Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 16.


__ADS_3

Evandro melihat Aira turun tangga bersama dengan Lukas.


"Apa itu pacarnya Aira ya, kelihatannya deket hubungan mereka dilihat dari cara cowok itu memandang Aira serta menggandeng tangan Aira." Batin Evandro.


"Selamat siang bang Evan" sapa Aira sambil masuk ke dalam mobil Evan.


"Siang Aira, duh jangan-jangan ini bang Evan mengganggu acara kencan Aira yah" ledek Evandro.


"Abang, Aira di sini kuliah seperti yang tadi bang Evan bilang untuk kuliah yang benar." Elak Aira. Evandro terkekeh melihat Aira yang berusaha meutupi tapi rona merah wajahnya tak bisa membohongi.


Lukas melihat Aira masuk ke mobil Evandro.


Evandro melajukan mobilnya keluar dari kampus Aira.


"Aira belum makan siang kan, kita makan siang dulu ya" ajak Evandro.


"Aira mah okey aja bang, cuma Aira mengganggu waktu bang Evan ga itu masalahnya" jawab Aira.


"Bang Evan sih masih longgar waktunya sampai saat ini, jadi bang Evan tidak terganggu" kata Evandro


Evandro membelokkan mobilnya di sebuah restoran dekat kampus Aira.


"Abang sering ke sini ya?" Tanya Aira.


"Iya kadang kalau ada pertemuan dengan teman kerja. Kenapa Aira juga sering kesini ya" jawab Evandro.


"Aira kesini kalau kebetulan diajak bang Haris aja" jawab Aira kemudian turun dari mobil mengikuti Evandro masuk ke restoran.


"Aira mau makan apa?" Tanya Evandro setelah pelayan restoran memberikan buku menunya. Aira membaca menu di buku, mengingat saat makan dengan Haris apa yang dia suka masakan di resto ini.


"Aira sama aja deh dengan bang Evan, tapi minumnya es jeruk" kata Aira sesaat setelah membaca menunya. Evandro tersenyum, kemudian memesan menu yang sama tapi dengan minum yang berbeda.


Sambil menunggu pesanan, Evandro pamit untuk ke toilet dulu. Aira mengeluarkan ponselnya dari tas karena ada telpon dari Haris.


"Halo dik, dimana sekarang?" Tanya Haris yang tadinya mau menjemput Aira di kampus.

__ADS_1


"Aira lagi makan sama bang Evan bang" jawab Aira.


"Sama bang Evan, dimana? Memang Aira ga kuliah?" Tanya Haris bingung.


"Aira tadi ketemu bang Evan di kampus, kemudian pulangnya diajak bareng sama bang Evan. Dan sekarang kami lagi makan siang. Abang ada apa telpon Aira?" Tanya Aira.


"Abang ada di dekat kampusmu, tadinya abang mau jemput Aira sekalian kalau belum pulang. Ternyata sudah sama bang Evan ya sudah, tapi jangan usil ya dan jangan ganggu abangmu kerja" kata Haris.


"Evandro bisa deket sama Aira yang manja... Tapi sama Aira dari awal mereka bertemu memang bisa langsung nyambung sih" batin Haris heran dengan Evandro. Yah seorang Evandro dikenal acuh dan dingin dengan seorang gadis. Bahkan dengan adik dari sahabatnya yang sudah 5 tahun bersahabat juga belum tentu bisa dekat. Nah ini dengan Aira yang istilahnya lama sekali mereka tidak bertemu dan baru diketemukan saat itu saja langsung bisa bercanda.


"Siapa tadi yang menelpon Aira, papa ya?" Tanya Evandro setelah Aira dari toilet.


"Bang Haris, katanya di dekat kampus Aira. Tadinya mau jemput Aira sekalian kalau Aira belum pulang" jawab Aira.


"O ya, disuruh kesini aja Haris, kita makan bertiga. Coba bang Evan hubungi deh dimana dia." kata Evandro kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Haris.


Pesanan datang dan Evan masih menghubungi Haris yang baru saja diterimanya yang ternyata Haris juga berada di restoran yang sama.


