ke pintu kamar mandi untuk memastikan apakah benar sang istri tengah menangis di dalam kamar mandi.


Evan mencoba membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci dengan sangat pelan untuk mengintip lebih jelas kebenarannya apakah sang istri benar menangis.


Setelah membukanya dan benar Aira berendam di dalam kamar mandi dengan airmata yang terurai deras.


"Lepaskan Aira bang kalau memang abang sudah tak mau lagi dengan Aira. Biarkan Aira hidup dengan papa dan jangan pernah lagi datang untuk menemuiku." Kata Aira sambil menangis dengan mata terpejam.


Evan kaget mendengar apa yang diucapkan istrinya karena Evan sudah berdiri di dekat bathup.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Evan yang sudah berdiri di dekat bathup. Aira kaget mendengar suara sang suami di dalam kamar mandi.


"Kenapa abang masuk, maaf tolong abang keluar, aku mau mandi" usir Aira halus.


"Kamu mengusir abang sayang, kenapa kamu menangis?" Tanya Evan lagi sambil membungkukan kepalanya menatap sang istri.


Evan berniat mengangkat istrinya dari bathup, namun Aira justru marah dan mengusir sang suami.


"Keluarlah bang dan jangan lagi sentuh Aira. Biarkan Aira disini sendiri" kata Aira sambil mengusap air matanya yang terus menetes.


"Sayang, kamu marah sama abang kenapa?" Tanya Evan. Aira diam saja tak mau bersuara.


"Kamu mandi lama sekali, abang menunggumu untuk kita makan malam bersama" kata Evan.


"Ga perlu menungguku lagi, abang makan saja sendiri. Dan tolong keluarlah biar Aira mandi dulu" kata Aira sambil keluar dari bathup,  kemudian Aira mengambil kimono handuknya dan membuka pintu kamar mandi agar Evan keluar.


"Baiklah kalau kamu mengusir abang, abang akan keluar. Atau kamu memang akan mandi dengan menghubungi mantanmu" kata Evan dengan nada ketus karena tersinggung merasa diusir oleh sang istri sambil melangkah keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2