"Hai sayang" sapa Haris ke Aira kemudian mencium kening Aira. Dan Aira pun langsung mencium punggung tangan abangnya.


"Seperti yang kau lihatlah" jawab Evan santai sambil terkekeh.


"Kok tumben kalian bisa pulang bersama?" tanya Haris sambil mendudukan diri disebelah Aira dan Haris memanggil pelayan untuk memesan menu buat Haris.


"Iya kebetulan gue ada rapat di kampus Aira dan tadi pagi gue lihat Aira di antar om Raka" jawab Evandro menceritakan dari awal lihat Aira turun dari mobil hingga mereka pulang bersama.


"Terus kamu tadi udah bilang dulu sama Lukas atau Rio dik kalau ga pulang bareng?" Tanya Haris.


"Sudah, lagian kan tidak setiap hari juga Aira bareng mereka bang" jawab Aira.


"Kok bang Evan ga dikenalin sih, terus yang tadi turun sama Aira siapa?" Tanya Evandro.


"O itu kakak tingkat Aira bang namanya kak Lukas." Jawab Aira ragu.


"Ayo Ris makan" ajak Evandro setelah pesanan Haris datang.

__ADS_1


"Loe ga sibuk hari ini?" Tanya Evandro.


"Tadi tidak, tapi barusan gue dapat kabar kalau ada klien yang mau pertemuannya dimajukan sebentar lagi." Jawab Haris.


"Dimana ketemuannya bang?" Tanya Aira.


"Di kantor, jadi dari sini abang balik lagi ke kantor" jawab Haris.


"Loe sendiri mau kemana lagi Van?" Tanya Haris.


"Udah ga ada lagi janjian, makanya gue berani nawarin Aira untuk mengantar pulang" jawab Evandro.


Mereka menikmati makan siang dengan berbincang-bincang santai hingga Haris terpaksa harus pamit duluan karena masih harus kembali lagi ke kantor. Aira dan Evandro kemudian masuk ke dalam mobilnya. Dan saat mobil baru mulai dinyalakan mesinnya, tiba-tiba Evandro mendapat telp dari asistennya yang mengatakan ada klien yang akan datang ke kantor untuk bertemu sebentar karena nanti malam harus perjalanan lagi ke luar kota.


Terpaksa Evandro mengajak Aira mampir ke kantornya sebentar, untungnya Aira tidak keberatan. Walaupun awalnya Evandro bingung cara ngomongnya ke Aira, karena kawatir kalau Aira nanti pulang ke malaman dan ditunggu Raka.


Aira mengirim pesan ke Raka bahwa dia pulang bersama dengan Evandro tapi mampir dulu ke kantor dan akan terlambat sampai di rumah. Beruntung Raka mengijinkan Aira perginya dengan Evandro, orang yang sudah dikenal baik oleh Raka.


💥 Kantor Evandro


"Maaf ya Aira, bang Evan jadi ngrepotin Aira." Kata Evandro sampai di parkiran kantornya.


"Gapapa bang, Aira jadi tahu kantor bang Evan" jawab Aira sambil tersenyum.


"Yuk kita turun, kamu nanti nungguin di ruangan abang aja" ajak Evandro.


Aira dan Evandro turun dari mobil dan berjalan masuk ke kantor Evandro, dimana ruangan Evandro berada di lantai paling atas.


Sekertaris Evandro heran melihat bosnya datang dengan seorang gadis belia seusia adiknya tetapi bukan Anggi yang sudah dikenalnya. Begitu juga dengan Suryo sang aisiten Evan pun juga dibuat kaget dengan santainya Evan menggandeng Aira untuk diajak masuk ke ruangannya.


"Sur, siapa yang dibawa bos. Tumben amat bos datang bersama gadis kecil yang cantik" tanya Lely sekertaris dan sepupu Evan. Suryo hanya mengangkat kedua bahunya sambil menggelengkan kepala tanda dia sendiri juga tidak tahu siapa Aira.


"Aira mau minum apa?" Tanya Evandro setelah mereka duduk di sofa ruangan Evandro untuk menunggu kliennya Evandro.


"Aira masih kenyang bang" jawab Aira.

__ADS_1


__ADS_2